Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aplikasi Limbah Darah Sapi Untuk Meningkatkan Sifat Kimia Tanah Dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Oktabriana S, Giska; Syofiani, Riza
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7813

Abstract

Ultisol merupakan tanah mineral masam yang produktivitasnya rendah dicirikan dengan bahan organik, unsur hara, kandungan pH, C-organik, N-total, kapasitas tukar kation yang renda yang dan kandungan Al yang relatif tinggi. Salah satu upaya memperbaiki kesuburan Ultisol yaitu dengan penambahan bahan organik seperti darah sapi. Darah sapi mengandung unsur hara N 14,9%, P 0,45%, K 0,59%, Ca 615mg/kg, Mg 405 mg/kg, Fe 0,26%, Zn 117mg/kg, Cu 10 mg/kg dan , Mn 11mg/kg. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis limbah darah sapi yang tepat untuk meningkatkan sifat kimia tanah dan hasil selada. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap dengan perlakuan pemberian dosis limbah darah sapi yaitu L0 = kontrol, L1= 0,25 l/plot+1 l air, L2=0,5 l /plot+2 l air, L3 = 0,75 l/plot+3 l air, L4=1 l/plot+4 l air dengan 3 ulangan. Data analisis dengan menggunakan tabel Anova 5% apabila F hitung lebih hitung lebih dari F tabel 5 % dan uji lanjut BNJ 5%. Pemberian bahan organik dari limbah darah sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil selada yaitu dengan pemberian 0,25 liter/plot pupuk organik cair menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
Kajian Kemampuan Lahan Dan Arahan Penggunaan Lahan Di Kampus 2 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota P.S, Dyah; S, Riza; Suhadi, Suhadi; S.A, Ardi,; S, Ismet; A, Syafri
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15686

Abstract

Lahan Kampus II Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang terletak pada Jorong Batu Kabau, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban termasuk lahan dengan bentuk berbukit dimana pada lahan ini digunakan selain sebagai lahan praktikum mahasiswa, juga digunakan sebagai lahan budidaya pertanian oleh masyarakat sekitar. Lahan berbukit yang memiliki kerentanan terhadap kerusakan lahan membutuhkan perencanaan yang tepat dalam pengelolaannya, salah satu informasi yang dibutuhkan adalah kelas kemampuan lahan agar penggunaan lahan dapat disesuaikan dengan potensi lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kemampuan lahan serta potensi lahan yang disajikan dalam bentuk peta dan memberikan arahan penggunaan lahan agar dapat dikelola secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian memiliki 4 kelas kemampuan lahan yaitu kelas I, III, IV, dan VI dengan didominasi oleh kelas kemampuan lahan I dan IV. Kelas kemampuan lahan I seluas 8,3 hektar dan kelas kemampuan lahan IV seluas 20,92 hektar. Faktor pembatas yang mendominas pada kemampuan lahan adalah potensi erosi dan kelerengan. Arahan penggunaan lahan untuk lahan kampus II dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan semusim, tanaman perkebunan dengan teknik konservasi, dan agroforestry.
Pelatihan Pemanfaatan Digital Marketing dalam Pemasaran Produk Bagi Ibu PKK dan Pemuda di Kenagarian Koto Tuo, Kecamatan Harau Khairad, Fastabiqul; Novfirman, Novfirman; Syofiani, Riza; Yuliatri, Yuliatri; Giska Oktabriana; Yefsi Malrianti; Rio Valery Allen
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v1i2.1524

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau. Salah satu tantangan yang dihadapi mitra saat ini adalah keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mengenai teknologi termasuk digitalisasi dalam kegiatan pemasaran. Alasan inilah yang mendorong pelaksanaan program pengabdian masyarakat untuk memberikan pendidikan kepada usaha yang dijalankan masyarakat terutama Ibu PKK dan Pemuda di Kanagarian Koto Tuo tentang optimalisasi digital marketing dalam pemasaran produk. Metode kegiatan ini berupa pelatihan, sebelum diberikan pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk mengisi beberapa pertanyaan terkait pengetahuan awal mengenai digital marketing. Kemudian, diarahkan untuk menggunakan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan untuk menggunakan platform digital dalam strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian diawali dengan demonstrasi salah satu produk yang dapat dipasarkan secara digital. Dengan pemberian materi tersebut, diharapkan peserta pelatihan dapat lebih memahami informasi yang disampaikan oleh tim pengabdian. Hasil dari kuesioner yang diisi setelah pelatihan memberikan informasi berharga mengenai kemajuan peserta dalam menjalani pelatihan dan seberapa besar peningkatan keterampilan yang mereka capai. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilakukan di Kenagarian Koto Tuo melalui Pemanfaatan Digital Marketing dalam Pemasaran Produk dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukannya pelatihan terkait kegiatan pemanfaatan digital marketing ini.
Penguatan Literasi Pertanian untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda terhadap Dunia Tani Nursamsi, Nursamsi; Sari, Dyah Puspita; Syofiani, Riza; Hudia, Hudia; Suhadi, Suhadi; Amir, Syafri; Zudri, Fatardho; Yuska, Dian Aulia Tri; Nasution, Mona Turisna; Novfirman, Novfirman; Maulana, Ingga Pragesti
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i2.893

Abstract

The declining interest and participation of young generations in the agricultural sector pose a serious challenge to the sustainability of agricultural development, including in Kamang Tangah Anam Suku Village, Agam Regency, West Sumatra. Despite its commitment to developing as an organic food production center, the village faces limited involvement of millennial and Generation Z farmers, which threatens the continuity of environmentally sustainable agriculture. This community service program aimed to strengthen agricultural literacy and increase young people’s interest in farming through an educational and participatory approach. The program was implemented through a preliminary survey, problem identification, organic agriculture literacy counseling for youth aged 15–30 years, and evaluation using pre-test and post-test methods. The counseling activities were delivered interactively by engaging young agricultural practitioners and incorporating contextual discussions based on local experiences. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, positive perceptions, and interest in agriculture, with an average increase in agricultural literacy of approximately 45%. Furthermore, the program successfully facilitated the establishment of the Agro Muda Kreatif Millennial Farmer Group, consisting of 19 millennial and Generation Z youths, as a tangible outcome of the intervention. These findings indicate that strengthening agricultural literacy through approaches aligned with youth characteristics is effective in encouraging farmer regeneration