Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL CURERE

HUBUNGAN VARIASI MENGAJAR GURU DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS V SDN 105401 NAMO LINTING KECAMATAN STM HULU SUMATERA UTARA Srie Faizah Lisnasari; Eninta Br Barus
JURNAL CURERE Vol 3, No 1 (2019): VOL 3 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v3i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.Penelitian ini dilaksanakan di SDN 105401 Namo Linting Kecamatan Sibolangit (Sumatera Utara) Tahun Ajaran 2018/2019.Jenis penelitian adalah korelasional dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 24 orang.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan angket berisi pertanyaan tentang variasi mengajar guru (X) dan hasil belajar siswa (Y).menggunakan hasil ujian tengah semester. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik korelasi product moment dan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mengajar guru tergolong baik dengan skor rata-rata 77,38 dengan standar deviasi sebesar 9,01 walaupun masih adavariasi mengajar guru yang skornya di bawah rata-rata. Hasil belajar IPA siswa tergolong baik dengan nilai terendah60, dan nilai tertinggi adalah 90 dengan rata-rata 77,42 dan Standar Deviasi 10,53. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai yaitu rhitung 0,8638 > rtabel 0329, dan thitung 8,04 > ttabel 2,0739 . Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara variasi mengajar guru dengan hasil belajar siswa.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Variasi Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 105401 Namo Linting Tahun Ajaran 2018/2019
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DAN DAMPAK PERUNDUNGAN DI KELAS V SD 040443 KABANJAHE TAHUN AJARAN 2023/2024 Susanti, Dewi Afriany; Jainab, Jainab; Lisnasari, Srie Faizah; Datten, Datten
JURNAL CURERE Vol 8, No 1 (2024): Vol 8, No 1 Tahun 2024 : (Jurnal Curere)
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v8i1.1257

Abstract

Dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perundungan di sekolah dasar dan mengukur dampaknya, penelitian ini berupaya memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pencegahan. Metode penelitian yang akan diimplementasikan mencakup studi literatur untuk memahami konseptualisasi perundungan, pengembangan angket skala Likert yang mencakup faktor-faktor perundungan dan dampaknya, dan pengumpulan data melalui distribusi angket serta wawancara mendalam. Analisis data dengan metode statistik diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor krusial perundungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pada Dinamika hubungan antar-siswa, terdapat jenis intimidasi secara fisik terjadi sebesar 15%, verbal 20% dan sosial 10%. Pada poin peran guru dan pengawas sekolah terdapat kepercayaan terhadap kemampuan guru megidentifikasi perundungan 3,5 dari 5, kepercayaan siswa untuk melaporkan perundungan kepada guru sebesar 75%. Skor rata-rata kepuasan siswa terhadap budaya sekolah: 4,2 dari 5. Jumlah program pencegahan perundungan yang diimplementasikan di sekolah sebanyak 3. Siswa yang mengakui terpengaruh perilaku di media sosial terkait perundungan: 30%. Siswa yang menyatakan tren perilaku di luar sekolah memengaruhi lingkungan kelas: 25%. Korelasi antara dinamika hubungan antar-siswa dan tingkat keparahan perundungan: 0,65 (p < 0,01), dengan kontribusi dinamika sebesar 45%. Dampak Psikologis: Persentase siswa yang mengalami penurunan motivasi belajar: 18%, Skor rata-rata gangguan mental pada siswa: 2,8 dari 5. Dampak Akademis: Siswa yang mengalami penurunan nilai akademis: 12%. Skor rata-rata keberhasilan akademis siswa: 7,2 dari 10.Kesimpulan penelitian ini, tingkat perundungan yang dialami cukup tinggi, dinamika antar-siswa merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi tingkat perundungan, peran guru dan pengawas kelas, penting dalam mencegah perundungan dan faktor-faktor eksternal seperti pengaruh perilaku di media sosial dan tren perilaku di luar sekolah memengaruhi tingkat perundungan. Perundungan dapat berdampak negatif terhadap psikologis dan akademis siswa.
PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 044839 BULANJAHE TP 2022/2023 Karo Sekali, Pelista Br; Jainab, Jainab; Datten, Datten; Lisnasari, Srie Faizah
JURNAL CURERE Vol 8, No 1 (2024): Vol 8, No 1 Tahun 2024 : (Jurnal Curere)
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v8i1.1183

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan ini tujuan adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar matematika kelas IV SD Negeri 044839 Bulanjahe  . Subjek penelitian ini adalah kelas IV berjumlah 18 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka, meskipun begitu kualitatif sebagai pendukungnya dimana pengumpulan data menggunakan instrument penelitian  angket serta dokumentasi sebagai data pendukung penelitian.Hasil penelitian penelitian menunjukkan  bahwa Fasilitas belajar siswa  berpengaruh  signifikan terhadap hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 044839 Bulanjahe, hasil uji nilai selisih menunjukkan bahwa varibel  Fasilitas belajar mampu memperkuat pengaruh terhadap Hasil belajar. Dengan demikian variabel Fasilitas Belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
PENGARUH KONSEP DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI REFRAKSI OPTISI DALAM ERA DIGITAL Haryanti, Suci; Lisnasari, Srie Faizah; Safitri, Prahesti Tirta
Jurnal Curere Vol 9, No 1 (2025): Pengaruh Model Student Facilitator And Explaining Terhadap Literasi Baca Tulis S
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v9i1.1640

Abstract

Era transformasi digital pendidikan tinggi pasca-pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap pembelajaran, menuntut mahasiswa memiliki konsep diri yang kuat dan kemandirian belajar tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsep diri dan kemandirian belajar terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa dalam konteks pembelajaran digital. Menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi ganda melalui SPSS 25, melibatkan mahasiswa Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada. Hasil menunjukkan pengaruh signifikan konsep diri dan kemandirian belajar terhadap IPK dengan nilai Sig. 0,00 < 0,05 dan Fh = 30.168. Persamaan regresi: Ŷ = -288.915 + 1.145 X₁ + 1.402 X₂. Kemandirian belajar memberikan kontribusi dominan 61,22% terhadap IPK, sementara konsep diri berkontribusi 4,16%. Secara bersama-sama kedua variabel berkontribusi 63,6% terhadap prestasi akademik. Dalam era pembelajaran digital, kemandirian belajar menjadi faktor dominan yang mempengaruhi prestasi akademik, sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan self-regulated learning dan adaptabilitas teknologi
ANALISIS EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN: STUDI KASUS PADA MAHASISWA TINGKAT 2 AKADEMI REFRAKSI OPTISI KARTIKA INDERA PERSADA Sahel, Sahel; Haryanti, Suci; Kartikawati, Atti; Lisnasari, Srie Faizah
Jurnal Curere Vol 9, No 1 (2025): Pengaruh Model Student Facilitator And Explaining Terhadap Literasi Baca Tulis S
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v9i1.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran blended learning pada mata kuliah Kewirausahaan di Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada. Data penelitian berupa nilai akademik 15 mahasiswa tingkat 2 semester IV tahun akademik 2024/2025 yang dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan ANOVA satu arah. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok mahasiswa yang memperoleh nilai A dan B (F = 41,35; p < 0,05) dengan ukuran efek yang besar (Cohen's d = 3,33). Distribusi prestasi akademik menunjukkan 46,7% mahasiswa mencapai grade A dengan rata-rata 82,71 ± 1,25, dan 53,3% mencapai grade B dengan rata-rata 75,75 ± 2,60. Tidak ada mahasiswa yang memperoleh grade C, D, atau E, mengindikasikan efektivitas model pembelajaran blended learning. Komponen UAS memiliki rata-rata tertinggi (84,40), sementara kuis memiliki rata-rata terendah (65,67). Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran blended learning efektif dalam menghasilkan pencapaian akademik yang beragam namun memuaskan.