Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2023 Muammary, Muhammad Rifki El; Hartono, Risky Kusuma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) di fasilitas kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai evaluasi penggunaan sistem rujukan terintegrasi secara manajemen di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2023. Dengan melibatkan 78 pegawai sebagai sampel melalui teknik total sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara, dan sumber lain seperti laporan, jurnal penelitian, dan peraturan. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat, di mana uji bivariat menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM), dan analisis multivariat menggunakan analisis jalur dengan SEM-PLS. Penelitian ini dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari komisi etik Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara dan persetujuan dari responden melalui Informed Consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan tingkat penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap dan penggunaan SISRUTE di rumah sakit. Sikap terhadap penggunaan ternyata memediasi hubungan antara persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan tingkat penggunaan dengan penggunaan SISRUTE. Persepsi manfaat adalah faktor terbesar yang memengaruhi penggunaan SISRUTE. Faktor-faktor seperti dukungan manajemen, pelatihan karyawan, infrastruktur kesehatan, dukungan pemerintah, dan masalah keuangan mempengaruhi adopsi dan penggunaan SISRUTE di Kabupaten Bengkulu Utara. Evaluasi penggunaan SISRUTE yang diperlukan termasuk peningkatan efisiensi dalam rujukan pasien.
Support in Shaping Pre-Diabetes Preventive Behavior Among Urban Productive-Age: A Path Analysis Study Darmadja, Sobar; Hartono, Risky Kusuma
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 1 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss1.1920

Abstract

The productive-age population in urban areas is susceptible to diabetes, often without awareness of their pre-diabetic condition. This study examines the various roles in pre-diabetes preventive behavior among the productive-age group in urban communities. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 363 respondents aged 20-69 years, selected through simple random sampling. The variables investigated include mindset, motivation, health literacy, social support, family support, and exposure to health information, all of which play significant leveraging roles in pre-diabetes preventive behavior. Path-based multivariate regression analysis was used to explore the direct and indirect influences among these variables. Health literacy was found to play a significant role in shaping mindset, which subsequently contributes to pre-diabetes preventive behavior, as demonstrated by family support (β = 0.010; p = 0.013). Social support (β = 0.051; p = 0.006) and motivation (β = 0.059; p = 0.005) also proved to have a meaningful impact. This study concluded that prevention of the high risk of pre-diabetes in the productive-age group, interventions should focus on improving health literacy, strengthening social and family support, and fostering motivation. The findings highlight the critical need for targeted health education and community-based support systems to address the growing risk of diabetes among urban populations, particularly those in the productive age group who may be unaware of their pre-diabetic status.                
Pengaruh Pemberian Teh Daun Kelor Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Kukusan Beji Depok Tahun 2023 Aolia Agustin; Risky Kusuma Hartono; Solehudin Solehudin
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): March : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i2.338

Abstract

Lack of public knowledge regarding traditional medicine, namely the use of Moringa leaves which can lower blood pressure. The aim of this study was to identify the effect of giving kelor leaf tea on reducing blood pressure in hypertension sufferers in Kukusan Beji Depok. Quantitative research method with a pre-experimental approach. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 15 respondents. Data were collected using a pretest posttest observation sheet given the Moringa leaf tea intervention. The statistical tests used in this research are the Wilcoxon test and the paired sample T-test. Based on the results of the Wilcoxon test on systolic blood pressure, it shows a significance value (p-value = 0.001), the significance value for diastolic blood pressure using the paired sample T-test is (p-value = 0.000). In conclusion, there is an effect of giving Moringa leaf tea on reducing blood pressure in hypertension sufferers in Kukusan Beji Depok in 2023.
Pengaruh Yoga Prenatal dan Hypnobirthing terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester 3 Fatimah, Eneng Siti; Hartono, Risky Kusuma; Kusumastuti, Istiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2940

Abstract

Perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil antara lain disebabkan karena rasa cemas menjelang kelahiran. Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang didalam kandungan. Tingkat kecemasan yang rendah pada ibu hamil dapat mengurangi komplikasi yang ditimbulkan sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Untuk itu kecemasan harus di tangani dengan baik yaitu dengan adanya Yoga Prenatal dan Hypnobirthing. Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Yoga Prenatal dan Hypnobirthing Terhadap Tingkat Kecemasan ibu Hamil Trimester 3 Di BPM Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasy experimental. Populasi sebanyak 40 ibu hamil. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok eksperimen : 10 ibu hamil yang diberikan perlakuan Yoga, kelompok 10 ibu hamil yang diberikan perlakuan Hypnobirthing, kelompok 10 ibu hamil yang diberikan perlakuan yoga & Hypnobirthing dan kelompok kontrol (10 ibu hamil tidak diberikan perlakuan apapun). Analisa data dengan uji analisis statistik menggunakan analisis parametrik dengan Paired T-Test. Hasil penelitian adanya pengaruh Yoga Prenatal untuk mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester 3 dengan nilai p value 0,001, Adanya pengaruh Hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester 3 dengan nilai p value 0,000, Adanya pengaruh Yoga Prenatal dan Hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester 3 dengan nilai p value 0,000, Tidak Adanya pengaruhnya pada kelompok kontrol tidak melakukan Yoga Prenatal dan Hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester 3 dengan nilai p value 0,106. Kesimpulan ada Pengaruh Yoga Prenatal dan Hypnobirthing Terhadap Tingkat Kecemasan ibu Hamil Trimester 3 Di BPM Kota Tarakan dan Tidak Adanya pengaruhnya pada kelompok kontrol tidak melakukan Yoga Prenatal dan Hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester 3 di BPM Kota Tarakan.
Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan Balita dengan Risiko Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Suban Herwin; Risky Kusuma Hartono
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.165

Abstract

Status gizi yang baik berperan penting dalam pembangunan SDM, namun masalah gizi balita masih menjadi tantangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, meskipun cakupan intervensi sudah cukup tinggi. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bertujuan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita, namun implementasinya menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga gizi, distribusi pangan yang kurang optimal, dan koordinasi lintas sektor yang belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PMT bagi balita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan fokus pada aspek input, proses, dan output. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 28 informan yang terdiri dari tenaga kesehatan, masyarakat, kader desa, dan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketersediaan sumber daya sudah cukup, masih terdapat tantangan dalam pelatihan SDM dan pengolahan bahan pangan berbasis ikan. Distribusi PMT telah dilaksanakan dengan koordinasi yang baik, namun variasi menu dan pelatihan perlu ditingkatkan. Kesimpulan penelitian bahwa adanya peningkatan berat badan pada sebagian balita dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi. Penelitian ini merekomendasikan inovasi menu, penguatan sinergi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program PMT.
Hubungan Tingkat Stres Akademik Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Yang Kuliah Sambil Bekerja Di Universitas Indonesia Maju Tahun 2023 Devi Sri Aryani; Lannasari; Risky Kusuma Hartono
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress akademik pada mahasiswa keperawatan yang menjalani kuliah sambil bekerja cenderung sangat kompleks, dimana harus mampunya membagi waktu antara jadwal kerja dengan jadwal perkuliahan selain itu seseorang yang kuliah sambil bekerja memiliki resiko adanya penurunan prestasi akademik dan salah satu aspeknya bisa disebabkan oleh motivasi belajar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk hubungan tingkat stres akademik dengan motivasi belajar pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan yang kuliah sambil bekerja di Universitas Indonesia Maju. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 75 mahasiswa S1 Keperawatan ekstensi tahun ajaran 2022. Intrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Student-Life Stres Inventory dan kuesioner Students Motivation Toward Sience Learning dan analisa data menggunakan Pearson Correlation Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa program studi S1 Keperawatan yang kuliah sambil bekerja di Universitas Indonesia Maju memiliki tingkat stres akademik sedang (68%), lebih dari setengahnya memiliki motivasi belajar sedang (74,7%) dan terdapat hubungan antara stres akademik dengan motivasi berprestasi pada mahasiwa S1 Keperawatan yang kuliah sambil bekerja di Universitas Indonesia Maju dengan nilai p value 0,000 dengan korelasi negatif kuat (-0,818). Semakin motivasi belajar tinggi maka stres akademik akan semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi diri bagi para mahasiswa agar lebih memperhatikan kondisi kesehatanya baik secara fisiologis ataupun psikologis
EVALUASI IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK PADA TEMPAT PROSES BELAJAR MENGAJAR DI KOTA AMBON Latukarlutu, Frids; Hartono, Risky Kusuma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i3.6919

Abstract

Smoking habits among adolescents pose a serious challenge to tobacco control efforts in Indonesia. As a preventive measure, the Ambon City Government enacted Regional Regulation No. 4 of 2020 concerning Smoke-Free Areas (SFA). However, its implementation in educational institutions has not been optimal. This study aims to analyze the implementation of the SFA policy in primary and secondary schools in Ambon City using George Edward III’s policy implementation framework, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through observations and semi-structured interviews with school principals, teachers, students, public health center officers, and health office personnel. Data analysis was conducted using the interactive model by Miles and Huberman. The findings indicate that the implementation of the SFA policy remains symbolic and relies heavily on individual initiative, lacking systemic support. Key obstacles include inconsistent policy communication, limited resources, low implementer commitment, and the absence of standardized operational procedures in schools. Nevertheless, strategic opportunities exist through the revision of regional regulations, budgetary support, and the integration of religious values in faith-based private schools. Inconsistent policy communication, limited resources, low implementer disposition in several schools, and weak bureaucratic structures are the primary obstacles. Although examples of good practices exist, particularly in faith-based private schools, overall SFA policy implementation in schools has yet to be optimize ABSTRAKKebiasaan merokok pada remaja menjadi tantangan serius dalam pengendalian tembakau di Indonesia. Sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Kota Ambon menetapkan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), namun implementasinya di satuan pendidikan belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan KTR di sekolah dasar dan menengah di Kota Ambon dengan menggunakan kerangka implementasi George Edward III, yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta petugas puskesmas, dan petugas dinas kesehatan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KTR masih bersifat simbolis dan bergantung pada inisiatif individu, tanpa dukungan sistemik yang kuat. Hambatan utama terletak pada komunikasi kebijakan yang tidak konsisten, keterbatasan sumber daya, rendahnya komitmen pelaksana, serta belum adanya prosedur operasional yang baku di sekolah. Meskipun demikian, terdapat peluang strategis melalui revisi peraturan daerah, dukungan anggaran, serta nilai-nilai religius di sekolah swasta berbasis agama. komunikasi kebijakan yang tidak konsisten, keterbatasan sumber daya, rendahnya disposisi pelaksana di sebagian sekolah, serta lemahnya struktur birokrasi menjadi penghambat utama. Meskipun terdapat praktik baik, khususnya di sekolah swasta berbasis nilai agama, secara umum pelaksanaan KTR belum optimal.
Gambaran Sistem Penyimpanan Makanan Kering Di Instalasi Rumah Sakit X Tahun 2022: Overview of Dry Food Storage System in Hospital X Installation in 2022 Wugha, Astati; Tambunan, Novrida; Hartono, Risky Kusuma
Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science Vol. 5 No. 01 (2025): Vol. 5 No. 01 (2025): Vol. 5 No. 01 (2025): Indonesian Scholar Journal of Nurs
Publisher : Dohara POAJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54402/isjnms.v4i13.783

Abstract

Introduction: Storage of food ingredients is an important procedure in hospital nutrition management, involving the systematic organization, storage, maintenance, and documentation of both dry and wet food supplies. The storage and distribution process begins with the receipt of goods at the warehouse, followed by inspection, verification, and recording on warehouse stock cards as part of the inventory control system. After documentation, food ingredients are placed in predetermined storage locations according to hospital standards and nutritional service regulations. Proper food storage greatly contributes to maintaining food quality, ensuring safety, and supporting continuous patient meal service. Methods: This research employed a descriptive qualitative approach. The study was designed to describe storage management practices within the hospital nutrition installation objectively and in detail. The qualitative method allowed in-depth exploration of storage procedures, infrastructure, personnel performance, and compliance with hospital standards. Results: Data were collected through interviews, observations, and document review. Based on the findings, the warehouse personnel were actively involved in the organization and management of food storage. However, there was no special checking procedure for dry food ingredients, and some essential equipment, such as low preparation tables, was unavailable. Operational funds used for storage activities were sourced from the hospital treasurer. Despite certain limitations in equipment and checking procedures, the overall storage process within the Nutrition Installation of Hospital X was carried out in accordance with the applicable Hospital Nutrition Service Standards (PGRS). Conclusion: Storage management at the Nutrition Installation was implemented properly and aligned with PGRS guidelines, although improvements in equipment and inspection procedures are still needed.   Keywords: Nutrition Installation, Storage System, Hospital
Analysis of Mothers Participation in Bringing Their Toddlers to Posyandu in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City in 2023 Hariyanti, Susi; Hartono, Risky Kusuma
Cities and Urban Development Journal Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Integrated Service Post (Posyandu) is a community-sourced health center that belongs to the community and is integrated into the lufe and culture of the community. Lack of community participation in the utilization of Posyandu is one of the problems that hamper the implementation of health services through Posyandu. Domain factors of low participation are from family support, knowledge and attitudes of mothers of toddlers. This support D/S coverage (D is the number of toddlers weighed and S is the number of all toddlers in the area) which is not meeting the national target of 80%. Aims: This study aims to determine the factors associated with the motivation of mothers of toddlers to participate in Posyandu activities in Banda Raya. Methods: This study uses qualitative-quantitative methods with a cross-sectional research design. Results: The results of data processing showed that the characteristics of respondents in the Banda Raya sub-district area had a proportion of maternal participation in the Posyandu category with a less role of 53.41% more dominant that those who participated (46.59%). The factor that influences the level of motivation of mothers of toddlers to Posyandu distance. Community participation in Posyandu activities is only 50% present to the Posyandu, this shows that the target in the health sector has not been achieved. Conclusion: To enhance knowledge about the benefits of Posyandu, the Puskesmas can conduct counselling or health promotion about the benefits of Posyandu so that health workers, community leaders, and related agencies can increase axposure about Posyandu to the community for revitalization.
Kebijakan Cukai Konsumsi Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) dalam Mengendalikan Masalah Kesehatan: Tinjauan Literatur Sistematis dan Meta Analisis Hartono, Risky Kusuma; Aryani Susanti, Fitria
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globally, the consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) has increased by nearly 16%. The imposition of taxes on sugary drinks is considered one of the strategic measures to control diseases associated with their consumption. This study aims to conduct a meta-analysis of the correlation between SSB taxation and health issues. The systematic review and meta-analysis were carried out following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyses (PRISMA) guidelines. Literature from various countries published since January 1, 2014, was collected using databases such as Google Scholar, PubMed, and Science Direct. The meta-analysis process was performed using a funnel plot. A total of 44 articles meeting the criteria and relevance were selected for the meta-analysis. The highest implementation rate of SSB taxation was 60%, while the lowest was 7%, with an average tax rate of 20% across 20 states. The results of the meta-analysis demonstrated a significant positive relationship between SSB taxation and the prevalence of overweight (0.17, 95% CI: 0.09 to 0.25), obesity (0.23, 95% CI: 0.10 to 0.35), diabetes (0.16, 95% CI: 0.01 to 0.31), cancer (0.12, 95% CI: -0.06 to 0.28), heart disease (0.12, 95% CI: -0.03 to 0.26), and dental caries (0.37, 95% CI: -0.05 to 0.68). However, no significant association was found between SSB taxation and stroke prevalence (0.02, 95% CI: 0.01 to 0.04). This study highlights a significant positive association between the imposition of taxes on sugary beverages and the high prevalence of health problems such as overweight, obesity, diabetes, cancer, heart disease, and dental caries, while the relationship with stroke prevalence was insignificant. The study recommends policymakers formulate and enhance the effectiveness of SSB taxation policies.