p-Index From 2021 - 2026
5.631
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Health Science Journal of Indonesia Jurnal Surya Medika Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Journal of Socioeconomics and Development Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Kesehatan NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Jurnal EduHealth Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Health & Medical Sciences Cities and Urban Development Journal Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Journal of Indonesian Health Policy and Administration Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JARSI Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Preventia : The Indonesian Journal of Public Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Sekolah: Strategies to Improve Compliance with Iron Tablet Comsumption among Adolescent Girls in Schools Ridho, Muhammad; Hartono, Risky Kusuma
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.10404

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Pemerintah telah menggalakkan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri di sekolah. Namun, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah akibat berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan, rendahnya kesadaran, efek samping, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Strategi analisis penelitian   menggunakan analisis SWOT dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara dukungan, pengetahuan, dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan mereka masih rendah, dan sikap beragam, mulai dari rasa malas, takut efek samping, hingga pengaruh teman sebaya. Sekolah cenderung pasif dan hanya berperan saat distribusi. Berdasarkan temuan ini, strategi prioritas yang dihasilkan adalah penyusunan regulasi dalam bentuk Surat Edaran Bupati sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di sekolah. Penelitian ini menghasilkan strategi prioritas berupa penyusunan Surat Edaran Bupati yang bersifat instruktif dan koordinatif lintas sektor sebagai upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Regulasi ini mengatur pelaksanaan rutin di sekolah, memperkuat peran UKS dan Puskesmas, serta mengintegrasikan edukasi dan komunikasi melalui media pembelajaran dan digital.
Implementasi Rekam Medis Elektronik di RSUD Suryah Khairuddin Kabupaten Tanjung Jabung Barat Zulyadi, Mohd.; Hartono, Risky Kusuma; Zaharudin
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.88

Abstract

Pemerintah Indonesia mengatur penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 guna meningkatkan efisiensi dan mutu layanan kesehatan. Namun, implementasi di RSUD Suryah Khairuddin sebagai rumah sakit tipe D masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan SDM, dan interoperabilitas sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME menggunakan model PIECES yang mencakup aspek Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 20 informan yang dipilih secara purposive dari tenaga kesehatan dan staf administrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RME berpotensi meningkatkan efisiensi pelayanan dan akurasi data medis, namun pelaksanaan belum optimal karena adanya resistensi perubahan, kurangnya pelatihan teknis, dan keterbatasan perangkat. Kesimpulan Penerapan RME dan SIMGOS 2 di RSUD Suryah Khairuddin terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. Sistem ini mempercepat akses data, menghemat biaya administrasi, dan memperlancar koordinasi antar unit. Namun, masih terdapat kendala teknis seperti kecepatan sistem, keterlambatan pembaruan data, dan dibutuhkan kebijakan komprehensif untuk mengatur penerapan RME pada fasilitas kesehatan di kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Strategy for Improving Smoking Cessation Services in Primary Health Care Hutapea, Evita Rosdiana; Hartono, Risky Kusuma
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 9, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amidst the rising numbers of smokers in Indonesia and the increasing burden of smoking-related diseases on the country, the Smoking Cessation Services (SCS) still fail to operate optimally. The aim of this research is to develop a more effective strategy for the SCS model based on the challenges encountered during its implementation. The research method employed qualitative study with a case study approach. The research location was in Depok City, chosen as a national exemplary of SCS. Research period from February to May 2024. Data collection was conducted through in-depth interviews and observations at Community Health Centers who involved in SCS including health professionals, health promotors, and managers. The findings indicate that the SCS is not yet optimal due to insufficiently trained staff, low patient turnout, and failure to achieve the target quit rate. The services still focus on counseling and have not yet incorporated pharmacotherapy. The research concludes that short-term alternative strategies include follow-up calls to patients, establishing telecommunication groups with patients, and reaching out to new patients through schools, while long-term strategies such as program integration and building a telemedicine information system could be implemented to enhance patient visits.
Penguatan Posyandu Mandiri melalui Digitalisasi Manajemen dan Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi POSELIA: Strengthening Independent Posyandu through Digitalization of Management and Health Education Using the POSELIA Application Rum, Malihah Ramadhani; Hartono, Risky Kusuma; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1169

Abstract

Masalah utama yang dihadapi Posyandu adalah penggunaan sistem pencatatan manual yang berisiko menyebabkan kehilangan data serta rendahnya literasi digital kader dalam pengelolaan layanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui digitalisasi manajemen layanan dan edukasi kesehatan berbasis aplikasi POSELIA. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada kader Posyandu di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu mengoperasikan aplikasi POSELIA secara mandiri untuk pencatatan, pelaporan, dan penyebaran edukasi kesehatan ibu dan anak. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rerata skor dari 13,375 pada pre-test menjadi 26,063 pada post-test (p < 0,01). Selain itu, terjadi peningkatan tingkat keberdayaan mitra yang mencakup aspek manajemen layanan dan sosial kemasyarakatan dari level dasar menjadi level mandiri. Program ini direkomendasikan sebagai model penguatan Posyandu berbasis digital yang efektif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain guna mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.
STRATEGI MANAJEMEN VAKSIN EFEKTIF DI KOTA AMBON Letty, Yustina; Hartono, Risky Kusuma; Samsu, Semoel Leonard
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9998

Abstract

Effective vaccine management is a critical component in the success of immunization programs, particularly in maintaining vaccine quality and ensuring availability at healthcare facilities. This study aims to analyze effective vaccine management strategies in Ambon City using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation approach. A qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and document reviews involving 22 informants, including heads of primary healthcare centers, immunization program managers, vaccine managers, as well as representatives from the Health Office and the Pharmaceutical Installation Unit (UPTD). The findings indicate that, in terms of context, vaccine management is supported by national policies and directives from the Health Office, although no specific operational policies exist at the primary healthcare level. In the input aspect, human resources and infrastructure are relatively adequate; however, multiple job responsibilities and the lack of continuous training remain challenges. In the process aspect, vaccine distribution, storage, and temperature monitoring have been implemented according to standards, including the application of the FEFO principle and the use of Vaccine Vial Monitors (VVM), although the utilization of temperature monitoring technology is not yet optimal. In the product aspect, vaccine quality is well maintained with no significant damage reported; however, immunization coverage is still affected by distribution constraints and stock availability. In conclusion, vaccine management strategies in Ambon City have been operationally effective but require further strengthening through the standardization of local policies, enhancement of human resource capacity, and optimization of technology-based monitoring and distribution systems to improve sustainability and immunization program coverage. ABSTRAK Manajemen vaksin yang efektif merupakan komponen penting dalam keberhasilan program imunisasi, terutama dalam menjaga mutu vaksin dan menjamin ketersediaannya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen vaksin yang efektif di Kota Ambon menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 22 informan yang terdiri dari kepala puskesmas, pengelola imunisasi, pengelola vaksin, serta pihak Dinas Kesehatan dan UPTD Farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks, manajemen vaksin telah didukung oleh kebijakan nasional dan arahan Dinas Kesehatan, meskipun belum terdapat kebijakan operasional khusus di tingkat puskesmas. Pada aspek input, sumber daya manusia dan sarana prasarana relatif memadai, namun masih terdapat beban kerja rangkap dan pelatihan yang belum berkelanjutan. Pada aspek proses, distribusi, penyimpanan, dan pemantauan suhu vaksin telah berjalan sesuai standar dengan penerapan prinsip FEFO dan penggunaan VVM, meskipun pemanfaatan teknologi pemantauan suhu belum optimal. Pada aspek produk, mutu vaksin terjaga dengan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan, namun capaian imunisasi masih dipengaruhi oleh kendala distribusi dan ketersediaan stok. Kesimpulannya, strategi manajemen vaksin di Kota Ambon telah berjalan efektif secara operasional, tetapi memerlukan penguatan melalui standarisasi kebijakan daerah, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi sistem pemantauan dan distribusi berbasis teknologi untuk meningkatkan keberlanjutan dan capaian program imunisasi.
Model Perbaikan Implementasi Aplikasi “Lansia Sehat” sebagai Strategi Penguatan Tata Kelola Program Kesehatan Lansia di Kabupaten Tanggamus Dewi Ajeng Widyawati; Risky Kusuma Hartono
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 4 No. 1 (2026): USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v4i1.2194

Abstract

Introduction: The Lansia Sehat application was developed as a recording and reporting system for elderly health services. However, its utilization at the service level has not been optimal. This study aimed to evaluate the implementation of the Lansia Sehat application in Tanggamus Regency from a health management perspective. Methods: This study used a qualitative design with a case study approach. Informants included elderly program managers, primary healthcare staff, and related application users. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. Data analysis was conducted using the Input–Process–Output (IPO) framework. Results: The application implementation was not optimal, indicated by double recording practices and limited data use for reporting purposes only. In the input aspect, issues included limited interface design, absence of integrated user guidance, lack of offline features, and weak operational policy support. In the process aspect, data entry was inefficient, the system was not integrated, and synchronization problems frequently occurred. In the output aspect, the application improved report standardization, but the speed, accuracy, and use of data for decision-making remained low. Conclusion: The application is still in a transitional phase and has not produced significant managerial impact. Required improvements include simplification of data entry workflows, provision of integrated user guidance, addition of offline features with automatic synchronization, and integration with other reporting systems to reduce duplicate recording. Strengthening governance, improving system design, clarifying roles, and optimizing data utilization are required to transform the application into a decision-support system for elderly health programs.
The Relationship Between Accessibility Factors and Post-Inpatient Control Visits Among Non-JKN Participants at Hospital X Candaika, Putri; Ningsih, Desy Kartika; Hartono, Risky Kusuma
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rate of post-inpatient control visits remains relatively low due to various factors, including accessibility. At Hospital X, 220 of non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) participants scheduled for post-inpatient control visits between January and March 2025, 71.82% attended, and 28.18% did not. Patients who did not attend control visits were twice as likely to be readmitted. This study aimed to determine the relationship between accessibility and post-inpatient control visits for non-JKN participants at Hospital X. This quantitative study employed an analytical cross-sectional design, with a population of 220 patients and a sample of 142 patients selected using probability sampling. Bivariate and multivariate analyses were performed using the chi-square test and binary logistic regression analysis. The results showed a significant relationship between distance to the hospital (p = 0.000), availability of transportation (p = 0.000), and the condition of service infrastructure (p = 0.000) with post-inpatient control visits among non-JKN participants at Hospital X. The results also showed that the factor with the highest probability of increasing post-inpatient control visits was walking as a mode of transportation, which increased the likelihood by 11.759 times. In conclusion, distance accessibility, transportation availability, and the condition of service infrastructure were significantly associated with post-inpatient control visits among non-JKN participants at Hospital X. The hospital should consider providing telemedicine services for patients who live at a considerable distance. In addition, the hospital could provide free pick-up and drop-off services within a certain radius.
Co-Authors Aolia Agustin Aryani Susanti, Fitria Astrid Novita, Astrid Bambang Suryadi Budi Hidayat Candaika, Putri Chairil Huda Daeli, Joverius Darmadja, Sobar Desi Rini Astuti Devi Sri Aryani Dewi Ajeng Widyawati Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari Erlinda, Vivi Gus Faizal Rahmanto Moeis Fatimah, Eneng Siti Gulo, Rivortus Famonaha Gunanti Khairunnisa Hafizurrachman Hafizurrachman Halma Zahro Mukhlida Hardiani W, Rr. Ambar Hariyanti, Susi Hasbullah Thabrany Hasbullah Thabrany Herwin Hilma Hasro Maulida Hutapea, Evita Rosdiana Julien A.Nifmaskossu Kana, Merice Diana Novita Khairani Niska Khairunnisa, Gunanti Kusumastuti, Istiana Laksono Trisnantoro Lannasari Latukarlutu, Frids Lekatompessy, Ransta L Letty, Yustina LUKMAN, LUKMAN Mahdaniar, Allin Hendalin Malawat, Ipa Haryanti Mantrono, Margaretha Josephine Manzilah, Tasmiati Marbun, Julia Margaretha Josephine Mantrono Maulida, Hilma Hasro Meirawan, Rizky Fajar Muammary, Muhammad Rifki El Muhammad Ridho Muhammad Rifki El Muammary Mukhlida, Halma Zahro Muskita, Nevile Rymon Ningsih, Desy Kartika Nugraheni, Wahyu Pudji Nugraheni, Wahyu Pudji Nurul Ainul Shifa Oci Etri Nursanty Pujiati, Purwani Pujiyanto Pujiyanto Purnamasari, Eka R W Rahmat Supriyatna Ramadhan, Fenni Valianda Amelia Ramadhani, Malihah Ratih, Suci Puspita Renny Nurhasana Rindu Rindu Rindu, Rindu Rizky Fajar Meirawan Rum, Malihah Ramadhani Saiful Gurnadi Samsu, Semoel Leonard Situmorang, Chazali Solehudin Solehudin Syarifah Nuraini tambunan, novrida Wahyu Pudji Nugraheni Wahyu Pudji Nugraheni Wugha, Astati Yulyati, Fitria Yunitasari Yunitasari, Yunitasari Zaharudin Zulyadi, Mohd.