Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Dakwah Digital: Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana Transformasi Sosial Islam Yuliatul Firdaus; Muhammad Nauval Azizurrochman; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.426

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era disrupsi telah mengubah pola interaksi sosial, termasuk dalam praktik dakwah Islam yang kini bertransformasi ke ranah digital. Dakwah digital melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok menjadi sarana baru yang efektif untuk menyampaikan pesan keislaman secara luas, cepat, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah metode serta efektivitas dakwah digital dalam membentuk pemahaman keagamaan dan nilai-nilai sosial di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan studi kasus, netnografi, dan analisis konten terhadap akun dakwah populer di media sosial, penelitian ini menemukan bahwa dakwah digital tidak hanya menyampaikan ajaran Islam secara kreatif dan kontekstual, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan identitas keagamaan, peningkatan literasi Islam, serta penguatan nilai-nilai sosial seperti toleransi, empati, dan solidaritas. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman tentang dakwah dalam konteks komunikasi digital, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategis bagi dai, lembaga keagamaan, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan media sosial sebagai instrumen transformasi sosial berbasis nilai-nilai Islam.
Kearifan Lokal Dan Multikulturalisme Dalam Dakwah Nusantara: Revitalisasi Nilai Lokal Dalam Merespons Globalisasi Edwin Pebriyanto; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.427

Abstract

Dalam konteks masyarakat yang sangat majemuk secara etnis, budaya, dan agama, dakwah menghadapi tantangan besar dari arus globalisasi yang cenderung menyeragamkan nilai-nilai keagamaan dan mengikis tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan ke dalam praktik dakwah guna membentuk pendekatan yang lebih inklusif, kontekstual, dan efektif dalam menjangkau masyarakat multikultur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi lapangan, penelitian dilakukan di beberapa wilayah yang memiliki keragaman budaya tinggi, seperti Bali dan Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah yang memanfaatkan unsur budaya local seperti bahasa daerah, simbol adat, dan seni tradisional mampu memperkuat kohesi sosial, memperluas jangkauan dakwah, dan membentuk identitas keislaman yang ramah terhadap keberagaman. Di sisi lain, muncul pula tantangan dari kelompok puritan yang menolak pendekatan budaya lokal dalam dakwah. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai lokal dalam dakwah tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga sebagai upaya dekolonisasi cara beragama yang terlalu sentralistik dan tidak kontekstual. Artikel ini merekomendasikan pentingnya penguatan kapasitas dai lokal, dukungan kebijakan keagamaan yang multikultural, serta pendekatan dakwah berbasis komunitas untuk menjaga harmoni sosial di tengah dinamika global.
IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN BANK SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS LINGKUNGANSTUDI KASUS DI KELURAHAN PEGIRIAN, SURABAYA Ajeng dewi tasyami; Iqlima Zasmine Winandhita; Nurul Diniati; Nailatus Sa’adah; Virro El Esya Faradisa; Ali Hasan Siswanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9yp78x72

Abstract

Pengelolaan sampah di perkotaan masih menjadi tantangan serius, termasuk di Kota Surabaya yang menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari. Minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dan kurangnya pengelolaan berbasis komunitas memperburuk situasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Kelurahan Pegirian dalam membentuk Bank Sampah Artero sebagai sarana edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lingkungan, diskusi kelompok terarah (FGD), sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan sampah, hingga pembentukan kepengurusan bank sampah dan legalitas kelembagaan. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi, terbentuknya Bank Sampah Artero dengan struktur pengurus yang jelas, serta diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Kelurahan sebagai dasar legalitas. Meskipun terdapat kendala seperti partisipasi warga yang belum merata, keterbatasan sarana, dan kemampuan administrasi pengurus yang masih rendah, solusi berupa sosialisasi berulang, pelatihan tambahan, serta dukungan mitra mampu menjaga keberlanjutan program. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan PAR efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dan memperkuat kelembagaan sosial, sehingga bank sampah dapat menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
ANALISIS KRITIS AKSIOLOGI PENDIDIKAN NASIONAL ANTARA FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM VS NILAI-NILAI PANCASILA Ali Hasan Siswanto; Mukaffan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1291

Abstract

Pemikiran yang hati-hati tentang pembentukan ontologis, epistemologis, dan aksiologisdiperlukan saat membina sistem sekolah umum. Sebagai landasan untuk membedahpemanfaatan spekulasi-spekulasi instruktif yang terkait dengan tujuan persekolahan,terutama yang sebanding dengan sifat-sifat Pancasila, landasan aksiologis sistempersekolahan umum menjadi sangat penting. Fungsi pendidikan nasional adalahmenumbuhkan pemikiran rasionalitas dan akhlak mulia dalam kaitannya dengan nilai-nilaipancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Tujuanpendidikan terkait dengan nilai-nilai pancasila ini, yang menjunjung tinggi nilai-nilaikebenaran, kebaikan, keindahan, dan ketuhanan. Nasional bertujuan untuk membantupeserta didik dalam mengembangkan akal budi yang rasional dan akhlak mulia. Mereka jugaberpendapat bahwa siswa harus dapat bekerja secara produktif dan imajinatif untukbertanggung jawab membantu Indonesia menyesuaikan diri dengan kebutuhan mayoritas dan komunitas yang adil
Mengintegrasikan Dakwah Budaya dan Struktural dalam Pengembangan Masyarakat: Kerangka Transdisipliner untuk Transformasi Sosial Islam: Integrating Cultural and Structural Da’wah in Community Development: A Transdisciplinary Framework for Islamic Social Transformation Adelia Mustika Putri Suwarno; Salsabilla Zahwa Naura; Adelia Tria Lestari; Ali Hasan Siswanto
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 4 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the epistemological fragmentation between cultural and structural da’wah that undermines the transformative mission of Islamic propagation in contemporary Muslim societies. The main research question explores how cultural values, institutional structures, and community empowerment can be integrated into a transdisciplinary framework for sustainable Islamic social transformation. Using a qualitative exploratory design grounded in a constructivist paradigm, the study employs a transdisciplinary approach that merges community development theory, Islamic communication, and public policy analysis. Data were gathered through literature mapping of Scopus-indexed publications, document analysis of Islamic development programs, and expert interviews with da’wah scholars and practitioners. The findings indicate that the dichotomy between cultural and structural da’wah has weakened the link between spiritual values and institutional policies. Through a community development approach, da’wah can shift from a normative religious activity to a transformative social movement. The study introduces the Integrative Da’wah Framework, which bridges local wisdom, institutional support, and digital engagement, providing a novel epistemological basis for reconstructing Islamic social sciences and promoting participatory, inclusive social policies in the digital era.
Mengatasi Kesenjangan Epistemik Dakwah melalui Pendekatan Sosiologi: Model Intervensi Transformasional Berbasis Analisis Struktur–Agen dalam Konteks Fragmentasi Sosial Kontemporer: Overcoming Epistemic Gaps in Da'wah through a Sociological Approach: A Transformational Intervention Model Based on Structure-Agency Analysis in the Context of Contemporary Social Fragmentation Moh. Rifqi Abdillah; Renisya Putri; Ali Hasan Siswanto
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 3 No 1 (2026): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the epistemic gap that has emerged in contemporary da'wah practices, where the normative-textual approach has not been able to address the social complexities characterized by value fragmentation, identity polarization, and changes in social structures. The objectives of this study are (1) to identify forms of epistemic gaps in normative da'wah, (2) to explain why da'wah approaches have not optimally utilized sociological analysis tools, (3) to formulate the relevance of the sociological approach as an integrative methodology for reading the social problems of the ummah, and (4) to construct a transformational da'wah model based on structure-agency analysis. This study uses a qualitative-exploratory design with a critical and interpretive sociological approach. Data were collected through a comprehensive literature review of reputable articles, classical-contemporary sociological theories, and the latest da'wah research findings. Analysis was conducted using thematic analysis and a structure-agency interpretive framework to produce conceptual synthesis and operational models. The results of this study indicate that normative da'wah faces three major crises: a crisis in interpreting social reality, a methodological crisis in problem mapping, and a crisis of relevance in the context of digital society. The sociological approach has proven capable of providing powerful analytical tools for diagnosing the root causes of social problems and formulating da'wah interventions that are more responsive, empirical, and transformation-oriented. The conclusion of this study emphasizes the need for a new paradigm of da'wah that is diagnostic, contextual, and evidence-based, which is realized through a structural agent based transformational intervention model. This model not only strengthens theoretical contributions in the development of da'wah science and sociology, but also provides practical implications for the formulation of da'wah strategies that are relevant to contemporary social dynamics.
Dialektika Agama Dan Modernitas: Analisis Kritis Sekularisasi Dan Pluralisme Melalui Pendekatan Interdisipliner Untuk Rekonstruksi Paradigma Ilmu Pengetahuan Dalam Masyarakat Kontemporer Sofiatun Naqmal Solehah; Nur Arifah Alfiyatul Ulum; Muhammad Naufal Azizur Rochman; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.750

Abstract

Modernitas menghadirkan dinamika baru dalam relasi agama dan pengetahuan melalui proses sekularisasi yang menggeser otoritas kebenaran dari ranah transendental menuju empiris-rasional. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan mengenai relevansi agama dalam ruang publik yang semakin rasional dan teknologis. Artikel ini menjawab empat isu utama: perubahan otoritas pengetahuan akibat sekularisasi dan implikasinya bagi peran agama; potensi pluralisme agama untuk berkembang dari koeksistensi menuju epistemologi produktif; kemungkinan modernitas justru membuka ruang bagi kebangkitan spiritualitas, serta kontribusi pendekatan interdisipliner dalam merekonstruksi hubungan agama–modernitas sesuai tantangan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kritis dengan kerangka interdisipliner yang memadukan sosiologi agama, filsafat ilmu, dan studi agama. Metode yang digunakan meliputi analisis hermeneutik terhadap teori sekularisasi dan pluralisme, kajian perbandingan lintas tradisi keagamaan, dan analisis wacana kritis atas konstruksi modernitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekularisasi tidak melemahkan agama, tetapi menggeser perannya pada dimensi etika, spiritualitas, dan makna. Pluralisme agama sebagai epistemologi mampu melahirkan paradigma pengetahuan yang lebih inklusif. Modernitas, melalui dialektika kreatifnya, membuka peluang bagi konstruksi paradigma humanis yang menempatkan agama sebagai mitra dalam pembangunan pengetahuan.
Rendahnya Efektivitas Literasi Digital dalam Menghadapi Narasi Intoleransi di Media Sosial: Pengembangan Model Socio-Emotional Digital Literacy dan Co-Created Counter-Narratives melalui Pendekatan Mixed-Methods pada Generasi Muda Indonesia Kurrotul Aini; Khansa Dita Riyani; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.757

Abstract

Penelitian ini bertujuan, pertama, memetakan bentuk dan pola penyebaran narasi intoleransi di media sosial yang dikonsumsi generasi muda Indonesia serta menganalisis profil literasi digital mereka pada dimensi kognitif, sosioemosional, dan identitas dalam merespons narasi tersebut. Kedua, penelitian ini bertujuan merumuskan dan menguji model socioemotional digital literacy beserta strategi cocreated counternarratives yang selaras dengan logika platform dan kultur digital generasi muda untuk memperkuat efektivitas kontranarasi intoleransi di ruang publik daring. Pendekatan yang digunakan adalah mixedmethods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap X responden generasi muda pengguna aktif media sosial di beberapa kota besar di Indonesia, menggunakan instrumen terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Tahap kualitatif meliputi analisis konten narasi intoleransi di berbagai platform utama, focus group discussion, wawancara mendalam, serta lokakarya cocreation untuk merancang prototipe kontranarasi bersama partisipan muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi intoleransi tersebar melalui pola konten yang emosional, simplifikatif, dan berorientasi identitas, yang diperkuat oleh mekanisme algoritmik berbasis engagement. Profil literasi digital generasi muda relatif moderat pada dimensi kognitif, namun lemah pada dimensi sosioemosional dan pengelolaan identitas, sehingga membuat mereka rentan terhadap narasi eksklusif dan polarisasi. Model socioemotional digital literacy yang dikembangkan terbukti berkontribusi signifikan dalam menurunkan penerimaan terhadap narasi intoleran, khususnya ketika dikombinasikan dengan strategi cocreated counternarratives yang memanfaatkan bahasa, bentuk, dan estetika khas kultur media sosial anak muda. Penelitian ini menegaskan urgensi reorientasi program literasi digital menuju penguatan kapasitas sosioemosional dan partisipasi kolaboratif dalam produksi kontranarasi toleran yang berkelanjutan dan berakar pada pengalaman generasi muda sendiri.
Rekonstruksi Epistemologi Dakwah Berbasis Sosiologi Di Era Kontemporer Ahmad Sofyan; Ainun Naya; Aina Yusela Oktaviana; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.763

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terkait kecenderungan studi dakwah yang masih terjebak dalam reduksionisme normatif-teologis sehingga mengabaikan kompleksitas dimensi sosial. Hal ini menimbulkan problem serius karena dakwah berisiko kehilangan relevansi praksis dalam menghadapi realitas masyarakat yang plural, terfragmentasi, dan terdigitalisasi. Tujuan utama penelitian ini adalah, pertama, menganalisis mengapa studi dakwah cenderung bersifat normatif dan kurang memperhatikan konteks sosial yang dinamis; kedua, mengeksplorasi bagaimana pendekatan sosiologi dapat memberikan kerangka analisis yang lebih komprehensif terhadap praktik dakwah kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis library research dengan pendekatan analisis kritis dan interdisipliner. Sumber data mencakup literatur primer dan sekunder, baik berupa buku akademik, artikel jurnal bereputasi, maupun dokumen keilmuan terkait dakwah dan sosiologi. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teoritis sosiologi klasik dan kontemporer, termasuk teori struktural-fungsional, teori konflik, interaksionisme simbolik, serta sosiologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksionisme normatif dalam studi dakwah tidak hanya membatasi metodologi, tetapi juga mengurangi kapasitas dakwah dalam merespons problem sosial modern seperti ketidakadilan, radikalisme, dan krisis identitas. Sebaliknya, integrasi pendekatan sosiologi mampu memperkaya pemahaman dakwah dengan menempatkannya sebagai praktik sosial yang berinteraksi dengan struktur, agen, dan teknologi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi epistemologis dakwah berbasis sosiologi merupakan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan paradigma baru yang inklusif, transformatif, dan kontekstual. Temuan ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu dakwah, tetapi juga menawarkan implikasi praktis dalam merancang strategi dakwah yang relevan dengan masyarakat kontemporer.
Dakwah Emansipatoris Sebagai Ruang Transformasi Sosial: Analisis Habermas, Bourdieu, Dan Giddens Atas Problem Kemiskinan, Ketidakadilan, Dan Gender Fauziya; Siti Nadia; Malikatun Nufus; Qotrunnada Mufarrohah; M. Radhitya Putra; Muhammad Wildan; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.774

Abstract

Fenomena kemiskinan, ketidakadilan, dan bias gender masih menjadi tantangan mendasar bagi masyarakat kontemporer, termasuk umat Islam. Kondisi ini menunjukkan bahwa dakwah, yang semestinya berfungsi sebagai instrumen transformatif, sering kali terjebak dalam pola normatif dan reproduktif sehingga belum mampu menjawab persoalan sosial secara substantif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka dakwah emansipatoris dengan memanfaatkan teori sosial kritis Habermas, Bourdieu, dan Giddens sebagai dasar konseptual untuk memperkuat peran dakwah dalam perubahan sosial. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode critical discourse analysis melalui kajian literatur dan analisis kasus dakwah terkait isu sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Habermas merekonstruksi dakwah sebagai ruang diskursif bebas dominasi yang menumbuhkan kesadaran kritis; Bourdieu memahami dakwah sebagai arena transformasi habitus dan kapital simbolik; sedangkan Giddens menegaskan peran refleksif dakwah dalam relasi agen–struktur sosial. Sintesis ketiganya melahirkan model dakwah emansipatoris berprinsip pada komunikasi kritis, pembongkaran struktur dominatif, dan pemberdayaan agen sosial menuju keadilan sosial.