Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Status Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 12-23 Bulan di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 Cholilah, Cholilah; Afridah, Wiwik
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v2i2.31275

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang menjadi prioritas agar dapat mencegah kesakitan dan kematian anak. Namun, cakupan imunisasi yang belum mencapai target nasional membuktikan bahwa program pelaksanaan imunisasi belum berjalan dengan baik, dan penerimaan imunisasi pada anak berkaitan dengan lingkungan anak. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh karakteristik ibu terhadap status imunisasi pada anak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah populasi yaitu jumlah sampel 3.363 anak usia 12-23 bulan responden pada data SDKI 2017. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik sederhana pada uji bivariat dan regresi logistik berganda pada uji multivariat. Hasil penelitian tentang cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak sebesar 59,60%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari karakteristik usia (p=0,006; AOR=1,400; 95%CI=1,101-1,781), pendidikan (p<0,001; AOR=1,340; 95%CI=1,148-1,564), status ekonomi (p<0,001; AOR=1,402; 95%CI=1,196-1,645) dan jumlah anak (p<0,001; AOR=0,681; 95%CI=0,586-0,790) terhadap status imunisasi dasar lengkap. Sedangkan pekerjaan ibu (p=0,513; AOR=0,954; 95%CI=0,827-1,100) tidak signifikan mempengaruhi status imunisasi Dasar lengkap. Perlu adanya edukasi dan promosi imunisasi yang dapat diakses secara gratis di Puskesmas, posyandu atau menggunakan BPJS kesehatan di beberapa tempat pelayanan kesehatan.
SKRINING STATUS GIZI DENGAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI PEMETAAN REMAJA BERISIKO KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA Junaedi, M. Dwinanda; Lestari, Marselli Widya; Umamah, Faridah; Afridah, Wiwik; Rodhiyana, Rosda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23337

Abstract

Latar belakang: Penyebab terbanyak kematian ibu adalah pendarahan, preeklampsia dan sindrom Hemolysis, elevated liver enzymes, low platelet count (HELLP). Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil merupakan salah satu pondok pesantren ternama di wilayah Jawa Timur yang memiliki banyak santriwati. Menurut hasil pengamatan dari tim pengusul, informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan skrining status gizi masih belum memadai. Kurangnya pelajaran dan pemahaman tentang status gizi remaja di kalangan santri dan terjadinya pernikahan di usia muda. Metode: Penyuluhan mengenai pemberian materi terkait kesehatan reproduksi dan cara berperilaku sehat bagi remaja oleh penyuluh dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test mengenai skrining status gizi dengan pengukuran antropometri untuk pemetaan kehamilan berisiko preeklampsia bagi remaja melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 3,7 poin. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai materi tersebut bagi santri-santriwati yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan santriwati di pondok pesantren PP Wahid Hasyim Bangil, maka perlu dilakukan melalui pendekatan yang berbasis remaja putri. Peningkatan pengetahuan dikemas dalam kegiatan klasikal berupa ceramah dan praktik skrining oleh tim.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Afridah, Wiwik; Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al; Ibad , Mursyidul; Wikurendra, Edza Aria; Junaedi , M. Dwinanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23686

Abstract

Sebagai Lembaga Pendidikan berbasis pesantren, serta pola interaksi sebaya dalam waktu 24 jam. Maka santri mendapatkan kesempatan berkomunikasi hanya dengan antar santri dan para ustadz/ustadzah. Oleh karenanya, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan santri sebagai kader kesehatan melalui pembekalan dan edukasi kesehatan reproduksi berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian terintegrasi ini, yaitu; 1) memberikan edukasi konsep dasar kesehatan reproduksi dengan memberikan buku dengan judul mengenal kesehatan reproduksi kepada santri secara langsung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait konsep yang harus dipelajari. 2) memberikan pendampingan terhadap santri tentang persiapan usia perkawinan (PUP) dan identifikasi gangguan kesehatan reproduksi dengan small group discussion, dan 3) melakukan tanya jawab dan mensinergikan secara langsung dengan materi pembelajaran yang diberikan pondok pesantren, melalui metode participatory educative and inquiry model. Hasil dari kegiatan pengabdian terintegrasi ini mendapatkan respon dan antusiasme yang cukup tinggi. Santri merasakan kebermanfaatan dari kegiatan dengan adanya wadah untuk diskusi dan komunikasi terkait permasalahan yang dihadapi seputar kesehatan reproduksi. Harapannya, santri akan terus meningkatkan pemahaman dan membudayakan secara baik, untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan teman sebaya melalui program kader sebaya, sekaligus terus berikhtiar dalam meningkatkan kesehatannya, melalui pemahaman dari materi yang diajarkan dalam kitab-kitab, khususnya pembahasan tentang perilaku dan tata cara bergaul laki - perempuan/suami-isteri, tata cara mandi besar, dan tata cara ketika haid (menstruasi).
Santri Husada Cadres Empowerment as Promotive and Preventive Agents at Pondok Pesantren Jabal Noer Atik Qurrota A'Yunin Al Isyrofi; Wiwik Afridah; Merry Soenaryo; Marselli Widya Lestari; Fahrizal Amin Nurfaizi
Community Development Journal Vol 7 No 3 (2023): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren (PP) Jabal Noer faces a double burden of health problems, both communicable and non-communicable diseases. These problems arise due to various factors, especially behavioral and environmental factors. Furthermore, there were also health service problems which makes suboptimal prevention efforts. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) has not yet functioned as a center for promotive and preventive services. Therefore, the aim of this article is to explain alternative empowerment method that can be carried out to optimize the role of Poskestren cadres as promotive and preventive agents. This community empowerment involves the entire Pesantren community with santri husada cadres who are the key population as agents of change. Cadre empowerment was carried out through training activities and coaching of santri husada cadres every week for around 2 (two) months. After that, cadres are also provided with assistance in developing promotive and preventive programs as well as monitoring and evaluation so that the empowerment process can be sustainable. The results of the community empowerment were 75% of santri husada cadres have experienced an increase in their knowledge and promotive and preventive skills. In addition, 70% of programs developed by cadres through Poskestren have been designed to focus on their main roles and functions in promotive and preventive aspects. Empowering Pesantren community absolutely needs to involve the participation of santri as a key population which in this case can be mobilized by santri husada cadres as promotive and preventive agents. There needs to be a reorientation of health services in Pesantren, so that Pesantren community is not just an object, but must be positioned as subjects who are actively involved in health services.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kematian Neonatal di Kabupaten Bangkalan Ananda, Devi Fitria; Afridah, Wiwik
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 5 (2024): Madani, Vol. 2, No. 5 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11300684

Abstract

This research examines the relationship between low birth weight and neonatal mortality in Bangkalan Regency. Low birth weight (LBW) is a major factor in the increased mortality, morbidity and disability of newborns, infants and children and has a long-term impact on their future life. The purpose of this study was to determine the relationship between low birth weight (LBW) and neonatal mortality in Bangkalan Regency in 2021. This type of research is non-reactive with an ecological study research design with a cross sectional approach. The population and samples in this study were 22 Puskesmas in Bangkalan Regency and recorded in the Maternal and Child Health Local Area Monitoring Report (PWS KIA) of the Bangkalan District Health Office in 2021. The variables studied were LBW and neonatal mortality. Data analysis using the Spearman test. The results showed that the prevalence of low birth weight cases that occurred was (0.3%), and for the prevalence of neonatal deaths was (0.8%). There is a relationship between LBW and neonatal mortality (Sig < 0.1, correlation coefficient 0.437). The conclusion of this study there is a relationship between low birth weight and neonatal mortality in Bangkalan Regency in 2021. Suggestions for Puskesmas to improve communication to pregnant women so that pregnant women get clear benefits about the benefits of consuming TTD or provide recommendations for blood supplement tablets other than those obtained from puskesmas if they may not be suitable for pregnant women's conditions with the supervision of health workers.
Interprofessional Education Opportunities and Challenges for Public Health Students Afridah, Wiwik
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 7 No 1 (2023): Medical Technology and Public Health Journal March 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v7i1.3996

Abstract

Interprofessional education (IPE) in communities is often underrepresented in IPE initiatives, while, in practice, the need for collaboration is high enough. Interprofessional collaborative practice is challenging, especially for public health workers because some health professional education is unprofessional. Therefore, this brief review aims to comprehensively discuss the opportunities and challenges of public health students to perform interprofessional education. Study Review and data collection had been carried out within 2015-2020. Based on our review, IPE has a positive impact on students. Many students showed positive attitudes after participating in the Interprofessional Education session. Additionally, IPE is applicable for identifying benefits, challenges, and areas for modification when implementing and developing competencies. Managing interprofessional work team training is a major challenge. The approach to overcome these challenges can be realized by public health students by applying the basic skills and soft skills of public health workers, including a graphical model of public health. The model has four main tools, and particularly in the behavioral and social sciences, and health administration and policy will be a force to overcome the barriers to implementing IPE in the community. The results of the evaluation provide insight into the experiences of students, staff, facilitators, and their self-perception of competency development. Public health students perceive positively and believe that IPE can improve communication skills, collaboration, self-efficacy, readiness for interprofessional learning, and appreciation of professional roles. However, there is still a need for training modifications and expanding student roles that can improve understanding of primary health concepts and appreciation of interprofessional collaboration. This will increase students' potential to become effective healthcare providers.
Efektivitas Pengelolaan Limbah Medis Padat Puskesmas Ngagel Rejo Kota Surabaya Syarif Hidayatullah, Muhammad Alaika; Afridah, Wiwik; Adriansyah, Agus Aan
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i1.147

Abstract

Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Ngagel Rejo pada proses pengangkutan terkendala oleh penjadwalan pengangkutan limbah medis padat oleh pihak ketiga yang tidak menentu yang mengakibatkan limbah medis padat harus secara rutin dimasukkan di coldstorage, untuk menambah masa simpan. Selain itu pandemi yang terjadi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan timbulan limbah medis padat mengalami peningkatan. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Ngagel Rejo Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan metode pengamatan/pengukuran secara langsung dan wawancara digunakan untuk memperoleh data primer berupa kondisi eksisting pengelolaan limbah medis padat Puskesmas. Wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber yang mengerti mengenai kondisi eksisting pengelolaan seperti Kepala Puskesmas, Sanitarian, dan petugas kebersihan Puskesmas Ngagel Rejo. Analisa data menggunakan perbandingan antara kondisi eksisting dengan instrumen penilaian. Puskesmas Ngagel Rejo menerapkan sistem pengelolaan limbah medis padat internal dengan melakukan pemilahan dari sumber, pengangkutan internal menggunakan tempat sampah tertutup dan memiliki roda, penyimpanan sementara menggunakan safetybox. Sedangkan pengelolaan eksternal melalui tahapam pengangkutan eksternal menggunakan mobil box container, pengumpulan dilakukan di TPS medis, pengolahan dan penimbunan yang dilakukan oleh pihak ketiga. Pengelolaan internal limbah medis padat membutuhkan jalur khusus untuk pengakutan. Sedangkan pengelolaan eksternal limbah medis padat pada tahap pengolahan akhir dan penimbunan dilakukan sepenuhnya oleh pihak ketiga. Berdasarkan hasil penilaian evaluasi dan monitoring Puskesmas Ngagel Rejo mencapai skor 80, yang artinya sistem pengolahan limbah medis padat actual sesuai dengan standar. Maka Puskesmas Ngagel Rejo memerlukan pengadaan jalur khusus pengangkutan, pengakutan secara teratur dan penambahan kantong plastik berwarna coklat untuk menyimpan limbah farmasi
Literature Review: Faktor Penyebab Hepatitis B Pada Ibu Hamil Nur Hidayah, Arina; Afridah, Wiwik
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i3.180

Abstract

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, Indonesia menjadi salah satu negara terbanyak di dunia dengan penduduk terinfeksi Hepatitis B sebanyak 13 juta orang. Satu dari 20 penduduk di Jakarta diperkirakan terinfeksi Hepatitis B serta sebagian besar ibu hamil yang terinfeksi Hepatitis B. Tujuan literature review untuk mengetahui faktor penyebab Hepatitis B ibu hamil berdasarkan pasangan seksual, penggunaan jarum suntik (riwayat transfusi), riwayat vaksin Hepatitis B dan lingkungan tempat tinggal. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menggunakan database dari google scholar dan portal garuda dengan kata kunci: menggunakan kata kunci faktor kejadian, HBsAg, Hepatitis B dan Ibu hamil. Setelah proses screening, diperoleh 8 jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Hasil literature review mengenai faktor penyebab Hepatitis B pada ibu hamil menunjukkan bahwa terdapat 2 dari 8 jurnal menyatakan faktor pasangan seksual, 3 dari 8 jurnal menyatakan faktor riwayat penggunaan jarum suntik, 1 dari 8 jurnal menyatakan faktor riwayat vaksin Hepatitis B dan 4 dari 8 jurnal menyatakan faktor tempat tinggal. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pasangan seksual, riwayat penggunaan jarum suntik (transfusi darah), riwayat vaksin dan lingkungan tempat tinggal merupakan faktor penyebab Hepatitis B pada ibu hamil. Oleh karena itu, diharapkan kepada ibu hamil agar tetap setia mempertahankan satu pasangan saja untuk menghindari penularan Hepatitis B mengingat pasangan seksual >1 berisiko menularkan Hepatitis B. Bila ibu hamil belum pernah mendapatkan vaksin Hepatitis B segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk segera mendapatkan vaksin Hepatitis B, serta menerapkan pentingnya sanitasi yang baik di lingkungan tempat tinggal
Faktor Kecelakaan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis Abdur Rahman, Muhammad; Afridah, Wiwik
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i4.201

Abstract

Metode Job Safety Analysis adalah sebuah metode analisis bahaya pekerjaan yang berfokus pada tugas pekerjaan sebagai cara untuk mengidentifikasi bahaya. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja di sebakan oleh kelalaian pekerja pada saat bekerja, selain faktor kelalaian pada saat bekerja faktor situasi kerja, kesalahan orang dan perilaku yang tidak aman. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya faktor kecelakaan kerja dengan metode Job Safety Analysis. Literature review ini dilakukan dengan metode traditional literature review. Sumber artikel didapatkan dari database Google Scholar dan Portal Garuda, dengan rentang tahun dari 2015-2020. Kata kunci ‘artikel kecelakaan kerja dan job safety analysis’ dan ‘kecelakaan kerja dan job safety analysis’. Pengumpulan artikel dilakukan mulai dari tanggal 1 Juli 2020-2 Juli 2020. Didapatkan 10 artikel dari 2.540 artikel yang sudah di anggap relevan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang sering terjadi adalah dalam pemakaian alat pelindung diri (APD). Selain itu terdapat faktor manusia seperti tindakan unsafe action dan pengetahuan mengenai keselamatan kerja. Hasil penelitian juga menunjukan setiap pekerjaan memiliki resiko kecelakaan maka sebaiknya selalu mengedepankan keselamatan dan berfokus dalam melakukan pekerjaan. Kesimpulan penelitian terdapat faktor-faktor yang mempengarungi kecelakaan kerja seperti faktor lingkungan, faktor manusia. Saran untuk seluruh perusahan agar selalu memperhatikan keselamatan para pekerja sehingga meningkatkan produktivitas serta kenyamanan dalam bekerja
Path Analysis: Factors Influencing The Students Quality of Life at Pesantren X Isyrofi, Atik Qurrota A Yunin Al; Afridah, Wiwik; Radhiena Kusuma Wicitra
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 9 No 1 (2025): Medical Technology and Public Health Journal March 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v9i1.7137

Abstract

Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) play a crucial role in the Islamic education system, particularly in shaping the character and identity of students (santri). Although Pondok Pesantren primarily focuses on educational aspects, other essential factors such as health, environment, and students' behavior also deserve attention to achieve a good quality of life for students. The quality of life significantly determines the success of the educational process. This study aims to analyze the determinants of students' quality of life at Pondok Pesantren X using the PRECEDE-PROCEED framework. Data collection was conducted using the Siskestren (Pondok Pesantren Health Survey Information System) website. The data were analyzed using Smart-PLS version 3.0 for Windows. The results show that several factors significantly influence students' quality of life at Pondok Pesantren X. Genetic factors have a significant impact on behavior (p-value: 0.000) and health (p-value: 0.000). Additionally, a significant influence was found between behavior and health (p-value: 0.000). Furthermore, the study identified a significant influence of environmental factors on health (p-value: 0.010) and a significant impact of health on students' quality of life (p-value: 0.037). Therefore, strategies to improve students' quality of life at Pondok Pesantren X should consider these significant factors, particularly health, behavior, and environment.  Keywords: Determinant factors, quality of life, students (santri), pesantren
Co-Authors Abdul Hakim Abdur Rahman, Muhammad Agus Aan Adriansyah Agus Aan Adriyansyah Agustina Ekawati Ahla Tamaro Aini, Anggi Nur Akas Yekti Akas Yekti Pulih Asih Amanatul Istifaiyah Ananda, Devi Fitria Andriansyah, Agus Aan Anna Mahsusoh Annif Munjidah Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi Ayu, Friska Basiro, Alvina Budhi Setianto Budi Setiawan catur ertika sari Cholilah, Cholilah Dellarosa, Maretha Dewi, Fitri Ayuning Dwi Handayani Edza Aria Wikurendra Ekawati, Agustina Endah Budi Permana Putri Fahrizal Amin Nurfaizi Fajariana, Ratna Faridah Umamah Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatimatul Azkiyatuz Zahro Fifi Khoirul Fitriyah Fitri Ayuning Dewi Genta Lasono Hakim Zakkiy Fassya , Abdul Hakim Zakkiy Fasya, Abdul Hidayah, Arina Nur I Gusti Bagus Wiksuana Iin Rachmawati Ika Arifiyanti Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al Isyrofi, Atik Qurrota A Yunin Al Ivan Adriansyah Nugroho Junaedi , M. Dwinanda Junaedi, M. Dwinanda Kistina, Eka Yunita Latiffa Anggraini Lestari, Marselli Widya Lina Ekawati Lina Muflihatul Hamidah Marselli Widya Lestari Merry Soenaryo Muhammad Sukron Djazilan Mursyidul Ibad Muslikha Nourma Nabila Sukma Tania Nada, Ashfiatin Nopriadi Saputra Noventi, Iis Novera Herdiani, Novera Nur Hidayah, Arina Nurul Jannatul Firdausi Puspitasari, Silvi Qori Alfiyah, Cynthia Rachmawati, Iin Radhiena Kusuma Wicitra Ratna Fajariana Rhomadhoni, Muslikha Nourma Rif'ah, Inayatul Illa Rifka Noviyanti Rodhiyana, Rosda Rohmawati, Riska sari, catur ertika Sholikhah, Faridatus Silvi Puspita Sari Stefanus Supriyanto Syarif Hidayatullah, Muhammad Alaika Thaharah, Fisqiyatut Venia Ilma Dwi Prastika Vina Sari Wicitra, Radhiena Kusuma Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yekti Pulih Asih, Akas