Claim Missing Document
Check
Articles

The Description of Smarthpone Addiction in Teenager 15-18 Years Old in Surabaya Basiro, Alvina; Hakim Zakkiy Fassya , Abdul; Afridah, Wiwik
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 5 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i5.136

Abstract

Introduction: The research was conducted by Aulia in 2019 observed that in their research sample 2.2% of teenagers showed a high risk of addiction and 9.3% moderate risk, while among teenagers, only 1% showed an increased risk of addiction and 6, 7% moderate risk.  Objective: Therefore, this study aims to determine the description of smartphone addiction based on the components of smartphone usage, self-regulation, self-efficacy in teenagers aged 15-18 years in Surabaya city.  Method: This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach.  Result and Discussion: The results of this study indicate that addiction in teenagers aged 15-18 years which includes components of smartphone usage, self-regulation, and self-efficacy show that the results of smartphone usage in teenagers aged 15-18 years in Surabaya in a day 5-6 hours using a smartphone and 10-20 minutes they check their smartphone in a day.  The results of the highest percentage of smartphone addiction obtained from the average respondents' answers on self-regulation indicators are 53.9% of teenagers do not experience addiction, because as many as 53.9% of teenagers have good self-regulation.  Coclusion: The results of the highest percentage of smartphone addiction obtained from the average respondents' answers on self-efficacy indicators are 55.3% of teenagers do not experience addiction, because as many as 55.3% of teenagers have good self-efficacy
Aktivitas Fisik dengan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Thaharah, Fisqiyatut; Afridah, Wiwik
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.618

Abstract

Premenstrual Syndrome merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan oleh wanita usia produktif. Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan aktivitas fisik dengan kejadian PMS pada mahasiswi Fakultas Kesehatan UNUSA. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional cross sectional study. Sampel penelitian ini mahasiswi Fakultas Kesehatan UNUSA yang terdiri dari 4 program studi sejumlah 39 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan kriteria mahasiswi aktif  Fakultas Kesehatan UNUSA yang berusia 18-27 tahun dan telah mengalami menstruasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian aktivitas fisik dari 39 responden, memiliki kategori ringan 22 (56,4%), kategori sedang 15 (38,5%), dan kategori berat 2 (5,1%). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan 16 (41,0%) responden tidak mengalami PMS, dan sebanyak 23 (59,0%) responden mengalami PMS. Hasil analisis bivariat diketahui Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,1, artinya ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS. Angka koefisien korelasi 0,938, artinya tingkat kekuatan hubungan aktivitas fisik dengan kejadian PMS sangat kuat. Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS dengan tingkat hubungan kuat. Diharapkan mahasiswi dapat melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan cara berolahraga, agar meningkatkan kesehatan dan mengurangi dampak dari PMS.
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Eksploitasi Anak Di Internet Pada Siswa MTs. Ittaqu Nada, Ashfiatin; Afridah, Wiwik; Anna Mahsusoh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1620

Abstract

Penyebab kekerasan seksual dan eksploitasi pada anak di internet atau OCSEA (Online Child Sexual Exploitation and Abuse) yakni kemudahan akses pelaku untuk berinteraksi dengan korban, kurangnya pemahaman anak menggunakan media sosial, dan kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Tujuan dari sosialisasi ini yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pencegahan kekerasan seksual dan eksploitasi anak di internet.  Sosialisasi ini menggunakan metode sosialisasi tatap muka langsung di aula. Pada kegiatan sosialisasi ini siswa berpatispasi aktif selama penyusluhan berlangsung sehingga sosialisasi ini berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan eksploitasi anak di internet.    
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PADA PEKERJA PROYEK KONTRUKSI: LITERATURE REVIEW Qori Alfiyah, Cynthia; Yekti Pulih Asih, Akas; Afridah, Wiwik; Hakim Zakkiy Fasya, Abdul
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v1i4.715

Abstract

Industri konstruksi merupakan suatu sektor yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Pada sektor konstruksi di Indonesia menempati peringkat pertama dengan angka kecelakaan kerja tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja dengan menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) pada pekerja proyek kontruksi. Penelitian ini merupakan literature review. Sumber data yang didapatkan berasal dari database google scholar dan portal garuda dengan rentang waktu 2017-2021. Kata kunci yang digunakan yaitu metode FMEA. Setelah dilakukan screening, didapatkan 10 artikel yang relevan dan dianalisis dalam penelitian ini. Dari hasil literature review ini diketahui bahwa jenis potensi risiko yang sering terjadi adalah bahaya fisik, bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Klasifikasi risiko dengan kategori tinggi (high) berupa pengisian solar, pengerjaan Erection girder dan perkerasan aspal, dan menengah (medium) berupa pembersihan lahan pengecoran, rendah (low) berupa pembongkaran dan pemasangan perancah, sangat tinggi (critical risk) berupa penggalian tanah dan pengangkatan material menjadi kategori yang sering muncul serta pengendalian yang banyak digunakan adalah pengendalian alat pelindung diri (APD). Dari 10 jurnal yang telah di review. Risiko yang telah ditemukan dan diidentifikasi serta dilakukan penilaian untuk menurunkan tingkat dari risiko, bertujuan untuk menghilangkan dan mengurangi risiko bahaya yang ada pada pekerja.
Screening Mental, Social, and Health Readiness Among Prospective Brides and Grooms Zauhani Kusnul; Nugroho, Christianto; Yuly Peristiowati; Herin Mawarti; Wiwik Afridah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.958

Abstract

Background: Entering marriage is a crucial developmental phase, requiring thorough preparation to achieve the goals of marriage. The mental, social, and health readiness of prospective brides and grooms is crucial for the well-being of future generations. Purpose: The purpose of this study was to screen prospective brides and grooms for their mental, social, and health readiness. Methods: This observational study was conducted on 30 prospective brides and grooms in the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) area, the samples take by with accidental sampling without inclusion and exclusion criteria. The variables included mental and social readiness, healthy lifestyle habits, blood pressure, and upper arm circumference for prospective brides and grooms. Results: The results showed that the prospective brides and grooms' mental and social readiness was relatively good. Regarding health readiness, two prospective brides had a low upper arm circumference (MUAC) and three prospective grooms had high blood pressure. Regarding smoking habits, the majority of the 15 prospective grooms, except for two, were smokers. Conclusion: The conclusion of this study are expected to provide important information in identifying issues in the health readiness of prospective brides and grooms that require strengthening.
Does spirituality correlate with students’ empathy during covid-19 pandemic? the case study of Indonesian students Fitriyah, Fifi Khoirul; Saputra, Nopriadi; Dellarosa, Maretha; Afridah, Wiwik
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 5 No. 3 (2020)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020200527820

Abstract

Covid-19 pandemic has affected all parts of human life. It affects health, as well as socio and economic aspects. In this situation, high empathy should follow the implementation of physical distancing to reduce the spread of the virus. However, anti-social behavior has mostly materialized. This study aims to explore the spiritual effect on students' empathy during the Covid-19 pandemic. It observes if spirituality predicts empathy and the other way around. 1004 university students from 65 universities in East Java, Indonesia, were recruited to give responses from a set of questionnaires. Smart-PLS application was used to analyze the statistical data. Findings uncovered that this measurement model is valid and reliable for spirituality (Spiritual Assessment Scale=SAS) and empathy (Interpersonal Reactivity Index=IRI) construct. Through a structural model, our study also found that spirituality and empathy have a significant reciprocal relationship (with a path coefficient of 0.564). Spirituality predicts empathy and the other way around. Our findings suggest that universities' counseling units apply spiritual strategies in counseling activities to accelerate students' empathy during the Covid-19 pandemic and to anticipate the future crisis.
MENINGKATKAN SELF-CONFIDENCE SANTRI SEBAGAI PEER EDUCATOR KESEHATAN REPRODUKSI Wiwik Afridah; Atik Qurrota A Yunin Al Isyrofi; Agus Aan Andriansyah; M. Dwinanda Junaedi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37406

Abstract

Pondok pesantren Burhanul Hidayah yang berada di desa Jenggot Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo memiliki 380 santri mukim dengan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Rentang usia santri antara 13-18 tahun. Melatih santri menjadi kader santri husada menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan utama bina pesantren yang menjadi program prodi Kesehatan Masyarakat yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Profinsi Jawa Timur. Bertujuan untuk menyiapkan santri menjadi peer educator yang terintegrasi dengan kader santri husada melalui tahapan sebagai berikut: (1) Meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi, (2) Memberikan pemahaman pada santri tentang peran peer educator, (3) Meningkatkan kualitas intrapersonal (benefit, self-efficacy dan self-awareness) guna meningkatkan self-confidence santri, melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari seluruh tahapan adalah 1) Meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi, 2) Memberikan pemahaman pada santri tentang peer educator, dan 3) Meningkatkan kualitas intrapersonal (benefit, self-efficacy dan self-awareness). untuk meningkatkan self-confidence santri. Simpulan dan saran yang didapatkan adalah sebagai peer educator, santri akan memiliki kesempatan untuk memberikan edukasi awal tentang kesehatan reproduksi, serta membangun rasa percaya diri dalam mengimplementasikan keterampilan berkomunikasi antar santri. Tentu, hal ini membutuhkan enrichment secara keberlanjutan bagi kader santri untuk terus memberikan edukasi yang optimal.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSKESTREN SEBAGAI KATALISATOR KEMANDIRIAN KESEHATAN DI PESANTREN Atik Qurrota A'Yunin Al Isyrofi; Wiwik Afridah; Marselli Widya Lestari; Radhiena Kusuma Wicitra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49080

Abstract

Pesantren menghadapi beban ganda permasalahan kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular. Permasalahan ini timbul akibat berbagai faktor, terutama faktor perilaku dan lingkungan. Selain itu, terdapat pula masalah pelayanan kesehatan yang menyebabkan upaya pencegahan menjadi kurang optimal. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) belum berfungsi secara maksimal sebagai pusat layanan promotif dan preventif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader poskestren sebagai katalisator kemandirian kesehatan di pesantren. Kegiatan penguatan kapasitas ini melibatkan seluruh komunitas pesantren, dengan kader poskestren sebagai tokoh kunci yang menjadi agen perubahan. Peningkatan kapasitas kader dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Kader juga diberikan pendampingan dalam pengembangan program promotif dan preventif, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi agar proses pemberdayaan dapat berkelanjutan. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa lebih dari 70% kader Poskestren mengalami peningkatan pengetahuan serta keterampilan promotif dan preventif. Selain itu, 70% program yang dikembangkan oleh kader melalui Poskestren telah dirancang untuk berfokus pada peran dan fungsi utama dalam aspek promotif dan preventif. Pemberdayaan komunitas pesantren mutlak memerlukan keterlibatan santri sebagai populasi kunci yang dalam hal ini dapat digerakkan oleh kader Poskestren sebagai katalisator. Diperlukan adanya reorientasi layanan kesehatan di pesantren, sehingga komunitas pesantren tidak hanya menjadi objek, melainkan harus diposisikan sebagai subjek yang terlibat aktif dalam pelayanan kesehatan.
PROMOTING PHYSICAL AND SPIRITUAL WELL-BEING AMONG ISLAMIC BOARDING SCHOOL STUDENTS THROUGH OPTIMIZED REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION AND WATER CONSERVATION INITIATIVES Wiwik Afridah; Prihartini Widiyanti; Achmad Syafiuddin; Gerry Antolin Nesta; Rachmania Devi Wulandari
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.855

Abstract

Background: The well-being of Islamic boarding school students (santri) is particularly important during puberty, a period characterized by significant hormonal, emotional, and psychological changes. Adequate understanding of reproductive health is therefore essential. This activity aimed to identify reproductive health from multiple perspectives, including psychological and spiritual dimensions, in order to prepare santri to independently maintain their reproductive health. In addition, a demonstration of water-saving faucet installation was conducted to promote water conservation practices. Methods: The participants were 22 santri serving as health cadres (kader husada). Data were collected through focus group discussions (FGDs), guided by key questions regarding the students’ experiences and perceptions of well-being (psychological and spiritual) in relation to reproductive health, as well as their efforts to conserve water within the Islamic boarding school environment. Results and Discussion: Overall, the participants demonstrated readiness and potential to become independent individuals who are physically and mentally healthy, while also showing concern for responsible water use. The well-being of the santri was reflected in their initiative, discipline, and problem-solving abilities. They also played an active role in providing reproductive health education to their peers, supported by adequate facilities and appropriate mentoring. These findings suggest that strengthening reproductive health education alongside environmental awareness programs can contribute to the holistic development and well-being of santri.
Predicting Bullying Behavior from Victimization Experiences to Strengthen Prevention Management in Islamic Early Childhood Education Fifi Khoirul Fitriyah; Wiwik Afridah; Aris Sudaryanto; Nordin bin Mamat; Luthfiyah Nurlaela
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Integrative Islamic Education Management
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/kharisma.v5i2.143

Abstract

This study aims to evaluate the predictive relationship between the experience of being a victim of bullying and the tendency to become a perpetrator of bullying in early childhood, as well as to formulate its contribution to strengthening bullying prevention management in Islamic preschools. This study used a quantitative approach with a correlational-predictive design. The study sample included 398 early childhood students in Islamic preschools. Data were collected using the Revised Olweus Bullying/Victimization Questionnaire (OBVQ-R) adapted into Indonesian and completed by teachers based on structured observations. The instrument measures verbal, physical, and relational bullying as victim experiences and perpetrator actions. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple multivariate regression. The results showed that the experience of being a victim of bullying predicted children's bullying behavior with an explanatory contribution of approximately 50.2% to 56.4%. Verbal bullying was the most consistent form because it predicted verbal, physical, and relational actions. Experiences of physical bullying most strongly predicted physical actions, while experiences of relational bullying predicted relational actions. This study concludes that children can learn and reproduce bullying behavior from their social experiences. These findings reinforce the importance of behavioral assessment, incident recording, counseling, family involvement, moral development, and safe classroom policies in managing bullying prevention in Islamic early childhood education. Further research is recommended to develop a bullying mitigation model based on an intelligent management system that integrates local Indonesian and Islamic values.
Co-Authors Abdur Rahman, Muhammad Agus Aan Adriansyah Agus Aan Adriyansyah Agus Aan Andriansyah Agustina Ekawati Ahla Tamaro Aini, Anggi Nur Akas Yekti Akas Yekti Pulih Asih Amanatul Istifaiyah Ananda, Devi Fitria Anna Mahsusoh Annif Munjidah Aris Sudaryanto Atik Qurrota A Yunin Al Isyrofi Atik Qurrota A'Yunin Al Isyrofi Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi Ayu, Friska Basiro, Alvina Budhi Setianto Budi Setiawan catur ertika sari Cholilah, Cholilah christianto nugroho Dellarosa, Maretha Dewi, Fitri Ayuning Dwi Handayani Edza Aria Wikurendra Ekawati, Agustina Endah Budi Permana Putri Fahrizal Amin Nurfaizi Fajariana, Ratna Faridah Umamah Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatimatul Azkiyatuz Zahro Fifi Khoirul Fitriyah Fisqiyatut Thaharah Fisqi Fitri Ayuning Dewi Genta Lasono Gerry Antolin Nesta Hakim Zakkiy Fassya , Abdul Hakim Zakkiy Fasya, Abdul Herin Mawarti Hidayah, Arina Nur I Gusti Bagus Wiksuana Iin Rachmawati Ika Arifiyanti Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al Ivan Adriansyah Nugroho Kistina, Eka Yunita Latiffa Anggraini Lestari, Marselli Widya Lina Ekawati Lina Muflihatul Hamidah Luthfiyah Nurlaela M. Dwinanda Junaedi M. Yogi Riyantama Isjoni Marselli Widya Lestari Merry Soenaryo Muhammad Sukron Djazilan Mursyidul Ibad Muslikha Nourma Nabila Sukma Tania Nada, Ashfiatin Nopriadi Saputra Nordin bin Mamat Noventi, Iis Novera Herdiani, Novera Nur Hidayah, Arina Nurul Jannatul Firdausi Prihartini Widiyanti Puspitasari, Silvi Qori Alfiyah, Cynthia Rachmania Devi Wulandari Rachmawati, Iin Radhiena Kusuma Wicitra Radhiena Kusuma Wicitra Ratna Fajariana Rhomadhoni, Muslikha Nourma Rif'ah, Inayatul Illa Rifka Noviyanti Rodhiyana, Rosda Rohmawati, Riska sari, catur ertika Sholikhah, Faridatus Silvi Puspita Sari Stefanus Supriyanto Syafiuddin, Achmad Syarif Hidayatullah, Muhammad Alaika Thaharah, Fisqiyatut Venia Ilma Dwi Prastika Vina Sari Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yekti Pulih Asih, Akas Yuly Peristiowati Zauhani Kusnul