Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdi Negeriku

PKM PELATIHAN TEKNIK VERTIKULTUR TANAMAN BAGI GURU DAN SISWA GUNA MENDUKUNG PROGRAM HIJAU SEKOLAH Hiola, St. Fatmah; Rachmawaty, Rachmawaty; Pagarra, Halifah; Syawaluddin, Ahmad; Yusuf, Yusnaeni
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i2.68331

Abstract

Program Hijau Sekolah adalah salah satu upaya dalam mendukung tercapainya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mewujudkan program ini adalah dengan mengembangkan keterampilan bertani yang ramah lingkungan melalui teknik hidroponik vertikultur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa dalam penerapan teknik vertikultur tanaman yang dilakasanakan di SMA Negeri 7 Takalar. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan solusi praktis dalam pemanfaatan ruang terbatas di lingkungan sekolah untuk menanam tanaman produktif. Pelatihan ini mencakup teori dasar vertikultur, penerapan teknik menggunakan media sederhana, serta perawatan tanaman vertikultur yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah. Setelah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan, wawasan dan skill dasar mitra tentang teknik budidaya tanaman secara hidroponik dan peningkatan antusiasme pemanfaatan stryofom bekas sebagai wadah media tanam vertikultur. Mitra memberikan respon yang positif berdasarkan hasil kuisioner dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Vertikultur, hidroponik, program hijau sekolah, keterampilan guru dan siswa.
PEMBERDAYAAN KOLEKTIF : EDUKASI INTERAKTIF PENCEGAHAN STIGMA KUSTA DI LINGKUNGAN KERJA Idris, Irma Suryani; Rachmawaty, Rachmawaty; Yusuf, Yusnaeni; Hala, Yusminah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.74103

Abstract

Stigma kusta yang bertentangan dengan fakta medis (penyakit sulit menular dan dapat disembuhkan) masih merugikan penyintas di lingkungan kerja, termasuk di FMIPA UNM, melalui pengucilan dan kehilangan peluang karir. Lingkungan kerja hierarkis seperti kampus berpotensi ganda: memupuk stigma atau menjadi wadah perubahan efektif. Kegiatan "Pemberdayaan Kolektif" ini dirancang mengatasi hal ini dengan dua pendekatan interaktif: Pemaparan Fakta Medis Akurat: Penjelasan ilmiah penyebab, penularan, pengobatan (MDT gratis), dan literasi eliminasi stigma Kusta. Kombinasi ini bertujuan membangun empati dan tanggung jawab bersama, memberdayakan staf kebersihan sebagai peserta pengabdian menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan kerja FMIPA UNM yang inklusif dan bebas stigma melalui tindakan nyata.  Kata kunci: Pemberdayaan,Sstigma, Kusta, Edukasi, Interaktif  Abstract The stigma of leprosy that contradicts medical facts (the disease is difficult to transmit and can be cured) still harms survivors in the work environment, including at FMIPA UNM, through ostracism and loss of career opportunities. Hierarchical work environments such as campuses have a double potential: fostering stigma or becoming a place for effective change. This “Collective Empowerment” activity is designed to address this with two interactive approaches: Exposure of Accurate Medical Facts: Scientific explanation of causes, transmission, treatment (free MDT), and Leprosy stigma elimination literacy. This combination aims to build empathy and shared responsibility, empowering cleaning staff as service participants to become agents of change to create an inclusive and stigma-free FMIPA UNM work environment through real action.  Keywords: Empowerment, stigma, leprosy, Education, interactive
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIOLOGI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN PADA MATERI BIOTEKNOLOGI MELALUI PELATIHAN ISOLASI DNA Ali, Alimuddin; Hiola, St. Fatmah; Karim, Hilda; Rante, Herlina; Yusuf, Yusnaeni; Syahdan, Ulil Ardi; St. Satiah, St. Satiah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.53741

Abstract

AbstrakPengajaran Bioteknologi modern pada Kurikulum di sekolah menengah atas menuntut kompetensi guru dalam memvisualisasi DNA sebagai materi genetik. Untuk itu diperlukan keterampilan dan peralatan yang memudahkan siswa mengamati materi genetik melalui proses isolasi DNA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru melalui pelatihan isolasi DNA. Peserta kegiatan ini adalah guru SMA, MA dan MTs dalam wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tahapan kegiatan antara lain pemaparan teori, peragaan, latihan isolasi DNA, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa para peserta pelatihan mampu meningkatkan pemahaman terkait dengan konsep atau teori DNA. Selain itu peserta terampil melakukan praktek isolasi DNA menggunakan bahan dan peralatan sederhana dengan biaya murah. Melalui pelatihan ini, diharapkan keterampilan dan pengalaman guru dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada upaya meningkatkan minat siswa belajar Bioteknologi serta kecakapan guru terkait cara mengisolasi DNA makhluk hidup.Kata kunci: Bioteknologi, isolasi DNA, guru Biologi, kithcen kiAbstractTeaching modern biotechnology in the high school curriculum requires teacher competence in visualizing DNA as genetic material. This requires skills and equipment that make it easier for students to observe genetic material through the DNA isolation process. This community service activity aims to improve the competence of teachers through DNA isolation training. Participants in this activity are SMA, MA and MTs teachers in the Gowa Regency area, South Sulawesi. The activity stages include theoretical presentations, demonstrations, DNA isolation exercises, discussions and questions and answers. The results of this service activity show that the training participants were able to increase their understanding of DNA concepts or theories. Apart from that, participants are skilled at practicing DNA isolation using simple materials and equipment at low cost. Through this training, it is hoped that teachers' skills and experience can be implemented in the teaching and learning process in schools. This activity is expected to have an impact on efforts to increase students' interest in learning Biotechnology as well as teachers' skills regarding how to isolate the DNA of living things.Key words: Biotechnology, DNA isolation, Biology teacher, kithcen ki,
PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL INSTAN DAN SEHAT DI LINGKUNGAN SAMBOANG DESA TRITIRO KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Rachmawaty, Rachmawaty; Kurnia, Nani; Muflihunna, Andi; Yusuf, Yusnaeni
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i1.46787

Abstract

Pelatihan  Pembuatan Teh  Herbal Instan dan Sehat di Lingkungan Samboang Desa Tritiro Kabupaten Bulukumba merupakan  salah  satu  kegiatan Pengabdian yang dilakukan oleh Tim Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar secara mandiri. Pengolahan jahe dan sereh dilakukan secara tradisional yang bertujuan menjaga orisinalitas rasa dari jahe dan sereh serta  memberikan  manfaat  pada  peningkatan  imunitas  tubuh khususnya bagi warga nelayan. Aktifitas nelayan kebanyakan menyita waktu dan tenaga yang besar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf  kesehatan dan peningkatan imun bagi masyarakat dan menjadi salah satu aspek penunjang ekonomi masyarakat pesisir pantai. Bahan Jahe  dan  Sereh pada pelatihan ini akan dikemas dan diberikan label “Teh Herbal’. Pengemasan dan proses pengeringan pada bahan yang digunakan sebagai upaya untuk menjaga kualitas dan orisinalitas produk. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan bahan herbal dan bahan  tanaman obat kelurga yang berada di lingkungan sekitar. Pelaksanaan  kegiatan  meliputi  penyampaian  materi,  Proses pembersihan  jahe dan sereh, praktik pengemasan  teh dalam dalam botol,  diskusi  dan  tanya  jawab seputar manfaat teh harbal.  Antusiasme  peserta  sangat  tinggi selama pelatihan yang tercermin dalam keaktifan saat praktek pengemasan dan suasana diskusi yang interaktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi peluang untuk mengembangkan kewirausahaan bagi masyarakat daerah pesisir. Kata Kunci: Teh Herbal, Jahe, Sereh, Teh Instan, Imun