Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Journal of Education Research

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write ( TTW) dapat Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS Roisah, Roisah; Kusrina, Tity; Porwanto, Burhan Eko
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.355

Abstract

Model pembelajaran kooperatif  tipe Think Talk Write  salah satu metode pembelajaran  di era globalisasi yang dapat menciptakan pembelajaran menyenangkan siswa dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, mampu bersaing dan memiliki kemampuan intelektual. Model pembelajaran Think Talk Write diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam. Pada dasarnya pembelajaran tersebut dibangun melalui tiga aktivitas utama yaitu berpikir atau Think, berbicara atau Talk, dan menulis atau Write. Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis nformasi dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau media komunikasi. Tujuan penelitiannya untuk  meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa. Dari analisis  terbukti Penerapan metode  pembelajaran kooperatif  tipe Think Talk write atau TTW dapat meningkatkan berfikir kritis dan prestasi belajar siswa
Pengaruh Sarana Prasarana dan Prasarana terhadap Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Rudin, Akhmad; Kusrina, Tity; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1093

Abstract

Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa kurikulum, bahwa kurikulum menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Sederhananya, kurikulum menjadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah, karena kurikulum menjadi dasar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah hail ini salah satu faktor penyebab.kualitas pendidikan d Indonesia,sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia  masih tergolong rendah dikarenakan juga disebabkan  beberapa hal  yang lainnya  pertama, kurangnya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pembelajaran Misalnya  kurangnya gedung kelas pada  suatu sekolah menyebabkan jumlah murid disetiap melebihi kapasitas  Kedua,tenaga pendidik yang kurang profesional. Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik.dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan, dan (8) Penghapusan. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan pengaplikasian  manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia.Peneliti menggunakan metode Kualitatif. ,teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah,sumber data primer ,dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam ,dan dokumentasi.Langkah langkag tang dilakukan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal adalah Pengelolaan sarana prasarana di SD Negeri Kecamatan suradadi Kabupaten Tegal, Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Negeri kecamatan suradadi kabupaten tegal
Implementasi Pembelajaran Kimia Berbasis Project untuk Meningkatkan Kreativitas Berpikir dan Literasi Sains Masruroh, Milati; Purwanto, Burhan Eko; Kusrina, Tity
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul pembelajaran kimia berbasis projek, menghasilkan modul pembelajaran kimia berbasis projek yang layak, menganalisis peningkatan kreativitas berpikir dan literasi sains siswa setelah menggunakan modul pembelajaran kimia berbasis Projek Based Learning. Pengembangan modul ini menggunakan metode Research and Development, dengan model Analisys, Design, Development, Implemetation, dan Evaluation. Analisis efektivitas penggunaan modul menggunakan N Gain Score. Temuan penelitian adalah desain modul pembelajaran kimia berbasis project dengan enam sintaks pembelajaran PjBL, uji kelayakan modul memenuhi kriteria layak. Hasil validasi ahli materi menunjukkan kriteria sangat layak dan hasil validasi ahli media menunjukkan kriteria sangat layak. Jadi  pembelajaran menggunakan modul berbasis project pada materi hidrokarbon dapat meningkatkan kreativitas berpikir siswa kategori cukup efektif, dan meningkatkan literasi sains siswa kategori cukup efektif.
Pengaruh Metode Fokus Group Discussion dan Perilaku Inovatif Guru PAUD terhadap Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Alfiyah, Alfiyah; Kusrina, Tity; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1393

Abstract

Salah satu contoh perilaku inovatif guru dalam penyusunan modul ajar adalah desain kegiatan yang mendorong kolaborasi antar siswa, melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Fokus Group Discussion  terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, dan interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka PAUD di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang meneliti populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode survei adalah proses yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Metode Fokus Group Discussion berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh responden yang menjawab kuesioner Sangat Tidak Setuju sebesar dua orang. Tidak Setuju sebesar tiga orang atau sebesar. Netral sebesar delapan orang, dan Setuju sebesar empat puluh tujuh orang. Perilaku inovatif guru berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh tujuh responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak dua orang. Tidak Setuju sebanyak tiga orang. Netral sebanyak enam orang . Setuju sebanyak empat puluh dua orang. Sangat Setuju sebanyak tujuh orang. Total enam puluh orang. (3) Interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka antara lain FGD memicu perilaku inovatif guru, mendukung implementasi perilaku inovatif guru, memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama, dan FGD sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
Pengembangan Bahan Ajar IPAS Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Hamidah, Fitri Isdartuti; Suriswo, Suriswo; Kusrina, Tity
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1423

Abstract

Proses pembelajaran IPAS di SD memiliki potensi besar dalam merangsang rasa ingin tahu, membentuk pemahaman konsep awal, serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Salah satu kendala dalam pembelajaran IPAS yaitu kurangnya bahan ajar yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat meningkatkan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, mendesain dan mengembangkan bahan ajar dan untuk mengetahui hasil pengembangan bahan ajar untuk meingkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS kelas IV di Kabupaten Tegal.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Research and Development (R&D) model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation dan Evaluation). Tahap Analysis merupakan tahap awal untuk menganalisis kebutuhan peserta didik. Tahap Design merupakan tahap merancang produk yang akan dibuat sesuai dengan kurikulum Merdeka. Develop merupakan tahap validasi oleh ahli materi dari hasil yang diperoleh dari validasi ahli materi bahwa produk valid dan layak. Uji T menunjukkan bahwa nilai t hitung pada penelitian ini -24,698 < 1.295 atau nilai t hitung < nilai t tabel, maka H0 diterima terdapat adanya perbedaan signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadi, kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan bahan ajar discovery learning berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada materi tumbuhan bagian paling penting dibumi di kelas eksperimen.
Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional dengan Prestasi Belajar Siswa SD Mursala, Fajar Latif; Kusrina, Tity; Agung N, Rahmad
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1424

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan kompetensi sosial kepala sekolah dan kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dan metode penelitian korelasi parsial. Sampel penelitian adalah guru SD Negeri di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang terdiri dari 48 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi sosial kepala sekolah dengan prestasi belajar siswa, tetapi tingkat koefisien korelasinya dalam kategori positif sedang mendekati lemah. Nilai signifikan sebesar 0.000< 0.05. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.570. Terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa dengan tingkat koefisien korelasinya positif yang sangat kuat. Nilai signifikan sebesar 0.000<0.05. Nilai koefisien korelasi sebesar 0. 896. Terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara kompetensi sosial kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil uji Anova, diperoleh F hitung sebesar 91.675 dengan tingkat signifikansi 0.000 < nilai probabilitas ???? 0.05 sementara F tabel sesuai dengan tingkat signifikansi 0.05 (1.45) sebesar 4.08 sehingga F hitung > F tabel (91.675 > 4.08) sehingga H0 ditolak. Adapun besar hubungan kompetensi sosial kepala sekolah dan kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa secara bersama-sama sebesar 80% dan selebihnya 20% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Implementasi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dalam Menciptakan Sekolah Hijau (Green School) di Tingkat SD Maarif, Mohamad Samsul; Kusrina, Tity; Basukiyatno, Basukiyatno
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1467

Abstract

Sekolah merupakan tempat pembelajaran sekaligus sebagai sebuah entitas yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Sekolah Hijau di SDN Batuagung 02 Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Subyek penelitian adalah kepala Sekolah, guru dan siswa. Obyek penelitian yaitu situasi sosial yang menunjukkan Implementasi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Sekolah Hijaau meliputi perencanaan, pelaksanaan, Pengawasan dan Pengendalian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Sekolah Hijau yang mencakup kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana dan prasarana pendukung ramah lingkungan sudah terinternalisasi dengan baik, dibuktikan dengan kegiatan: (1) perencanaan sekolah hijau sudah dilaksanakan dengan memuat aspek pendidikan lingkungan hidup dan melibatkan pihak terkait, (2) pelaksanaan diwujudkan dengan adanya berbagai kebijakan dan program kegiatan, pembelajaran terintegrasi lingkungan hidup, peningkatan partisipasi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mencukupi dan mendukung pendidikan lingkungan hidup, (3) Pengawasan dan Pengendalian dilaksanakan melalui kegiatan evaluasi dan monitoring yang dilakukan secara rutin dalam bentuk peraturan terulis, teguran lisan, pembinaan, maupun pemberian penghargaan
Model Asesmen Kelulusan Fase C pada Mata IPAS Suprikhati, Suprikhati; Susongko, Purwo; Kusrina, Tity
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.2066

Abstract

Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan utama untuk mengevaluasi kompetensi peserta didik di setiap fase melalui asesmen yang dirancang relevan dengan perkembangan, konteks, dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model asesmen kelulusan fase C pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Fokus utama penelitian adalah menganalisis kebutuhan peserta didik dan guru, merancang model asesmen, serta menguji validitas instrumen tes dengan menggunakan model Rasch. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan Analisis, Desain, dan Pengembangan. Sampel penelitian terdiri dari lima sekolah dasar di Gugus Wisanggeni, dengan 149 siswa kelas VI sebagai responden. Model asesmen yang dikembangkan difokuskan untuk mengukur keterampilan berbahasa reseptif dan produktif, dengan validitas tes yang diuji melalui pendekatan Rasch Model. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya yang sederhana namun akurat dalam mengukur dimensi tunggal kemampuan. Hasil penelitian ini adalah model asesmen kelulusan fase C yang komprehensif dan terstandarisasi, yang diharapkan dapat membantu guru dalam mengevaluasi pencapaian pembelajaran peserta didik secara efektif dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran IPAS sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write ( TTW) dapat Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS Roisah, Roisah; Kusrina, Tity; Porwanto, Burhan Eko
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.355

Abstract

Model pembelajaran kooperatif  tipe Think Talk Write  salah satu metode pembelajaran  di era globalisasi yang dapat menciptakan pembelajaran menyenangkan siswa dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, mampu bersaing dan memiliki kemampuan intelektual. Model pembelajaran Think Talk Write diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam. Pada dasarnya pembelajaran tersebut dibangun melalui tiga aktivitas utama yaitu berpikir atau Think, berbicara atau Talk, dan menulis atau Write. Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis nformasi dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau media komunikasi. Tujuan penelitiannya untuk  meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa. Dari analisis  terbukti Penerapan metode  pembelajaran kooperatif  tipe Think Talk write atau TTW dapat meningkatkan berfikir kritis dan prestasi belajar siswa
Pengaruh Sarana Prasarana dan Prasarana terhadap Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Rudin, Akhmad; Kusrina, Tity; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1093

Abstract

Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa kurikulum, bahwa kurikulum menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Sederhananya, kurikulum menjadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah, karena kurikulum menjadi dasar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah hail ini salah satu faktor penyebab.kualitas pendidikan d Indonesia,sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia  masih tergolong rendah dikarenakan juga disebabkan  beberapa hal  yang lainnya  pertama, kurangnya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pembelajaran Misalnya  kurangnya gedung kelas pada  suatu sekolah menyebabkan jumlah murid disetiap melebihi kapasitas  Kedua,tenaga pendidik yang kurang profesional. Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik.dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan, dan (8) Penghapusan. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan pengaplikasian  manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia.Peneliti menggunakan metode Kualitatif. ,teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah,sumber data primer ,dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam ,dan dokumentasi.Langkah langkag tang dilakukan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal adalah Pengelolaan sarana prasarana di SD Negeri Kecamatan suradadi Kabupaten Tegal, Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Negeri kecamatan suradadi kabupaten tegal