Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Path Analysis of the Effect of Safety Climate and Job Satisfaction on Safety Behavior of Seafarers Using PLS Puspitacandri, Ardhiana; Moejiono, Moejiono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2325

Abstract

This study aims to analyze the path of effect through which safety climate and job satisfaction influence sailors’ safety behavior. The population in this study comprises the deck crew (seafarers) from several domestic shipping companies, totaling 210 individuals. The sample was selected using simple random sampling with data collected from 141 seafarers. The data were processed using Partial Least Square (PLS) with PLS Smart Software. The results indicate a direct and significant positive relationship between safety climate and safety behavior, with a path coefficient value of 0.421. Additionally, there is an indirect effect of safety climate on safety behavior mediated by job satisfaction, with a path coefficient value of 0.177. The analysis also reveals a significant positive relationship between safety climate and job satisfaction, with a path coefficient of 0.631, and a direct significant positive relationship between job satisfaction and sailors’ safety behavior, with a path coefficient value of 0.280. The structural model analysis using PLS demonstrates that safety climate and job satisfaction influence sailors’ safety behavior, with an overall predictive power of 52.45%. This indicates that the overall predictive capability of the model is considered strong. Although the safety climate and job satisfaction influence the safety behavior of ship crews, there are also other factors such as intelligence (IQ), special skills, physical condition, personality, emotions, thinking style, perceptions, and work attitudes that can influence behavior as external factors in this study. As a practical recommendation, shipping companies are advised to improve the safety climate and job satisfaction. This can be done by providing safety facilities, regular training, policies that priorities crew safety, and effective communication between management and employees.
Manajemen Kolaborasi dan Komitmen Perusahaan Dalam Operasional Pelabuhan Sebagai Bentuk Implementasi Smart Port Dahri, Muhammad; Arisusanty, Dian Junita; Santoso, Agus Dwi; Moejiono, Moejiono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14549

Abstract

PT.terminal petikemas Surabaya telah mengimplementasikan smart port sejak tahun 2021 dan terus melakukan pengembangan hingga saat ini. Guna mendukung pengembangan smart port di masa adaptasi kebiasaan baru, maka komitmen perusahaan memegang kendali yang sangat besar, disamping perlu didukung dengan manajemen kolaborasi yang memadai. Manajemen kolaborasi merupakan bagian atau sub konsep dari manajemen yang berfokus pada efektivitas dan efisiensi dalam membangun kolaborasi atau kerjasama, yang memerlukan pengelolaan dan pengaturan khusus. Manajemen kolaborasi di PT.terminal peti kemas Surabaya diatur dalam sebuah etika bisnis perusahaan. Etika bisnis perusahaan ini mengatur hubungan dengan pemegang saham, hubungan dengan pengguna jasa, hubungan dengan pemasok, hubungan dengan kreditur, hubungan dengan aparatur pemerintah, hubungan dengan pekerja dan hubungan industrial, hubungan dengan pesaing, hubungan dengan masyarakat dan lingkungan, hubungan atasan terhadap bawahan, hubungan bawahan terhadap atasan, hubungan dengan media, hubungan serikat pekerja, hubungan dengan anak perusahaan, hubungan dengan pemerintah sebagai regulator, hubungan dengan legislatif, hubungan dengan lembaga yudisial, hubungan dengan investor dan Lembaga keuangan, hubungan dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi, hubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan kerja serta hubungan dengan debitur. Disamping manajemen kolaborasi, komitmen perusahaan merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya dalam implementasi smart port. Komitmen merupakan inti daripada semua hubungan kerja yang sukses. Komitmen perusahaan terminal petikemas Surabaya diatur dalam sebuah visi, misi, nilai inti dan budaya perusahaan serta standar pedoman etika dan perilaku. Salah satu komitmen PT. terminal petikemas Surabaya yaitu Perusahaan akan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pengguna jasa pelabuhan yang diwujudkan dalam program pelayanan prima, Perusahaan juga berusaha melakukan pemeliharaan, perbaikan dan penataan berbagai fasilitas pelabuhan secara bertahap sesuai skala prioritas, agar ketersediaan fasilitas maupun peralatan tetap terjamin dengan kualitas memadai. Untuk dapat memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pengguna jasa pelabuhan, perusahaan secara rutin mengadakan pertemuan dengan pengguna jasa pelabuhan serta memantau hasil pertemuan agar dapat mengetahui kebutuhan pengguna jasa pelabuhan tersebut dan dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dan keinginannya, disamping itu perusahaan melakukan dan memiliki sertifikat ISO 9001:2015 terkait Mutu, ISO 14001:2015 terkait lingkungan, ISO 45001:2018 terkait keselamatan dan kesehatan kerja, ISO 28000:2007 terkait keamanan informasi sebagai bentuk komitmen dalam hal standarisasi mutu dan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan secara terintegrasi.
Sustaining employee well-being in hierarchical work communities: The roles of capability bundles and digital innovation channels in Indonesian hotels Amrullah, Romanda Annas; Arleiny, Arleiny; Imanto, Frenki; Moejiono, Moejiono; Prayitno, Prayitno
Central Community Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/ccdj.v5i2.1344

Abstract

This study examines how employee capabilities and technology-mediated channels shape well-being in hierarchical hotel contexts marked by coercive leadership. Drawing on Approach–Avoidance Motivation and Diffusion of Innovation, we theorize a resource-and-channels model in which (a) Exapro-a capability bundle combining professional experience and proactive personality-enhances employee well-being, and (b) electronic diffusion of innovation (e-DOI) strengthens the welfare returns to Exapro by providing safer, auditable pathways for idea sharing when face-to-face voice is risky. We test the model using a three-wave longitudinal design across 26 three- to five-star hotels in Central Java and the Special Region of Yogyakarta (Indonesia) with N = 100 employees concentrated in frontline, rotating-shift roles. Using PLS-SEM (SmartPLS 4), measurement properties met recommended thresholds. Results show that the direct effect of despotic leadership on well-being is not significant (H1 rejected) once resources and channels are modeled. By contrast, despotic leadership positively predicts Exapro (H2 supported), Exapro positively predicts well-being (H3 supported), and e-DOI positively moderates the Exapro → well-being link (H4 supported). The model explains a moderate share of variance in well-being (R² ≈ .52). The findings reframe leader–well-being debates by demonstrating a suppressed/contingent direct effect of despotism and highlighting that what employees can do (Exapro) and how they can safely make it visible (e-DOI) are pivotal for sustaining well-being. Practically, hotels should build experience-based scripts, select/develop for proactivity, and institutionalize digital codification of micro-innovations while strengthening leadership accountability.
Pemberdayaan kearifan lokal melalui transformasi eduwisata mangrove Kalisodo berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs) Puspitacandri, Ardhiana; Moejiono, Moejiono; Pratama, Devangga Putra Adhitya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37487

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui penguatan kearifan lokal dan transformasi kawasan Mangrove Kalisodo menjadi eduwisata berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs). Program PKM dilaksanakan di Desa Kalisodo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan total 60 peserta kegiatan pengabdian yang terdiri atas unsur masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan utama: observasi dan pemetaan sosial-ekologis, perancangan dan pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan program pelatihan literasi konservasi dan kapasitas masyarakat, serta evaluasi hasil dan dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar dalam pengelolaan kawasan mangrove, namun sebelumnya belum memahami nilai edukatif dan ekonomi dari sumber daya tersebut. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan konservasi, keterampilan pengelolaan wisata edukatif, serta kemampuan interpretasi lingkungan. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis konservasi yang berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan eduwisata mangrove berkelanjutan. Program pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi antara kearifan lokal, pendidikan maritim, dan konservasi lingkungan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang selaras dengan tujuan SDG 14 dan 8. Kata kunci: eduwisata mangrove; kearifan local; konservasi maritime; pemberdayaan masyarakat pesisir; sustainable development goals. AbstractThis community service activity aims to empower coastal communities by strengthening local wisdom and transforming the Kalisodo Mangrove area into an ecotourism destination based on sustainable coastal development (SDGs). The PKM program was implemented in Kalisodo Village, Grati District, Pasuruan Regency, involving community members, village government, and students of the Surabaya Maritime Polytechnic's Ship. The implementation method used a participatory approach through four main stages: observation and socio-ecological mapping, designing and organizing activities, implementing conservation literacy and community capacity training programs, and evaluating the results and impacts of the activities. The results of the activity showed that the community has great potential in managing mangrove areas, but previously did not understand the educational and economic value of these resources. Through training and mentoring, the community succeeded in improving their conservation knowledge, educational tourism management skills, and environmental interpretation abilities. This activity also resulted in the formation of a conservation-based Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which plays a key role in the development of sustainable mangrove ecotourism. This community service program proves that the integration of local wisdom, maritime education, and environmental conservation can create a model of coastal community empowerment that aligns with SDGs 14 and 8. Keywords: mangrove educational tourism; local wisdom; maritime conservation; coastal community empowerment; sustainable development goals.
Rancang Bangun Sistem Alarm dan Shutdown Otomatis Pada Pipa Discharge Gas Kapal Fpso (Floating Production Storage and Offloading) Santoso, Agus Dwi; Bhaskara, Dewa Gede Aditya; Moejiono, Moejiono; Putri, Frita Ayu Sistyana; Joewono, Andrew
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8122

Abstract

Sistem perpipaan gas bertekanan tinggi pada fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) merupakan komponen kritis yang memiliki risiko tinggi terhadap kebocoran dan ledakan yang dapat mengancam keselamatan awak kapal serta instalasi . Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi otomatis sebagai langkah preventif terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran gas pada pipa discharge gas FPSO. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan mengintegrasikan sensor gas MQ-2 dan sensor api (flame sensor) berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali . Sistem ini dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi abnormal secara real-time dan memberikan respons mandiri melalui mekanisme fail-safe. Ketika kadar gas atau keberadaan api terdeteksi melebihi ambang batas aman, sistem secara otomatis memicu alarm buzzer, menyalakan indikator LED merah, dan mengaktifkan mekanisme shutdown dengan memutus aliran gas melalui solenoid valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara responsif dengan titik kritis shutdown otomatis pada kadar gas 415 PPM . Deteksi maksimal pada sensor gas tercapai pada jarak 5 cm dengan nilai 987 PPM (4,92 V), sementara sensor api menunjukkan kecepatan respons instan sebesar 0,52 detik pada jarak dekat. Meskipun analisis perhitungan menunjukkan nilai error sebesar 20% pada sensor gas akibat faktor hysteresis dan kondisi lingkungan terbuka, sistem secara keseluruhan memiliki tingkat keberhasilan fungsional sebesar 80% . Implementasi perangkat ini memiliki potensi besar sebagai solusi teknis untuk meningkatkan standar keselamatan kerja maritim dan mencegah kecelakaan kerja fatal pada instalasi pipa gas di lingkungan operasional kapal FPSO