Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Manajemen Kolaborasi dan Komitmen Perusahaan Dalam Operasional Pelabuhan Sebagai Bentuk Implementasi Smart Port Dahri, Muhammad; Arisusanty, Dian Junita; Santoso, Agus Dwi; Moejiono, Moejiono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14549

Abstract

PT.terminal petikemas Surabaya telah mengimplementasikan smart port sejak tahun 2021 dan terus melakukan pengembangan hingga saat ini. Guna mendukung pengembangan smart port di masa adaptasi kebiasaan baru, maka komitmen perusahaan memegang kendali yang sangat besar, disamping perlu didukung dengan manajemen kolaborasi yang memadai. Manajemen kolaborasi merupakan bagian atau sub konsep dari manajemen yang berfokus pada efektivitas dan efisiensi dalam membangun kolaborasi atau kerjasama, yang memerlukan pengelolaan dan pengaturan khusus. Manajemen kolaborasi di PT.terminal peti kemas Surabaya diatur dalam sebuah etika bisnis perusahaan. Etika bisnis perusahaan ini mengatur hubungan dengan pemegang saham, hubungan dengan pengguna jasa, hubungan dengan pemasok, hubungan dengan kreditur, hubungan dengan aparatur pemerintah, hubungan dengan pekerja dan hubungan industrial, hubungan dengan pesaing, hubungan dengan masyarakat dan lingkungan, hubungan atasan terhadap bawahan, hubungan bawahan terhadap atasan, hubungan dengan media, hubungan serikat pekerja, hubungan dengan anak perusahaan, hubungan dengan pemerintah sebagai regulator, hubungan dengan legislatif, hubungan dengan lembaga yudisial, hubungan dengan investor dan Lembaga keuangan, hubungan dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi, hubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan kerja serta hubungan dengan debitur. Disamping manajemen kolaborasi, komitmen perusahaan merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya dalam implementasi smart port. Komitmen merupakan inti daripada semua hubungan kerja yang sukses. Komitmen perusahaan terminal petikemas Surabaya diatur dalam sebuah visi, misi, nilai inti dan budaya perusahaan serta standar pedoman etika dan perilaku. Salah satu komitmen PT. terminal petikemas Surabaya yaitu Perusahaan akan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pengguna jasa pelabuhan yang diwujudkan dalam program pelayanan prima, Perusahaan juga berusaha melakukan pemeliharaan, perbaikan dan penataan berbagai fasilitas pelabuhan secara bertahap sesuai skala prioritas, agar ketersediaan fasilitas maupun peralatan tetap terjamin dengan kualitas memadai. Untuk dapat memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pengguna jasa pelabuhan, perusahaan secara rutin mengadakan pertemuan dengan pengguna jasa pelabuhan serta memantau hasil pertemuan agar dapat mengetahui kebutuhan pengguna jasa pelabuhan tersebut dan dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dan keinginannya, disamping itu perusahaan melakukan dan memiliki sertifikat ISO 9001:2015 terkait Mutu, ISO 14001:2015 terkait lingkungan, ISO 45001:2018 terkait keselamatan dan kesehatan kerja, ISO 28000:2007 terkait keamanan informasi sebagai bentuk komitmen dalam hal standarisasi mutu dan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan secara terintegrasi.
Sustaining employee well-being in hierarchical work communities: The roles of capability bundles and digital innovation channels in Indonesian hotels Amrullah, Romanda Annas; Arleiny, Arleiny; Imanto, Frenki; Moejiono, Moejiono; Prayitno, Prayitno
Central Community Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/ccdj.v5i2.1344

Abstract

This study examines how employee capabilities and technology-mediated channels shape well-being in hierarchical hotel contexts marked by coercive leadership. Drawing on Approach–Avoidance Motivation and Diffusion of Innovation, we theorize a resource-and-channels model in which (a) Exapro-a capability bundle combining professional experience and proactive personality-enhances employee well-being, and (b) electronic diffusion of innovation (e-DOI) strengthens the welfare returns to Exapro by providing safer, auditable pathways for idea sharing when face-to-face voice is risky. We test the model using a three-wave longitudinal design across 26 three- to five-star hotels in Central Java and the Special Region of Yogyakarta (Indonesia) with N = 100 employees concentrated in frontline, rotating-shift roles. Using PLS-SEM (SmartPLS 4), measurement properties met recommended thresholds. Results show that the direct effect of despotic leadership on well-being is not significant (H1 rejected) once resources and channels are modeled. By contrast, despotic leadership positively predicts Exapro (H2 supported), Exapro positively predicts well-being (H3 supported), and e-DOI positively moderates the Exapro → well-being link (H4 supported). The model explains a moderate share of variance in well-being (R² ≈ .52). The findings reframe leader–well-being debates by demonstrating a suppressed/contingent direct effect of despotism and highlighting that what employees can do (Exapro) and how they can safely make it visible (e-DOI) are pivotal for sustaining well-being. Practically, hotels should build experience-based scripts, select/develop for proactivity, and institutionalize digital codification of micro-innovations while strengthening leadership accountability.
IMPLEMENTASI SISTEM KESELAMATAN KERJA UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KECELAKAAN KERJA PADA RUANG MESIN DI KAPAL AHTS LOGINDO STATURE Ahmad Fatoni; Moejiono Moejiono; Indah Ayu Johanda Putri; Elly Kusumawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7464

Abstract

Ruang mesin kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Logindo Stature berisiko tinggi akibat mesin bergerak, suhu ekstrem, kebisingan intens, dan ruang sempit, menyebabkan kecelakaan seperti luka bakar, terpeleset, dan cedera peralatan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan mengukur tingkat implementasi sistem keselamatan kerja dan menganalisis hubungan signifikan dengan pencegahan kecelakaan pada kru mesin. Populasi seluruh 32 kru mesin diambil sebagai sampel total sampling. Data dikumpul melalui kuesioner tervalidasi (30 item skala Likert), observasi lapangan, dan dokumentasi, dianalisis dengan SPSS meliputi uji validitas/reliabilitas, skor pencapaian (82,56%), regresi linear sederhana (Y = 2,176 + 0,994X), uji t (13,106 > 2,042; sig. 0,000), dan koefisien determinasi (84,6%). Hasil menunjukkan implementasi baik (82,56%) dengan pengaruh positif signifikan terhadap pencegahan kecelakaan. Kesimpulan menekankan peningkatan pelatihan, pengawasan APD, dan evaluasi berkala guna capai kategori memuaskan di atas 85%, mendukung target nol kecelakaan sesuai Kemenaker No. 26 Tahun 2014.
Pemberdayaan kearifan lokal melalui transformasi eduwisata mangrove Kalisodo berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs) Puspitacandri, Ardhiana; Moejiono, Moejiono; Pratama, Devangga Putra Adhitya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37487

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui penguatan kearifan lokal dan transformasi kawasan Mangrove Kalisodo menjadi eduwisata berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs). Program PKM dilaksanakan di Desa Kalisodo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan total 60 peserta kegiatan pengabdian yang terdiri atas unsur masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan utama: observasi dan pemetaan sosial-ekologis, perancangan dan pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan program pelatihan literasi konservasi dan kapasitas masyarakat, serta evaluasi hasil dan dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar dalam pengelolaan kawasan mangrove, namun sebelumnya belum memahami nilai edukatif dan ekonomi dari sumber daya tersebut. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan konservasi, keterampilan pengelolaan wisata edukatif, serta kemampuan interpretasi lingkungan. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis konservasi yang berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan eduwisata mangrove berkelanjutan. Program pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi antara kearifan lokal, pendidikan maritim, dan konservasi lingkungan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang selaras dengan tujuan SDG 14 dan 8. Kata kunci: eduwisata mangrove; kearifan local; konservasi maritime; pemberdayaan masyarakat pesisir; sustainable development goals. AbstractThis community service activity aims to empower coastal communities by strengthening local wisdom and transforming the Kalisodo Mangrove area into an ecotourism destination based on sustainable coastal development (SDGs). The PKM program was implemented in Kalisodo Village, Grati District, Pasuruan Regency, involving community members, village government, and students of the Surabaya Maritime Polytechnic's Ship. The implementation method used a participatory approach through four main stages: observation and socio-ecological mapping, designing and organizing activities, implementing conservation literacy and community capacity training programs, and evaluating the results and impacts of the activities. The results of the activity showed that the community has great potential in managing mangrove areas, but previously did not understand the educational and economic value of these resources. Through training and mentoring, the community succeeded in improving their conservation knowledge, educational tourism management skills, and environmental interpretation abilities. This activity also resulted in the formation of a conservation-based Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which plays a key role in the development of sustainable mangrove ecotourism. This community service program proves that the integration of local wisdom, maritime education, and environmental conservation can create a model of coastal community empowerment that aligns with SDGs 14 and 8. Keywords: mangrove educational tourism; local wisdom; maritime conservation; coastal community empowerment; sustainable development goals.
Rancang Bangun Sistem Alarm dan Shutdown Otomatis Pada Pipa Discharge Gas Kapal Fpso (Floating Production Storage and Offloading) Santoso, Agus Dwi; Bhaskara, Dewa Gede Aditya; Moejiono, Moejiono; Putri, Frita Ayu Sistyana; Joewono, Andrew
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8122

Abstract

Sistem perpipaan gas bertekanan tinggi pada fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) merupakan komponen kritis yang memiliki risiko tinggi terhadap kebocoran dan ledakan yang dapat mengancam keselamatan awak kapal serta instalasi . Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi otomatis sebagai langkah preventif terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran gas pada pipa discharge gas FPSO. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan mengintegrasikan sensor gas MQ-2 dan sensor api (flame sensor) berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali . Sistem ini dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi abnormal secara real-time dan memberikan respons mandiri melalui mekanisme fail-safe. Ketika kadar gas atau keberadaan api terdeteksi melebihi ambang batas aman, sistem secara otomatis memicu alarm buzzer, menyalakan indikator LED merah, dan mengaktifkan mekanisme shutdown dengan memutus aliran gas melalui solenoid valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara responsif dengan titik kritis shutdown otomatis pada kadar gas 415 PPM . Deteksi maksimal pada sensor gas tercapai pada jarak 5 cm dengan nilai 987 PPM (4,92 V), sementara sensor api menunjukkan kecepatan respons instan sebesar 0,52 detik pada jarak dekat. Meskipun analisis perhitungan menunjukkan nilai error sebesar 20% pada sensor gas akibat faktor hysteresis dan kondisi lingkungan terbuka, sistem secara keseluruhan memiliki tingkat keberhasilan fungsional sebesar 80% . Implementasi perangkat ini memiliki potensi besar sebagai solusi teknis untuk meningkatkan standar keselamatan kerja maritim dan mencegah kecelakaan kerja fatal pada instalasi pipa gas di lingkungan operasional kapal FPSO
Developing Maritime Logistics Human Resource Performance Through Maslahah Knowledge-Based Skills Romanda Annas Amrullah; Moejiono Moejiono; Arleiny Arleiny; Frenki Imanto; Indah Ayu Johanda Putri; Angga Kurniatama; Awel Suryadi; Rorusman Jadid Nurhadi
International Journal of Applied Business and International Management Vol 11, No 1 (2026): April 2026
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v11i1.4462

Abstract

The maritime logistics sector faces increasing pressure from digital transformation, skill shortages, and rising performance demands, highlighting the need for more effective human resource development strategies. This study aims to develop and empirically test Maslahah Knowledge-Based Skills (MKBS) as a mediating mechanism linking training practices to employee performance. A quantitative explanatory design was applied using data from 96 employees across maritime logistics companies in Central Java, analyzed with PLS-SEM. The results show that Training Needs Analysis (TNA) (? = 0.503, p 0.001), On-the-Job Training (OJT) (? = 0.195, p = 0.027), and Voluntary Training (VT) (? = 0.083, p = 0.001) significantly influence MKBS. Furthermore, MKBS has a strong effect on performance (? = 0.700, p 0.001) and significantly mediates all training-performance relationships. The findings indicate that training does not directly improve performance unless it is internalized into value-oriented, knowledge-based skills. This study extends Knowledge-Based Theory (KBT) by integrating maslahah as a normative dimension in skill formation and provides practical implications for designing sustainable, value-driven HR development in maritime logistics.
Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Kontrol untuk Mendeteksi Tekanan Secara Real-Time pada Pipa Discharge Gas Kapal FPSO Agus Dwi Santoso; Syaamil Abdullah Yaafi; Moejiono Moejiono; Elly Kusumawati; Andrew Joewono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8313

Abstract

Fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) memegang peranan krusial dalam industri minyak dan gas lepas pantai untuk memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan hasil eksploitasi hidrokarbon. Dalam operasionalnya, sistem perpipaan discharge gas memiliki risiko bahaya yang sangat tinggi. Fluktuasi tekanan (overpressure) yang tidak menentu berpotensi memicu kegagalan mekanis, kebocoran gas metana, hingga ledakan dan kebakaran berskala besar. Oleh karena itu, pengawasan manual atau konvensional dinilai belum cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem proteksi otomatis dengan menggunakan metode Research and Development (R&D), yang berfokus pada tahapan perancangan, pembuatan, serta pengujian prototipe. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan uji eksperimental terhadap respons sensor maupun sistem kontrol. Prototipe yang dirancang mengandalkan pressure transmitter sebagai pembaca tekanan utama, didukung oleh sensor gas MQ-2 dan flame sensor sebagai pengaman berlapis. Seluruh data diproses oleh mikrokontroler ESP32, sementara pemantauan jarak jauh dilakukan secara real-time memanfaatkan antarmuka Internet of Things (IoT) berbasis Node-RED. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca tekanan secara akurat dengan tingkat selisih margin hanya ±2% dan latensi data pengiriman 0–1 detik. Saat tekanan simulasi menyentuh titik batas kritis 2 bar, sistem terbukti berhasil merespons dengan cepat untuk secara otomatis mengaktifkan alarm darurat dan menutup solenoid valve guna memutus aliran gas seketika. Kesimpulannya, sistem kendali terintegrasi ini terbukti fungsional dan sangat berpotensi untuk diimplementasikan dalam meningkatkan standar keselamatan operasional pada instalasi pipa discharge gas kapal FPSO.
Analisis Kerusakan Piston Pada Kompresor Udara Type Hatlapa Hamworthy V-Line 150 Di Kapal MT. Prima Lautan II Moh. Ainul Yakin; Moejiono Moejiono; Kuntoro Bayu Ajie; Antonius Edy Kristiyono; Shofa Dai Robby; Azis Nugroho
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.963

Abstract

Kompresor udara merupakan mesin bantu yang sangat penting dalam sistem permesinan kapal, khususnya dalam proses starting main engine yang membutuhkan tekanan udara tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan piston pada kompresor udara type Hatlapa Hamworthy V-Line 150 dan dampak yang ditimbulkan terhadap operasional kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di atas kapal MT. Prima Lautan II, wawancara dengan perwira mesin (KKM, Masinis 2, dan Masinis 3), serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan piston adalah tersumbatnya intercooler akibat korosi dan kotoran, kualitas pelumas yang menurun karena melebihi jam kerja (running hours), serta pemakaian material piston yang telah melewati batas jam kerja yang ditentukan. Dampak dari kerusakan ini adalah terganggunya sistem udara, kegagalan start main engine, dan menurunnya efisiensi operasional kapal. Analisis dilakukan menggunakan metode fishbone untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemeliharaan rutin, penggantian suku cadang sesuai manual book, dan peningkatan kesadaran kru kapal terhadap pentingnya perawatan sistem udara.   The air compressor is a very important auxiliary engine in the ship's engine system, especially in the process of starting the main engine which requires high air pressure. This study aims to analyze the cause of piston damage in the Hatlapa Hamworthy V-Line 150 type air compressor and the impact it has on ship operations. The research method used is qualitative, with data collection techniques through direct observation on board the MT ship. Prima Lautan II, interviews with mechanical officers (KKM, Machinist 2, and Machinis 3), as well as field documentation. The results of the study show that the main cause of piston damage is intercooler clogging due to corrosion and dirt, decreased lubricant quality due to exceeding running hours, and the use of piston materials that have exceeded the specified working hour limit. The impact of this damage is the disruption of the air system, the failure of the main engine start, and the decline in the ship's operational efficiency. The analysis was carried out using the fishbone method to identify the root of the problem. The results of this study emphasized the importance of routine maintenance, replacement of spare parts according to the manual, and increased awareness of the ship's crew on the importance of air system maintenance.  
Psychological well-being and workplace well-being on the mental health of seafarers in Indonesia Ardhiana Puspitacandri; Moejiono Moejiono
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 21 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v21i1.16541

Abstract

This study investigates the influence of psychological well-being and workplace well-being on the mental health of Indonesian seafarers by examining both factors within a single model in the maritime work context. This approach provides a broader understanding of how personal psychological resources and workplace conditions are associated with mental health outcomes. Using a quantitative approach, data were collected from 124 active Indonesian seafarers through three validated instruments: the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), the Workplace Well-Being Index (WWBI), and Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Multiple linear regression analysis showed that psychological well-being (β = -1.126, p < 0.001) and workplace well-being (β = -0.475, p = 0.021) were significant predictors of psychological distress. Psychological well-being contributed 14.22 percent and workplace well-being contributed 6.17 percent to the explained variance, while both variables jointly accounted for 20.4 percent of the variation in psychological distress. Higher levels of psychological well-being and workplace well-being were associated with lower levels of depression, anxiety, and stress among seafarers. These findings highlight the importance of both individual psychological resources and workplace conditions in supporting seafarers’ mental health. The results suggest that efforts to improve mental health in the maritime sector should focus not only on strengthening psychological well-being but also on promoting supportive workplace environments.
Linear Programming-Based Maritime Speed Allocation and Fuel-Cost Efficiency: An Intelligent Decision Support System with an LLM Explanation Layer Moejiono Moejiono; Achmad Dhany Fachrudin; Diana Alia; Novitasari Novitasari; Abadi Abadi; Damoyanto Purba
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 3 (2026): In Progress
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i3

Abstract

This applied mathematical study develops a linear-programming model for maritime speed allocation to minimize estimated voyage operating cost under route-distance and sailing-deadline constraints. The decision variables represent the distance assigned to each predefined speed mode, enabling the model to determine a continuous mixed-speed allocation that remains feasible within the permitted sailing time. The model was implemented in a web-based Intelligent Decision Support System (IDSS) using a HiGHS-based linear-programming solver and demonstrated on the Tanjung Priok–Tanjung Perak route using an application-generated distance of 469.84 nautical miles. Under a baseline VLSFO price of USD 755/MT and a 35-hour sailing deadline, the model allocated 390.69 NM to the 13-knot mode and 79.15 NM to the 16-knot mode, producing an estimated minimum operating cost of USD 34,748.16 and total fuel consumption of 38.30 MT. Sensitivity analysis shows that tighter deadlines shift the optimal allocation toward higher-speed modes, increase estimated voyage cost, and eventually produce infeasibility when the required travel time falls below the capability of the fastest available speed mode. At the fixed 35-hour deadline, fuel-price variation changes the objective-function value without altering the selected speed allocation in the tested scenarios. As a supplementary interpretive component, an LLM-based layer transforms structured optimization outputs into a natural-language Voyage Master Plan while preserving the ship master's final authority. The study therefore contributes a traceable mathematical optimization model and a functionally integrated explanation interface. Because the analysis uses model-input parameters rather than empirically calibrated vessel records and does not include user-based evaluation, further validation is required before operational deployment.