Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Addition of Pineapple Hump Extract to Feed and Probiotics in Cultivation Media on the Performance of Catfish (Clarias gariepinus) Kartina Kartina; Wahyu Afiansyah; Awaludin Awaludin
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1921

Abstract

Catfish is a consumption fish that is in great demand so that production continues to be increased. Pineapple hump are known to be rich in bromelain enzymes. The bromelain enzyme has properties similar to proteolytic enzymes, which have the ability to hydrolyze proteins. This study aims to determine the optimal dose of pineapple hump extract in feed on the growth performance of the Sangkuriang catfish. The test fish used were catfish seeds measuring 3-5 cm and weighing ± 3 g. This study used an experimental method in a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications, with P0 (control) 0% pineapple hump extract; P1 dose 0.75%; P2 1.5% and P3 3% extract/kg feed. Probiotics were added to the rearing medium to maintain water quality as much as 1.5 ml/liter. The results showed that the addition of pineapple hump extract in the P2 treatment with a dose of 1.5% showed the highest value at absolute length of 4.4 cm, at absolute weight of 2.3 g, Specific Growth Rate (SGR) of 4.5% and the survival rate is 86% and the lowest value for each observation is in the P0 (control) treatment. However, the statistical test did not show a significant difference in results. Based on the results of the study, pineapple hump extract can be used in feed to increase the growth of the Sangkuriang catfish at a dose of 1.5%/kg of feed.
Peningkatkan Jumlah Telur Dan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestika) dan Hormon Tiroksin pada Pakan Induk Awaludin Awaludin; Santi Santi; Diana Maulianawati
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2274

Abstract

Produksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 g/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 g), P2 (625 g), P3 (631 g) dan P4 (650 g). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele.
KOLAM TERPAL BUNDAR UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE POKDAKAN TAPAL BATAS DESA AJI KUNING KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN Aswar Amiruddin; Kartina; Awaludin; Khaerunnisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.873

Abstract

Ikan merupakan salah satu kelompok pangan penghasil protein hewani. Teknologi budidaya ikan lele semakin berkembang dan relatif mudah dikuasai masyarakat dengan modal yang relatif murah. Mitra pkm kali ini adalah pokdakan tapal batas dengan permasalahan usaha budidaya ikan lele yang masih belum stabil dengan hasil yang tidak menentu. Tim PKM Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan sosialisasi rencana kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) tapal batas melalui sosialisasi perkembangan teknologi budidaya ikan lele yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra. Salah satu teknologi yang banyak diadopsi oleh pembudidaya ikan adalah menggunakan wadah kolam terpal bundar. Sehingga tim PKM UBT memfasilitasi mitra dengan kolam terpal bundar diameter 2 m tinggi 1,2 m sebanyak 2 unit. Selain itu tim juga melakukan praktik pemijahan buatan bagi indukan lele untuk meningkatkan hasil budidaya pokdakan tapal batas. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra memperoleh edukasi mengenai teknologi budidaya ikan dalam kolam terpal bundar, mitra memiliki dua fasilitas kolam baru bermanfaat sebagai wadah pemijahan dan wadah pembesaran benih ikan lele serta mitra mampu melaksanakan sistem pemijahan buatan (kawin suntik) memanfaatkan hormon ovaprim dan menghasilkan larva ikan lele yang banyak.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) Pada Pakan Terhadap Performa Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kartina Kartina; Ramli Ramli; Awaludin Awaludin; Nurasmi Nurasmi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.1.27374

Abstract

 AbstrakKatuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan herbal yang mengandung protein dan asam lemak yang banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ekstrak daun katuk pada pakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan survival rate benih ikan bandeng. Benih ikan bandeng yang digunakan berukuran 1,8–1,9 cm dan dipelihara pada akuarium bervolume 15 L dengan padat tebar 15 ekor dalam setiap akuarium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa penambahan ekstrak daun katuk pada pakan dengan dosis 0 g/kg (kontrol atau P1), 37,5 g/kg (P2), 75 g/kg (P3), 150 g/kg (P4), dan 300 g/kg (P5) pakan. Penambahan ekstrak daun katuk pada pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan Survival Growth Rate (SGR) benih ikan bandeng (P<0,05), dan tidak berpengaruh nyata terhadap survival rate (SR) (P>0,05). Penambahan ekstrak daun katuk sebesar 150 g/kg pakan (P4) menunjukan nilai terbaik pada pertumbuhan mutlak dan SGR benih. Nilai SR tertinggi ditunjukan pada penambahan ekstrak sebesar 300 g/kg pakan (P5) yaitu mencapai 80%. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 24–30 °C; pH 6–8; salinitas 24–30 ppt; dissolved oxygen (DO) 4,27–5,98 mg/L; dan amoniak 0,07–0,11 mg/L.AbstractKatuk (Sauropus androgynus) is a herbal plant that contains protein and fatty acids which are widely used to increase animal growth. This research aims to determine the dose of katuk leaf extract in feed that can increase the growth and survival rate of milkfish fry. The milkfish seeds used were 1.8–1.9 cm in size and were maintained in 15 L volume aquariums with a stocking density of 15 fish in each aquarium. This research is an experimental study using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatment consisted of adding katuk leaf extract to the feed, namely control P1 0 g/kg, P2 37.5 g/kg, P3 75 g/kg, P4 150 g/kg, and P5 300 g/kg feed. The results of statistical analysis showed that the addition of katuk leaf extract to feed had a significant effect on the absolute growth and Survival Growth Rate (SGR) of milkfish seeds, while the survival rate (SR) showed values that were not significantly different. The addition of katuk leaf extract at 150 g/kg feed (P4) showed the best value for absolute growth and SGR of seeds. The highest SR value was shown when the extract was added at 300 g/kg feed (P5), reaching 80%. The water quality measurement data is in good value, namely a temperature of 24–30 °C; pH 6–8; salinity 24–30 ppt; dissolved oxygen (DO) 4.27–5.98 mg/L; and ammonia 0.07–0.11 mg/L.