Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE DAN NILA MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MODIFIKASI PAKAN DENGAN EKSTRAK DAUN KATUK, PEMIJAHAN BUATAN, DAN SEXREVERSAL DI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Diana Maulianawati; Awaludin Awaludin; Meylin Rachmawati
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 1 No. 4 (2021): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.7 KB) | DOI: 10.53067/icjcs.v1i4.38

Abstract

Catfish and tilapia are freshwater fish whose production continues to be increased every year due to high market demand. High market demand encourages cultivators to continue to innovate in accelerating production. Technology must be applied to increase production. Tarakan City produces freshwater fish such as catfish and tilapia. The fish cultivator group (POKDAKAN) "Raja Catfish Karang Harapan" is one of the conventional freshwater aquaculture groups in Tarakan. To overcome the continuous availability of seeds for catfish, it is necessary to improve the quality of the broodstock. Improvement of seed quality can be approached by increasing broodstock performance through good feeding, for example by adding katuk extract which has high fatty acids and steroids to help accelerate gonadal maturation and injection of ovaprim hormone to assist artificial spawning. In tilapia to produce fast growth, monosex cultivation must be carried out. To produce monosex culture, it can be done by adding the hormone 17?-methyltestosterone (17?-mt) and using celery extract because it contains steroids that can make fish male. As a result of this activity, partners were able to make feed with the addition of katuk extract and injection of ovaprim hormone for catfish brooders as well as monosex cultivation using celery extract and the hormone 17?-methyltestosterone (17?-mt). It is hoped that the training that will be carried out with the group (POKDAKAN) "Raja Lele Karang Harapan" will be the first step to increase catfish seed production and tilapia cultivation in the city of Tarakan throughout the year
Evaluasi Sensori Bakso Ikan Gulamah (Johnius spp.) dengan Penambahan Karaginan Nur Mussayadah; Ira Maya Abdiani; I Imra; Sarah Nur Awalin; A Awaludin; novriaman pakpahan
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v2i2.2983

Abstract

Ikan gulamah merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis rendah tetapi memiliki kandungan protein yang tinggi. Salah satu cara meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu dengan mengolah ikan gulama menjadi bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat sensori dari bakso ikan gulamah (Johnius spp.) yang ditambahkan karagenan berupa tekstur, warna, aroma, dan rasa. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan: (1). Pembuatan karaginan rumput laut; (2). Pembuatan bakso ikan dengan penambahan karaginan dengan konsentrasi Kontrol 0%, Perlakuan 1: 0,5%, Perlakuan 2: 1%, Perlakuan 3: 1,5%, Perlakuan 4: 2%, dan Perlakuan 5: 2,5%, (3). Parameter yang diamati uji sensori (warna, tekstur, aroma dan rasa) dan uji kimia (kadar air dan kadar protein). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Data diolah dengan menggunakan analisis varian (One-Way Anova) program software SPSS 16,0 untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dan kontrol. Berdasarkan statistik hasil pengukuran karakteristik bakso ikan dengan penambahan karagenan yang dievaluasi meliputi analisis uji sensori tekstur menunjukkan berbeda nyata (P<0,05), warna menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05), aroma menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05), dan rasa menunjukkankan berbeda nyata (P<0,05). Sedangkan hasil uji kadar air pada bakso dengan penambahan karagenan menunjukkan berbeda nyata dari kontrol hal ini seiring dengan peningkatan kadar protein pada bakso dengan penambahan karaginan.
PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE FRUTICANS DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Awaludin Awaludin; Yulma Yulma; Stephanie Bija; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2696

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan dengan memanfaatkan mangrove jenis Nypa fruticans menjadi nata de fruticans sehingga keberadaan nipah dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Keberadaan nipah tersebar luas di Kota Tarakan khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Namun, pemanfaatan nipah masih bersifat tradisional dan belum maksimal. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, praktek dan pendampingan bagaimana mengolah nira nipah menjadi produk nata de fruticans serta cara pengemasan produk. Uji proksimat nata de fruticans diperoleh kandungan kalsium sebesar 81,65 mg/l00 gr, karbohidrat sebesar 1,12 %, dan glukosa sebesar 0 %.
Increasing Growth Tiger Prawn (Penaeus monodon) Using Organic Diet of Sauropus androgynous Awaludin Awaludin; Ira Maya Abdiani; Ahmad Arsyidi; Rukisah Rukisah
Journal of Tropical Life Science Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.10.03.09

Abstract

Sauropus androgynous contain chemical compounds that can increase the growth of tiger prawn. This study aims to determine the growth of tiger prawns after giv- ing S. androgynous leaves ethanol extract mixed in feed. The research method uses a completely randomized design (CRD) 4 treatments, three replications. Treatment with a dose of Treatment 1 (T1) Control without giving S. androgynous extract, Treatment 2 (T2) 5 gr/kg of feed, Treatment 3 (T3) 50 gr/kg of feed, Treatment 4 (T4) 100 gr/kg of feed. Proximate test results of S. androgynous extract crude pro- tein content of 10.83%, crude fiber 1.87%, crude fat 0.85%, ash content 1.94%, dry weight 93.62%, and extract material without nitrogen 78.13%. Based on the results of the study, the weight growth and growth length statistically showed significantly different (P < 0.05). The highest growth of tiger prawn at the end of the study was found in P4 by giving S. androgynous leaf extract with an average weight growth value (70.18 ± 9.57 g). While the lowest weight growth was observed in T1 with  an average weight growth value (32.62 ± 7.54 g). The highest length growth was found in T4 with average length (1.19 ± 0.10 cm), while the lowest length growth was seen in T1 with average length growth (0.62 ± 0.09 cm).
Comparative Study of Morphology and Histology on Papuan Jellyfish Mastigias papua in Kakaban Lake and Sea Nurasmi Nurasmi; Ahmad Ridwan; Awaludin Awaludin
Journal of Tropical Life Science Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.11.02.07

Abstract

Jellyfish are marine invertebrates belonging to the phylum Cnidaria. Papua Mastigias is a jellyfish from the Scyphozoa class. This study aims to observe differences in the differences in environmental parameters, morphology and shape of nematocyte cells using the histological method with (SEM) Scanning Electron Microscopy on Papua Mastigias jellyfish in the Kakaban Lake and Sea. Environmental parameters in Lake Kakaban and Sea Kakaban were measured for salinity, temperature, and pH. The results of the t-test analysis showed that there were significant differences in environmental parameters in Lake Kakaban and Sea Kakaban (p <0.05). Body diameter and length of jellyfish tentacles were measured and analyzed using SPSS 16 with a t-test. From the t-test analysis, results showed that for Mastigias Papua jellyfish in Lake Kakaban and jellyfish in the Kakaban Sea showed a significant difference in the diameter and length of the body tentacles (p <0.05). The SEM results of jellyfish in the Kakaban Sea showed that the tentacles of Mastigias Papua in the Kakaban Sea had nematocytes consisting of three forms, namely Microbasic isorhiza, Atrichouz isorhiza, and Merotrichous isorhiza. Mastigias Papua in Lake Kakaban has nematocyst cells, which comprise of one type, namely Microbasic mastigophoran, where the number of nematocytes is minimal and has a smaller size than the Papuan Mastigias jellyfish that live in the Kakaban Sea. Nemeatocyte cells are stinging cells in jellyfish. SEM results show that the jellyfish in Lake Kakaban cannot sting because the size of the jellyfish tentacles is reduced to smaller, fewer nematocyte cells and different shape nematocytes. Based on the results of this study, it can be concluded that there are differences in environmental parameters, body dimensions, tentacle length, and the size and number of nematocytes between Mastigias Papua jellyfish in Dunau and in the Kakaban Sea.
Pengolahan Ikan Nomei (Harpodon nehereus) Menjadi Nugget Di Daerah Juata Laut Kota Tarakan Gazali Salim; Rukisah Rukisah; Muhammad Firdaus; Tamrin Toha; Awaludin Awaludin; Abdul Muis Prasetia; Christine Dyta Nugraeni
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nomei merupakan salah satu jenis ikan dengan nilai ekonomis yang tinggi dengan harga jual sekitar IDR. 600.000 tiap 25kg (basket). Masyarakat Juata Laut menyebut ikan nomei sebagai ikan lembek atau ikan kering. Pengolahan ikan nomei yang sudah ada yaitu ikan asin bumbu merah dan ikan asin tanpa bumbu. Namun belum adanya pengolahan ikan nomei menjadi Nugget. Metode menggunakan survei langsung ke RT 02 Kelurahan Juata Laut kota Tarakan. Pelaksanaan kegiatan pada Bulan September 2022. Mekanisme pelaksanaan kegiatan adalah penyampaian materi, praktek pembuatan nugget secara langsung, dan pendampingan usaha. Tahapan dan metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa ceramah, penyampaian pengetahuan mengenai Nugget dan ikan nomei, demonstrasi dalam aplikasi pengolahan ikan menjadi nugget, pelatihan pengembangan produk nugget dan Evaluasi hasil pelatihan dimana peserta mendapatkan konsep dari makanan awetan dalam mempraktekkan pembuatan nugget dari ikan nomei serta antusias dari peserta kegiatan.
Pelatihan Pemijahan Ikan dengan Metode Kawin Suntik dan Pengkayaan Pakan dengan Tepung Kunyit di SMKN 1 Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan Kartina Kartina; Awaludin Awaludin; Miska Sanda Lembang; Nasra Nasra; Salman. S S; Zainuddin Zainuddin; Nurasmi Nurasmi; Christine Dyta Nugraeni; M. Gandri Haryono; Tuty Alawiyah
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is one of the freshwater commodities that is favored because of its high economic value, rich in protein, can be cultivated in narrow land or yards and of course much in demand by the public. Efforts to develop in cultivation continue to be made, including an increase in seed production. The purpose of this activity is to provide training to partners in this case are students of the Department of Fisheries Cultivation, SMKN 1 Sebatik Barat regarding the semi-artificial spawning system (injection mating) and enrichment of feed with turmeric flour to support increased production and quality of catfish seeds. The methods used are socialization and counseling with lectures, hands-on practice related to injecting mating techniques with ovaprim hormone and making feed enriched with turmeric flour. The results of the activity showed an increase in partner knowledge regarding the benefits of turmeric and the role of hormone use in hatchery activities. In addition, partners have also been able to select gonadally mature broodstock, make feed enriched with turmeric flour and perform injection mating of catfish with hormones appropriately. The hope for follow-up is that partners can apply the techniques that have been learned for hatchery activities so that the scarcity of seeds, especially in Sebatik Barat, can be overcome and no longer have to bring in from outside.
Peningkatkan Jumlah Telur Dan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestika) dan Hormon Tiroksin pada Pakan Induk Awaludin Awaludin; Santi Santi; Diana Maulianawati
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2274

Abstract

Produksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 g/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 g), P2 (625 g), P3 (631 g) dan P4 (650 g). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele.
KOLAM TERPAL BUNDAR UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE POKDAKAN TAPAL BATAS DESA AJI KUNING KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN Aswar Amiruddin; Kartina; Awaludin; Khaerunnisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.873

Abstract

Ikan merupakan salah satu kelompok pangan penghasil protein hewani. Teknologi budidaya ikan lele semakin berkembang dan relatif mudah dikuasai masyarakat dengan modal yang relatif murah. Mitra pkm kali ini adalah pokdakan tapal batas dengan permasalahan usaha budidaya ikan lele yang masih belum stabil dengan hasil yang tidak menentu. Tim PKM Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan sosialisasi rencana kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) tapal batas melalui sosialisasi perkembangan teknologi budidaya ikan lele yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra. Salah satu teknologi yang banyak diadopsi oleh pembudidaya ikan adalah menggunakan wadah kolam terpal bundar. Sehingga tim PKM UBT memfasilitasi mitra dengan kolam terpal bundar diameter 2 m tinggi 1,2 m sebanyak 2 unit. Selain itu tim juga melakukan praktik pemijahan buatan bagi indukan lele untuk meningkatkan hasil budidaya pokdakan tapal batas. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra memperoleh edukasi mengenai teknologi budidaya ikan dalam kolam terpal bundar, mitra memiliki dua fasilitas kolam baru bermanfaat sebagai wadah pemijahan dan wadah pembesaran benih ikan lele serta mitra mampu melaksanakan sistem pemijahan buatan (kawin suntik) memanfaatkan hormon ovaprim dan menghasilkan larva ikan lele yang banyak.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) Pada Pakan Terhadap Performa Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kartina Kartina; Ramli Ramli; Awaludin Awaludin; Nurasmi Nurasmi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.1.27374

Abstract

 AbstrakKatuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan herbal yang mengandung protein dan asam lemak yang banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ekstrak daun katuk pada pakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan survival rate benih ikan bandeng. Benih ikan bandeng yang digunakan berukuran 1,8–1,9 cm dan dipelihara pada akuarium bervolume 15 L dengan padat tebar 15 ekor dalam setiap akuarium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa penambahan ekstrak daun katuk pada pakan dengan dosis 0 g/kg (kontrol atau P1), 37,5 g/kg (P2), 75 g/kg (P3), 150 g/kg (P4), dan 300 g/kg (P5) pakan. Penambahan ekstrak daun katuk pada pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan Survival Growth Rate (SGR) benih ikan bandeng (P<0,05), dan tidak berpengaruh nyata terhadap survival rate (SR) (P>0,05). Penambahan ekstrak daun katuk sebesar 150 g/kg pakan (P4) menunjukan nilai terbaik pada pertumbuhan mutlak dan SGR benih. Nilai SR tertinggi ditunjukan pada penambahan ekstrak sebesar 300 g/kg pakan (P5) yaitu mencapai 80%. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 24–30 °C; pH 6–8; salinitas 24–30 ppt; dissolved oxygen (DO) 4,27–5,98 mg/L; dan amoniak 0,07–0,11 mg/L.AbstractKatuk (Sauropus androgynus) is a herbal plant that contains protein and fatty acids which are widely used to increase animal growth. This research aims to determine the dose of katuk leaf extract in feed that can increase the growth and survival rate of milkfish fry. The milkfish seeds used were 1.8–1.9 cm in size and were maintained in 15 L volume aquariums with a stocking density of 15 fish in each aquarium. This research is an experimental study using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatment consisted of adding katuk leaf extract to the feed, namely control P1 0 g/kg, P2 37.5 g/kg, P3 75 g/kg, P4 150 g/kg, and P5 300 g/kg feed. The results of statistical analysis showed that the addition of katuk leaf extract to feed had a significant effect on the absolute growth and Survival Growth Rate (SGR) of milkfish seeds, while the survival rate (SR) showed values that were not significantly different. The addition of katuk leaf extract at 150 g/kg feed (P4) showed the best value for absolute growth and SGR of seeds. The highest SR value was shown when the extract was added at 300 g/kg feed (P5), reaching 80%. The water quality measurement data is in good value, namely a temperature of 24–30 °C; pH 6–8; salinity 24–30 ppt; dissolved oxygen (DO) 4.27–5.98 mg/L; and ammonia 0.07–0.11 mg/L.