Yulendra, Lalu
Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGELOLAAN SANGGAR WAYANG SAMAPTE DESA PRINGGARATA Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; Nukeu Novia Andriani; Lalu Yulendra; Andi Suprianto; Mahdani Mahdani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.47 KB) | DOI: 10.47492/jih.v9i1.28

Abstract

Sanggar Wayang Samapte-Desa Pringgarata merupakan salah satu lembaga seni yang masih bertahan hidup ditengah perkembangan moderenisasi. Aktifitas dan Pupularitas lembaga ini sudah mulai menurun karena minat masyarakat untuk melestarikanya. Perkembangan pariwisata di pulau Lombok yang semakin baik memberikan harapan dan peluang besar dalam pengembangan sanggar wayang sebagai daya tarik wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan secara observasi, wawancara mendalam dengan Purposive Sampling dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung dengan berbagai tokoh seperti Dalang Wayang Samapte, Anggota Sekaha, dan penggiat serta pelaku budaya lainya yang ada di Pulau Lombok. Potensi Daya Tarik Wisata wayang ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan dampak secara sosial, fisikologis dan menganngkat taraf ekonomi pelaku seni wayang yang lebih baik. Membuat paket-paket wisata wayang yang bisa dipadukan dengan paket wisata lainya sehingga Peluang pasar dapat diperesar seperti Kantor Pemerintah, BUMD dan BUMN, , Travel Agent, dan Perhotelan serta Stakeholder Pariwisata oleh karena itu, penting kiranya dibuat model pengelolaan yang baik supaya sanggar wayang samapte ini bisa berkembang secara berkelanjutan
PKMS KELOMPOK BELAJAR PASRAMAN SWASTA PRANAWA KELURAHAN ABIANTUBUH BARAT, KELURAHAN ABIANTUBUH BARU, KECAMATAN SANDUBAYA, KOTA MATARAM I Ketut Purwata; Si Luh Putu Damayanti; Lalu Yulendra; I Ketut Bagiastra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.290

Abstract

Pendidikan keagamaan khususnya umat Hindu baik secara formal dan non formal masih sangat terbatas. Sebagai gambaran bahwa dari 196 sekolah dasar yang ada di kota mataram baik Negeri maupun swasta tercatat hanya 40 jumlah guru agama Hindu PNS (Kendikbud NTB,2019). Artinya bahwa masih banyak siswa yang tidak memiliki pendidik Agama Hindu. Kurangnya pendidik Agama Hindu di Kota Mataram secara hirarki juga berlaku di semua tingkatan sampai dengan kelurahan-kelurah. Lingkungan Abiantubuh Barat , Kelurahan Abiantubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram yang menjadi tempat atau wilayah kerja Pura Dalem Swasta Pranawa, yang di empon oleh enam lingkungan yang ada sekitarnya seperti Lingkungan Panaraga Utara, Panaraga Selatan, Abiantubuh Utara, Abiantubuh Selatan, Abiantubuh Barat, dan Gedur mengalami hal yang sama yaitu sangat minim memiliki tempat atau pendidik yang memberikan pendidikan Agama Hindu. Masih rendah pemahaman dan pengetahuan pengempon (masyarakat) Pura Dalem Swasta Pranawa (PDSP) sebagai wadah induk hasil Pasraman, mengenai keberadaan, peran dan manfaat kegiatan kelompok belajar Pasraman saat ini dan kedepannya. Setelah ada PKMs masyarakat memahami dan mengetahui manfaat dan arti pentingnya kelompok belajar Pasraman bagi sisie dan masyarakat. Sedang untuk pembina menjadi landasan untuk menentukan kebijakan dan arah pasraman. Bagi pengelola dan Brahmecari (pengajar)paham tentang pemanfaatan administrasi pendidikan, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada Pasraman untuk memperlancar proses belajar mengajar dan meningkatkan peran dan keberlanjutan Pasraman. Kelompok belajar Pasraman Swasta Pranawa telah memperoleh kemampuan dalam pengelolaan administrasi pendidikan Pasraman, pengadaan sarana pendidikan, perawatan dan perbaikan peralatan, pemanfaatan peralatan secara maksimal untuk melakukan proses pembelajaran dan melakukan promosi dengan teknologi informatika komputer dan gawai (on line atau off line) serta pemberdayaan Pasraman yang bermanfaat untuk masyarakat.Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah Mitra membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, pengembangan dan keberlanjutan Pasraman, sehingga bisa di jadikan sebagai alternatif yang positif dalam penanganan pendidikan non formal dewasa ini.
ATTRACTIVE, ACTIVE, INTERACTIVE, AND COMMUNICATIVE. MODEL PELATIHAN BAHASA INGGRIS HOSPITALITY PADA MAHASISWA DIPLOMA TIGA PROGRAM STUDI PERJALANAN WISATA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM Primus Gadu; Lalu Yulendra; Mahsun Mahsun
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.292

Abstract

Tujuan utama pembelajaran adalah untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dengan baik, untuk mencapai kualitas yang diinginkan perlu adanya berbagai inovasi dalam proses pembelajaran, tenaga pendidik dituntut mampu memilih metode dan media pembelajaran yang tepat. Selain itu kemampuan literasi juga diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga nantinya dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa dan memudahkannya dalam memahami materi pembelajaran. Namun, realitanya dalam proses pembelajaran saat ini kemampuan literasi mahasiswa masih rendah sehingga menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam memahami materi. ranah kognitif masih menjadi komponen utama dalam penilaian, sehingga perlu dikembangkan penilaian yang dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dari ranah afektif. Untuk meningkatkan kemampuan afektif mahasiswa dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran, salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalahWindow Shopping. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester IV Prodi Ekonomi Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Dari hasil analisis data yang didapatkan dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi pada mahasiswa Prodi Ekonomi Hindu semester IV didapatkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Window Shopping memudahkan mahasiswa memahami materi dan juga mampu meningkatkan kreatifitas mahasiswa, hasil observasi juga memperlihatkan minat siswa sangat baik terhadap materi yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Window Shopping mampu menggembangkan kreatifitas mahasiswa dan meningkatkan minat belajar khususnya mata kuliah Ekonomi Pembangunan.
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PARIWISATA DI KAWASAN LINGKAR GUNUNG RINJANI LOMBOK NTB Sri Susanty; Lalu Yulendra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.673

Abstract

Perkembangan pariwisata memberikan variasi pekerjaan bagi perempuan selain menekuni pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami bekerja di sawah maupun ladang. Keberadaan pariwisata di Lingkar Gunung Rinjani membuka peluang usaha bagi masyarakat local khususnya para perempuan. Masalah database tentang keterlibatan tenaga kerja perempuan masih menjadi kendala utama di NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mendata dan mengidentifikasi keterlibatan perempuan di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani khususnya di Desa Sembalun dan Desa Senaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini membahas keterlibatan perempuan dalam pariwisata di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani Lombok NTB yang berlokasi di jalur pendakian Desa Sembalun dan Desa Senaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa Sembalun sebanyak 10 orang. Mereka terlibat dalam usaha penginapan (40%), camping ground (10%), souvenir (10%), kuliner (20%), women guide (10%), dan agrowisata (10%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 23-32 (50%), sudah menikah (90%), status pekerjaan sebagai pengelola (90%), lama tinggal lebih dari 35 tahun (40%), lama bekerja 1-2 tahun (30%) dan 3-4 tahun (30%), pendidikan terakhir SMA (60%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.4.000.000-Rp.6.000.000 per bulan. Perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa senaru sebanyak 27 orang. Mereka terlibat dalam usaha pemandu wisata (74%), kuliner (12%), laundry (7%), dan industry kreatif (7%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 18-27 (67%), sudah menikah (74%), status pekerjaan sebagai karyawan (85%), lama tinggal antara 15-24 tahun (57%), lama bekerja 1-2 tahun (41%), pendidikan terakhir SMA (67%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.1.000.000-Rp.3.000.000 per bulan. Dalam melaksanakan perannya sebagai seorang pekerja, mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti lemahnya pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan profesi mereka, keterbatasan dalam modal usaha, dan lemahnya jiwa wirausaha. Adapun saran yang diberikan yaitu (1) penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang belum menggali secara maksimal keterlibatan perempuan dalam industry pariwisata, sehingga perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memperkaya data keterlibatan perempuan. (2) Untuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan, maka perlu memberikan pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas individu dan kelompok, stimulus modal usaha, dan mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat.
DOMESTIC MARKET DEMAND IDENTIFICATION FOR SUSTAINABLE BAMBOO ECOTOURISM PRODUCT DEVELOPMENT STRATEGY IN SEMBALUN LAWANG Lia Rosida; Syech Idrus; Sri Wahyuningsih; Lalu Yulendra; Si Luh Putu Damayanti; Distiya Azhari; Yusuf Martadinata
International Journal of Geotourism Science and Development Vol. 1 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Badan Pelaksana Rinjani-geopark Rinjani Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.637 KB) | DOI: 10.58856/ijgsd.v1i1.4

Abstract

Despite its applaudable economic benefits (Fleischer & Felsenstein 2000, Goodwin 2008), over-tourism could cause detrimental effects on environment and local cultures. Ecotourism as one of the fastest growing industries in the world (UNWTO, 2001; Self et al, 2010) that balances between economic opportunity as well as cultural and natural preservation should be pervasively applied in Indonesia with abundant natural and cultural competitiveness as the third largest biodiversity in the world after Brazil and Zaire (Janita, 2012). Previous studies revealed the needs to conduct research on responsible marketing and very limited studies investigate responsible product development for bamboo ecotourism concept. Hence, this quantitative study with 64 respondents (18-53 y-o) aims at examining Indonesian domestic market needs and trends as a basis to design responsible bamboo ecotourism products as a part of responsible marketing efforts in Sembalun Lawang, Lombok, Indonesia. This study was carried out through online questionnaire by attaching short-video and description about Sembalun Lawang bamboo forest attractions for ecotourism. The research result shows that 92% of respondents found the bamboo forest is attractive and suitable for ecotourism concept. Among 18 potential activities, the study shows top five desired bamboo ecotourism activities encompassing; picture taking at natural spots, nature walk, learning about local culture on bamboo usage, learning about types and benefits of bamboo plants, and enjoying surrounding fauna and flora. Since the study is confined to Indonesian domestic market research, further research should be carried out to examine international market research trend for responsible bamboo ecotourism development.
INOVASI PEMBUATAN BUMBU SAMBAL AYAM TALIWANG MENGGUNAKAN METODE DRY FRY I Gusti Lanang Dwija Putra; I Putu Gede; Lalu Yulendra
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 1: Juli 2021
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.554 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i1.989

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan proses pembuatan dan formula bumbu sambal Ayam Taliwang menggunakan metode dry fry, terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini dilakukan didapur laboratorium Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram dan metode yang digunakan yaitu metode eksperimental serta teknik purposive sampling. Sampel atau responden sebanyak 20 responden terdiri dari mahasiswa dari STP Mataram sejumlah 5 orang, 5 orang dosen, pemilik rumah makan sebanyak 2 orang dan Anggota Asosiasi Juru Masak Indonesia (ICA) sejumlah 8 orang.Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan Skala Likertdiperolehhasil penelitian dengan kesimpulan sebagai berikut:Menggunakan bahan-bahan bubuk cabai keriting, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah, garam, dan gula. Tetapi dalam penelitian eksperimental ini ada penambahan beberapa item yaitu, bubuk terasi, bubuk santan dan bubuk daun limau, direkomendasikan cocok dengan kelokalan Lombok.Formula perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah A1 (bubuk cabai merah 42% : bubuk terasi 6%), A2 (bubuk cabai merah 36% : bubuk terasi 12%), dan A3 (bubuk cabai merah 30 % : bubuk terasi. Formula bumbu yang diminati oleh responden antara lain: Warna, Aroma dan Tekstur, didapat pada formula A3 dengan persentase warna 76,70%, aroma 79,15%, dan tekstur 76,20%. Sedangkan rasa didapat pada formula A2 dengan persentase 74,70 %. Bagi peneliti selanjutnya agar menambahkan satu formula, yaitu A4 dengan komposisi (24% Bubuk Cabe : 24% Bubuk Terasi) sehingga penelitian menjadi lebih akurat
MIE BASAH ORGANIK BERBAHAN TALAS LOKAL DENGAN KOMBINASI KANGKUNG LOMBOK DI HOTEL PRATAMA (ORGANIC TARO WATER SPINACH WET NOODLES) Lukman Ahmadi; Lalu Yulendra; I Putu Gede
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 3: Maret 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.687 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i3.1375

Abstract

Minimnya pilihan makanan organik di sekitar kita menjadi perhatian serius dari para peneliti serta meningkatnya penggunaan pengawet sintetis tanpa kita sadari efek makanan anorganik yang berbahaya untuk waktu yang lama. Atas dasar itu, penelitian ini bertujuan untuk memotivasi produksi talas dengan kangkung/kangkung sehingga dapat menjadi pangan organik yang dapat dinikmati oleh segala usia dan yang terpenting berkelanjutan sehingga petani talas juga dapat merasakan manfaat ekonominya. Selama ini pembuatan mie basah selalu menggunakan bahan tambahan, baik sintetis maupun alami, yang semuanya untuk meningkatkan elastisitas, namun dampaknya membuat kita cepat mengantuk, untuk itu penelitian ini sebagai solusi alternatif. hasil penelitian ini diperoleh kombinasi tepung talas dan tepung terigu sesuai dengan tingkat kesukaan panelis, yang intinya proses pencampuran harus pada waktu yang tepat. Hasilnya formula 2 (F2) dengan substitusi 50% tepung talas dan 50% tepung terigu lebih unggul dari formula 1 (F1) dengan substitusi 30% tepung talas dan 70% tepung terigu dan juga dibandingkan dengan formula 3 ( F3) dengan substitusi 70% tepung talas dan 30% tepung terigu, berarti formula yang paling populer adalah Formula 2 (F2). perpaduan yang homogen dan khas dari perpaduan bahan dan teknik yang tepat membuat panelis menyukai ketiga formula tersebut, hal ini dibuktikan dengan nilai tinggi yang diberikan pada semua formula yang diuji ketiga formula tersebut dapat dijadikan sebagai jenis mie terbarukan yang memiliki keunikan dan ciri khas selain manfaat lain yang dibutuhkan tubuh kita.
STRATEGI MENGANGKAT CITRA SATE TANJUNG SEBAGAI KULINER KHAS HOTEL DI KABUPATEN LOMBOK UTARA. Suci Tiani; Lalu Yulendra; Lia Rosida; Erri Supriyadi; Ni Luh Kartini; I Gusti Ngurah Oka Widjaya
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 1: Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.085 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1896

Abstract

Wisata kuliner merupakan salah satu konsep pariwisata yang tengah berkembang di seluruh dunia. Kuliner juga menjadi salah satu unsur penunjang yang sangat penting dalam keberhasilan pariwisata pada suatu destinasi. Kuliner lokal Sate Tanjung yang merupakan salah satu ikon desa Tanjung Kabupaten Lombok Utara ini mampu menggambarkan keseluruhan budaya masyarakat pada suatu daerah. Sehingga melalui penelitian ini dibahas tentang Strategi Mengangkat Citra Sate Tanjung Menjadi Kuliner Khas Hotel yang berada di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sate Tanjung ini sendiri memiliki potensi yang perlu diangkat citra kulinernya karena memiliki rasa yang khas dan proses pembuatannya yang unik, selain itu mengingat bahan baku yang berlimpah karena daerah Kabupaten ini dikelilingi oleh lautan sehingga ikan yang dihasilkan juga sangat banyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliner lokal ini belum layak untuk dimasukkan dalam daftar menu hotel karena tidak sesuai dengan selera wisatawan asing. Untuk itu perlu tetap dipertahankan dan dipromosikan supaya tidak hanya tamu lokal saja yang tahu tetapi tamu asingpun juga harus mengetahui keberadaan kuliner lokal ini sebelum keberadaan khasnya ini direbut oleh daerah atau negara lainnya.
KUALITAS TEPUNG TALAS PADA PEMBUATAN CUPCAKE DI SEKOAH TINGGI PARIWISATA (STP) MATARAM Khalid Maulana; Syech Idrus; Lalu Yulendra
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 1: Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.004 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1899

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan proses pembuatan tepung talas dan kualitas tepung talas pada pembuatan cupcake. Penelitian ini dillakukan di dapur laboratorium Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram dan teknik yang digunakan yaitu teknik eksperimen, teknik dokumentasi, dan teknik kuesioner dengan responden sebanyak 20 responden terdiri dari mahasiswa STP Mataram sebanyak 5 orang, 2 orang dosen kuliner, dan 13 orang yang sudah terlatih dalam bidang kuliner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur hasil produk cupcake berbahan dasar tepung talas dengan 3 formula yang berbeda, F1 (100% tepung talas), F2 (75% tepung talas :25% tepung terigu), dan F3 (50% tepung talas : 50% tepung terigu). Selanjutnyadilakukan skor uji hedonik dinyatakan dalam angka 1−5 (1 sangat tidak suka, nilai 2 tidak suka, nilai 3 cukup suka, nilai 4 suka, dan nilai 5 sangat suka). Dari semua formula di dapatkan kesimpulan tepung talas dapat menggantikan tepung terigu pada pembuatan cupcake dilihat dari rata-rata responden suka dengan hasil cupcake berbahan dasar tepung talas.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA HOME INDUSTRI TAHU TEMPE DI KEKALIK - KOTA MATARAM I Wayan Suta Tanaya; Lalu Yulendra; Ni Luh Kartini
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 2: Nopember 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.241 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i2.2161

Abstract

Kekalik Jaya merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kota Mataram tepatnya di Kecamatan Sekarbela, yang memiliki pengolahan berbagai macam olahan dari tahu dan tempe. Tradisi pengolahan tahu dan tempe tersebut menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek wisata yang ada di Mataram. Penelitian ini menggunakan analisis teori SWOT dalam menganalisis strategi yang digunakan untuk mengembangkan Kawasan Pariwisata Home Industri Tahu Tempe Kekalik – Kota Mataram. Selain itu penelitian ini juga menggunakan beberapa konsep diantaranya konsep 4A (Attraction, Amenities, Ancillary dan Accesibility). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan strategi pengembangannya Dinas Pariwisata Kota Mataram memiliki faktor pendorong dan penghambat. Untuk faktor pendorong didukung oleh letak geografis Kelurahan Kekalik yang sangat strategis, skill dalam membuat olahan tahu dan tempe dan pembuatan yang tidak menggunakan bahan pengawet. Untuk faktor penghambat sendiri adalah akses menuju kawasan pariwisata, limbah yang belum dikelola dengan baik dan masih terus melakukan kerjasama dengan beberapa pihak untuk memperoleh dana yang cukup besar untuk membangun kawasan pariwisata Kekalik Jaya.