Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POTENSI PENGEMBANGAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI PENUNJANG PARIWISATA DI DESA SOKONG KABUPATEN LOMBOK UTARA Saehudin Saehudin; Syech Idrus; Lalu Yulendra
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2729

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan potensi pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai penunjang pariwisata di Desa Sokong Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Untuk memperolah data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sampel informan diantaranya kepala Desa Sokong, ketua pokdarwis Desa Sokong, dan tokoh masyarakat yang paling berpengaruh di Desa Sokong. Data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Desa Sokong merupakan desa yang memiliki potensi sumber daya alam cukup melimpah. Untuk potensi sumber daya alam mendukung aktivitas masyarakat ataupun meningkatkan kehidupan masyarakat Desa Sokong yaitu terdapatnya penggunaan lahan berupa tanah sawah, perkebunan, dan fasilitas umum, serta kesuburan tanah untuk mendukung pertanian. Potensi yang menjanjikan karena merupakan kawasan perkebunan kelapa yang memiliki perkebunan kelapa produktif dengan luas 3.144 hektar. (Sumber: Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara 2017) sehingga sebagian masyarakatnya berusaha pada usaha tani, salah satu yang diusahakan yaitu komoditi kelapa. Adapun potensi pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai penunjang pariwisata di desa Sokong Kabupaten Lombok Utara antara lain; (1) meningkatkan pendapatan masyarakat terhadap potensi pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai penunjang pariwisata, (2) mengembangkan Virgin Coconut Oil (Vco) Sebagai Penunjang Pariwisata, (3) konsep desain Yang menarik, (4) Karateristik model dan disain produk souvenir berbahan dasar kayu dan tempurung kelapa sebagai produk pariwisata
Regenerative Tourism as a New Paradigm for Island and Marine Destination Sustainability I Made Murdana; Syech Idrus; Lalu Yulendra
MSJ : Majority Science Journal Vol. 4 No. 3 (2026): MSJ - August
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v4i3.647

Abstract

Island and marine destinations face an intensifying paradox: the tourism industry that sustains their economies is simultaneously eroding the ecological and social systems on which that economy depends. Conventional sustainable tourism, oriented toward minimizing harm, has proven insufficient to reverse degradation in coral reefs, coastal ecosystems, and small-island communities exposed to overtourism, climate stress, and resource leakage. This article examines regenerative tourism as an emerging paradigm that moves beyond damage limitation toward the active restoration of ecological, cultural, and community vitality in island and marine settings. Using a systematic narrative review of thirty-five peer-reviewed articles published between 2021 and 2026, drawn from international and Indonesian sources, the study synthesizes conceptual foundations, island-specific applications, governance mechanisms, and measurement approaches associated with regenerative tourism. The findings show that regenerative practice depends on living-systems thinking, place-based co-design with local and indigenous communities, circular resource management, and outcome indicators that capture ecological and socio-cultural regeneration rather than visitor volume alone. The article's novelty lies in integrating fragmented conceptual, governance, and indicator-based literature into a single applied framework tailored to island and marine geographies, including Indonesian archipelagic contexts. The article concludes that regenerative tourism offers island and marine destinations a viable pathway toward long-term ecological resilience, community empowerment, and destination competitiveness beyond sustainability.
PENGELOLAAN SANGGAR WAYANG SAMAPTE DESA PRINGGARATA Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; Nukeu Novia Andriani; Lalu Yulendra; Andi Suprianto; Mahdani Mahdani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.28

Abstract

Sanggar Wayang Samapte-Desa Pringgarata merupakan salah satu lembaga seni yang masih bertahan hidup ditengah perkembangan moderenisasi. Aktifitas dan Pupularitas lembaga ini sudah mulai menurun karena minat masyarakat untuk melestarikanya. Perkembangan pariwisata di pulau Lombok yang semakin baik memberikan harapan dan peluang besar dalam pengembangan sanggar wayang sebagai daya tarik wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan secara observasi, wawancara mendalam dengan Purposive Sampling dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung dengan berbagai tokoh seperti Dalang Wayang Samapte, Anggota Sekaha, dan penggiat serta pelaku budaya lainya yang ada di Pulau Lombok. Potensi Daya Tarik Wisata wayang ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan dampak secara sosial, fisikologis dan menganngkat taraf ekonomi pelaku seni wayang yang lebih baik. Membuat paket-paket wisata wayang yang bisa dipadukan dengan paket wisata lainya sehingga Peluang pasar dapat diperesar seperti Kantor Pemerintah, BUMD dan BUMN, , Travel Agent, dan Perhotelan serta Stakeholder Pariwisata oleh karena itu, penting kiranya dibuat model pengelolaan yang baik supaya sanggar wayang samapte ini bisa berkembang secara berkelanjutan
PKMS KELOMPOK BELAJAR PASRAMAN SWASTA PRANAWA KELURAHAN ABIANTUBUH BARAT, KELURAHAN ABIANTUBUH BARU, KECAMATAN SANDUBAYA, KOTA MATARAM I Ketut Purwata; Si Luh Putu Damayanti; Lalu Yulendra; I Ketut Bagiastra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.290

Abstract

Pendidikan keagamaan khususnya umat Hindu baik secara formal dan non formal masih sangat terbatas. Sebagai gambaran bahwa dari 196 sekolah dasar yang ada di kota mataram baik Negeri maupun swasta tercatat hanya 40 jumlah guru agama Hindu PNS (Kendikbud NTB,2019). Artinya bahwa masih banyak siswa yang tidak memiliki pendidik Agama Hindu. Kurangnya pendidik Agama Hindu di Kota Mataram secara hirarki juga berlaku di semua tingkatan sampai dengan kelurahan-kelurah. Lingkungan Abiantubuh Barat , Kelurahan Abiantubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram yang menjadi tempat atau wilayah kerja Pura Dalem Swasta Pranawa, yang di empon oleh enam lingkungan yang ada sekitarnya seperti Lingkungan Panaraga Utara, Panaraga Selatan, Abiantubuh Utara, Abiantubuh Selatan, Abiantubuh Barat, dan Gedur mengalami hal yang sama yaitu sangat minim memiliki tempat atau pendidik yang memberikan pendidikan Agama Hindu. Masih rendah pemahaman dan pengetahuan pengempon (masyarakat) Pura Dalem Swasta Pranawa (PDSP) sebagai wadah induk hasil Pasraman, mengenai keberadaan, peran dan manfaat kegiatan kelompok belajar Pasraman saat ini dan kedepannya. Setelah ada PKMs masyarakat memahami dan mengetahui manfaat dan arti pentingnya kelompok belajar Pasraman bagi sisie dan masyarakat. Sedang untuk pembina menjadi landasan untuk menentukan kebijakan dan arah pasraman. Bagi pengelola dan Brahmecari (pengajar)paham tentang pemanfaatan administrasi pendidikan, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada Pasraman untuk memperlancar proses belajar mengajar dan meningkatkan peran dan keberlanjutan Pasraman. Kelompok belajar Pasraman Swasta Pranawa telah memperoleh kemampuan dalam pengelolaan administrasi pendidikan Pasraman, pengadaan sarana pendidikan, perawatan dan perbaikan peralatan, pemanfaatan peralatan secara maksimal untuk melakukan proses pembelajaran dan melakukan promosi dengan teknologi informatika komputer dan gawai (on line atau off line) serta pemberdayaan Pasraman yang bermanfaat untuk masyarakat.Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah Mitra membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, pengembangan dan keberlanjutan Pasraman, sehingga bisa di jadikan sebagai alternatif yang positif dalam penanganan pendidikan non formal dewasa ini.
ATTRACTIVE, ACTIVE, INTERACTIVE, AND COMMUNICATIVE. MODEL PELATIHAN BAHASA INGGRIS HOSPITALITY PADA MAHASISWA DIPLOMA TIGA PROGRAM STUDI PERJALANAN WISATA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM Primus Gadu; Lalu Yulendra; Mahsun Mahsun
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.292

Abstract

Tujuan utama pembelajaran adalah untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dengan baik, untuk mencapai kualitas yang diinginkan perlu adanya berbagai inovasi dalam proses pembelajaran, tenaga pendidik dituntut mampu memilih metode dan media pembelajaran yang tepat. Selain itu kemampuan literasi juga diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga nantinya dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa dan memudahkannya dalam memahami materi pembelajaran. Namun, realitanya dalam proses pembelajaran saat ini kemampuan literasi mahasiswa masih rendah sehingga menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam memahami materi. ranah kognitif masih menjadi komponen utama dalam penilaian, sehingga perlu dikembangkan penilaian yang dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dari ranah afektif. Untuk meningkatkan kemampuan afektif mahasiswa dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran, salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalahWindow Shopping. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester IV Prodi Ekonomi Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Dari hasil analisis data yang didapatkan dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi pada mahasiswa Prodi Ekonomi Hindu semester IV didapatkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Window Shopping memudahkan mahasiswa memahami materi dan juga mampu meningkatkan kreatifitas mahasiswa, hasil observasi juga memperlihatkan minat siswa sangat baik terhadap materi yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Window Shopping mampu menggembangkan kreatifitas mahasiswa dan meningkatkan minat belajar khususnya mata kuliah Ekonomi Pembangunan.
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PARIWISATA DI KAWASAN LINGKAR GUNUNG RINJANI LOMBOK NTB Sri Susanty; Lalu Yulendra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.673

Abstract

Perkembangan pariwisata memberikan variasi pekerjaan bagi perempuan selain menekuni pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami bekerja di sawah maupun ladang. Keberadaan pariwisata di Lingkar Gunung Rinjani membuka peluang usaha bagi masyarakat local khususnya para perempuan. Masalah database tentang keterlibatan tenaga kerja perempuan masih menjadi kendala utama di NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mendata dan mengidentifikasi keterlibatan perempuan di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani khususnya di Desa Sembalun dan Desa Senaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini membahas keterlibatan perempuan dalam pariwisata di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani Lombok NTB yang berlokasi di jalur pendakian Desa Sembalun dan Desa Senaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa Sembalun sebanyak 10 orang. Mereka terlibat dalam usaha penginapan (40%), camping ground (10%), souvenir (10%), kuliner (20%), women guide (10%), dan agrowisata (10%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 23-32 (50%), sudah menikah (90%), status pekerjaan sebagai pengelola (90%), lama tinggal lebih dari 35 tahun (40%), lama bekerja 1-2 tahun (30%) dan 3-4 tahun (30%), pendidikan terakhir SMA (60%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.4.000.000-Rp.6.000.000 per bulan. Perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa senaru sebanyak 27 orang. Mereka terlibat dalam usaha pemandu wisata (74%), kuliner (12%), laundry (7%), dan industry kreatif (7%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 18-27 (67%), sudah menikah (74%), status pekerjaan sebagai karyawan (85%), lama tinggal antara 15-24 tahun (57%), lama bekerja 1-2 tahun (41%), pendidikan terakhir SMA (67%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.1.000.000-Rp.3.000.000 per bulan. Dalam melaksanakan perannya sebagai seorang pekerja, mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti lemahnya pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan profesi mereka, keterbatasan dalam modal usaha, dan lemahnya jiwa wirausaha. Adapun saran yang diberikan yaitu (1) penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang belum menggali secara maksimal keterlibatan perempuan dalam industry pariwisata, sehingga perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memperkaya data keterlibatan perempuan. (2) Untuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan, maka perlu memberikan pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas individu dan kelompok, stimulus modal usaha, dan mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat.