Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia pada Minyak dan Lemak dari Sumber Nabati Hewani Khafiza, Salma Rukhiatul; Aliffia, Nadira; Krisman, Wija; Putri, Nayla Ayu Mulya; Nuraisyah, Sulistina Hasya; Fadillah, Refal Maulana; Azis, Abrar Ghani; Nurlaela, Raden Siti; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.17171

Abstract

Minyak dan lemak merupakan komponen esensial yang berfungsi sebagai sumber energi dan nutrisi. Sebagai senyawa trigliserida yang termasuk dalam golongan lipid, karakteristik fisikokimia dari minyak dan lemak sangat mempengaruhi kesehatan dan kualitas produk pangan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pemilihan jenis minyak dan lemak yang tepat menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia dari minyak dan lemak yang bersumber dari nabati (seperti kelapa, jagung, sawit, dan kedelai) dan hewani (seperti lemak hewan dan margarine). Metode yang digunakan meliputi pengujian sifat fisik seperti warna, aroma, serta pengujian sifat kimia termasuk kelarutan, ketidakjenuhan, penyabunan, bau setelah pemanasan, dan ketengikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis minyak dan lemak memiliki karakteristik yang berbeda-beda; misalnya minyak sawit memiliki warna kuning kemerahan akibat kandungan karoten yang tinggi, sementara minyak kelapa cenderung berwarna kuning pucat. Uji kelarutan menunjukkan bahwa semua sampel tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut nonpolar seperti kloroform. Selain itu, pengujian bau menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami ketengikan setelah pemanasan, kecuali minyak jagung yang menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap oksidasi. Setiap jenis minyak dan lemak memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh komposisi asam lemak serta keberadaan pigmen alami. Minyak nabati umumnya menunjukkan sifat yang lebih stabil terhadap oksidasi dibandingkan dengan lemak hewani. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan wawasan penting mengenai kualitas dan stabilitas minyak serta lemak dalam konteks kegunaannya di industri pangan, kesehatan, dan konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat.
Kajian Perubahan Nutrisi Daging Ayam akibat Proses Marinasi dan Implikasinya pada Kualitas Produk Akhir Firmansyah, Eki; Nurlaela, Raden Siti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 3 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i3.17254

Abstract

Daging ayam adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat populer dan banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Salah satu teknik pengolahan yang dapat meningkatkan kualitas daging ayam adalah marinasi. Marinasi adalah proses merendam daging dalam larutan bahan tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki cita rasa, kelembutan, dan menjaga keamanan pangan dengan mengurangi risiko kontaminasi mikroba. Namun, proses ini juga dapat memengaruhi kandungan nutrisi dalam daging, seperti kadar protein, lemak, dan air, yang selanjutnya mempengaruhi kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan nutrisi pada daging ayam akibat marinasi dan dampaknya terhadap kualitas produk akhir, termasuk tekstur, rasa, dan aspek keamanan pangan. Berdasarkan tinjauan dari lima jurnal ilmiah, ditemukan bahwa marinasi dapat meningkatkan kadar air dalam daging, yang berpengaruh pada tekstur daging yang lebih lembut dan juicy, meskipun dapat menyebabkan penurunan kadar protein. Durasi marinasi yang optimal berkisar antara 4 hingga 6 jam untuk memperoleh kualitas terbaik dalam hal keempukan dan kandungan nutrisi. Selain itu, bahan tambahan seperti bawang putih terbukti memiliki dampak positif terhadap kualitas sensoris dan umur simpan daging berkat sifat antioksidannya. Marinasi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan keamanan pangan dengan mengurangi kontaminasi mikroba. Secara keseluruhan, proses marinasi memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas daging ayam, baik dari segi fisik maupun nutrisi.
Profil Sensori Marshmallow dengan Penambahan Sari Buah Kecombrang (Etlingera elatior) Menggunakan Metode RATA Nurlaela, Raden Siti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Maulidi, Muhammad Riham
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.16774

Abstract

Diversifikasi marshmallow melalui penambahan sari buah kecombrang, dapat meningkatkan nutrisi Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sari buah kecombrang (Etlingera elatior) terhadap atribut sensori marshmallow. Uji sensori dilakukan pada lima variasi konsentrasi sari buah kecombrang, yaitu A0 (0:100), A1 (25:75), A2(50:50), A3(75:25), dan A4 (100:0), dengan parameter warna putih, warna pink keunguan, aroma asam, aroma khas kecombrang, gumminess, cohesiveness, meltiness, rasa manis, rasa asam, flavor fruity, flavor citrusy, flavor floral, aftertaste manis, aftertaste asam. Evaluasi dilakukan menggunakan metode RATA (Rate-All-That-Apply) dan analisis data dilakukan dengan uji Friedman, uji lanjut Nemenyi, Principal Component Analysis (PCA) dan Preference Mapping menggunakan perangkat lunak XLSTAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah kecombrang memberikan pengaruh pada karakteristik sensoris marshmallow, meningkatkan intensitas atribut warna pink keunguan, aroma asam, aroma khas kecombrang, rasa asam, flavor fruity, flavor citrusy, flavor floral, dan aftertaste asam, sementara menurunkan intensitas warna putih, rasa manis, dan aftertaste manis. Berdasarkan analisis preference mapping, sampel A1 menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi yaitu 66% panelis memberikan nilai kesukaan di atas rata-rata. Warna kuning pada contour plot mengindikasikan bahwa sampel ini sangat disukai oleh konsumen.
Identifikasi Kadar Alkohol dalam Air Nabeez Kurma Tunisia (Phoenix dactylifera L.) dengan Variasi Waktu dan Suhu Penyimpanan Menggunakan Kromatografi Gas Nurlaela, Raden Siti; Hastuti, Arti; Aminah, Siti; Rosmayanti, Dewi; Juniar, Vitri Heriana
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.16874

Abstract

Air nabeez berpotensi berubah menjadi khamr atau minuman yang memabukan dengan kadar alkohol lebih dari 0.5%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu perendaman kurma serta pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap kadar alkohol air nabeez. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap pertama yaitu eksperimental dengan satu faktor yaitu mengetahui waktu perendaman terhadap kadar alkohol dan tahap dua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu faktor A (suhu penyimpanan) dengan 2 taraf perlakuan A1: 4oC dan A2: 25oC dan faktor B (lama penyimpanan) dengan 3 taraf perlakuan B1: 24 jam, B2: 48 jam, B3: 72 jam. Analisis yang digunakan yaitu kadar gula kurma Tunisia menggunakan metode Luff Schoorl dan kadar alkohol menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan kadar gula kurma Tunisia yang di gunakan adalah 48.58 ±1.39%. Air nabeez yang berasal dari perendaman kurma dengan waktu perendaman 48 jam pada suhu dingin (4oC) kadar alkoholnya adalah 0.36%. Kondisi perendaman ini digunakan untuk memproduksi air nabeez untuk penelitian tahap kedua yaitu tahap penyimpanan air nabeez. Berdasarkan hasil uji ANOVA pada penelitian tahap kedua, suhu dan waktu penyimpanan serta interaksi keduanya pada air nabeez memberikan pengaruh nyata pada kadar alkohol. Air nabeez yang disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam kadar alkoholnya 0.475%, sehingga pada kondisi penyimpanan tersebut air nabeez belum terkategori khamr dan masih aman untuk dikonsumsi.
Effectiveness of Diets Incorporating Nano-Zeolite and Urea-Impregnated Nano-Zeolite on Fermentation Efficiency in Rumen Fluid In Vitro Dede Kardaya; Pia Nurmala Dewi; Deden Sudrajat; Dewi Wahyuni; Ikhsan Qodri Pramartaa; Ruslan Abdul Gopar; Windu Negara; Raden Siti Nurlaela
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 6 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v6i3.767

Abstract

Zeolite had been widely investigated in animal feed for its ability to improve feed efficiency and reduce ammonia emissions, and nano-zeolite offered greater adsorption capacity due to its expanded surface area. This study evaluated the effects of nano-zeolite supplementation on ammonia (NH₃), volatile fatty acids (VFA), the VFA/NH₃ ratio, and pH during in vitro rumen fermentation. A two-factor randomized block design (6 × 6) with four replicates was used. Incubation time (2, 4, 8, 12, 24, and 48 h) served as the first factor, and six dietary treatments served as the second factor: control, urea-supplemented concentrate, inactivated nano-zeolite, activated nano-zeolite, urea-impregnated inactivated nano-zeolite, and urea-impregnated activated nano-zeolite. Nano-zeolite, whether active or urea-impregnated, did not significantly improve rumen fermentation efficiency based on NH₃, VFA, or VFA/NH₃ ratio. All nano-zeolite diets performed similarly to the control and urea-only diets. Fermentation efficiency peaked at 4 and 8 hours of incubation, indicating that nano-zeolite combined with urea supported stable fermentation, particularly during early to mid-incubation.
Karakteristik Kimia dan Sensori Crackers dengan Penambahan Tepung Campolay (Pouteria campechiana) dan Teping Ikan Teri Nasi (Stolephorus sp) Indri Setiawati; Noli Novidahlia; Raden Siti Nurlaela
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i1.10118

Abstract

ingredients can be added to the manufacture such as campolay flour and ground wheat flour to increase the nutritional content of the crackers. This study aims to make crackers with the addition of campolay flour and rice anchovy flour as a form of food diversification and to find the selected formulation from the ratio of wheat flour: campolay flour: rice anchovy flour. This study used a completely randomized design (CRD) with one treatment factor, namely the ratio of wheat flour : campolay flour : anchovy flour (80:15:5), (70:20:10), (60:25:15), ( 50:30:20). Product analysis includes chemical analysis of water content, acid insoluble ash content, and protein content as well as sensory and hedonic quality tests as a determinant of selected products. The selected treatment was then subjected to further chemical analysis including calcium levels and beta-carotene levels. Data analysis and research used (ANOVA) with Duncan's further test with a 95% confidence interval. The results showed that the selected crackers were treated with a ratio of wheat flour: campolay flour: anchovy flour (70:20:10) with a quality that did not smell of campolay flour, smelled of anchovy rice flour, had a yellow color, had a textured crunchy and salty taste. Crackers had a moisture content of 4,89%, acid insoluble ash content of 0,11% and protein content of 13,28%, an average calcium content value of 4339,19 mg/100g and an average value of beta-carotene content of 1,015 mg/kg
Pengaruh Penambahan Pasta Tulang Ikan Lele dan Tepung Ampas Tahu Pada Kerupuk Lokal Terhadap Karakteristik Sensorinya Faridah Handayasari; Intan Kusumaningrum; Raden Siti Nurlaela; Fiola Triyassari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.10199

Abstract

Crackers are snacks made from tapioca. This study aims to utilize catfish bones and tofu dregs flour as crackers. The research design used a one-factor Completely Randomized Design (CRD), with four treatment levels of the addition ratio: (0%: 0%), (15%: 15%), (20%: 10%), and (25%: 5%). The data analysis involved ANOVA with Duncan's Further Test, with a 95% confidence interval. The results showed that the sensory and hedonic properties of the crackers were significantly influenced by the color, aroma I (catfish bones), aroma II (tofu pulp flour), taste, texture, and overall experience. Additionally, increasing the concentration of tofu pulp flour led to a decrease in color, aroma, taste, and texture in the crackers. The selected product, A4 treatment crackers with the addition of 25% catfish bone paste and 5% tofu pulp flour, produces a brownish yellow color, aroma I towards not fishy, aroma II towards not languorous, taste towards salty, texture towards crispy. The hedonic results on all parameters lead to likes. The selected crackers had a moisture content of 5.41%, ash of 7.57%, protein of 5.40%, calcium of 3.801%, and physical test (chewability) of 465.34%.
Karakteristik Kimia dan Sensori Egg Roll Berbahan Dasar Tepung Ubi Jalar Ungu dengan Substitusi Tepung Umbi Porang Noli Novidahlia; Raden Siti Nurlaela; Ashila Nasyadhiya Saniyya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.17067

Abstract

Egg roll consumption in 2022 reached 22,185%/capita/year. The purpose of the study was to study the effect of the comparison of purple sweet potato flour with porang tuber flour on chemical analysis, sensory quality, and hedonic. This study used a 1-factor Complete Randomized Design, namely the comparison of the concentration of purple sweet potato flour with porang tuber flour. It has 4 treatment levels, consisting of 100%: 0%, 90%: 10%, 80%: 20%, 70%: 30%, and 2 replications. The parameters tested include chemical analysis, sensory quality, and hedonic. The results showed that the addition of porang tuber flour can increase ash content, protein, carbohydrates, texture sensory, and the level of acceptance in terms of taste, aroma, and texture, but reduce fat content and color acceptance level. The selected egg roll product in this study, namely the comparison of the concentration of purple sweet potato flour 70% with porang tuber flour 30%. Having a water content of 3.31%, ash 3.04%, protein 2.94%, fat 22.83%, carbohydrate 67.88%, crude fiber 33.51%. The results of the sensory quality test of purple color, sweet taste, and crunchy texture tend to be strong. The results of the hedonic test of all parameters tend to like.
Co-Authors Achyari, Ikbar Imami Adha, Siti Aulia Adinda, Aisyah Aisha, Puteri Salsabilla Aliffia, Nadira Alsya Salwa Fadhillah Anisa Dwi Febriyanti Anni Khoriah Lubis Arshyla Eliska Ashila Nasyadhiya Saniyya Audrey, Nur Azizah Azis, Abrar Ghani Azmi, Fadhila Nurul Berliana, Dina Chaira Fadlika Dede Kardaya Deden Sudrajat Dewi Rosmayanti, Dewi Dewi Wahyuni Distya Riski Hapsari Dwi Amiarsi Dwi Saputri, Mailani Erna Puspasari Fadillah, Refal Maulana Fadlika, Chaira Fahreza, Fadhil Gusta Faiza Putri Arthiyani Faridah Handayasari Fiola Triyassari Firmansyah, Eki Fitrilia, Tiana Gigin Ginanjar Haekal, Fadhil Haganta, Daniel Hastuti, Arti Ihsan Maulana Ikhsan Qodri Pramartaa Indra Hariyanto Indri Setiawati Intan Kusumaningrum Iznilillah, Wilna Jabbar, Kariem Juniar, Vitri Heriana Khadijah, Neng Siti Khafiza, Salma Rukhiatul Khoerunnisa, Nurul Kris Yuladil Khotami Krisman, Wija Maharani, Siti Nayla Malik, Zein Kafin Mandira, Mugi Tyas Maulidi, Muhammad Riham Meilani, Almanda Muhammad Cahyo Prakoso Muhammad Dirga Febrian Mustika Rahmaniah Muttaqin, Faiz Zaenal Nadya Septi Eryanto Niken Pramesti Noli Novidahlia Noli Novidahlia Noli Novidahlia Novari, Ilham Noviana, Fira Nuraisyah, Sulistina Hasya Pajrin, Ajriani Dainita Permana, Algiffari Aryansyah Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pia Nurmala Dewi Pitaloka, Vadilla Pramadita Amila Shaliha Pribadi, Moch. Fadlal Islamay Putri Pratama, Jihan Putri, Mia Karmeliana Putri, Nayla Ayu Mulya Putri, Sahila Aulia Putri, Syabanaila Rahma, Anisa Aulia Rahmah, Siti Nur Saidah Rahmawati, Agnia Rifqi Muhammad Rosy Hutami Ruslan Abdul Gopar Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saryono, Zunesha Puspa Shaliha, Pramadita Amila Siti Aminah Siti Aminah Siti Nur Saidah Rahmah Siti Nurhalimah Siti Nurhasanah Siti Sadiah Sri Widowati Syaban, Muhammad Haekal Syafir, Erlin Julia Syalsa Dania Putri Tresna Ligar Aphafield Ullyana Rachma Sugandi Utama, Naufal Saputra Wahyuni, Aulia Dinda Wilna Iznilillah Windu Negara Wulandari, Fifi Yulia Yatman, Andri