Claim Missing Document
Check
Articles

Mangrove Species Diversity as a Coastal Ecosystem Buffer in Sonde Village, Rangsang Pesisir District, Meranti Islands Regency Pebriandi, Pebriandi; Aprianto, M. Ikhsan; Sribudiani, Evi; Somadona, Sonia; Mardhiansyah, Muhammad; Darlis, Viny Volcherina
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7651

Abstract

Mangrove diversity in Indonesia, including in Sonde Village, Rangsang Pesisir District, and Meranti Islands Regency, is one of the country's assets that is very important both ecologically, socially, and economically. This study aims to determine the diversity of mangrove species in the Tuah Sonde Forest Farmer Group Community Forest area. The method used was transect with random start with vegetation data collection conducted from June to July 2022. Data analysis includes quantitative descriptive analysis by calculating the Important Value Index (IVI) and the Shannon-Wiener Diversity Index (H'). The results showed that there were six mangrove species found in Sonde Village, namely Rhizophora apiculata, Ceriops tangal, Bruguiera cylindrica, Xylocarpus granatum, Sonneratia alba, and Avicennia marina. Sonneratia alba species dominated at the tree level with the highest INP of 167.66%, while Rhizophora apiculata dominated at the seedling and sapling levels with INPs of 111.52% and 76.74% respectively. The species diversity index (H') at the seedling and sapling level shows a medium category, while at the tree level is in the low category. Mangrove species diversity in Sonde Village is influenced by environmental factors such as tides and human activities, especially illegal logging which has the potential to reduce the sustainability of mangrove ecosystems in the region.
Potensi Kayu Untuk Tradisi Pacu Jalur Di Hutan Lindung Sentajo, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Pebriandi, Pebriandi; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Somadona, Sonia; Oktorini, Yosi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/6jjn6r30

Abstract

Forests have various benefits, one of which is social and cultural benefits. Sentajo Protected Forest is used as a source of timber that is used for making lanes in pacu jalur cultural activities. This research is expected to contribute to detailing the timber potential of the Sentajo Protected Forest and formulating recommendations for sustainable management, taking into account ecological, social, and cultural interests, especially about the pacu jalur culture. The method used in this study was to inventory Sentajo Protected Forest stands, especially along the Siriah River, and conduct interviews with local communities. The criteria for trees used for making jalur are trees that have a diameter range of 70 - 100 cm, free branch height of 30 - 40 m, and the tree is not deformed. Trees used for jalur creation are selected trees that are classified as emergent tree species and their growth has slowed down. The results showed that the types of wood used for making Jalur taken from the Sentajo Protection Forest include Meranti Batu (Parashorea aptera), Meranti Sabut (Shorea brachteolata), and Balam Merah (Palaquium burckii).
Pengaruh Pemberian Abu Boiler Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Semai Mahoni (Swietenia mahagoni) pada Media Gambut Pebriandi; Fadli, Zulkhoiri; Mardhiansyah, Muhammad; Darlis, Viny Volcherina; Somadona, Sonia; Sribudiani, Evi; Nugraha, Lefdi Agung; Irfani, Ewi; Suhada, Nur
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.2.113-118

Abstract

Swietenia mahagoni can grow on marginal land and is suitable for use as a revegetation plant. Peat is classified as marginal soil due to its high organic acid content and low levels of macronutrients. One approach to improving the productivity of peat soil is the application of ameliorants, one of which is oil palm boiler ash. This study aimed to evaluate the effect of mixing peat with oil palm boiler ash and to determine the optimal composition of this mixture for the growth of mahogany seedlings. A completely randomized design (CRD) was employed, consisting of five treatments with four replications, resulting in a total of 20 experimental units. The planting media compositions tested were: P0 = 100% peat soil (control), P1 = 10% boiler ash + 90% peat soil, P2 = 15% boiler ash + 85% peat soil, P3 = 20% oil palm boiler ash + 80% peat soil, and P4 = 25% oil palm boiler ash + 75% peat soil. Data were analyzed using SPSS version 26.0. The application of oil palm boiler ash had a significant effect on the growth of mahogany seedlings. The optimal composition was 15% boiler ash and 85% peat, which resulted in an average seedling height increase of 10.01 cm and an average dry weight of 6.61 g.
Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Kehutanan Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Sebagai Persiapan Pra Kerja Lestari, Ika; Somadona, Sonia; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Qomar, Nurul; Pebriandi, Pebriandi; Irfani, Ewi; Oktorini, Yossi; Mardiansyah, M. Mardiansyah; Yoza, Defri; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6329

Abstract

Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.
Pengenalan Penggunaan Chainsaw sebagai Alat Semi Mekanis Pada Kegiatan Pemanenan Kayu Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Ika Lestari; Anesha Allasselcida; Dinda Tri Agustina; Lefdi Agung Nugraha; Hanifah Ikhsani; Agung Kartika Putra; Maryani Maryani; Viny Volcherina Darlis; Pebriandi Pebriandi; Ewi Irfani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.428

Abstract

Pemanenan kayu merupakan proses penting dalam pengelolaan hutan yang melibatkan penebangan pohon dengan berbagai alat, termasuk chainsaw sebagai alat semi mekanis. Chainsaw memerlukan keterampilan khusus agar penggunaanya efektif dan aman. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan penggunaan chainsaw kepada siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terkait chainsaw baik penggunaanya, komponen-komponen alat dan aspek K3. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan partisipatif dengan pendekatan kualitatif melalui pemberian materi, diskusi, pengenalan komponen chainsaw dan video simulasi penggunaan alat, serta pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Responden dipilih secara purposive sampling dari siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru sebanyak 30 siswa yang memili minat  pada mata pelajaran pemanenan hasil hutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, dengan rata-rata skor pre-test 66 meningkat menjadi 91 pada post-test, yaitu peningkatan rata-rata 24 poin. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi pada sesi teori, pengenalan komponen, dan simulasi video. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan kerja. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengenalan penggunaan chainsaw efektif meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan simulasi praktik mendukung pemahaman yang lebih baik dan memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dibidang kehutanan.
Keanekaragaman Burung pada Berbagai Tipe Vegetasi di Resort Aikmel, Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat Anesha Allasselcida; Dinda Tri Agustina; Niskan Walid Masruri; Viny Volcherina Darlis; Lefdi Agung Nugraha; Hanifah Ikhsani
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Birds are important components of ecosystems whose diversity is strongly influenced by habitat conditions, vegetation structure, and food availability. This study aimed to analyze bird diversity across different vegetation types in Aikmel Resort, Mount Rinjani National Park, including primary dryland forest, secondary dryland forest, savanna, and post-encroachment areas (PKTI). Bird observations were conducted using the point count method with a 50 m observation radius at 20 sampling points. Analyses included species encounters, diversity index, species richness, dominance, and species similarity among vegetation types. A total of 503 individuals representing 22 species and 16 families were recorded during the study. The PKTI area showed the highest number of individuals (250 individuals; 13 species), whereas the savanna had the lowest (42 individuals; 8 species). Primary dryland forest exhibited the highest diversity index (  = 2,14), likely due to its dense canopy cover and more complex vegetation structure. Secondary dryland forest had the highest species richness index (  = 2,43), while the savanna was dominated by Collocalia linchi. The highest species similarity index was observed between primary and secondary dryland forests (0,35). Differences in vegetation structure and habitat complexity influenced bird composition and diversity across vegetation types. These findings highlight the importance of habitat heterogeneity in supporting bird conservation within Mount Rinjani National Park.
Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kegiatan Pembagian Batang oleh Operator Chainsaw di Hutan Tanaman Industri, Provinsi Riau Ika Lestari Hutasuhut; Evi Sribudiani; Viny Volcherina Darlis; Nur Suhada
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Industri kehutanan khususnya kegiatan pembagian batang oleh operator chainsaw memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kondisi lingkungan kerja yang berat, penggunaan alat mekanis, serta paparan kebisingan dan getaran alat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan menganalisis tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang dialami operator chainsaw pada kegiatan pembagian batang di hutan tanaman industri Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara dengan operator, dan analisis risiko menggunakan matriks peluang dan dampak berdasarkan hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 jenis bahaya utama, dengan 23 risiko terkait yang meliputi risiko fisik, kimia, dan ergonomi. Sekitar 71% risiko dikategorikan sedang dan 39% kategori tinggi, terutama risiko kebisingan chainsaw, getaran alat, paparan serbuk gergaji, dan asap pembakaran yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti gangguan pendengaran, iritasi pernapasan, dan sindrom getaran tangan-lengan. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan hierarki pengendalian mulai dari eliminasi bahaya, substitusi metode kerja, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulannya, penerapan pengendalian risiko terpadu dan pelatihan keselamatan yang kontinu sangat penting untuk menurunkan tingkat risiko dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja operator chainsaw dalam kegiatan pembagian batang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan operasional industri kehutanan.
Utilization of Coconut Shell and Coir Waste into Charcoal Briquettes as an Eco-Friendly Alternative Energy Ika Lestari Hutasuhut; Viny Volcherina Darlis; Agung Kartika Putra; Sonia Somadona; Nurul Qomar; M. Mardiansyah
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol. 8 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/djacq896

Abstract

Utilizing coconut waste, particularly shells and husks, as raw material for charcoal briquettes holds great potential for supporting environmentally friendly and sustainable renewable energy. However, this waste is still not being utilized optimally, even though it can reduce environmental pollution while providing economic benefits. This study aims to evaluate the effect of varying the mixing ratio of coconut shells and husks on the physical characteristics and performance of the resulting charcoal briquettes, as well as to determine the optimal composition as an alternative energy source. The research was conducted at the Forestry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Riau, over a five-month period (August–December 2025). The raw materials consisted of coconut shells and husks with three composition variations: 100% shells, 75% shells + 25% husks, and 50% shells + 50% husks. The carbonization process was performed conventionally for one hour. Afterward, the charcoal was ground, mixed with arpus binder, molded, and tested for briquette characteristics such as moisture content, density, and calorific value. The results showed that the 100% coconut shell briquette had the lowest moisture content (6.51%) and the highest density (0.79 g/cm³), resulting in more efficient, stable combustion and a high calorific value. Conversely, increasing the proportion of coconut husk raised the moisture content to 16.58% and lowered the density to 0.66 g/cm³, which negatively impacted briquette quality. Low moisture content and high density are key indicators of good briquette quality. In conclusion, a briquette formulation dominated by coconut shells is recommended for producing high-quality charcoal briquettes as an environmentally friendly and sustainable source of renewable energy, as well as supporting optimal coconut waste management in Riau Province and surrounding areas.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau melalui Edukasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Manggala Agni Daops Pekanbaru Ika Lestari; Nur Suhada; Pebriandi Pebriandi; Viny Volcherina Darlis; Yossi Oktorini; Defri Yoza; Evi Sribudiani; Muhammad Mardiansyah; Nurul Qomar; Ewi Irfani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fh9zs20

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, yang memberikan dampak besar terhadap ekosistem, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Sebagai institusi akademik di bidang kehutanan, Universitas Riau berperan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengendalian karhutla. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa kehutanan Universitas Riau melalui edukasi dan simulasi pemadaman kebakaran yang diselenggarakan bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Pekanbaru. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: pemberian materi oleh praktisi Manggala Agni, pengenalan alat pemadam kebakaran manual dan mekanis, serta simulasi pemadaman api secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan sebesar 39,42 setelah kegiatan berlangsung, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan praktis mahasiswa. Kesimpulannya, kegiatan edukasi dan simulasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam upaya mitigasi karhutla di Provinsi Riau.
RESPON PEMBERIAN KOMPOS SERBUK GERGAJI GAHARU SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI TREMBESI (Samanea saman) Muhammad Mardhiansyah; Jesi Meirani; Pebriandi; Viny Volcherina Darlis; Ewi Irfani; Lefdi Agung Nugraha
Journal of Tropical Silviculture Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.17.01.10-21

Abstract

Salah satu vegetasi yang dijadikan sebagai alternatif dalam revegetasi lahan adalah anaman Trembesi (Samanea saman). Tumbuhan trembesi dapat tumbuh dengan baik jika diberikan unsur hara yang baik yaitu dengan campuran tanah dengan bahan orgnaik. Bahan organik yang berpotensi untuk perbaikan sifat fisik tanah adalah serbuk gergaji. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos serbuk gergaji gaharu sebagai media tanam dan untuk mengetahui komposisi optimal media tanam kompos serbuk gergaji gaharu terhadap pertumbuhan semai trembesi. Metode pengamatan ini dilakukan dengan memperhatikan persentase hidup, pertambahan tinggi semai dan diameter batang, nilai kekokohan, berat kering total, nisbah pucuk akar dan indeks mutu bibit. Data yang didapatkan kemudian dianalisis sidik ragam secara statistik menggunakan software SPSS versi 17.0. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa pemberian kompos serbuk gergaji gaharu berpengaruh terhadap persentase hidup, tinggi, diameter, dan kekokohan semai terhadap semai trembesi dan Komposisi optimal kompos serbuk gergaji gaharu terhadap pertumbuhan semai trembesi yaitu perlakuan P3 dimana rata-rata persentase hidup 60%, pertambahan tinggi 2,98 cm, pertambahan diameter 1,13 mm, nilai kekokohan semai 8,46, nisbah pucuk akar 1,56, dan indekd mutu bibit 1,86.
Co-Authors Abda Abda Adelia Hayati Ananta Agus Hikmat Agus Sutikno Agus Sutikno Ahmad Baiquni Ahmad Baiquni Rangkuti Akmal Gian Fernando Akmal Gian Fernando Anesha Allasselcida Aprianto, M. Ikhsan Arida Susilowati Iswanto Arya Arismaya Metananda Arya Arismaya Metananda Astuti, Riya Bakara, Jhon Pontas Bayu Suhendra Cindy Melky Utami Darwis Gidion Defri Yoza Diana Wati Dinda Tri Agustina Eko Prianto, Eko Elfana, Risa Elni Segita Elyasa Elyasa Elyasa Elyasa, Elyasa Ervizal AM Zuhud Evi Sribudiani Ewi Irfani Fadli, Zulkhoiri Fifi Rahmadani Gandhiko Mohta Gusnaini, Nurmutia Gustiara Ningsih Hanifah Ikhsani harahap, ari azhari Hardi Yuda Harsanto Mursyid Hasiolan Siahaan Idwar, Idwar Ika Lestari Ika Lestari Hutasuhut Ika Lestari, Ika Indriyani, Sri Isma, Olla Jesi Meirani Kesi Elisabeth Silvania Siregar khairul anwar Kukuh Kurniawan M. Mardiansyah Mardiansyah, M. Mardiansyah Maryani Maryani Masita Agustina Masita Agustina Masruri, Niskan Walid Metananda, Arya Arismaya Mikrajni Harahap Mikrajni Harahap Miswadi Miswadi Mufidah Aulia Muh Arisandi Muhamad Fadly Muhammad Khaerul Anwar Muhammad Mardhiansyah Muhammad Mardiansyah Muhammad Rudy Hidayat Muhammad Rudy Hidayat Muhammad Vikko Alshar Ningsih, Gustiara Niskan Walid Masruri Niskan Walid Masruri Nugraha, Lefdi Agung Nur Suhada Nur Suhada, Nur Nurul Qomar Nurwijayanti Oktorini, Yosi Pandu Rasyidi Pangestu, Wibowo Pebriandi, Pebriandi Putra, Agung Kartika Putriani, Chirin Ni’mah Qori Amatun Nufus Rahmadani, Fifi Rahmatdillah Rahmatdillah Rangkuti, Ahmad Baiquni Rangkuti, Rangkuti Romie Jhonnerie Rudianda Sulaeman Rudianda Sulaeman Rudianda Sulaeman Sahab, Ahmad Sania Dwi Mulia Sasmita, Fani Septi Eva Lina Simamora, Roza D. Somadona, Sonia Sukma Rela Sukma Rela Syafathisca Syafathisca Syaiful Syifa Syukri, Zulhusni Tengku Aisyah Asyari Umum Juwanto Umum Juwanto Wahyu Bintoro Wahyu Bintoro, Wahyu Wan Muhammad Yunus, Wan Muhammad Wishnu Sukmantoro Yossi Oktorini Zikri Al Fikri