Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kelas digital di SMA Negeri 8 Padang, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta siswa kelas digital yang berjumlah 23 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) untuk melihat kelas digital sebagai suatu sistem dalam lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kelas digital di SMA Negeri 8 Padang telah berjalan melalui pemanfaatan platform digital seperti Google Classroom, Google Forms, Google Drive, serta media pembelajaran berbasis presentasi dan video. Pelaksanaan kelas digital didukung oleh kebijakan sekolah, status sekolah sebagai kandidat rujukan Google, pelatihan guru, serta penggunaan teknologi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Namun, implementasi kelas digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti jaringan internet yang tidak stabil, keterbatasan fasilitas, kemampuan teknologi guru yang belum merata, serta penyediaan laptop yang masih menggunakan perangkat pribadi siswa. Berdasarkan analisis teori AGIL, pelaksanaan kelas digital menunjukkan adanya proses adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi, pencapaian tujuan pembelajaran digital, kerja sama antar unsur sekolah, serta upaya membangun budaya belajar berbasis teknologi agar program dapat terus berjalan secara berkelanjutan.