Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Media Interaktif sebagai Strategi Guru dalam Keterampilan Menjelaskan dan Bertanya di Era Digital Farisa Farisa; Rani Kartika; Erwin Lisman; Mutiara Qolbuna; Giofani Amir
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.364

Abstract

Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematisyang bertujuan untuk menganalisis potensi media interaktif digital dalam mengoptimalkan keterampilan menjelaskan dan bertanya guru di era digital, khususnya pada pembelajaran Sosiologi di SMA. Bahwa keterampilan menjelaskan dan bertanya yang biasanya dilakukan oleh guru itu kurang interaktif, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah media interaktif dalam keterampilan menjelaskan dan bertanya bagi guru di era digital. Kajian dilakukan dengan mensintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu yang mengkaji kedua keterampilan dasar tersebut dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform seperti Quizizz, Mentimeter, dan Google Jamboard dapat berfungsi sebagai katalis transformatif. Media interaktif mampu memperkaya penjelasan menjadi pengalaman multimodal yang lebih kontekstual dan partisipatif, serta mendemokratisasi sesi tanya jawab dengan memungkinkan partisipasi inklusif dan merangsang pertanyaan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Namun, potensi ini terhambat oleh kesenjangan antara penguasaan teknis alat digital dengan kemampuan mendesain pedagogi yang bermakna (TPACK) serta kendala sistemik seperti infrastruktur, kesenjangan akses, dan beban administratif. Implikasinya, diperlukan pelatihan guru yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangankompetensi pedagogical  design untuk mengintegrasikan media tersebut secara strategis. Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antara kecerdasan pedagogis guru dan kekuatan teknologi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kritis, dan student-centered.
Ruang Spasial dan Aktivitas Sosial di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman Eva Dwi Iswari; Elsa Putri Hardyanti; Atiqah Mufidah; Fauzi Ariansyah; Zuama Furgani; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan ruang spasial dan aktivitas sosial-ekonomi di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman sebagai pasar tradisional yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konfigurasi ruang pasar, bentuk aktivitas sosial-ekonomi, profil pelaku pasar, serta kondisi fasilitas yang menyertai dinamika ruang tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pedagang tetap, pedagang musiman, pekerja pasar, dan pengelola pasar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang Pasar Kurai Taji terbagi ke dalam dua zona utama, yaitu area dalam yang dikelola secara formal dan beroperasi setiap hari, serta area luar yang dimanfaatkan secara temporer pada hari Senin sebagai hari pasaran. Aktivitas ekonomi berlangsung dinamis dengan variasi waktu operasional, sementara interaksi sosial antar pedagang ditandai oleh praktik saling membantu dan solidaritas. Kondisi fasilitas pasar menjadi bagian dari pengalaman ruang yang memengaruhi cara pedagang beradaptasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang pasar terbentuk melalui interaksi antara pengaturan formal dan praktik sosial-ekonomi pelaku pasar.
Pengetahuan dan Pemanfaatan Chat GPT di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus: Mahasiswa Departemen Sosiologi Universitas Negeri Padang) Oki Fitrian Rizki; Reno Fernandes; Rani Kartika
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.218

Abstract

Chat GPT adalah salah satu bentuk kecerdasan buatan yang semakin populer dan digunakan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Penelitian ini menganalisis perilaku pemanfaatan Chat GPT di kalangan mahasiswa Departemen Sosiologi di Universitas Negeri Padang. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan untuk memahami sejauh mana mahasiswa menggunakan Chat GPT dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya, data akan dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Chat GPT dan menggunakannya dalam berbagai konteks, termasuk dalam tugas akademis, komunikasi interpersonal, dan hiburan. Temuan juga menggambarkan pola perilaku penggunaan yang beragam, dengan sebagian besar responden menggunakan Chat GPT sebagai sumber informasi tambahan dan alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka. Implikasi sosial dari temuan ini diperdebatkan dalam konteks evolusi teknologi komunikasi dan dampaknya terhadap cara mahasiswa memperoleh, memproses, dan berbagi informasi. Penelitian ini mengkaji pentingnya memahami bagaimana mahasiswa mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi bahasa baru seperti Chat GPT, dengan potensi implikasi bagi pendidikan, interaksi sosial, dan perkembangan teknologi lebih lanjut di masa mendatang
Implementasi Kelas Digital dalam Transformasi Pembelajaran di Era Digital Tiara Juliana Mardiansyah; Rani Kartika
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 3 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i3.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kelas digital di SMA Negeri 8 Padang, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta siswa kelas digital yang berjumlah 23 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) untuk melihat kelas digital sebagai suatu sistem dalam lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kelas digital di SMA Negeri 8 Padang telah berjalan melalui pemanfaatan platform digital seperti Google Classroom, Google Forms, Google Drive, serta media pembelajaran berbasis presentasi dan video. Pelaksanaan kelas digital didukung oleh kebijakan sekolah, status sekolah sebagai kandidat rujukan Google, pelatihan guru, serta penggunaan teknologi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Namun, implementasi kelas digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti jaringan internet yang tidak stabil, keterbatasan fasilitas, kemampuan teknologi guru yang belum merata, serta penyediaan laptop yang masih menggunakan perangkat pribadi siswa. Berdasarkan analisis teori AGIL, pelaksanaan kelas digital menunjukkan adanya proses adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi, pencapaian tujuan pembelajaran digital, kerja sama antar unsur sekolah, serta upaya membangun budaya belajar berbasis teknologi agar program dapat terus berjalan secara berkelanjutan.