Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Strategi Komunikasi Guru Untuk Anak Usia Dini Dengan Speech Delay Anggraini, Elya Siska; Lubis, Siti Khodijah; Sitangggang, Agnesia; Mairianta, Beatriz; Lubis, Gustiana
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speech delay is one of the common language development disorders occurring in early childhood and can impact a child’s communication, social, and emotional abilities. This study aims to describe the communication strategies applied by early childhood education (PAUD) teachers in assisting children with speech delay. The research uses a descriptive qualitative approach, with two 6-year-old children showing symptoms of speech delay as subjects at a private kindergarten in Medan City. Data collection was conducted through direct observation of verbal and non-verbal interactions during the learning process. The results indicate that the characteristics of speech delay differ between the children; one child tends to be socially passive, while the other is active but has articulation difficulties. Teachers use various communication strategies, such as visual media, positive reinforcement, and individualized approaches to stimulate the children’s language abilities. The findings also emphasize the importance of collaboration between teachers and parents and early detection to ensure more effective and comprehensive intervention.
Implementation of Content Differentiation in Early Childhood Education Learning at Medan City Sekolah Penggerak Siti Khodijah Lubis; Wan Nova Listia; Dwi Septi Anjas Wulan; Elya Siska Anggraini; Sariana Marbun
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6023

Abstract

This research aims to investigate the implementation of content differentiation in early childhood education at Medan City Medan Sekolah Penggerak. The method employed is qualitative research, utilizing purposive sampling. Interviews, observations, and documentation were conducted as data collection techniques. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification, while for data validity, source triangulation is used. The results showed that PAUD units in Medan City Sekolah Penggerak have implemented content differentiation by adjusting teaching materials based on children's readiness, interests, and learning styles. Teachers utilize various learning media and technology and provide space for children's active participation. Challenges faced by teachers include limited time, children's abilities, facilities, and teachers' skills in creating varied materials. Training, improved facilities, and collaboration between teachers are needed to optimize the implementation of content differentiation.
PEMBELAJARAN SENI RUPA BERDASARKAN PERSPEKTIF KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Azis, Adek Cerah Kurnia; Lubis, Siti Khodijah
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v1i1.4948

Abstract

Pembaharuan kurikulum menjadi Kurikulum Merdeka merupakan solusi terkait pemulihan proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka tentu saja memiliki perbedaan dengan kurikulum sebelumnya, baik dari segi perangkat ajar, pelaksanaan dan juga penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait pembelajaran seni rupa berdasarkan perspektif Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa data sekunder, dengan cara mengumpulkan data berdasarkan ekplorasi dari berbagi literatur. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil yang diperoleh  menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran seni rupa di Sekolah Dasar disesuaikan dengan Fase perkembangan peserta didik. Alokasi waktu pembelajaran seni rupa maksimal 2 jam pelajaran (JP) per minggu. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar meliputi modul ajar, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan buku teks. Buku teks pada pembelajaran seni rupa tidak terdapat buku panduan untuk peserta didik, hanya memiliki buku panduan guru, sehingga menyebabkan 77% guru mengalami kesulitan dalam melakukan proses pembelajaran. Guru perlu melakukan kolaborasi dengan teman sejawat guru mata pelajaran yang sama untuk membuat buku peserta didik, dan mencari bahan ajar tambahan dari berbagai referensi lainnya.
ASESMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Adek Cerah Kurnia Azis; Siti Khodijah Lubis
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v1i2.6202

Abstract

Asesmen diagnostik merupakan penilaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, yang dilakukan guru terhadap peserta didik sebelum guru merancang pembelajaran. Namun pemahaman guru tentang asesmen diagnostik masih kurang, sehingga kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan asesmen diagnostik sebagai penilaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan studi literatur, dengan cara mengumpulkan data bersumber dari hasil eksplorasi berbagai literatur pada buku dan artikel ilmiah dari jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik terdapat dua bagian yaitu asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif. Asesmen diagnostik non-kognitif memiliki tujuan untuk memperoleh informasi terkait kondisi keluarga, gaya belajar, karakteristik, dan minat belajar peserta didik. Sedangkan asesmen diagnostik kognitif bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kemampuan awal yang dimiliki oleh peserta didik dalam sebuah topik mata pelajaran. Guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik kepada peserta didik untuk mengidentifikasi kemampuan, kelebihan dan kekurangan peserta didik, supaya guru bisa merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan serta karakteristik peserta didik.
Efektivitas Program "Kampanye Gemar Makan Sayur dengan Hokben" dalam Meningkatkan Minat Anak terhadap Sayuran di TK Nazifa Islamic School: Analisis Model CIPP Saragi, Suci Nurul Akhwatni; Nababan, Dwi Kasih Togina; Ginting, Khairunisah Ababil Br; Saragih, Febika Eptalia; Andini, Riska Tri; Yus, Anita; Lubis, Siti Khodijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat anak-anak terhadap sayuran sering kali rendah, padahal sayuran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. TK Nazifa Islamic School dan Hokben meluncurkan program "Kampanye Gemar Makan Sayur" untuk meningkatkan minat anak terhadap sayuran. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menilai efektivitas program. Subjek penelitian adalah 50 siswa dan 3 responden (guru dan orang tua). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan observasi dan wawancara. Hasilnya, program ini berhasil meningkatkan partisipasi dan minat anak-anak terhadap sayuran. Guru dan orang tua melaporkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan anak-anak tentang manfaat sayuran serta perubahan positif dalam kebiasaan makan mereka. Beberapa kendala seperti ukuran kelompok besar dan keterbatasan logistik perlu diatasi. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan minat anak terhadap sayuran, meskipun perlu perbaikan lebih lanjut.
Evaluasi Program Field Trip ke Museum Rahmat International Wildlife Museum & Gallery Bersama Anak TK Melati Putih Sitanggang, Nadia Febrian; Utami, Nadia Suri; Pinem, Rahel Jesiska; Noviana, Karrena; Yus, Anita; Lubis, Siti Khodijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program field trip Taman Kanak-Kanak Melati Petit ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery sebagai metode pembelajaran tentang keanekaragaman hayati dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan wawancara terhadap kepala sekolah dan lima guru, serta alat evaluasi berbasis skala likert yang menilai delapan aspek program. Hasil evaluasi menunjukkan skor keseluruhan sebesar 46 (“Sangat Setuju” pada skala 1 sampai 4), dengan menunjukkan kepuasan peserta yang tinggi dan program mencapai tujuan pembelajaran. Peringkat luar biasa diperoleh untuk tujuan program, sumber daya, interaksi dengan pemandu, dan pemahaman materi pembelajaran. Namun disarankan untuk memperbanyak jumlah konselor dan melibatkan orang tua lebih aktif. Secara keseluruhan, program field trip terbukti efektif meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai keanekaragaman hayati dan konservasi serta memberikan pengalaman belajar yang positif dan berkesan. Penelitian ini menyarankan agar program serupa dengan terus dikembangkan dan dievaluasi secara berkala untuk mengoptimalkan pembelajaran di luar kelas.
Evaluasi Program Tahunan Market Day: Efektivitas Penggunaan Barang Bekas untuk Pembuatan Produk dalam Kegiatan Market Day di TK/ Paud Aisyah Manalu, Ines; Rezeki, Cahaya Marsinta Sri; Sihombing, Enjelina Vincere; Pasaribu, Gita Magdalena; Sihombing, Grace; Yus, Anita; Lubis, Siti Khodijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Market Day menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada anak usia dini .anak – anak PAUD akan diajak untuk belajar berhitung, mengenal uang,membuat keputusan, serta berintasi sosial dengan teman dan orang tua. kegiatan ini akan melibatkan seluruh anak didik TK / PAUD Aisyah. Sebelum melakukan kegiatan ini, diperlukan berbagai sumber daya seperti bahan membuat produk,uang mainan,lapak jualan.dan tentu saja keterlibatan aktif dari guru, orang tua, dan siswa. metode penelitian ini menngunakan kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan analisis data abstraksi. kualitatif menggunakan wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan kuantitatif berfokus pada perhitungan, angka, atau kuantitas dan penelitian abstrakksi saat membantu penelitian agar lebih memahami terkait penjelasan data yang sudah didapatkan. Hasil wawancara ada 4 responden, perbedaan jawaban dari masing- masing responden terkait pelaksanaan market day di TK / PAUD Aisyah tetapi peneliti juga menemukan adanya kesamaan jawaban dari ke empat reponden.
Pelatihan Layanan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Ratno Susanto; Lubis, Siti Khodijah; Pangestu, Deviyanti; Afandi, Ahmad
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.25720

Abstract

Learning problems are one of the main challenges often faced by students at the elementary school level. Various factors, both internal and external, can affect students' ability to understand and absorb learning materials. Unfortunately, many elementary schools do not yet have professional counselors to handle this problem. This community service activity aims to provide basic counseling service training to elementary school teachers so that they are able to identify and handle student learning problems effectively. The training was carried out through interactive lecture methods, group discussions, case simulations, and further assistance. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from an average pre-test score of 58 to 84 on the post-test. In addition, teachers began to apply a counseling approach in dealing with students with problems more empathetically. Although there were several obstacles in the implementation in the field, this training has proven to have a positive impact and is relevant to be implemented sustainably in an effort to improve the quality of elementary education services.
Teacher Strategies in Assessment of Fine Arts Learning in Early Childhood Education Lubis, Siti Khodijah; Adek Cerah Kurnia Azis; Ratno Susanto; Nur Qomariah Panjaitan; Siti Syawalina
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 14 No. 2 (2025): Gorga: Jurnal Seni Rupa (On Going)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v14i2.68857

Abstract

Assessment of fine arts learning in early childhood education (PAUD) plays a crucial role, whereby teachers focus not only on evaluating the products of children's work but also on the process itself. This study aims to describe the strategies employed by teachers in assessing fine arts learning in PAUD, encompassing both process-based and product-based approaches. The research method employed was library research, involving the review of relevant national and international articles published over the last five years. Data analysis was performed using thematic synthesis techniques. The results showed that process-based assessment strategies included direct observation, the use of the child development achievement checklist scale, and anecdotal notes. Meanwhile, product-based assessment strategies are carried out through children's work results and portfolios. Both forms of assessment provide a complete picture of children's development and form the basis for subsequent learning planning. This study concludes that fine arts assessment in early childhood education must emphasize a balance between process and product assessment to support children's holistic development and improve the quality of teachers' learning practices.