Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Proyek Sinema untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa SD melalui Project Based Learning (PjBL) dan Bedah Film Khoiriya, Rika Mellyaning; Oktarianto, M. Lutfhi; Rahayuningtyas , Wida
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1653

Abstract

Tantangan unik di sektor pendidikan terutama Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang adalah keterbatasan fasilitas dan rendahnya partisipasi guru dalam pelatihan inovatif menuntut solusi kreatif untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan. Hasil observasi dan wawancara dengan Kepala SDN Sumberejo 2 beserta guru diperoleh permasalahan seperti kurangnya media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi, belum optimalnya penggunaan model Project Based Learning (PjBL), serta kurangnya pemahaman dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang mendukung keterampilan abad ke-21 pada siswa. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari: persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan akan mencakup sesi tentang pemanfaatan sinema sebagai alat edukatif, analisis film untuk mengembangkan pemikiran kritis, serta integrasi model Project Based Learning (PjBL) dalam kurikulum dengan fokus pada pengembangan perangkat pembelajaran yang efektif. Target utama dari program ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan pengembangan perangkat pembelajaran yang mendukung keterampilan siswa yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Hasil pretest dan postest menunjukkan perbedaan yang signifikan dari 75% meningkat menjadi 85%. Peserta merasa senang dan antusias mengikuti pelatihan karena dapat membuat naskah film, praktik reka adegan film, dan presentasi hasil video rekaman film pendek sesuai dengan tema. Luaran menghasilkan film pendek yang bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar di masa depan.
Produksi Media Ajar Interaktif (PROAKTIF) Berbasis Berpikir Komputasional untuk Mendukung Diferensiasi Pembelajaran di Sekolah Dasar Rofiki, Imam; Darmawan, Puguh; Khoiriya, Rika Mellyaning; Sani, Mutiara; Wahyuni, Sri; Alaiya, Syekha Vivi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2363

Abstract

Diferensiasi pembelajaran yang digunakan untuk mengakomodasi perbedaan berpikir komputasional siswa SD memerlukan media ajar interaktif. Akan tetapi, kemampuan guru SD dalam memproduksi media ajar interaktif masih rendah karena kurangnya latihan maupun kegiatan lokakarya terkait teknologi pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dalam memproduksi media ajar interaktif berbasis berpikir komputasional guru SD, khususnya guru SDN 5 Mojolangu, Kota Malang dengan rincian 25 peserta offline dan 14 peserta online. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan paparan materi dari lima narasumber. Materi yang diberikan terdiri atas teori berpikir komputasi, produksi media berbasis GeoGebra, produksi media berbasis Articulate Storyline 3, dan produksi media berbasis Google Sites. Hasil kegiatan ini terdiri atas peningkatan kemampuan guru dan luaran berupa produk media ajar interaktif. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan dan produk yang dihasilkan peserta. Evaluasi pelaksanaan kegiatan menggunakan angket respons peserta. Sementara itu, evaluasi produk menggunakan rubrik penilaian yang mencakup kriteria kualitas dan kuantitas. Tujuan evaluasi adalah untuk menghasilkan data yang digunakan dalam perbaikan pelaksanaan dan saran untuk peserta dalam hal peningkatan kemampuan produksi media ajar interaktif. Kegiatan lanjutan yang disarankan oleh tim pelaksana adalah pengintegrasian pembelajaran berdiferensiasi berbasis media ajar interaktif dan berpikir komputasi.
The Cerita Kita Website: Enhancing Elementary Students’ Multiliteracy and Literary Appreciation through a Local Wisdom-Based Ecocriticism Approach Mellyaning Khoiriya, Rika; Mudiono, Alif; Yuriananta, Renda; Kurnia, Vika Cahya; Faiza, Afidatun; Azizah, Maulidatil
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 2 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i2.2589

Abstract

This study developed the "Cerita Kita" website, integrating ecocriticism and local wisdom to enhance elementary students' multiliteracy and literary appreciation. Using design-based research with the ADDIE framework, the prototype's validity was measured through expert validation (CVI=0.89-0.91), practicality via implementation success rate (88%) and System Usability Scale (SUS=81.4), and effectiveness through stratified ecocriticism assessments and reflective journals. The study involved 84 fourth-graders in urban (n=33) and rural (n=51) Malang, Indonesia. Quantitative data analysis employed descriptive statistics and paired t-tests, showing significant multiliteracy gains, particularly in ecological awareness (rural: 78.6±18.3; urban: 56.4±21.7; p<0.01). Qualitative thematic analysis revealed that rural students' cultural connections drove their 39.2% superiority in environmental applications. The Coban Rondo legend proved most effective (87% ecological interpretation accuracy). Results demonstrate that cultural anchoring—not technological sophistication—is pivotal for digital multiliteracy, offering a sustainable model for Global South educational contexts that prioritizes cultural narratives over complex technology to achieve SDG 4.7 goals.
Developing a Multiliteracy Learning Model Based on Malangan Masks to Enhance Cultural Literacy and Global Diversity in Elementary Students Mellyaning Khoiriya, Rika; Mudiono, Alif; Barus, Yohannes Kurniawan; Sari, Novanda Nurisma; Attila, Zulfikar; Hidayati, Rizqiya Putri
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 2 (2024): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v8i2.2132

Abstract

Abstract: This study aims to develop a multiliteracy learning model based on Topeng Malangan literature to improve literacy culture and global diversity attitude in grade IV elementary school students. This study used the ADDIE research and development method, which involved fourth-grade students at SDN Talangagung 2 Kepanjen. Data were collected through expert validation, student and teacher responses, observation, and literacy skills tests. The results showed the model's effectiveness in improving students' literacy skills with a high level of interest (80-92.3%) and understanding of the material (84.6-86.67%). The model also successfully developed students' global diversity attitudes, with 80-92.3% reporting increased knowledge. Expert validation covering readability, material suitability, and learning aspects in elementary schools showed excellent results with scores of 90.90%, 88.33%, and 86.42%, respectively. The learning model received excellent effectiveness ratings, with 91.40% and 92.47% in the two classes studied. This research contributes significantly to developing innovative and contextualized Indonesian language learning strategies at the primary school level by integrating local wisdom and multiliteracy approaches to improve literacy skills and cultural understanding.
The Cerita Kita Website: Enhancing Elementary Students’ Multiliteracy and Literary Appreciation through a Local Wisdom-Based Ecocriticism Approach Mellyaning Khoiriya, Rika; Mudiono, Alif; Yuriananta, Renda; Kurnia, Vika Cahya; Faiza, Afidatun; Azizah, Maulidatil
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 2 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i2.2589

Abstract

This study developed the "Cerita Kita" website, integrating ecocriticism and local wisdom to enhance elementary students' multiliteracy and literary appreciation. Using design-based research with the ADDIE framework, the prototype's validity was measured through expert validation (CVI=0.89-0.91), practicality via implementation success rate (88%) and System Usability Scale (SUS=81.4), and effectiveness through stratified ecocriticism assessments and reflective journals. The study involved 84 fourth-graders in urban (n=33) and rural (n=51) Malang, Indonesia. Quantitative data analysis employed descriptive statistics and paired t-tests, showing significant multiliteracy gains, particularly in ecological awareness (rural: 78.6±18.3; urban: 56.4±21.7; p<0.01). Qualitative thematic analysis revealed that rural students' cultural connections drove their 39.2% superiority in environmental applications. The Coban Rondo legend proved most effective (87% ecological interpretation accuracy). Results demonstrate that cultural anchoring—not technological sophistication—is pivotal for digital multiliteracy, offering a sustainable model for Global South educational contexts that prioritizes cultural narratives over complex technology to achieve SDG 4.7 goals.
Menggugah Nilai Lokal Melalui Gerak: Integrasi Permainan Tradisional dalam Koreografi Pendidikan Anak : Menggugah Nilai Lokal Melalui Gerak: Integrasi Permainan Tradisional dalam Koreografi Pendidikan Anak Titis Sefi Andhini; Rika Mellyaning Khoiriya
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9304

Abstract

The choreography of “Sangkan Paraning Dolanan” is a traditional dance that incorporates Javanese children's games such as Cublak-Cublak Suweng, Engklek, and Ular Naga as a medium for teaching character to elementary school students. Through a descriptive choreography analysis approach, this work shows how the simple movements of traditional games can convey the values of honesty, sportsmanship, unity, and mutual cooperation. The integration of regional songs and local cultural elements reinforces the relevance of enjoyable, meaningful, and child-appropriate arts education. As a result, this dance is not only an artistic expression, but also a means of cultural preservation and character building based on direct experience.
Dari Beban Menjadi Solusi: Mengubah Cara Pandang Guru SD Terhadap Penelitian Tindakan Kelas Yohannes Kurniawan Barus; Rika Mellyaning Khoiriya; Erif Ahdhianto; Alif Mudiono
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10719

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Namun, banyak guru SD di Kota Blitar masih memandang PTK sebagai beban administratif yang rumit dan tidak relevan dengan praktik mengajar sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengubah persepsi tersebut melalui pelatihan berbasis pendekatan praktis dan reflektif. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama: sesi pertama berfokus pada pemahaman konsep dan teknik penulisan PTK, sedangkan sesi kedua menekankan praktik langsung, diskusi kasus, dan sharing best practices. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi terhadap materi (97,0%), metode pelatihan (98,3%), dan peningkatan pemahaman (96,3%). Kegiatan ini berhasil mentransformasi cara pandang guru terhadap PTK, dari sesuatu yang membebani menjadi alat bantu profesional yang solutif. Guru merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menyusun dan melaksanakan PTK secara mandiri. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan yang kontekstual dan partisipatif dalam pengembangan profesionalisme guru serta peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Penguatan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan AI untuk Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Yuriananta, Renda; Khoiriya, Rika Mellyaning; Oktarianto, M. Luthfi; Utari, Unga; Anggraini, Veronika Rafika; Ananda, Vannia Rahma Aulia
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.01

Abstract

Kegiatan Penguatan Literasi Digital Guru SD di Kecamatan Wonosari, Malang melalui penguasaan kecerdasan buatan (AI) bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi observasi kebutuhan, pelatihan aplikatif berbasis learning by doing, serta pendampingan implementatif. Pelatihan diikuti 30 peserta, terdiri atas guru dan kepala sekolah, dengan materi penggunaan aplikasi Eduaide.ai, app.bugururia, dan LearningApps untuk pembuatan media pembelajaran interaktif. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan AI, guru mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan siswa, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, terbentuk komunitas belajar guru yang kolaboratif dan didukung kepala sekolah, menunjukkan potensi keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar dan mendukung implementasi pendidikan berbasis teknologi di era digital.
Analisis Pengaruh Reward terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SDN Panggungrejo 4 Dwi Karina Rahmawati; Dea Devayanti; Muhammad Fandi Nurhafi; Rika Mellyaning Khoiriya; Endah Novitiani
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.7454

Abstract

The low level of student learning engagement in elementary schools has prompted teachers to implement rewards as a form of positive reinforcement. This study aims to describe the reward model implemented by fifth-grade teachers at Panggungrejo 4 Elementary School, its impact on student learning engagement, and the supporting and inhibiting factors. A descriptive qualitative approach was used with semi-structured interviews with one teacher and four students selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model with thematic coding, resulting in five themes: reward type, delivery mechanism, student response, engagement indicators, and the risk of dependency. The results show that teachers implement physical rewards (stationery and snacks) and a star system as delayed rewards. Their implementation consistently increases the courage to ask questions, participate in discussions, and the courage to speak in front of the class. The findings are supported by Skinner's operant conditioning theory and Piaget's concrete operational stage. Supporting factors include consistency, transparency of criteria, and reward variation; inhibiting factors include reward dependency, uneven distribution, and the temporary nature of engagement. This study concludes that rewards have a positive impact on learning engagement, but must be designed systematically with a gradual fading strategy to foster sustainable intrinsic motivation.
Kesenjangan Antara Ketidakpahaman dan Keberanian Bertanya: Studi Tentang Perilaku Diam Siswa dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Desy Ari Sandi; Anindya Puspa Dewani; Rika Mellyaning Khoiriya; Vendy Hermanto
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.7829

Abstract

This study aims to describe the gap between students' incomprehension and the courage to ask questions in the learning process in elementary school. The study used a descriptive qualitative approach with the subjects of four grade IV students of SDN 4 Panggungrejo who were selected based on the tendency of silent behavior during learning. Data were collected through semi-structured interviews regarding students' experiences when they did not understand the material, the reasons for not asking questions, and the conditions that could encourage their courage to ask. Data is analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that students often have difficulty understanding the material, especially in the subjects of Javanese, Indonesian, and Mathematics. Students are more comfortable asking questions to their classmates than to the teacher because the atmosphere is more relaxed and less stressful. This study concludes that students' silent behavior is not only influenced by their lack of understanding of the material, but also by psychological, social, and environmental factors. Therefore, teachers need to create a safe, comfortable, and supportive classroom atmosphere for students to be more daring to ask questions.