Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Molucca Medica

KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS PADA ANAK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE I Amanda Gracia Manuputty; Linda Astari
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.303 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.43

Abstract

Pendahuluan: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan suatu infeksi pada area vagina dan vulva yang disebabkan oleh jamur Candida baik spesies Candida albicans maupun Candida non-albicans. Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor predisposisi KVV yang dapat memicu dan memperburuk KVV. Metode: Dilaporkan satu kasus KVV pada anak dengan DM tipe 1 dengan kadar gula darah tidak terkendali Kasus: Seorang anak perempuan berusia 11 tahun, berat badan 20 kg dengan keluhan utama keputihan berwarna putih susu dari kemaluan sejak 2 hari, tidak berbau, gatal, tanpa rasa terbakar, disuria minimal dan edema pada kemaluan. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan oleh pasien. Riwayat DM sejak 3 tahun lalu. Pemeriksaan fisik terdapat makula eritematus, berbatas tidak jelas, duh tubuh dan edema pada regio vulva, sedangkan regio vagina ditemukan duh tubuh berwarna putih seperti susu pecah, tanpa edema, erosi dan fisura. Hasil laboratorium gula darah acak (GDA) 396 mg/dL, HbA1C 9,1%. Pemeriksaan Gram dan sediaan basah ditemukan blastospora dan pseudohifa. Kultur dari media CHROMagar Candida menunjukan species C. albicans. Diagnosis KVV ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksan fisik dan penunjang. Hasil: Pada pasien diberikan terapi ketokonazol 2 x 100 mg per hari, nistatin 100.000 IU salep dua kali sehari, insulin prandial maupun basal, serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Pemberin terapi selama 2 minggy memberikan kesembuhan pada pasien. Kesimpulan: Pemberian obat anti jamur dengan dosis dan durasi yang tepat disertai GDA <200 mg/dL disertai edukasi yang sesuai akan memberikan perbaikan klinis pada pasien KVV dengan diabetes melitus tipe 1 serta mencegah rekurensi.
Trikomoniasis pada Remaja Amanda Gracia Manuputty; Vebiyanti Tentua
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.21

Abstract

Pendahuluan: Trikomoniasis merupakan vaginitis yang disebabkan oleh protozoa dan dapat ditransmisikan secara seksual dan non-seksual serta sering muncul astimptomatik. Metode: Dilaporkan satu kasus trikomoniasis asimptomatik pada seorang remaja putri Kasus: Seorang remaja putri berusia 15 tahun diperiksa untuk mencari fokal infeksi pencetus psoriasis vulgaris. Ditemukan keputihan putih hijau, berbau, namun tidak gatal, tanpa rasa nyeri saat berkemih. Pasien belum pernah berhubungan seksual, namun sering bertukar handuk dengan anggota keluarga lain. Pemeriksaan fisik tampak dinding vulvovaginal eritem tanpa udem, duh tubuh berwarna kuning kehijauan. Pemeriksaan sedian basah ditemukan protozoa Trichomonas vaginalis berflagel sedangkan pemeriksan Gram tidak ditemukan leukosit 10-20/LPB, epitel 5-10/ LPB. Tidak ditemukan blastospora, hifa, diplokokus Gram negatif intraseluler dan ektraseluler juga bakteri Gram positif. Diagnosis Trikomoniasis ditegakan dari manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang Hasil: Pada pasien diberikan terapi metronidazole 2 gram dosis tunggal serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Evaluasi manifestasi klinis setelah terapi menunjukan hasil kesembuhan pasien. Kesimpulan: Penegakan diagnosa cepat dan tepat serta pemberian obat sesuai rekomendasi akan memberikan perbaikan klinis dan menghindarkan pasien pada morbiditas komplikasi yang berat. Kata kunci: Trikomoniasis, remaja, asimptomatik
SOCIAL SUPPORT DAN PSYCHOLOGICAL DISTRESS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA DI MASA PENERAPAN NEW NORMAL Johan Bruif Bension; Alessandra Saija; Amanda Gracia Manuputty; Rachmawati Dwi Agustin
Molucca Medica Vol 15 No 2 (2022): VOLUME 15, NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i2.132

Abstract

Latar Belakang : Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan yang menimbulkan kekhawatiran. Tanggung jawab dan tuntutan kehidupan akademik pada mahasiswa dapat menjadi bagian stres yang dialami oleh mahasiswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh social support terhadap psychological distress mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Pattimura di masa penerapan new normal. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur socialsupport sebanyak 10 pertanyaan dan psychologicaldistress sebanyak 12 pertanyaan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 610 mahasiswa yang masih terdaftar aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK UNPATTI). Teknik statistik yang digunakan adalah total sampling, dimana semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh social support terhadap psycological distress mahasiswa fakultas kedokteran di masa penerapan new normal dengannilai Fhitung= 165.292 (p < 0.05). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukan bahwa dalam menghadapi perkuliahan mahasiswa membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, agar tercapai prestasi yang baik.
DETEKSI DINI KEGANASAN KULIT DENGAN PEMERIKSAAN KULIT SENDIRI (SAKURI) Manuputty, Amanda Gracia; Maitimu, Jennifer A.J.; Tando, Yudhie Djuhastidar
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.105

Abstract

Kanker kulit merupakan pertumbuhan jaringan kulit secara berlebihan yang mengenai sebagian atau seluruh lapisan kulit, yang memiliki struktur tidak teratur bersifat ekspansif, infiltratif hingga merusak jaringan sekitarnya, serta bermetastasis melalui pembuluh darah dan atau pembuluh getah bening. Insidensi kanker kulit meningkat dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar disebabkan akibat paparan sinar matahari yang berulang, perubahan iklim, perubahan kebiasaan individu dan sosial. Insiden keganasan kulit non melanoma maupun melanoma terus meningkat seiring berjalannya waktu. Berdasarkan tipe kulit, tipe kulit I dan II atau orang kulit putih memiliki angka kejadian kanker kulit lebih tinggi dibandingkan orang kulit hitam dikarenakan melanosit pada orang putih lebih rendah. Deteksi dini kanker kulit dapat dilakukan dengan pemeriksaan kulit sendiri (SAKURI) dengan memperhatikan tanda-tanda kanker kulit dengan metode ABCDE dan jika ditemukan sesuatu hal yang mencurigakan dari pemeriksaan dini SAKURI segera konsultasikan dengan dokter.
KEBERHASILAN TERAPI MENGGUNAKAN METOTREKSAT PADA KASUS PSORIASIS VULGARIS ANAK DERAJAT BERAT: SEBUAH LAPORAN KASUS Theodorus, Prilly Pricilya; Manuputty, Amanda Gracia; Bandjar, Fitri Kadarsih; Tanamal, Rita Sugiono; Tanasal, Hanny
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.8

Abstract

Introduction: Psoriasis is a chronic-relapse erythrosquamous dermatoses disease. Psoriasis occurs in any age with one-third of the cases start during childhood. Strategy in managing psoriasis is based on the severity and consideration towards patient’s medical condition. Case: A 12-year-old male child was admitted to dermatovenereologist clinic with reddish patch covered in thick scales that occur on almost his entire body. The condition, started when he was 3 years old, was oftentimes relapsing and worsened within the last 2 months. Patient frequently went to doctor and prescribed with ointment. The condition keeps relapsing, though there was improvement after treatment. Physical examination showed sharply marginated erythrosquamous macules are over 30% of body surface area, Kaarvetsvlek phenomenon, Auzspit sign, and PASI score 30.8. Histopathological examination present elongation of rete ridges and microabscess Munro. Patient were given 1 cycle of Methotrexate (MTX) and showed significant improvement in PASI score. Discussion: Types of psoriasis treatment are topical, systemic, phototherapy and biologic agent. MTX still remain one of the systemic treatment especially for moderate to severe psoriasis in children. Oral MTX is recommended because it is more convenient than parenteral administration. Conclusion: Pediatric psoriasis occurs in one-third of the cases and may affect patient’s physical and psychological health. MTX acts as antiproliferation and antiinflammation treatment for moderate-severe psoriasis and recalcitrance lesion to topical steroid. Education about the disease is important for treatment success and risk of relapse reduction.
Co-Authors Afif Nurul Hidayati Aldo Evan Wijaya Alessandra F. Saiya Alessandra Saija Alessandra Saija Alessandra Saija Bandjar, Fitri Kadarsih Bension, Johan B. Bertha Jean Que Bunga, Yeheskiel Holoaino Christiana R. Titaley Christiana Rialine Titaley Delsony Gerson Leunupun Dewi Najira Kabakoran Diah Mira Indramaya Djuhastidar Tando, Yudhie Dwi Murtiastutik Eka Astuty Elpira Asmin Etrin Z E S Linggar Eva Lydiawati Evy Ervianti Fadhila Nuralifa Fairus Fairus, Fadhila Nuralifa Farah Christina Noya Fatimah Azzahra Filep Marfil Tarangi Fitri Kadarsih Bandjar Gabriela Debora Saiya HARAHAB, IQBAL Hataul, Is Ikhsan Hursepuny, Valentine HUWAE, LAURA BIANCA Indrawanti Kushadiani Iqbal Alaudilah Harahap Irwan Irwan Is Ikhsan Hataul Istia, Sean Johan B. Bension Johan Bruif Bension Juan Felix Pangestu KABAKORAN, DEWI NAJIRA Laura Bianca Sylvia Huwae Laura Huwae Liengga, Haris Linda Astari, Linda M. Yulianto Listiawan Maimuna Latuconsina Maitimu, Jennifer A.J. Malakauseya, Maxwell Landri Vers Marfil Tarangi, Filep Menul Ayu Umborowati Muhammad Zaid Wakano Nazliah Awwaliah R. Syarbin Noija, Stazia Ony Wibriyono Angkejaya Pangestu, Juan Felix Parningotan Y. Silalahi Pepy Dwi Endraswari, Pepy Dwi Rachmawati Dwi Agustin Rahmadewi Rahmadewi Resnawaldi, Arlen Ridha Ramadina Widiatma Rita S. Tanamal RUGEBREGT, JOANNE MARIDJA Saija, Alessandra Flowrence Santi Aprilian Lestaluhu Santy Mail Sawitri Sawitri Sean Istia Sherly Yakobus SILALAHI, PARNINGOTAN YOSI Sunarko Matodiharjo Tahitu, Ritha Taihuttu, Yuniasih M. J. Tanamal, Rita Tanamal, Rita Sugiono Tanasal, Hanny Tando, Yudhie Djuhastidar Theodorus, Prilly Pricilya Tiffani Wafi Idlal Titaley, Christiana R. Titaley, Christiana Rialine Trisniartami Setyaningrum Vebiyanti Tentua Wakano, Ferros Rozik Wattimury, Marcelino Wijaya, Aldo Evan Yudhie Djuhastidar Tando Yuniasih Mulyani Jubeline Taihuttu Zechania Maelissa