Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Margaretha Lidya Sumarni; Silvester Silvester; Yosua Damas Sadewo
Sebatik Vol 26 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i1.1680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan strategi-strategi guru dalam proses pembelajaran di kelas dan dampak strategi belajar tersebut terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan di sekolah dasar negeri 9 Rangkang, Bengkayang. Peneliti melibatkan guru pada jenjang kelas rendah dan guru pada jenjang kelas tinggi sebagai subjek penelitian ini. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Strategi belajar yang digunakan guru sebelum masa pandemi covid-19 lebih efektif dibandingkan masa pandemi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya guru tidak bisa mengontrol dan memantau peserta didik secara langsung, penyampaian materi tidak optimal, pengerjaan tugas kurang maksimal dikarenakan materi yang diberikan oleh guru terbatas. 2) strategi pembelajara yang digunakan oleh guru wali kelas I dan wali kelas IV sebelum masa pandemi memberikan dampak yang baik terhadap hasil belajar peserta didik. 3) Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru wali kelas I dan wali kelas IV selama masa pandemi memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik, ini dibuktikan dengan hasil perolehan belajar peserta didik mengalami peningkatan.
PENYULUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN USAHA DI DESA BANI AMAS KECAMATAN BENGKAYANG Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1748

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Aula Kantor Desa Bani Amas Kecamatan Bengkayang Kalimantan Barat bagi keluarga pra sejahtera  dan aparatur desa di Desa Bani Amas. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga, tidak adanya pemisahan keuangan untuk konsumsi dan tabungan keluarga serta kesulitan dalam merencanakan usaha yang sesuai dengan kondisi perekonomian mitra. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dalam mengelola keuangan dan menyusun rencana usaha. Metode kegiatan ini adalah dengan kegiatan penyuluhan tatap muka yang dilakukan selama satu hari efektif terbagi dalam empat sesi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan evaluasi untuk mengetahui hasil kegiatan dalam mengatasi permasalahan mitra. Hasil kegiatan ini berdasarkan evaluasi diketahui bahwa sebanyak 71% atau 45 orang dari 64 orang peserta memahami materi dan siap menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dengan menabung minimal 10% dari total penghasilan dan ingin membuka kebun, ada yang ingin membuka kebun jagung dan ada yang membuka kebun sayur. Sebanyak 19 orang tidak atau belum memahami, hal tersebut dikarenakan beberapa diantaranya masih ingin berada pada zona nyaman menerima bantuan pemerintah. Komitmen pemerintah Desa Bani Amas pada tahun 2021 untuk menganggarkan dari dana desa untuk kegiatan pemberdayaan pendampingan usaha produktif masyarakat
PENDAMPINGAN PENERAPAN BRANDING PADA USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH RUMAH MAKAN ABUN DI KABUPATEN BENGKAYANG Yosua Damas Sadewo; Pebria Dheni Purnasari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v5i2.2120

Abstract

Sebuah merek atau brand yang diterapkan pada suatu usaha, maka akan dapat mempermudah konsumen dalam mengenal suatu produk. Namun hal tersebut belum terjadi di salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Bengkayang, yakni UMKM warung makan Abun. Melalui program pengabdian masyarakat yang dilakukan, UMKM warung makan Abun akan didampingi dalam penerapan branding didalam usahanya. Tujuan dari branding tersebut adalah untuk memberikan brand atau merek kepada warung makan Abun supaya produk-produknya dapat lebih dikenal masyrakat. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dilakukan melalui empat tahap, yakni tahap diskusi, desain branding, penerapan, serta tahap evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik hingga selesai dan mendapat apresiasi yang baik dari peserta. Penerapan branding di warung makan Abun berhasil dengan luaran yang dihasilkan berupa merek atau logo untuk rumah makan Abun, serta kelengkapan di rumah makan Abun.
PENDAMPINGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DI KECAMATAN BENGKAYANG KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v4i1.828

Abstract

Community service activities are carried out in Bani Amas Village, Bengkayang District, West Kalimantan with the aim of poor families receiving conditional assistance. Hopeful Family Program with the aim of this community partnership program is to provide training and assistance in the establishment of joint business groups (KUBE) families of beneficiaries of the Hope Family Program. (PKH) in Bengkayang Subdistrict continuously both in terms of the process of making proposals to the operation of KUBE. The phenomenon that occurs from the first time the activities are carried out until the end of the effective six-month mentoring activity, families of beneficiaries of the Hope Family Program (PKH) have not been able to move further to achieve independence as has been envisioned by the Ministry of Social Affairs by fostering a spirit of entrepreneurship through joint business groups (KUBE). The partner of the community partnership program is the formation of 11 (eleven) Joint Business Groups (KUBE) of the Bengkayang District Family Hope Program in Bengkayang Regency to assist in making KUBE assistance proposals ready to be submitted to the Ministry of Social Affairs through the Bengkayang Regency Social Service. The partnership method used is providing training in the form of lectures, tutorials and discussions as well as making business proposals.
POS INTAI BELANDA BUKIT VAN DERING SERUKAM SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA SEJARAH DI BUMI SEBALO [DUTCH FORTRESS VAN DERING HILLS AS A HISTORICAL TOURISM AREA IN BUMI SEBALO] Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo; Tomas Aquino
Naditira Widya Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v15i2.446

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, yaitu di lokasi Pos Intai Belanda Bukit Van Dering. Keberadaan pos intai tersebut masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat baik yang berada di sekitar Kabupaten Bengkayang maupun di luar daerah Kabupaten Bengkayang. Saat ini, kondisi bangunan pos intai cukup memprihatinkan dan terkesan dilupakan keberadaannya baik oleh masyarakat mapun pemerintah setempat. Tujuan penelitian untuk memahami rencana pemugaran kawasan Pos Intai Belanda Bukit Van Dering di Serukam sebagai kawasan pariwisata peninggalan sejarah kolonial Belanda di Bumi Sebalo Bengkayang. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terkait Pos Intai Belanda terhadap narasumber yang dapat dipercaya serta ditunjang dengan data dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya perhatian pemerintah dalam menginventarisasi dan merevitalisasi peninggalan sejarah Pos Intai Belanda di Bukit Van Dering Serukam serta belum ada upaya untuk memperkenalkan kawasan pariwisata sejarah Pos Intai Bukit Van Dering. Lokasi Pos Intai tersebut berada pada kawasan Bukit Van Dering dengan keindahan alam sangat alami dan lestari yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan pariwisata khas Kabupaten Bengkayang tetapi belum tersentuh oleh pembangunan pariwisata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa harus ada kerjasama dengan pelibatan setiap unsur pemangku kepentingan dalam upaya merevitalisasi situs Pos Intai Van Dering, serta dapat memanfaatkannya sebagai sumberdaya pariwisata dan materi pembelajaran muatan lokal di Kabupaten Bengkayang.The research was conducted in Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang in the Province of West Kalimantan, which was at the location of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering. Not many people, either in or outside Bengkayang, know about the existence of this lookout post. Presently, the condition of the construction of the lookout post is devastating and seems to have been forgotten by the community and the local government. The objective of this study was to determine the plan to restore the area of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam as a tourism area of the Dutch colonial history and heritage of Bumi Sebalo in Bengkayang. This research used a qualitative method and carried out by in-depth interviews related to the Dutch Lookout Post and supported by data obtained from relevant agencies. The results suggest that the government has not conducted inventory and revitalization of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam. There has not been attempt also to introduce this historical tourism area. The lookout post was built on Bukit Van Dering surrounded by natural beauty and potential for the development of a tourism area.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar di Perbatasan Pada Era Digital Pebria Dheni Purnasari; Yosua Damas Sadewo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1218

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pendidikan dasar di Bengkayang serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pembelajaran pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawacara, studi literatur, observasi dan angket. Subjek penelitian adalah guru SD di sekolah dasar dengan tingkat akreditasi yang berbeda di wilayah Bengkayang, yakni SDN 2 Sungai Betung, SDN 2 Bengkayang, SDN 12 Sengkabang dan SDN 11 Kelampe. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 4 SD tersebut belum dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, selain itu juga diperoleh data bahwa pengenalan dan penggunaan model pembelajaran masih sangat minim. Melalui hasil penelitian diketahui bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan teknologi dan model dalam proses belajar yakni kompetensi guru, iklim sekolah, dan fasilitas di mana ke tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sengan yang lain. Sedangkan tingkat akreditasi sekolah pada kenyataannya tidak menjadi faktor pendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi
Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar di Perbatasan Pada Era Digital Pebria Dheni Purnasari; Yosua Damas Sadewo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1218

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pendidikan dasar di Bengkayang serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pembelajaran pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawacara, studi literatur, observasi dan angket. Subjek penelitian adalah guru SD di sekolah dasar dengan tingkat akreditasi yang berbeda di wilayah Bengkayang, yakni SDN 2 Sungai Betung, SDN 2 Bengkayang, SDN 12 Sengkabang dan SDN 11 Kelampe. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 4 SD tersebut belum dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, selain itu juga diperoleh data bahwa pengenalan dan penggunaan model pembelajaran masih sangat minim. Melalui hasil penelitian diketahui bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan teknologi dan model dalam proses belajar yakni kompetensi guru, iklim sekolah, dan fasilitas di mana ke tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sengan yang lain. Sedangkan tingkat akreditasi sekolah pada kenyataannya tidak menjadi faktor pendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi
Healthy and Smart Generation Program in Poverty Eradication Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2017: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 3
Publisher : Proceeding International Conference on Information Technology and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of poverty is still ensnare the Indonesian nation. Therefore, the government is moving to address the problem by issuing a continued reduction programs are Healthy and Smart Generation Program. The program is more focused on health and education is an important factor in influencing the level of welfare of a community. The problem of this research is how the match between the process of implementation of Healthy and Smart Generation Program 2016 conducted in the District Seluas Bengkayang with Operational Technical Guidelines. The concept used in this study is the evaluation. Type of this research is descriptive qualitative data. Informants consisted of: Chairman and Treasurer of the Project Management Unit, Facilitators, Fasilitator, Kader Village Community Empowerment, Regulatory and 5 beneficiaries. The evaluation of Healthy and Smart Generation Program in the district Shouts Bengkayang rated 5 stars indicators contained in the Technical Instructions of Operations, namely: the level of partiality to the poor, siding with women, concern for the future of children, transparency, accountability, participation and decentralization. The results of the evaluation in the District Seluas Bengkayang can be said to have not been successful, because there are still many who have not been in accordance with the Technical Guidelines OperationalKeywords: Poverty, Healthy, Smart.
ANALISIS EFEKTIVITAS ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (STUDI KASUS KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI POLRES MEMPAWAH) Yeremia Niaga Atlantika; Blasius Manggu; Sabinus Beni; Yosua Damas Sadewo
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 10 No 02 (2022): Agustus 2022
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v10i02.295

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) is an individual's discretionary behavior, not directly related to or explicitly recognized by the reward system and that in aggregate promotes the effective functioning of the organization, OCB continues to expand into multiple disciplines such as human resources, marketing, health administration, hospital, economy, community psychology, and military psychology. This research was based on a case study within the Mempawah Police Resort, involving 9 informants consisting of key informants and triangulation informants as primary data. The purpose of this research was to know the effective’s OBC within the Mempawah Police Resort in supporting the duties, protecting, and serving the people of Mempawah Regency. The kind of this research was descriptive, and the data had been analyzed qualitatively using NVivo 12 plus. The results show that OCB had an effective role in building effective and dynamic communication, building a sense of sincerity and sincerity, increasing discipline, building a sense of responsibility, and building high commitment from members of Mempawah Police Station.
Pendampingan Pengomposan Dengan Menggunakan Cairan Effective Microorganism (EM4) Di Lingkungan Sekolah Dasar Daerah Perbatasan: Indonesia Yeremia Niaga Atlantika; Herry Sanoto; Yosua Damas Sadewo; Sabinus Beni
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

State Elementary School 09 Rangkang is in Bengkayang District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. Bengkayang Regency is geographically directly adjacent to neighboring Sarawak-Malaysia. In managing waste originating from the school environment, Elementary School 09 Rangkang has a management strategy by composting organic waste. Organic waste management at Elementary School 09 Rangkang together with the team aims to provide enrichment to practices regarding organic waste processing with composting. The process of composting organic waste uses the help of an Effective Microorganism (EM4) activator with the aim of accelerating composting and increasing the nutrients from composting. In this service, the implementation method applied is by identifying problems, implementing, and evaluating service activities. The results of the evaluation of this service activity show that the processing of organic waste in the school environment is an innovation in utilizing the waste that is generated every day. In addition, through this program, Elementary School 09 Rangkang teachers can gain competence in processing organic waste in the school environment.