Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen perubahan dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayah perbatasan Bella Ghia Dimmera; Eligia Monixa Salfarini; Pebria Dheni Purnasari; Yosua Damas Sadewo
Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbmp.v12i2.125182

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memahami bagaimana proses perubahan direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, (2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat keberhasilan manajemen perubahan serta (3) untuk menganalisis dampak perubahan tersebut terhadap mutu pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan analisis kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan perguruan tinggi, unit penjaminan mutu, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, serta menganalisis dokumen terkait implementasi perubahan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Rekomendasi yang dapat dibuat mencakup perlunya mengadopsi pendekatan yang peka terhadap konteks wilayah perbatasan, memperkuat partisipasi pemangku kepentingan, berinvestasi dalam peluang pelatihan dan infrastruktur, mendukung pengembangan profesional sumber daya manusia, dan menerapkan evaluasi dan adaptasi berkelanjutan terhadap perubahan.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar di Perbatasan Pada Era Digital Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1218

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pendidikan dasar di Bengkayang serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pembelajaran pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawacara, studi literatur, observasi dan angket. Subjek penelitian adalah guru SD di sekolah dasar dengan tingkat akreditasi yang berbeda di wilayah Bengkayang, yakni SDN 2 Sungai Betung, SDN 2 Bengkayang, SDN 12 Sengkabang dan SDN 11 Kelampe. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 4 SD tersebut belum dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, selain itu juga diperoleh data bahwa pengenalan dan penggunaan model pembelajaran masih sangat minim. Melalui hasil penelitian diketahui bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan teknologi dan model dalam proses belajar yakni kompetensi guru, iklim sekolah, dan fasilitas di mana ke tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sengan yang lain. Sedangkan tingkat akreditasi sekolah pada kenyataannya tidak menjadi faktor pendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ASRAMA KAMPUS ISB BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT Owen, Mickael Febrianto; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2495

Abstract

Penelitian yang berlangsung di asrama Institut Shanti Bhuana ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan karakter yang dijalankan oleh mahasiswa yang hidup berasrama. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif. Terdapat ada beberapa tahapan yang dilaksanakan yakni; pengambilan data melalui observasi, dan menyebarkan angket kepada mahasiswa asrama, kemudian dilanjutkan dengan wawancara. Terdapat 70 responden dalam pengambilan sampel yang terdiri dari tiga wisma: wisma Carlo Akutis, Wisma Maria, dan Wisma Theresia. Nilai karakter yang dianalisi yaitu: Nilai karakter tanggung jawab, nilai karakter cinta dan kasih sayang, nilai karakter disiplin, serta nilai karakter kepedulian. 
PENTINGNYA PENANAMAN PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK SEKOLAH DASAR Bella, Koleta Trivanila; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2499

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai sebuah pendidikan sikap / karakter pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian kualitatif. Artikel ini ditulis menggunakan metode studi literatur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pentingnya menanamkan pendidikan yang mengarahak pada karakter pada anak di sekolah dasar, terutama pada anak di zaman sekarang ini. Penerapan pendidikan karakter pada anak sekolah dasar ini bermaksud supaya dapat membentuk suatu sikap / karakter pada anak sejak dini. Selain itu juga tujuan dari penanaman pendidikan yang berkarakter pada anak sekolah dasar ini yaitu untuk membentuk suatu karakter yang baik pada anak sekolah dasar, bisa saling menghormati dan saling bekerjasama. Nilai yang akan diterapkan pada penyelenggaraan pendidikan karakter pada anak sekolah dasar adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Karakter peserta didik yang sudah dari awal atau sudah sejak dini terbentuk maka akan sangat dapat menentukan sebuah sikap yang baik dan berintegritas pada anak-anak bangsa di kemudian hari.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar di Perbatasan Pada Era Digital Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1218

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pendidikan dasar di Bengkayang serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pembelajaran pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawacara, studi literatur, observasi dan angket. Subjek penelitian adalah guru SD di sekolah dasar dengan tingkat akreditasi yang berbeda di wilayah Bengkayang, yakni SDN 2 Sungai Betung, SDN 2 Bengkayang, SDN 12 Sengkabang dan SDN 11 Kelampe. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 4 SD tersebut belum dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, selain itu juga diperoleh data bahwa pengenalan dan penggunaan model pembelajaran masih sangat minim. Melalui hasil penelitian diketahui bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan teknologi dan model dalam proses belajar yakni kompetensi guru, iklim sekolah, dan fasilitas di mana ke tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sengan yang lain. Sedangkan tingkat akreditasi sekolah pada kenyataannya tidak menjadi faktor pendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi
Enhancing the GROW syntax in GAARANTUNG: a study on the coaching model development in education Sadewo, Yosua Damas; Wibawa, Basuki; Hanafi, Ivan; Purnasari, Pebria Dheni; Saputro, Totok Victor Didik
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21211

Abstract

The selection process of a coaching model should be an initial consideration before conducting training activities. However, the limited availability of coaching models hinders the delivery of quality training programs. Therefore, it is necessary to have options for coaching models. This research aims to develop a goal, actual, alternative, plan, action, monitoring, and reflection based on blended learning (GAARANTUNG) a coaching model rooted in goal, reality, option, will (GROW) with the addition of action, monitoring, and reflection elements based on blended learning. The development of this coaching model is conducted by adopting the analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) research and development concept, which involves three main steps: analysis, design, and development. The results of this research include the availability of a coaching model that meets the needs, including the incorporation of technological elements within GAARANTUNG. The GAARANTUNG coaching model is the improved version of the GROW coaching model, which only focuses on action planning, and the goal, reality, option, will-monitoring, evaluation (GROW-ME) coaching model, which lacks a description of coaching during action and does not include digital technology elements. The refinement of the syntax in GROW and GROW-ME to form GAARANTUNG is a crucial step in providing a coaching model that aligns with the needs and facilitates the implementation of training programs, specifically targeting the main needs of participants, including teachers and school principals.
Pemahaman Konsep Dasar Matematika Mahasiswa di Wilayah Perbatasan Indonesia – Malaysia: Bagaimana Tantangannya? Didik Saputro, Totok Victor; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v1i2.5263.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep dasar matematika mahasiswa di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan 64 mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada perguruan tinggi swasta yang berada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia, tepatnya di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Tahapan penelitian ini meliputi 1) penyiapan instrumen penelitian; 2) validasi instrumen penelitian; 3) pembelajaran di kelas; 4) pengambilan data penelitian; dan 5) analisis data. Data dikumpulkan melalui instrumen tes yang berkaitan dengan kemampuan pemahaman konsep dasar matematika mahasiswa sebanyak 5 butir soal yang berbentuk esai. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistika yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini memuat 3 aspek yang terdiri dari 1) pemahaman Konsep dasar matematika mahasiswa dikaji dari pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural; 2) kesulitan mahasiswa dalam memahami Konsep dasar matematika yang memuat proses memahami permasalahan, menggunakan bilangan matematika, mengimplementasikan strategi penyelesaian masalah, dan menginterpretasikan hasil pemecahan masalah; dan 3) kesiapan dan tantangan sebagai calon guru sekolah dasar dalam memberikan pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STEM BERBASIS ROBOTIK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PERBATASAN Saputro, Totok Victor Didik; Silvester, Silvester; Sadewo, Yosua Damas; Purnasari, Pebria Dheni; Cahyaningtyas, Christian; Atlantika, Yeremia Niaga
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8207

Abstract

Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah dasar. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan dalam penguasaan teknologi serta kurangnya pengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada 60 guru sekolah dasar dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran STEM berbasis robotic yang berfokus pada pelajaran matematika di sekolah dasar. Metode pendampingan yang digunakan adalah GAARANTUNG Coaching Model, yang mencakup tujuh tahap utama: Goal (penetapan tujuan), Aktual (analisis kondisi saat ini), Alternatif (pengembangan opsi tindakan), Rencana (perumusan rencana), Aksi (implementasi), Monitoring (pemantauan), dan Tindak Lanjut (evaluasi dan perbaikan). Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan guru terkait implementasi STEM di sekolah dasar serta kemampuan mereka untuk melakukan praktik langsung pembelajaran berbasis robotik. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah perbatasan, dengan memanfaatkan teknologi robotik untuk mengembangkan keterampilan STEM siswa secara lebih efektif.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN "MERDEKA BELAJAR, KAMPUS MERDEKA" BAGI MAHASISWA DI DAERAH PERBATASAN Dimmera, Bella Ghia; Lumbantobing, Winda Lidia; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas; Saputro, Totok Victor Didik
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/noken.v4i1.3028

Abstract

The purpose of this study is to determine the effectiveness of the "Merdeka Belajar, Kampus Merdeka" (MBKM) policy for students in border areas. The problems that exist in border areas are analyzed through descriptive qualitative case studies. The main data sources for this research were obtained through surveys and interviews. Questionnaires and instructions for surveys were given to respondents, namely students. Data were collected through interviews and documentation; triangulation to ensure data validity; and data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study revealed that the target of the MBKM policy for 36 students is the effectiveness of the MBKM policy in border areas is considered not entirely appropriate.  The results obtained are not the right policy, not the right implementation, not the right target, and not the right environment.  With the existence of the MBKM policy, students have not received and understood the benefits, namely the MBKM policy has been socialized but students have not understood it well, not yet appropriate implementation, that the government has established the MBKM policy, but it is not in accordance with the conditions of universities in border areas. Not yet on target, that education equity has not yet reached the target. Not yet appropriate environment, that the MBKM policy has not provided information related to educational development in border areas.
Primary Schools in Border Areas’ Strategies to Build Early Digital Economy Concept through The Critical Reasoning Dimension of Pelajar Pancasila Profile Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas; Saputro, Totok Victor Didik; Santosa, Donald Samuel Slamet; Sanoto, Herry
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 16 No 2 (2025): Innovation and Development in Education in the Digital Era: Strategies, Technolo
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v16i2.1963

Abstract

The objective of this research is to further examine the strategies used by primary schools in Bengkayang, a border area, in developing the concept of digital economy through the Pelajar Pancasila Profile in the dimension of critical reasoning. This research is an exploratory study with a qualitative approach. The research subjects consist of three primary schools in the border area with different accreditation levels: A, B, and C accreditation. Four teachers were selected from each school, making a total of 12 teacher respondents in this study. The data collection includes interviews, open questionnaires, observations, and literature review. The results of this study show that the concept of digital economy is still unstructured, which can be seen from the fact that the teaching materials used have not been constructed comprehensively. The limitations of understanding related to the concept of the digital economy in elementary schools have not been fully mastered by teachers, so it also has an impact on student understanding. Such conditions encourage the need for training, especially in designing teaching materials and assessments that can accommodate this need. In addition, schools also need to support the improvisation of teaching materials so that they do not depend on the textbooks.