Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH HASIL BELAJAR TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA PROGRAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN Sadewo, Yosua Damas; Purnasari, Pebria Dheni; Beni, Sabinus
JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpeka.v4n2.p77-85

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar dengan minat dalam berwirausaha di Program Studi Kewirausahaan, sehingga hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan apakah hasil belajar pada Program Studi Kewirausahaan dapat menjadi salah satu faktor tumbuhnya minat dalam berwirausaha. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun penelitian ini dilakukan di lingkungan STIM Shanti Bhuana, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa STIM Shanti Bhuana Program Studi Kewirausahaan angkatan 2017 yang berjumlah 27 orang. Analisis pengumpulan data  menggunakan tes, tes dijadikan alat untuk mengukur hasil belajar mahasiswa terkait wawasan kewirausahaan di Program Studi Kewirausahaan, sedangkan data mengenai minat berwirausaha diambil dengan menggunakan angket pada responden yang sama. Setelah data diperoleh, maka dilakukan rekap dan analisis menggunakan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara hasil belajar Kewirausahaan terhadap minat dalam berwirausaha yang signifikan dengan besarnya pengaruh 36,3%. Berdasarkan hasil ini, maka dapat diketahui bahwa tumbuhnya minat dalam berwirausaha dapat dipengaruhi dengan nilai hasil belajar yang baik, oleh karena itu untuk mendorong hasil belajar yang baik perlu proses pembelajaran yang baik, sehingga satu dengan yang lain saling terkait.
Menumbuhkan Minat Belajar Bahasa Inggris Peserta Didik Sekolah Dasar Di Daerah Perbatasan Kalimantan Barat Winda Lidia Lumbantobing; Yosua Damas Sadewo
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 4, No 2 (2022): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v4i2.18236

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan sebagai perwujudan pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menumbuhkan minat belajar Bahasa Inggris peserta didik sekolah dasar di RT 05 Sebopet, kelurahan Sebalo, perbatasan Kalimantan-Malaysia.  Kegiatan ini dilakukan dari bulan Maret sampai April, yang dilakukan 2 kali seminggu di rumah salah satu warga desa Sebopet, Kelurahan Sebalo. Terdapat 13 peserta didik sekolah dasar di RT 05 Sebopet yang terlibat. Analisis digunakan secara tematik yang dilakukan pada setiap notulensi di lapangan menunjukkan bahwa peserta didik sekolah dasar memiliki ketertarikan dalam belajar Bahasa inggris melalui nyanyian baik yang menggunakan gerakan fisik maupun tidak, permainan dan penggunaan media gambar dalam proses belajar bahasa inggris serta menggunakan aplikasi multimedia “English for Kids”.  Keberagaman dalam penyampaian materi dapat menarik perhatian, menimbulkan rasa keingintahuan, antusias dan semangat belajar bahasa Inggris peserta didik sekolah dasar di RT 005 Sebopet, kelurahan Sebalo, perbatasan Kalimantan - Malaysia. Dapat disimpulkan program pengabdian masyarakat telah berhasil menumbuhkan minat pembelajar sekolah dasar dalam  mempelajari bahasa Inggris.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kompetesnsi Pedagogik Pebria Dheni Purnasari; Yosua Damas Sadewo
Publikasi Pendidikan Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v10i3.15275

Abstract

Proses pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Seorang guru, harus mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang baik sehingga mampu mencapai tujuan yang ditetapkan. Untuk dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dibutuhkan pemahaman terkait strategi mengajar serta penguasaan terhadap media ajar. Pembelajaran yang efektif terlihat dari bagaimana pembelajaran tersebut dapat menjawab kebutuhan siswa, serta tuntutan kemajuan jaman. Pelatihan pemanfaatan teknologi dalam mengajar menjadi hal yang tepat mengingat pendidikan di Indonesia harus dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, terlebih lagi di tengah situasi saat ini yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung karena merebaknya virus Covid-19. Pemanfaatan teknologi dalam mengajar akan mendorong guru untuk menciptakan proses pembelajaran berbasis teknologi. Pelatihan ini dilakukan pada guru di SDN Wulungsari dengan fokus pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring. Melalui kegiatan pelatihan ini, ada peningkatan kemampuan pada para guru di SDN Wulungsari dalam hal pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi di mana kemampuan tersebut berada pada kompetensi pedagogik.
Pendampingan Pemilihan Model Pembelajaran Ditinjau Dari Perkembangan Kognitif Siswa Sekolah Dasar Pebria Dheni Purnasari; Margaretha Lidya Sumarni; Yosua Damas Sadewo
Publikasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v12i1.31856

Abstract

Hasil observasi yang menunjukkan bahwa para guru di SD Negeri 2 Sungai Betung mengalami kesulitan dan kendala ketika diharuskan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring, selain itu penggunaan model pembelajaran juga belum bervariatif. Proses pembelajaran yang dilakukan berfokus pada penyampaian materi ajar pada siswa tanpa memperhatikan pemilihan model yang tepat serta penggunaan teknologi sebagai media dalam pembelajaran masih tergolong rendah. Hal ini terlihat pada strategi pembelajaran jarak jauh yang dilakukan yakni dengan membentuk kelompok belajar, dan memberikan pengajaran di rumah siswa. Selanjutnya metode mengajar yang digunakan adalah penugasan. Proses pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan penggunaan model pembelajaran belum dilakukan. Pendampingan tersebut diilakukan dalam bentuk pengajaran dan pelatihan mengenai model pembelajaran dan manfaat teknologi sebagai media ajar serta mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran sehingga tercipta strategi ajar dengan memanfaatkan teknologi yang berintegrasi dengan model pembelajaran. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahap diskusi, memberikan penjelasan mengenai jenis dan ragam model pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan kognitif siswa dengan media pembelajaran daring, kemudian memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran daring. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu semester dan diakhiri dengan evaluasi. Pendampingan pemanfaatan media teknologi berintegrasi model pembelajaran dilaksanakan dengan skema pengabdian kemitaan masyarakat. 
FILSAFAT MATEMATIKA: KEDUDUKAN, PERAN, DAN PERSEPEKTIF PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yosua Damas Sadewo; Pebria Dheni Purnasari; Suyitno Muslim
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 10 No 01 (2022): April 2022
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v10i01.269

Abstract

This research aims to provide a detailed study of the philosophy of mathematics, the relation of the philosophy of mathematics with learning, anduncover problems in the study of mathematics from the perspective of mathematical philosophy. The research method used is a qualitative researchmethod with a review literature approach to surveying several articles about mathematical philosophy and problems in mathematics learning. Basedon the research results, it can be concluded that the philosophy of mathematics is a reflection of the science of mathematics itself and affirms themeaning of truth in mathematics. The scope in the philosophy of mathematics can be categorized into four branches of science, namely mathematicalepistemology, mathematical ontology, mathematical methodology, and mathematical logic. The implementation of learning consisting of inputs,processes, and outputs cannot be separated from the role and position of mathematical philosophy. Obstacles in the performance of education can becaused by the unconnected part of the philosophy of mathematics in the learning process.
KAMPUNG KREATIF JAGOI BABANG SEBAGAI UPAYA MEMAKSIMALKAN POTENSI DAERAH PERBATASAN Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v6i2.1890

Abstract

Jagoi Babang Creative Village is a border area between Bengkayang Regency, West Kalimantan Province, Indonesia with Serikin Malaysia, Sarawak Section as an official forum for Jagoi Babang border residents in developing Creative Industries, especially Handicrafts with basic ingredients of Rattan and Kapuak Bark with the characteristics of Dayak Bidayuh. In maximizing the existence of this Creative Village, of course, it will be faced with several things, therefore it is important to do research. The purpose of this study is to describe some of the challenges and opportunities that can become business opportunities for the younger generation, especially at the Jagoi Babang and Bengkayang borders in general. The research method uses qualitative methods with data collection techniques through in-depth interviews with traditional elders, community leaders and creative economy actors in the Jagoi Babang creative village. The results showed that, The challenges: Rattan raw materials are not available because the community does not cultivate rattan and only relies on the generosity of nature and the loss of forest replaced by oil palm plantations, the absence of marketing places and government efforts to overcome the prices of craftsmen, do not have patent rights which can be detrimental to splint craftsmen. Opportunities: Prices can be controlled by Indonesia, especially craftsmen, opportunities for investors to open rattan plantations and open new jobs, apply for patents that make it a characteristic of Bengkayang Regency and export rattan products typical of Dayak Bidayuh abroad. The conclusion from the results of this study is that there are still very open business opportunities with the establishment of the Creative Village to improve people's living standards and can provide new jobs and participation between the community and the Bengkayang district government. Keywords: Creative Village, Rattan, Border
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS, MINAT, DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X Pebria Dheni Purnasari; Yosua Damas Sadewo
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.031 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas, minat dan hasil belajar siswa kelas X SMA N 1 Bengkayang pada mata pelajaran ekonomi setelah mengikuti pembelajaran dengan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA N 1 Bengkayang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknis tes, observasi, dan angket, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Teknik tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, observasi dilakukan guna mengetahui aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan angket digunakan untuk mengukur minat belajar siswa selama mengikuti pembelajaran dengan model PBL. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar, minat belajar dan aktivitas belajar dari kondisi awal hingga ke siklus II. Peningkatan hasil belajar yang didapat pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yakni hasil belajar pada siklus II sebesar meningkat menjadi 88,24% dari siklus I yakni 70,59%, sedangkan minat belajar siswa siklus I sebesar 67,65% meningkat menjadi 78,16 % pada siklus II dan aktivitas belajar siswa sebesar 80% pada siklus I meningkat menjadi 92,5% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan keberhasilan penerapan model pembelajaran PBL, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas, minat, dan hasil belajar ekonomi siswa melalui model pembelajaran PBL telah berhasil dilakukan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN SELF EFICACY SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CAROUSEL FEEDBACK DAN SHOWDOWN PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Bengkayang) Yosua Damas Sadewo; Pebria Dheni Purnasari
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.674 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran kewirausahaan dan self efficacy siswa kelas X di SMA N 1 Bengkayang setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Carousel Feedback and Showdoun. Penerapan model Carousel Feedback and Showdoun merupakan solusi dari permasalahan yang terjadi di kelas yakni hasil belajar serta self efficacy siswa yang rendah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA N 1 Bengkayang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknis tes, observasi, dan angket, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh berdasarkan tes selanjutnya dianalisis guna diketahui ketuntasan belajar siswa, selanjutnya self efficacy diukur melalui angket. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka diketahui adanya peningkatan hasil belajar dan self efficacy. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I adalah sebesar 55,56%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 22,23% dari kondisi awal di mana ketuntasan hanya mencapai 33,33%. Hasil analisis ketuntasan belajar siklus II diketahui bahwa ketuntasan siswa mencapai 83,33% sehingga ketuntasan ini melampaui indikator ketuntasan yang ditentukan. Adapun peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 27.77%. Selain adanya peningkatan hasil belajar juga terjadi peningkatan self efficacy diri yakni dari 73,56% menjadi 85,34%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Carousel Feedback and Showdoun mampu meningkatkan hasil belajar dan self efficacy siswa kelas X pada mata pelajaran kewirausaahaan di SMA N 1 Bengkayang.
PERAN PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN DI PERBATASAN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (Studi Kasus: Kabupaten Bengkayang-Kalimantan Barat) Sabinus Beni; Yosua Damas Sadewo
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.162 KB)

Abstract

Revolusi industri keempat (Era 4.0) dicirikan oleh kompleksnya persoalan yang akan dihadapi penduduk dunia. Semua jenis pekerjaan akan semakin kompleks. Hal ini disebabkan kombinasi globalisasi dengan teknologi informasi yang kecepatan perkembangannya sangat di luar dugaan. Salah satu persoalan dewasa ini adalah penciptaan lapangan kerja dan salah satu peluang industri 4.0 yaitu integrasi Usaha Kecil Menengah dan kewirausahaan. Program Studi Kewirausahaan menjadi salah satu solusi dalam menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi revolusi industri keempat. Daerah perbatasan merupakan garda terdepan dalam menggambarkan kemajuan suatu bangsa, program studi kewirausahaan menjawab semua permasalahan dalam proses pembangunan perbatasan. Dengan hadirnya program studi kewirausahaan di perbatasan Kabupaten Bengkayang sangat mendapatkan apresisasi dari masyarakat dan pemerintah, dimana kelak lulusannya dapat menjadi para entrepreneur maupun intrapreneur yang secara tidak langsung dapat meningkatakan rasa nasionalisme dan jiwa patriotik masyarakat perbatasan dikarenakan masyarakat sudah sejahtera dan tidak mengandalkan malaysia (Sarawak) sebagai temapat untuk mencari pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif yang dilakukan di perbatasan Indonesia (Kabupaten Bengkayang-Kalimantan Barat) dengan Malaysia (Sarikin-Sarawak) dengan mayoritas penduduknya sebagai petani dan sepenuhnya bergantung kepada Malaysia untuk pemasaran hasil-hasil pertanian dan perkebunan.hasil penelitian menunjukkan bahwa peran program studi kewirausahaan memberikan dampak sangat besar bagi perubahan masyarakat perbatasan, dimana pada awalnya masih berorientasi pada produk bahan baku yang langsung dijual ke Malaysia berubah kearah penambahan nilai tambah produk yang dapat meningkatkan pendapatan.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI KEBUDAYAAN LOKAL PADA SEKOLAH DASAR Yosua Damas Sadewo; Pebria Dheni Purnasari
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.228 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1649

Abstract

Fokus Penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk Video Pembelajaran Matematika Berorientasi Kebudayaan Lokal yang sesuai kebutuhan dan mempunyai karakteristik yang praktis yang dapat dengan mudah digunakan oleh guru dan siswa SDN 02 Bengkayang. Penelitian ini dikategorikan dalam jenis penelitian pengembangan (research and development), yaitu pengembangan Video Pembelajaran Matematika Berorientasi Kebudayaan Lokal yang berorientasi pada model pengembangan Borg and Gall dan ADDIE. Lokasi penelitian ini adalah SDN 2 Bengkayang dengan subjek penelitian siswa kelas 1 SDN 2 Bengkayang, beserta guru kelas, dan orang tua siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi, lembar uji pakar, catatan penelitian, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif deskriptif yakni dengan menganalisis hasil uji pakar, dan lembar observasi. Hasil dalam penelitian ini adalah secara garis besar video pembelajaran yang dikembangkan telah berada pada kategori valid dan layak untuk diimplementasikan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penilaian uji pakar yang mendapat nilai rata-rata 41,67 di mana kategori dari nilai tersebut adalah baik. Pengukuran karakteristik video dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dengan nilai rata-rata sebesar 77,2 dengan kategori baik. Persentase dari penilaian lembar observasi menunjukkan nilai sebesar 46,43% siswa memberikan respond yang sangat baik, 17,86% siswa memberikan respond yang baik, dan 35,71% siswa memberikan respond cukup. Hasil ini mengindikasikan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakteristik yakni mudah dipahami siswa, menarik minat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran, serta dapat membantu siswa saat belajar di rumah.