Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TRAINING IN MAKING ORGANIC COMPOST TO BUILD THE CHARACTER OF ENVIRONMENTAL CARE IN STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOLS 13 TALIWANG Haryani, Poppy; Sejati, Martina Ayu; Manalu, Tugma Jaya; Suharto, Prihutomo; Gusri, Rahmat
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i3.2836

Abstract

Land productivity is significantly influenced by the patterns of land use and management practices employed. The excessive application of chemical composts and pesticides has been shown to degrade soil fertility and pose long-term threats to environmental sustainability. To mitigate these adverse effects, it is essential to introduce the principles of conservation-oriented agriculture from an early age. This community engagement activity was designed to provide elementary students at SD Negeri 13 Taliwang, West Sumbawa Regency, with direct experience in the production and application of organic compost. Moreover, the program aligns with the objectives of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), particularly through its focus on practical planting activities using potted plants. The implementation methods included an introductory session on the concept and environmental benefits of bokashi, which included a practical session involving direct student participation in the compost making process. Besides introducing eco-friendly technologies, the activity fostered environmental awareness among students. Similar programs should be continued to support early understanding of sustainable agriculture.
Evaluasi Kualitas Semen Sapi Pesisir Berdasarkan Variasi Waktu Ekuilibirasi Pasca Thawing: Evaluation of Pesisir Cattle Semen Quality Based on Variation in Equilibration Time After Thawing Nadia Rahma; Suci Febrianti; Fadilla Meidita; Dwi Ananta; Gusri Rahmat
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 9 No. 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v9i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen sapi pesisir berdasarkan variasi waktu ekuilibrasi pasca thawing. Semen dikoleksi dengan metode vagina buatan, diencerkan menggunakan AndroMed, lalu dilakukan proses filling, sealing, dan ekuilibrasi pada suhu 5°C dengan durasi P1=2jam, P2=4jam, P3=6jam, P4=8jam, dan P5=10jam. Variabel yang diamati adalah persentase hidup spermatozoa, motilitas spermatozoa, persentase abnormalitas spermatozoa, dan membran plasma utuh spermatozoa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan polynomial regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara waktu ekuilibrasi terhadap kualitas semen sapi pesisir pasca thawing. Motilitas spermatozoa berkisar antara 44% hingga 58%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 8 jam dan terendah pada 2 jam. Persentase hidup spermatozoa berkisar antara 61,2% hingga 70,5%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 10 jam. Persentase abnormalitas spermatozoa menurun seiring bertambahnya waktu ekuilibrasi, dengan nilai terendah pada ekuilibrasi 8 jam (28,5%) dan tertinggi pada 2 jam (41,7%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase motilitas tertinggi dan abnormalitas terendah didapat pada (P4). Persentase hidup spermatozoa tertinggi pada perlakuan (P5), sedangkan persentase membran plasma utuh tertinggi didapat pada waktu ekuilibrasi (P2)
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA MELALUI PENGGUNAAN AZOLLA SEBAGAI SUMBER PROTEIN MURAH BAGI AYAM KAMPUNG PETELUR Alberth N. Ndun; Simon E. Mulik; Marthen L. Mullik; David Agustinus Nguru; Morin M. Sol’uf; Rahmat Gusri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40303

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan pemuda desa merupakan langkah strategi yang mendesak dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan. Ayam kampung petelur dinilai sebagai komoditas yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil, namun potensi ini sering terhambat oleh tingginya biaya pakan dan terbatasnya pengetahuan teknis di kalangan pemuda pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam budidaya ayam kampung petelur melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan melibatkan delapan pemuda desa melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung, dengan target peningkatan hardskill maupun softskill peserta. Hardskill yang disasar meliputi keterampilan teknis pembuatan mesin tetas, budidaya azolla, dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, sementara softskill yang dikembangkan mencakup kemandirian, inisiatif, dan kemampuan berwirausaha dalam pengelolaan usaha peternakan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan mesin tetas sederhana berbahan bekas, pengenalan dan budidaya azolla sebagai pakan alternatif sumber protein, serta formulasi ransum ayam kampung petelur berbasis bahan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dijelaskan dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh materi pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan teknis pemuda desa, mendorong kemandirian produksi bibit dan pakan, serta berpotensi mendukung pengembangan ayam kampung petelur yang berkelanjutan dan berbiaya rendah di tingkat pedesaan.Abstract: Empowering village youth is an urgent strategic step in facing rural economic challenges, especially in efforts to strengthen food security and improve the quality of community nutrition through the development of sustainable local livestock businesses. Laying free-range chickens are considered a promising commodity because they are able to adapt to local environmental conditions and have stable market demand, but this potential is often hampered by high feed costs and limited technical knowledge among rural youth. This community service program aims to increase the capacity of village youth in the cultivation of laying hens through the use of local resources and the application of simple technology. The activity was carried out on November 28, 2025 by involving eight village youth through socialization, training, and direct practice methods, with the target of increasing participants' hard and soft skills. The targeted hard skills include technical skills in making hatching machines, azolla cultivation, and ration formulation based on local ingredients, while the soft skills developed include independence, initiative, and entrepreneurial ability in managing livestock businesses. The material provided included the manufacture of simple hatching machines made from used materials, the introduction and cultivation of azolla as an alternative feed source of protein, as well as the formulation of free-range chicken rations based on local ingredients. Evaluation was carried out using pre-test and post-test described on the Likert scale. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills in all training materials. This program has proven to be effective in improving the technical knowledge of village youth, encouraging independent seed and feed production, and potentially supporting the development of sustainable and low-cost free-range laying hens at the rural level.