Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Pengaruh Penonaktifan Membawa HP ke Sekolah Terhadap Stres Akademik Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari Hadiansyah, Hadiansyah; Apriani, Tanti; Aslamiah , Aslamiah; Amelia , Rizky
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hdjj7b33

Abstract

Kemajuan teknologi, seperti penggunaan handphone (HP), telah menjadi bagian integral dalam kehidupan siswa. Kebijakan penonaktifan HP yang diterapkan di sekolah menimbulkan pro dan kontra, karena kemudahan yang sebelumnya dapat diakses dengan mudah menjadi terbatas, yang berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah stres akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan 177 siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari sebagai sampel dari populasi sebanyak 312 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan skala Likert 1-5 untuk masing-masing variabel. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel X (kebijakan penonaktifan HP) adalah 0,948 dan untuk variabel Y (stres akademik) adalah 0,907, masing-masing terdiri dari 24 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan mencakup uji normalitas dan regresi linier sederhana dengan kriteria taraf signifikansi p < a, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak jika p < 0,05. Hasil regresi menunjukkan persamaan Y = 115,168 + 0,596X dengan koefisien regresi b = 0,596 dan t-hitung = 10,671, serta p-value < 0,001, yang menunjukkan bahwa kebijakan penonaktifan HP berpengaruh signifikan terhadap stres akademik siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F hitung = 113,867 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh linear yang signifikan antara kebijakan penonaktifan HP dan stres akademik siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari. The Effect of Deffecteactivating Bringing Cellphones to School on Academic Stress of Class X Students of SMK Negeri 2 Pelaihari Abstract The advancement of technology, such as the use of mobile phones (HP), has become an integral part of students' lives. The policy of banning mobile phones in schools has sparked both support and opposition, as the ease of access previously available is now restricted, potentially affecting students' psychological conditions, one of which is academic stress. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method, involving 177 students from class X of SMK Negeri 2 Pelaihari, selected from a population of 312 students. The research instrument used is a questionnaire with a 1-5 Likert scale for each variable. The Cronbach's Alpha values for variable X (the mobile phone ban policy) are 0.948 and for variable Y (academic stress) are 0.907, with 24 items for each variable. Data analysis techniques included normality testing and simple linear regression, with a significance level of p < a, where H0 is rejected if p < 0.05. The regression results show the equation Y = 115.168 + 0.596X, with a regression coefficient of b = 0.596, t-value = 10.671, and p-value < 0.001, indicating that the mobile phone ban policy significantly affects academic stress. The ANOVA test results show an F-value of 113.867 with a p-value < 0.001, indicating a significant linear influence between the mobile phone ban policy and academic stress in class X students at SMK Negeri 2 Pelaihari.
Analisis SWOT Sebagai Strategi Peningkatan Program Sekolah SMK Negeri 2 Banjarmasin Purwanti, Purwanti; Meriana, Annisa; Rahman, Arif; Norsafitri, Azizah; Muzdalifah, Elva; Hadiansyah, Hadiansyah; Rahmaniah, Rahmaniah; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fwdyn688

Abstract

Keberhasilan pengembangan program sekolah tidak lepas dari peran pemimpin di sekolah, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dalam mengambangkan program sekolah. Strategi adalah pendekatan umum yang memiliki sifat jangka Panjang, adapun komponen program sekolah meliputi peningkatan infrastruktur, kurikulum dan kesiswaan, sarana dan prasarana, rencana kerja sekolah dan pengembangan kualitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan program sekolah menggunakan analisis model SWOT. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Adapun subjek penelitian ini ialah kepala sekolah SMKN 2 Banjarmasin, Wakasek Kurikulum dan guru SMKN 2 Banjarmasin. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil peneltian menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah bersifat kolaboratif-adaptif, arah program sekolah jelas dan sejalan dengan visi sekolah, fasilitas praktik memadai. Adapun peran analisis SWOT yaitu sebagai instrumen strategis. SWOT Analysis as a Strategy Improvement of the Program at SMK Negeri 2 Banjarmasin Abstract The success of school program development cannot be separated from the role of school leaders. Principals must have the right strategy in developing school programs. A strategy is a general approach that is long-term in nature. The components of a school program include infrastructure improvement, curriculum and student affairs, facilities and infrastructure, school work plans, and teacher quality development. This study aims to analyze the leadership strategies of school principals in developing school programs using SWOT analysis. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study method. The subjects of this study are the principal of SMKN 2 Banjarmasin, the vice principal for curriculum, and teachers at SMKN 2 Banjarmasin. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and data triangulation. Data analysis techniques used reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that the principal's leadership is collaborative-adaptive, the direction of the school program is clear and in line with the school's vision, and the practice facilities are adequate. The role of SWOT analysis is as a strategic instrument.