Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sejarah Perkotaan Kota Bandung Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ze737998

Abstract

Penulisan Sejarah Perkotaan Kota Bandung, bertujuan memberikan gambaran perkembangan Kota Bandung, Sejarah perkotaan adalah bidang sejarah yang meneliti sifat historis kota dan kota kecil, serta proses urbanisasi. Pendekatannya sering kali multidisiplin, melintasi batas ke bidang-bidang seperti sejarah sosial, sejarah arsitektur, sosiologi perkotaan, geografi perkotaan, sejarah bisnis, dan arkeologi. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan melalui empat  tahapan.  Tahapan  yang  dilalui  yaitu  heuristic,  kritik  (ekstern  dan  intern),  interpretasi,  dan  historiograhfi. Dalam kurun waktu yang panjang, sejarah kota di Indonesia belum mendapat perhatian kalangan akademisi. Perhatian pada penulisan sejarah Indonesia sekian lama lebih tertarik dalam penulisan sejarah politik, sejarah tokoh-tokoh besar, atau juga warisan sejarah kerajaan masa lampau. Dalam dekade terakhir ini, perhatian akan penelitian dan penulisan sejarah kota mengalami peningkatan dan perhatian yang sangat berarti, melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan Sejarah Kota Bandung.
Strategy to Revive Bandung Skywalk; Refunctional Concept of Failed City Area Nurcahya, Yan; Syah, M Kautsar Thariq; Sugiarto, Deri; Negara, Teddiansyah Nata; Putra, Rian Ananda; Hilmayani, Syalwa Linda
Journal of Architectural Research and Education Vol 8, No 1 (2026): Journal of Architectural Research and Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jare.v8i1.84542

Abstract

The purpose of this study is to provide insight to the government, society, and further researchers in reviving the Bandung Skywalk. As we know, the Skywalk or Teras Bandung is one of the icons of the City of Bandung which was built in 2017 and has become one of the tourist destinations for local people or tourists from Jabodetabek and other tourists. This study applies the use of descriptive qualitative methods with a phenomenological approach and the theory of urban spatial atmosphere. Apart from the occurrence of the Copid-19 event which has had a negative impact on life in many countries, to the point of preventing the movement or activities of people gathering or moving to public places. The Bandung Skywalk has no initial target when the city's public facilities are not functioning after Covid-19 can be resolved. With this study, we provide the concept of refunctioning the Bandung Skywalk to the Bandung City government so that it can revive and utilize public facilities better.Keywords – City Area, Refunction, Skywalk Bandung, Teras Bandung
JEJAK ISLAM DAN KEKUASAAN DI INDONESIA DALAM KONTEKS POLITIK ASIA TENGGARA Nurcahya, Yan; Putra, Rian Ananda; Murni, Fitria Eka Dewi; Negara, Teddiansyah Nata; Sugiarto, Deri
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v21i2.38496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan hubungan Islam dan kekuasaan dalam sejarah politik Indonesia melalui pendekatan historis dan teori-teori politik kontemporer. Dengan menggunakan metode penelitian historis yang melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menelusuri transformasi peran Islam dari basis legitimasi kekuasaan kerajaan pra-kolonial, kekuatan resistensi sosial pada masa kolonial, hingga aktor moral dalam negara demokratis modern. Analisis mengintegrasikan perspektif political theology, legitimacy theory, civil religion, public sphere, serta paradigma post-Islamism dan deliberative democracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan politik Islam di Indonesia bersifat evolutif dan dialogis, bukan revolutif, dan menghasilkan model Islam moderat yang menekankan etika publik dan kemaslahatan umum. Pengalaman Indonesia memperlihatkan sintesis antara Islam, demokrasi, dan pluralisme yang membedakannya dari negara Muslim lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam di Indonesia berperan sebagai kekuatan moral dan civil society, bukan instrumen perebutan kekuasaan formal, dan menawarkan model signifikan bagi dunia Islam global dalam membangun tatanan politik yang adil, inklusif, dan demokratis.Kata Kunci: Islam; Politik; Kekuasaan; Asia Tenggara; Indonesia; Sejarah
Perkembangan Arsitektur Masjid Raya Bandung (1973-2003): Studi Sejarah-Arkeologi Komparatif Hidayat, Asep Achmad; Thohir, Ajid; Supendi, Usman; Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i129
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari peran strategis Masjid Raya Bandung sebagai ikon religius sekaligus ruang publik utama kota yang mengalami transformasi arsitektural seiring dinamika sosial, politik, dan budaya perkotaan. Perubahan tersebut belum banyak dikaji secara komprehensif dalam perspektif sejarah dan arkeologi bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan arsitektur Masjid Raya Bandung pada periode 1973–2003 dengan menelusuri perubahan bentuk, fungsi, struktur, dan makna ruangnya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, didukung pendekatan arkeologi bangunan untuk mengkaji data material berupa struktur fisik, elemen dekoratif, tata ruang, kubah, menara, serta orientasi ruang ibadah. Data diperoleh melalui studi arsip, dokumen resmi pembangunan, laporan teknis, dan observasi jejak material bangunan, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Raya Bandung mengalami tiga fase transformasi utama, yaitu modernisasi awal, fase monumentalitas dan ekspansi ruang, serta rekonstruksi besar menuju konsep masjid kota modern. Transformasi tersebut mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan umat, kebijakan pemerintah daerah, dan perubahan identitas Islam perkotaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur Masjid Raya Bandung merepresentasikan dinamika sosial, historis, dan politis Kota Bandung dalam konteks ruang religius dan publik