Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Komunikasi dan Human Relation Pemimpin Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi, Sosiologi Pendidikan Dewi Indrawaty; Asep Deni Normansyah; Dian Hidayati; Maesaroh Maesaroh; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.127

Abstract

Humans in their lives always need other people, because apart from being individual beings, humans are also social beings. As individual beings, they are able to develop themselves, while as social beings, humans in their lives are gifted with the ability to interact. One of the effective forums for interacting with each other is the organization. In the organization, it is certain that there will be interaction, one of which is through communication. It aims to achieve the objectives to be achieved. Communication is a basic human need, and is one of the important elements in the success of an organization. In an educational organization, for example, it cannot run without the support of communication. Because, how is it possible to educate humans without communication, and teach humans without communication. In general, educational leadership plays a very important role in directing and moving educational organizations to achieve the expected goals. The various roles that must be carried out by a leader cannot be realized without communication. The nature of the organization is very dependent on how the personnel in the organization communicate. The better the quality of communication, the better the quality of the organization. An important aspect of communication is the potential of communication itself as a tool that can be designed by management to achieve organizational goals. The importance of communication can also be seen from the benefits for the organization including the functions of control, motivation, emotional disclosure and the provision of information for decision making. ABSTRAK Manusia dalam kehidupannya selalu membutuhkan orang lain, karena disamping sebagai makhluk individual manusia juga adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk individual, mereka mampu mengembangkan dirinya sendiri, sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia dalam kehidupannya dikaruniai kemampuan berinteraksi. Salah satu wadah yang efektif untuk saling berinteraksi adalah organisasi. Dalam organisasi dipastikan akan terjadi interaksi, yang salah satunya melalui komunikasi. Hal ini bertujuan mencapai tujuan yang akan dicapai. Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia, dan termasuk salah satu unsur penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Dalam organisasi pendidikan misalnya, tidak dapat berjalan tanpa dukungan komunikasi. Sebab, bagaimana mungkin mendidik manusia tanpa komunikasi, dan mengajari manusia tanpa adanya komunikasi. Secara umum, kepemimpinan pendidikan berperan sangat penting dalam rangka mengarahkan dan menggerakkan organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Beragam peran yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin mustahil bisa diwujudkan tanpa adanya komunikasi. Hakikat organisasi sangat bergantung pada bagaimana personal yang ada dalam organisasi tersebut berkomunikasi. Semakin baik kualitas komunikasi maka semakin baik pula kualitas organisasi tersebut. Aspek penting dari komunikasi yaitu potensi dari komunikasi itu sendiri sebagai alat yang dapat dirancang manajemen untuk pencapaian tujuan organisasi. Pentingnya komunikasi juga dapat dilihat dari manfaat bagi organisasi meliputi fungsi pengendalian, motivasi, pengungkapan emosional dan penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPAS Berbantuan Media Wordwall Peserta Didik Kelas III Dewi Rahayu; Asep Deni Normansyah; Nurul Fazriyah
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 2 No. 2 (2025): April - Juni
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas III SDN 125 Taruna Karya Kota Bandung T.A 2024/2025 dikarenakan pembelajaran yang berpusat pada pendidik. Hal ini menjadikan peserta didik hanya sebagai penerima materi dan pembelajaran pasif yang kurang melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan dan pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall terhadap hasil belajar peserta didik kelas III SDN 125 Taruna Karya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan menggunakan kelompok pembanding. Populasi yang digunakan yaitu seluruh peserta didik kelas III SDN 125 Taruna Karya sebanyak 49 peserta didik. Sampel dari penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu III B sebanyak 20 peserta didik sebagai kelas eksperimen dengan penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Wordwall sedangkan kelas III A sebanyak 20 peserta didik dan kelas kontrol. Hasil penelitian ini dengan menggunakan model Problem Based Learning, diperoleh data bahwa dari pertemuan satu hingga pertemuan ketiga dilaksanakan dengan baik dengan perolehan nilai rata-rata pretest 53,30 posttest 78.80 sedangkan kelas kontrol mendapat  nilai rata-rata pretest 43,20 posttest 61,75. Penelitian selanjutnya bahwa pengaruh model Problem Based Laerning berbantuan media Wordwall terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas III SDN 125 Taruna Karya dengan materi mengenal sumber energi. Dari perhitungan Uji t Sig. (2-tailed) sebesar 0,000<0,05, maka sebagaimana dalam pengambilan keputusan uji hipotesis independent sample t Test menyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dan pengujian menggunakan Effect Sizes sebesar 1,93 dengan kategori besar. Maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berbantuan media Wordwall berpengaruh besar terhadapa hasil belajar peserta didik kelas III SDN 125 Taruna Karya.
STRENGTHENING ACADEMIC READINESS AND CHARACTER OF HIGH SCHOOL STUDENTS IN GARUT REGENCY IN FACING THE TRANSITION TO HIGHER EDUCATION OR THE WORLD OF WORK IN THE DIGITAL ERA Dahlan, Taufiqulloh; Asep Deni Normansyah; Yuni Indriyani; Cep Miftah Khoerudin; Saiman Rosamsi
Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Vol. 7 No. 01 (2025): Volume 07 Number 01 June 2025
Publisher : LPM Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pics-j.v7i01.32762

Abstract

The digital era requires students to possess both academic readiness and strong character to face the transition to higher education or the world of work. This community service program aimed to strengthen academic readiness and build the character of high school students in Garut Regency, particularly at SMAN 19 Garut. The activities were carried out through socialization, learning motivation training, digital literacy, and soft skills provision on August 14, 2025, by lecturers from the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pasundan, as part of the Community Service Program (KKN). The results showed an increase in students’ understanding of the importance of digital literacy, academic readiness, and character strengthening such as discipline, responsibility, and work ethic. In conclusion, this program effectively provided students with academic preparation and character development to face the challenges of transitioning to higher education or the workforce. Overall, this community service program proved effective in equipping high school students in Garut Regency with academic readiness and character strengthening. It not only enhanced understanding but also encouraged students to be better prepared for a challenging future. In the future, similar activities should be expanded to other schools so that more students can benefit and be truly ready to face the transition to higher education or the world of work in the digital era.
Peran Pembelajaran PPKn dalam Upaya Membentuk Karakter Disiplin pada Peserta Didik : (Analisis Deskriptif Kelas XI SMA Negeri 2 Padalarang) Shaumi, Annisa Nur Fitria; Normansyah, Asep Deni; Khoerudin, Cep Miftah
Jurnal Pendidikan West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v2i03.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran PPKn dalam upaya membentuk karakter disiplin pada peserta didik. Penelitian ini didasarkan atas tiga rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran PKn untuk membentuk karakter disiplin pada peserta didik? 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran PKn untuk membentuk karakter disiplin pada peserta didik? 3) Bagaimana hambatan dan solusi yang muncul dari proses pembentukan karakter disiplin pada peserta didik dalam pembelajaran PKn? Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data-data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti mengungkap bahwa 1) Peran pembelajaran PPKn dalam membentuk karakter disiplin ini dapat dilakukan dengan cara membuat strategi pembelajaran yang baik mulai dari modul ajar yang tersusun, penyesuaian metode dengan kondisi kelas, adanya keteladanan dari guru PPKn, dan pemberian motivasi 2) Kondisi kedisiplinan peserta didik di SMA Negeri 2 Padalarang sudah cukup baik. Pelanggaran yang terjadi akan diikuti dengan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku terutama pada saat pembelajaran PPKn berlangsung. 3) Kendala yang dihadapi terlihat dari beberapa faktor seperti usia peserta didik yang berada pada tahap remaja, belum adanya kesadaran pada diri sehingga mereka bersikap acuh, dan adanya pengaruh dari luar lingkungan yang bersifat negatif. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan sikap disiplin mulai dari hal-hal terkecil sehingga terbiasa melakukan tindakan disiplin sehari-hari. Selain itu, semua pihak mulai dari kepala sekolah, kesiswaan, guru PPKn, guru mata pelajaran lain, serta orang tua/wali peserta didik harus terlibat dan bekerja sama dalam meningkatkan kedisiplinan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PPKn: (Penelitian Eksperimen di SMA Kartika XIX-I Bandung Kelas X) Mulya, Destria Anugrah; Normansyah, Asep Deni; Khoerudin, Cep Miftah
Jurnal Pendidikan West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v2i03.1409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model Problem Based Learning (PBL) mempengaruhi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan menggunakan desain eksperimen semu yang tidak sebanding dengan kelompok kontrol. Dua kelas dalam sampel penelitian adalah kelas eksperimen yang diajarkan dengan model PBL, dan kelas kontrol yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest) digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil belajar antara kedua kelompok dinilai dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model PBL lebih baik daripada siswa yang diberi metode konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif untuk peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pelajaran PKn. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat dijadikan alternatif pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan PKn. Para pendidik disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan model PBL dalam proses pembelajaran mereka untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dan kemampuan berpikir kritis mereka. Untuk memperluas generalisasi temuan ini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki pengaruh model PBL pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan.
KONTRIBUSI PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Normansyah, Asep Deni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v7i1.43154

Abstract

This study aims to empirically investigate the effect of implementing Artificial Intelligence (AI)-based learning, specifically using the Canva AI platform, on improving the critical thinking skills of elementary school students. This study used a quasi-experimental design with a control and experimental group. The sample consisted of 60 fifth-grade elementary school students in Bandung Regency, divided into two groups of 30 students each. The experimental group received a learning intervention using Canva AI that included interactive visual materials, contextual illustrations, and Higher-Order Thinking Skills (HOTS)-based questions tailored to the characteristics of elementary school students' cognitive development. The control group used conventional learning methods. Data were collected through pre- and post-tests to measure students' critical thinking skills. The results showed a significant improvement in the experimental group compared to the control group. Analysis of the coefficient of determination showed that AI-based learning contributed 69% (R Square = 0.690) to improving elementary school students' critical thinking skills. These findings indicate that AI integration at the elementary school level is effective in helping students understand abstract concepts through concrete visualizations, developing simple analytical skills, and practicing evaluation through contextual questions. Keywords: artificial intelligence, critical thinking, integration ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara empiris pengaruh penerapan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI), khususnya menggunakan platform Canva AI, terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan eksperimen. Sampel terdiri dari 60 siswa kelas V SD di Kab. Bandung, yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing berjumlah 30 siswa. Kelompok eksperimen menerima intervensi pembelajaran menggunakan Canva AI yang mencakup materi visual interaktif, ilustrasi kontekstual, serta pertanyaan berbasis Higher-Order Thinking Skills (HOTS) yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa SD. Kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis AI berkontribusi sebesar 69% (R Square = 0,690) terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SD. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi AI pada jenjang Sekolah Dasar efektif dalam membantu siswa memahami konsep abstrak melalui visualisasi konkret, mengembangkan kemampuan analisis sederhana, serta melatih evaluasi melalui pertanyaan kontekstual. Kata Kunci: artificial intelligence, berpikir kritis, integrasi
Integration of artificial intelligence (AI) technology in teaching and learning to build resilient character Asep Deni Normansyah Asep; Darda Abdullah Sjam; Cep Miftah Khoerudin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1174000

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) in the 21st century has had a transformative impact on the world of education, particularly in higher education. AI offers great potential for improving the effectiveness and personalisation of learning, but at the same time raises ethical and moral challenges in shaping student character. This study aims to analyse how the integration of AI in the learning process contributes to strengthening the resilient character of students—covering moral, ethical, and professional dimensions—in the midst of the digital transformation era. The method used is a qualitative literature review with a systematic approach, analysing 30 scientific articles from reputable national (SINTA 1–2) and international (Scopus/DOAJ) journals published between 2015 and 2025. The analysis was conducted thematically to identify the benefits, challenges, and pedagogical strategies in the application of AI in higher education. The results of the study revealed four main themes: (1) AI increases student learning autonomy, personalisation, and intrinsic motivation; (2) ethical risks arise in the form of plagiarism, algorithmic bias, and a decline in moral reflection; (3) significant challenges lie in infrastructure gaps, technological literacy, and lecturers' pedagogical readiness; and (4) effective strategies require a humanistic approach and ethical education policies that position teachers as facilitators of values. In conclusion, AI has the potential to strengthen students' moral, ethical, and professional resilience when integrated reflectively and based on human values. These findings have significant implications for the development of higher education policies that strike a balance between technological innovation and character education in the digital age.
PENGARUH MODEL PROJECT CITIZEN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC COMPETENCES PESERTA DIDIK (Studi Quasi Eksperiment Terhadap Peserta Didik SMAN 1 Jalancagak) Normansyah, Asep Deni; Nurhasanah, Santi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2018): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v3i1.515

Abstract

ABSTRACT This study uses a quasi-experimental method which aims to examine the influence of citizen project models in learning Pancasila education and citizenship on the development of civic competences of students. This research was carried out because of the still low development of civic competences for students. The problem under study is the improvement of students 'Civic Competences development skills and students' attitudes towards PPKn learning by using a project citizen model. Data analysis on the ability of Civic Competences development using independent sample t-test as well as attitude data analysis where attitude data uses a Likert scale. The results of the study show that: (1) improvement in the ability of Civic Competences development of students who obtain the Project Citizen learning model is better than students who use conventional learning models, which is seen from the analysis of the average gain in the experimental class that is 0.53 and the control class that is 0.40, (2) in general students are positive about learning PPKn by using the citizen project model which has an average of 3.43. The results of the study show that PPKn learning by using project citizen models can develop civic competences of students, thus the Project Citizen learning model can be used as an alternative for PPKn teachers in implementing PPKn learning in the classroom. Keywords: Project Citizen Model, civic competences development, Conventional Model ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh model project citizen dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan terhadap pengembangan civic competences peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan karena masih rendahnya pengembangan civic competences pada peserta didik. Masalah yang diteliti yaitu peningkatan kemampuan pengembangan Civic Competences peserta didik dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen. Analisis data kemampuan pengembangan Civic Competences menggunakan independent sample t-test begitu pula analisis data sikap dimana data sikap menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peningkatan kemampuan pengembangan Civic Competences peserta didik yang memperoleh model pembelajaran Project Citizen lebih baik daripada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional, yang dilihat dari analisis rata-rata gain pada kelas eksperimen yakni 0,53 dan kelas kontrol yakni 0,40, (2) pada umumnya peserta didik bersikap positif terhadap pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen yakni memiliki rata-rata 3,43. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen dapat mengembangkan civic competences peserta didik, dengan demikian model pembelajaran Project Citizen dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi guru PPKn dalam melaksanakan pembelajaran PPKn di kelas. Kata Kunci : Model Project Citizen, pengembangan civic competences, Model Konvensional