Claim Missing Document
Check
Articles

ATTACHMENT STYLE DALAM HUBUNGAN ROMANTIS PADA WANITA EMERGING ADULTHOOD YANG MENGALAMI FATHERLESSNESS Kasdim, Riska; Budiarto, Yohanes
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39537

Abstract

Ketiadaan figur ayah atau fatherlessness berdampak signifikan terhadap pembentukan attachment style pada wanita, khususnya dalam hubungan romantis selama masa emerging adulthood. Wanita yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah cenderung memiliki pola keterikatan yang tidak aman, memengaruhi dinamika emosional dan strategi keterikatan mereka. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara fatherlessness dan attachment style menggunakan pendekatan metode campuran. Data dikumpulkan dari 217 wanita berusia 18–29 tahun yang tumbuh tanpa figur ayah dan memiliki pengalaman hubungan romantis. Empat tema utama ditemukan: kebutuhan emosional dan harapan dalam hubungan, dampak ketidakhadiran ayah, respons emosional, serta mekanisme pertahanan dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita fatherless sering kali mengalami kebutuhan emosional yang tinggi, kecemasan, ketergantungan, serta kesulitan membangun kepercayaan, yang mencirikan pola anxious dan avoidant attachment. Penelitian ini menyoroti dampak fatherlessness pada pola keterikatan romantis dan pentingnya intervensi psikologis untuk mendukung perkembangan attachment style yang lebih sehat.
Keterkaitan presenteeism dan job satisfaction pada pekerja pra-lansia: Menguji peran mediator resilience dan work-health balance: The relationship between presenteeism and job satisfaction in pre-elderly workers: Testing the mediating role of resilience and work-health balance Listanto, Melvin; Budiarto, Yohanes; Sahrani, Riana
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high level of job satisfaction in Indonesia does not necessarily indicate the same perception of work across all age groups, especially among pre-elderly workers (aged 45–59 years). This research aims to investigate the relationship between presenteeism and job satisfaction among pre-elderly workers, while also testing the mediating roles of resilience and work- health balance. This research uses a quantitative correlational approach and Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis technique on data from 146 pre- elderly workers who have experienced presenteeism due to minor illnesses. The findings show that neither dimensions of presenteeism are not directly related to job satisfaction. Although the completing work is positively associated to resilience, resilience was not found to mediate the relationship between presenteeism and job satisfaction. On the other hand, both presenteeism dimensions were related with work-health balance. Work-health balance was found to be a significant mediator only in the relationship between completing work and job satisfaction. These findings highlight the importance role of work-health balance in supporting job satisfaction among pre-elderly workers who practice presenteeism.
Peran Proactive Personality terhadap Adaptabilitas Karir Mahasiswa Magang Vicky Tjung; Cindy Ramli; Dea Nazua Saputri; Deyana Lovely Kilanta; Yohanes Budiarto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12661

Abstract

Perubahan dinamis di dunia kerja menuntut mahasiswa untuk memiliki adaptabilitas karier yang tinggi, terutama di tengah tingginya angka pengangguran muda di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karier di kalangan mahasiswa magang, dengan mempertimbangkan kesenjangan keterampilan antara lulusan dan tuntutan pasar kerja. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa kepribadian proaktif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adaptabilitas karier mahasiswa magang. Survei kuantitatif dengan desain korelasional digunakan, melibatkan 203 mahasiswa S1 Indonesia yang sedang atau pernah mengikuti magang, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Skala Kepribadian Proaktif (Proactive Personality Scale/PPS) dan Skala Adaptasi-Kemampuan Karier (Career Adapt-Abilities Scale/CAAS), dan dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian proaktif secara signifikan memprediksi adaptabilitas karier di kalangan mahasiswa magang (R² = 0,556, p < 0,001), sementara gender dan interaksinya dengan kepribadian proaktif tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa mahasiswa magang dengan proaktivitas yang lebih tinggi lebih mampu beradaptasi dengan tantangan dan perubahan karier di tempat kerja. Penelitian ini berkontribusi pada psikologi karier dengan menyoroti pentingnya memperkuat kepribadian proaktif dalam program magang dan pengembangan karier di universitas untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompetitif.