Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sumut: Studi Literatur Laurent Damai Yanti Silaban; Khairunnisa br Marpaung; Raymon Pernando Pasaribu; Yolanda Tampubolon; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah karena mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks pembangunan daerah, kondisi pasar tenaga kerja menjadi faktor yang berperan penting dalam mendorong maupun menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional, artikel ilmiah, buku referensi, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas hubungan antara TPAK, TPT, dan pertumbuhan ekonomi. Data dan referensi penelitian diperoleh melalui Google Scholar serta berbagai portal jurnal nasional yang kredibel. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis temuan-temuan penelitian sebelumnya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antarvariabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pasar kerja, semakin besar pula kontribusi tenaga kerja terhadap peningkatan produktivitas dan output daerah. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi karena tingginya tingkat pengangguran mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia yang tersedia. Kondisi tersebut dapat mengurangi produktivitas serta menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.
Determinan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia: Bukti Empiris dari Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, dan Modal Manusia Tahun 2009-2024 Ainun Saskia; Zackya Hayati Lubis; Lidya Vanya F. Sihombing; Ledi Marina Purba; Nela Permata sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan rata-rata lama sekolah sebagai proksi modal manusia terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia selama periode 2009-2024. Penelitian menggunakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kementerian terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS), yang didahului oleh pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan ekonomi, UMP, dan rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap TPT. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,838 menunjukkan bahwa 83,8% variasi TPT dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, yang mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. UMP juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum tidak menyebabkan peningkatan pengangguran, melainkan berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong permintaan tenaga kerja. Sementara itu, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT. Temuan ini mengindikasikan adanya fenomena pengangguran terdidik yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan upah yang tepat, diperlukan peningkatan relevansi pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung penurunan pengangguran secara berkelanjutan.
Pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Rata-Rata Lama Sekolah terhadap Ketimpangan Pendapatan di Sumatera Utara Ananda Sakinah; Aqilah Apritia Parawanza; Flowrensari Haggata Br Ginting; Jenaya Febina; Muhammad Alhasymi Matondang; Nela Permata Sari Lubis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10137

Abstract

Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan ekonomi yang masih menjadi perhatian utama di Provinsi Sumatera Utara. Tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur menggunakan Gini Ratio dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi, di antaranya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). TPAK mencerminkan keterlibatan penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi, sedangkan RLS menggambarkan kualitas modal manusia yang berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TPAK dan RLS terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2012–2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia dengan jumlah observasi sebanyak 14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial TPAK tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,5137 (> 0,05). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan partisipasi angkatan kerja belum tentu diikuti oleh distribusi pendapatan yang lebih merata. Sementara itu, RLS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0004 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pendidikan masyarakat mampu menurunkan ketimpangan pendapatan. Secara simultan, TPAK dan RLS berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000669 (< 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735291 menunjukkan bahwa 73,53% variasi ketimpangan pendapatan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.