Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Pertumbuhan Pakcoy di Lahan Kering melalui Optimalisasi Media dan Baris Tanam dalam Vertikultur Fertigasi Bu’ulolo, Widia Jayanti; Ceunfin, Syprianus; Tobing, Wilda Lumban; Tefa, Azor Yulianus
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.521

Abstract

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) didominasi lahan kering​ namun terbatas untuk pertanian, sehingga diperlukan penerapan vertikultur sistem fertigasi untuk mengatasi masalah di lahan kering dengan mengkaji formulasi media tanam dan kosentrasi pupuk serta pengaturan interval baris tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pupuk N dengan media dan baris tanam yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy dalam budidaya vertikultur sistem fertigasi di lahan kering. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi dua faktor, yaitu pupuk dengan media dan baris tanam. Pupuk dengan media terbagi atas: kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L; kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; dan kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L, Baris tanam terbagi atas: baris tanam pertama, kedua, dan ketiga, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah 25% : biochar+kompos 75% dengan pupuk urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L dan baris tanam kedua mampu merupakan perlakuan yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy di lahan kering melalui budidaya vertikultur dengan sistem fertigasi. Penelitian ini menjadi informasi penting untuk pertanian dalam pengetahuan memilih konsentrasi pupuk dengan komposisi media dan penempatan baris tanam pada budidaya tanaman pakcoy sistem vertikultur di lahan kering.
Co-Authors Adolfianus Nino Adolfianus Nino Ana Anggelina Juliana Kolo Azor Yulianus Tefa Banani, Dina Yulinarti Bano, Natalia Kresensia Benu, Opa Soni Bernardinus Kolo Bira, Gerson Frans Bria, Deseriana Bu’ulolo, Widia Jayanti Carolus Emerik Kato Ceunfin, Syprianus Chairani Hanum Chairani Hanum Charles Venirius Lisnahan Dian I Y Ribka Stefanie Wongso, Paini Sri Widyawati, Tarsisius D B Fenny A K, Evelyn L W, Dian I Y Eduardus Yosef Neonbeni Edy Sigit Sutarta Elviani Seran EPC, Aloysius Ampolo Faustinus Kadha Febrya Christin Handayani Buan Florian Mayesti Prima Remba Makin Fransiskus Yulius Dhewa Kadju Gumelar, Asep Ikhsan Hadi Santoso Laurentinus Hyldegardis Naisali Imanuel Seran Indah Epriliati Jefrianus Nino Joachim Anasto Seran Kamaluddin Kamaluddin Kia, Kristoforus Wilson Kolo, Ana Anggelina Juliana Kolo, Kristina Kolo, Maria Magdalena Kristoforus Wilson Kia Laurentinus, Hadi Santoso Lisnahan, Charles V. Lukas Pardosi Mali, Maria Inosensia Manalu, Adelya I Manek, Seprianus Septian Maria Apriana Manehat Mariani Sembiring Marianus Asa Marinus Kofi Marinus Kofi Mata, Meri Halsiana Mata, Meri Helsiana Matius Stefanus Batu Maulana, Achmad Subchiandi Misail Epainetus Silla Nahak, Derlice Luruk Nahak, Oktovianus Rafael Natalia Desy Djata Ndua Ndua, Natalia Desi Djata Neonbasu, Noventus Be Neonbeni, Eduardus Yosef Oeleu, Fransiskus Opat, Yovita Noni Paini Sri Widyati Palbeno, Fulgensius Primus Ena Kaet Risna Erni Yati Adu Rolinus Sabuna Rolinus Sabuna Sabuna, Rolinus Sanak, Marthino Mervin Seda Wea, Arkajel Jerianus SERAN, MARSELINA HOAR Siahaan, Desta Gloria Silla, Misail Epainetus Sipayung, Boanerges Putra Syprianus Ceunfin Taus, Jonisius tnunay, ite morina yostianti Tuas, Maria Angelina Wiguna, Gede Arya YOVITA NONI OPAT Zofar Agluis Banunaek