Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Assessing Inclusivity of Faculties and School at Sebelas Maret University Utilizing UNS Inclusion Metric Standards Munawir Yusuf; Joko Yuwono; Ummul Mustaqimah; Mahardika Supratiwi; Leni Ambar Cahyani
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessing Inclusivity of Faculties and School at Sebelas Maret University Utilizing UNS Inclusion Metric Standards. Objectives: There are many problems in implementing inclusive education in higher education. Therefore, it was needed to conduct a research that discusses the level of inclusivity comprehensively starting from attitudes, policies, to implementation in higher education. Methods: This research aimed to determine the level of inclusivity of 15 faculties at UNS through a survey of lecturers, education staff and students. The instrument used was the UNS Inclusion Metric which consists of an attitude assessment and a self-evaluation report form (LED). Data analysis was carried out by calculating the total score, average and standard deviation (SD). Findings: The research results showed that FKIP, FMIPA, and FISIP exhibit high inclusivity scores, indicating a strong commitment to inclusivity. FEB, FH, FIB, FSRD, FIK, FK, FPsi, and FPet were in the moderate inclusivity category. Meanwhile, FATISDA, FT, and FP showed low inclusivity scores, indicating significant challenges in achieving full inclusivity. Conclusion: These findings highlight the importance of inclusive training for lecturers and staff and the need to overcome physical barriers to achieve an inclusive educational environment. Keywords: inclusivity, UNS inclusion metric, higher education.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i2.202480
Evaluasi Aksesibilitas Sarana dan Prasarana Kampus bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas di Universitas Sebelas Maret Sandra Bayu Kurniawan; Fadilah Umar; Ummul Mustaqimah; Leni Ambar Cahyani; Munawir Yusuf
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p423-427

Abstract

Pendidikan inklusi tidak hanya dilaksanakan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, namun juga pada jenjang pendidikan tinggi. Di perguruan tinggi, pendidikan inklusif menjadi isu penting dalam menciptakan ruang belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana di UNS yang digunakan oleh mahasiswa penyandang disabilitas, serta melihat sejauh mana fasilitas tersebut sudah aksesibel. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan subjek penelitian 20 mahasiswa disabilitas yang terdiri dari mahasiswa dengan hambatan penglihatan, pendengaran, dan hambatan fisik motorik. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam aksesibilitas baik digital maupun fisik. Rekomendasi perbaikan mencakup peningkatan sistem digital yang ramah disabilitas serta perbaikan fasilitas fisik yang lebih inklusif.
Mewujudkan Kampus Ramah Disabilitas: Tantangan dan Kebutuhan Sarana Prasarana di Universitas Sebelas Maret Ummul Mustaqimah; Munawir Yusuf; Fadilah Umar; Sandra Bayu Kurniawan; Leni Ambar Cahyani
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p180-190

Abstract

Pendidikan tinggi inklusif tidak hanya menuntut ketersediaan pembelajaran yang adil, tetapi juga sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas. Artikel ini membahas kondisi aktual, tantangan, serta roadmap pengembangan fasilitas aksesibel di Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga tahun 2028. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian memetakan enam kategori sarana prasarana aksesibel: parkir difabel, guiding block, ramp, toilet difabel, lift, dan labelisasi braille pada ruang strategis, berdasarkan inventarisasi fasilitas di tingkat fakultas. Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan signifikan, di mana sebagian besar fakultas masih belum memenuhi standar teknis Permen PUPR No. 14 Tahun 2017. Temuan ini menegaskan bahwa penyediaan fasilitas aksesibel merupakan fondasi utama bagi keterlibatan mahasiswa difabel, sementara integrasi teknologi kampus cerdas menjadi fase lanjutan untuk memperkuat inklusivitas berkelanjutan. Roadmap pengembangan yang disusun menegaskan pentingnya tahapan strategis mulai dari penyediaan infrastruktur dasar (2025), konstruksi permanen dan digitalisasi awal (2026), integrasi antar-fakultas (2027), hingga implementasi smart facilities (2028). Implikasi praktisnya, UNS perlu menata prioritas pembangunan secara bertahap, melibatkan partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperkuat komitmen kelembagaan. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur tentang manajemen kampus inklusif di Indonesia dan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang adil, setara, dan berkelanjutan