Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Assessing Inclusivity of Faculties and School at Sebelas Maret University Utilizing UNS Inclusion Metric Standards Munawir Yusuf; Joko Yuwono; Ummul Mustaqimah; Mahardika Supratiwi; Leni Ambar Cahyani
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessing Inclusivity of Faculties and School at Sebelas Maret University Utilizing UNS Inclusion Metric Standards. Objectives: There are many problems in implementing inclusive education in higher education. Therefore, it was needed to conduct a research that discusses the level of inclusivity comprehensively starting from attitudes, policies, to implementation in higher education. Methods: This research aimed to determine the level of inclusivity of 15 faculties at UNS through a survey of lecturers, education staff and students. The instrument used was the UNS Inclusion Metric which consists of an attitude assessment and a self-evaluation report form (LED). Data analysis was carried out by calculating the total score, average and standard deviation (SD). Findings: The research results showed that FKIP, FMIPA, and FISIP exhibit high inclusivity scores, indicating a strong commitment to inclusivity. FEB, FH, FIB, FSRD, FIK, FK, FPsi, and FPet were in the moderate inclusivity category. Meanwhile, FATISDA, FT, and FP showed low inclusivity scores, indicating significant challenges in achieving full inclusivity. Conclusion: These findings highlight the importance of inclusive training for lecturers and staff and the need to overcome physical barriers to achieve an inclusive educational environment. Keywords: inclusivity, UNS inclusion metric, higher education.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i2.202480
Evaluasi Aksesibilitas Sarana dan Prasarana Kampus bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas di Universitas Sebelas Maret Sandra Bayu Kurniawan; Fadilah Umar; Ummul Mustaqimah; Leni Ambar Cahyani; Munawir Yusuf
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p423-427

Abstract

Pendidikan inklusi tidak hanya dilaksanakan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, namun juga pada jenjang pendidikan tinggi. Di perguruan tinggi, pendidikan inklusif menjadi isu penting dalam menciptakan ruang belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana di UNS yang digunakan oleh mahasiswa penyandang disabilitas, serta melihat sejauh mana fasilitas tersebut sudah aksesibel. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan subjek penelitian 20 mahasiswa disabilitas yang terdiri dari mahasiswa dengan hambatan penglihatan, pendengaran, dan hambatan fisik motorik. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam aksesibilitas baik digital maupun fisik. Rekomendasi perbaikan mencakup peningkatan sistem digital yang ramah disabilitas serta perbaikan fasilitas fisik yang lebih inklusif.
Mewujudkan Kampus Ramah Disabilitas: Tantangan dan Kebutuhan Sarana Prasarana di Universitas Sebelas Maret Ummul Mustaqimah; Munawir Yusuf; Fadilah Umar; Sandra Bayu Kurniawan; Leni Ambar Cahyani
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p180-190

Abstract

Pendidikan tinggi inklusif tidak hanya menuntut ketersediaan pembelajaran yang adil, tetapi juga sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas. Artikel ini membahas kondisi aktual, tantangan, serta roadmap pengembangan fasilitas aksesibel di Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga tahun 2028. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian memetakan enam kategori sarana prasarana aksesibel: parkir difabel, guiding block, ramp, toilet difabel, lift, dan labelisasi braille pada ruang strategis, berdasarkan inventarisasi fasilitas di tingkat fakultas. Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan signifikan, di mana sebagian besar fakultas masih belum memenuhi standar teknis Permen PUPR No. 14 Tahun 2017. Temuan ini menegaskan bahwa penyediaan fasilitas aksesibel merupakan fondasi utama bagi keterlibatan mahasiswa difabel, sementara integrasi teknologi kampus cerdas menjadi fase lanjutan untuk memperkuat inklusivitas berkelanjutan. Roadmap pengembangan yang disusun menegaskan pentingnya tahapan strategis mulai dari penyediaan infrastruktur dasar (2025), konstruksi permanen dan digitalisasi awal (2026), integrasi antar-fakultas (2027), hingga implementasi smart facilities (2028). Implikasi praktisnya, UNS perlu menata prioritas pembangunan secara bertahap, melibatkan partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperkuat komitmen kelembagaan. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur tentang manajemen kampus inklusif di Indonesia dan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang adil, setara, dan berkelanjutan
Penguatan Praktik Kolaborasi Guru dalam Mendukung Pembelajaran Anak Neurodivergen di PKBM Ghaisan Cendekia Wahyu Hardiani; Lintang Al Mar’atus S; Kholifatul Novita N; Septiyani Endang Y; Leni Ambar Cahyani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5080

Abstract

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru dan mentor mengenai konsep neurodiversitas dan implikasinya terhadap pembelajaran, mengembangkan kompetensi kolaboratif dalam asesmen, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran adaptif, serta mendorong keberlanjutan praktik kolaborasi di PKBM Ghaisan Cendekia Jakarta Timur. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 di aula PKBM Ghaisan Cendekia. PKBM Ghaisan Cendekia ditetapkan sebagai mitra berdasarkan hasil identifikasi terhadap lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, pendidikan inklusif, dan anak neurodivergen. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi kebutuhan dan focus group discussion (FGD) dengan mentor. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan interaktif mengenai neurodiversitas dan pembelajaran adaptif, diskusi berbasis kasus dan praktik baik, serta penyusunan modul edukatif secara kolaboratif. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, refleksi dan diskusi, serta angket kepuasan dan testimoni peserta. Sebanyak 20 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta yang tinggi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan pembahasan strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi peserta didik. Hasil refleksi dan diskusi juga menunjukkan pemahaman peserta yang lebih baik mengenai paradigma neurodiversitas, praktik kolaborasi, dan strategi pembelajaran adaptif. Peserta menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di PKBM dan memiliki manfaat praktis untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat tinggi. Dengan demikian, kegiatan workshop ini berkontribusi terhadap penguatan pemahaman, keterampilan kolaboratif, dan kesiapan peserta dalam menerapkan praktik pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak neurodivergen di lingkungan pendidikan nonformal.
EVALUASI PELATIHAN FASILITATOR DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGASUHAN ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SURAKARTA Vania Martha Yunita; Joko Yuwono; Dewi Sri Rejeki; Mahardika Supratiwi; Leni Ambar Cahyani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41955

Abstract

ABSTRAKAnak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan dukungan pengasuhan yang tepat melalui keterlibatan aktif orang tua dan pendamping yang memadai. Fasilitator berperan penting dalam membantu orang tua memahami kebutuhan anak, membangun sikap positif, serta menerapkan strategi pengasuhan yang sesuai. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelatihan fasilitator dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengasuhan orang tua ABK di Surakarta. Pelatihan berbasis kompetensi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 34 calon fasilitator sebagai peserta pelatihan yang berasal dari guru, orang tua ABK, kepala sekolah, psikolog klinis, terapis, bidan, dan pendamping ABK. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner evaluasi yang mengukur relevansi materi, efektivitas metode pelatihan, kompetensi fasilitator, pengalaman belajar, serta kesiapan menjalankan peran fasilitator. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan memperoleh respons sangat positif dengan nilai rata-rata 4,87 dari skala 5. Peserta menilai materi relevan (4,79), metode pelatihan efektif meningkatkan pemahaman (4,79), serta memberikan dampak positif terhadap kesiapan peserta (4,94). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan fasilitator mampu meningkatkan kapasitas individu dalam aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku pengasuhan berbasis kebutuhan keluarga ABK. Pelatihan berkelanjutan dengan durasi lebih panjang dan praktik lapangan diperlukan untuk memperkuat kompetensi fasilitator.Kata kunci: Pelatihan fasilitator; Anak berkebutuhan khusus; Pengasuhan orang tua. ABSTRACTChildren with special needs require appropriate caregiving support through active parental involvement and adequate assistance. Facilitators play an important role in helping parents understand their children’s needs, develop positive attitudes, and implement appropriate caregiving strategies. This study aimed to evaluate facilitator training in improving the knowledge, attitudes, and caregiving practices of parents of children with special needs in Surakarta. A descriptive quantitative approach was employed, involving 34 prospective facilitators consisting of teachers, parents of children with special needs, school principals, clinical psychologists, therapists, midwives, and support workers. Data were collected using an evaluation questionnaire measuring the relevance of training materials, effectiveness of training methods, facilitator competence, learning experiences, and participants’ readiness to perform their roles as facilitators. The evaluation results showed that the training received a highly positive response, with an overall mean score of 4.87 out of 5. Participants rated the relevance of the materials at 4.79, the effectiveness of the training methods in improving understanding at 4.79, and the positive impact on their readiness at 4.94. These findings indicate that facilitator training can enhance participants’ capacity in terms of knowledge, attitudes, and caregiving practices based on the needs of families of children with special needs. Continuous training with longer duration and field practice is needed to strengthen facilitator competencies. Keywords: Facilitator training; Children with special needs; Parental caregiving.