Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Praktik Literasi Sosial: Peran Cybergogy dalam Membangun Multiliterasi Peserta Didik melalui Pembelajaran Sastra Hasbi, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana penerapan cybergogy dalam pembelajaran sastra berkontribusi terhadap pengembangan multiliterasi peserta didik serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi praktik literasi sosial yang dapat dipahami melalui perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data penelitian terdiri atas, artikel ilmiah bereputasi (2020–2025). Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui, identifikasi literatur, seleksi literatur, dan ekspansi literatur. Analisis data menggunakan analisis tematik hibrida. Hasil telaah menunjukkan bahwa cybergogy, dengan penekanan pada perspektif kognitif, perspektif sosial, dan perspektif emosional, untuk mendorong terbentuknya multiliterasi melalui pemanfaatan media multimodal seperti teks digital, video interpretatif, anotasi kolaboratif, dan digital storytelling. Integrasi ini memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan membaca, menafsirkan, dan memproduksi makna sastra secara lebih kreatif, reflektif, dan kolaboratif. Dari perspektif sosiologi sastra, temuan penelitian mengindikasikan bahwa ruang digital pembelajaran menciptakan medan sosial baru yang memfasilitasi pembentukan budaya digital, identitas literer, dan praktik literasi sosial. Transformasi ini memperlihatkan bahwa pembelajaran sastra di era digital tidak hanya berfungsi sebagai proses kognitif, tetapi juga sebagai praktik sosial yang dipengaruhi interaksi, teknologi, dan budaya.
Memori Kolektif Pemuda Makassar dalam Doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa Hasbi, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa adalah doa seorang pemuda Makassar ketika bertamu ke rumah seorang gadis dengan maksud dan tujuan yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan perpaduan analisis sosiologi sastra dan teori memori kolektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa yang bersumber dari buku yang berjudul Puisi-Puisi Makassar karya Muhammad Sikki dan Nasruddin yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1995. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi teks doangang dan penelusuran literatur ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doangang ini memiliki lebih dari sekadar pedoman untuk perilaku sosial. Teks tersebut juga berperan sebagai pengingat budaya yang secara aktif memengaruhi cara pemuda memahami hubungan gender dan etika dalam bertamu, khususnya di masyarakat Makassar. Memori kolektif menunjukkan bahwa doangang itu merupakan pedoman hidup yang efektif dalam menyampaikan nilai budaya, tingkatan sosial, serta norma interaksi antara pemuda dan gadis melalui ungkapan yang mudah diingat.
Jejak Tradisi dalam Memori Kolektif Masyarakat Turatea dalam Buku Kumpulan Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara Nur Hasbi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea dalam buku kumpulan cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji, mengkarakterisasi, dan menemukan informasi tentang memori tradisi masyarakat Turatea. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan kemudian menggunakan strategi pencatatan. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan, Sumber data pada penelitian ini, yaitu buku kumpulan cerpen yang berjudul Gadis Pakarena karya Krisna Pabichara yang erjumlah 180 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea digambarkan melalui (1) tari tradisional yaitu Tari Pakarena, (2) senjata tradisional, yaitu Badik dan Kulau Bassi, (3) atraksi tradisional, yaitu Maggiri dan Abbatte, (4) gelar tradisional, yaitu Karaeng dan I Kabbala’, (5) tradisi pernikahan, yaitu Uang Panai.
Ekofeminisme Sebagai Etika Perilaku Tokoh Dalam Novel Sepasang Yang Melawan 1 Karya Jazuli Imam Nur Hasbi; Sahban Nur
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1646

Abstract

Ekofeminisme sebagai pendekatan sastra ekologis memandang bahwa perempuan dan alam memiliki hubungan esensial yang khas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian sastra ekokritik berbasis ekofeminisme. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai-nilai ekofeminisme yang terwujud dalam etika perilaku tokoh-tokoh dalam novel Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Sumber data pada penelitian ini, yaitu novel yang berjudul Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka/library research, Analisis data dilakukan secara interpretatif dan induktif. Keabsahan data dijaga dengan teknik triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel, khususnya Sekar, merepresentasikan prinsip-prinsip ekofeminisme melalui tindakan perawatan terhadap lingkungan, penolakan terhadap eksploitasi lingkungan, serta resistensi tanpa kekerasan terhadap sistem sosial yang menindas. Etika kepedulian, kesadaran ekologis, dan solidaritas perempuan menjadi kunci dalam membentuk narasi perjuangan kolektif yang ditawarkan novel ini. Penelitian ini menegaskan bahwa Sepasang yang Melawan 1 bukan hanya sekadar narasi fiksi, melainkan juga bentuk kritik sosial dan ekologi yang relevan dalam konteks krisis lingkungan dan ketimpangan gender di Indonesia. Dengan demikian, sastra terbukti mampu menjadi ruang reflektif dan transformatif dalam menyuarakan nilai-nilai keberlanjutan dan keadilan ekologis melalui perspektif ekofeminisme. Kata Kunci: ekofeminisme, etika perilaku, tokoh perempuan, sastra ekologis
IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL UNTUK LITERASI DASAR ANAK DI PAUD PELANGI KABUPATEN JENEPONTO Mardatillah, Rahmi; Hasbi, Nur; Fadilah Neyarasmi; Devi Apyunita; Sri Mulyani R
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam mengenal huruf dan memahami objek visual. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang digunakan sehingga proses belajar kurang menarik dan kurang interaktif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui implementasi media visual dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan learning by playing melalui penggunaan poster edukatif, gambar objek, permainan visual, dan aktivitas membaca sederhana berbasis gambar. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pembelajaran berbasis media visual, dan evaluasi perkembangan kemampuan anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi media visual mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, keberanian berbicara, dan kemampuan anak dalam mengenal huruf serta menghubungkan simbol dengan objek visual. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan media visual dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung penguatan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto.
PRESUPOSISI PADA UNGGAHAN VIDEO AKUN TIKTOK “CIPAA YAPPING” KRITIK FASILITAS KAMPUS Devi Apyunita; Nur Hasbi
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas presuposisi dalam unggahan video TikTok Cipaa Yapping mengenai kritik terhadap fasilitas kampus. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai ruang publik untuk menyampaikan opini, kritik, dan respons terhadap isu pendidikan. Dalam kajian pragmatik, interaksi tersebut tidak hanya mengandung makna tersurat, tetapi juga presuposisi yang mencerminkan asumsi dan penilaian penutur terhadap fasilitas kampus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan jenis presuposisi dalam unggahan video akun tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan tertulis pada kolom komentar yang mengandung presuposisi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan teori presuposisi George Yule. Hasil penelitian menunjukkan adanya presuposisi eksistensial, faktual, leksikal, struktural, dan berlawanan dengan fakta yang digunakan untuk menyampaikan kritik implisit terhadap fasilitas kampus serta mencerminkan pengalaman kolektif dan penilaian sosial penutur
REPRESENTASI PEREMPUAN REMAJA MAKASSAR DALAM CERITA DWIBAHASA KITTAK PAPPASANG MANGE RI BULAN KARYA RAHMAT. R Rahmi Mardatillah; Nur Hasbi
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.86420

Abstract

This research aims to describe and analyze the representation of Makassar adolescent girls in the bilingual story Kittak Pappasang Mange Ri Bulan by Rahmat R, particularly in relation to the internalization of the values of pappaissengang, pappasang, and pakainga’. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical type. The data source is the story text, while the research data consist of excerpts representing values and female identity. Data collection techniques were conducted through reading and note-taking, while data analysis used an interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the representation of women is constructed through three main dimensions: identity formation, the internalization of affection and education, and the awareness of maintaining self-honor. Women are represented as individuals actively engaged in the process of “becoming” through knowledge, experience, and cultural values. Furthermore, this representation is dynamic and negotiative, combining traditional values with a modern, reflective, and adaptive sense of identity. Thus, this story functions not only as a medium for language learning but also as a means of character education and the preservation of local culture.
INVISIBLE LONELINESS PADA USIA 27: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERPEN “27” KARYA DENITA SAL SABILA: INVISIBLE LONELINESS AT 27: A PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF LITERATURE IN THE SHORT STORY “27” BY DENITA SAL SABILA Rahmi Mardatillah; Nur Hasbi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.3155

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini menyelidiki fenomena kesepian yang tidak terlihat pada usia 27 tahun dalam cerpen Denita Sal Sabila berjudul "27." Bagaimana pengalaman tokoh menunjukkan kesepian tersembunyi dan bagaimana dinamika kepribadian memengaruhi kondisi tersebut adalah masalah utama dalam penelitian ini. Berdasarkan teori psikoanalisis, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis kesepian yang tidak terlihat dan menganalisis konflik batin antara tokoh. Proses yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang melibatkan analisis isi terhadap data yang terdiri dari kutipan dari cerpen. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Freud (1923) tentang id, ego, dan superego. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang tidak terlihat dalam cerpen ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesepian sosial, kesepian emosional, reaksi psikosomatis, dan mekanisme pertahanan diri seperti penarikan diri. Selain itu, ada konflik antara id yang menginginkan kasih sayang, ego yang menerima kesendirian, dan superego yang menekan. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang digambarkan dalam cerpen tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan multidimensional, dan bahwa konflik internal yang dialami oleh tokoh-tokoh di cerpen juga memengaruhinya. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat membantu memahami psikologi manusia, terutama saat dewasa muda.
INTERSEKSIONAL DAN KEKERASAN PEREMPUAN DALAM CERPEN PENGAKUAN SUAMI PARINEM: INTERSECTIONALITY AND VIOLENCE AGAINST WOMEN IN THE SHORT STORY OF PARINEM'S HUSBAND'S CONFESSION Devi Apyunita; Nur Hasbi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan terhadap perempuan dalam cerpen Pengakuan Suami Parinem melalui pendekatan feminisme interseksional dan poskolonial. Sastra dipahami sebagai ruang representasi sosial yang merefleksikan relasi kuasa, termasuk ketimpangan gender yang bersifat struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik analisis teks melalui close reading. Data berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan pengalaman perempuan, seperti kekerasan seksual, stigma sosial, penghapusan identitas, dan resistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan mengalami kekerasan berlapis akibat persilangan antara sistem patriarki dan kolonial. Kekerasan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga simbolik melalui stigma, pengabaian sosial, serta dominasi narasi laki-laki. Selain itu, tubuh perempuan berfungsi sebagai arsip trauma, sementara ingatan menjadi bentuk resistensi terhadap penghapusan sejarah. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan dalam teks sastra merupakan subjek historis yang aktif dalam menegosiasikan posisinya dalam struktur kekuasaan.
SPIRITUALITAS DAN RESISTENSI TERHADAP HEDONISME DALAM PUISI SAJAK SEDERHANA UNTUKMU KARYA EMHA AINUN NADJIB: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA: SPIRITUALITY AND RESISTANCE TO HEDONISM IN THE POEM SAJAK SEDERHANA UNTUKMU BY EMHA AINUN NADJIB: A SOCIOLOGY OF LITERATURE STUDY Nur Hasbi; Fadilah Neyarasmi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai spiritualitas dan bentuk resistensi terhadap hedonisme dalam puisi Sajak Sedderhana Untukmu karya Emha Ainun Nadjib melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya konsumtif dan materialistik dalam masyarakat modern yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai spiritual dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi tersebut merepresentasikan nilai kesederhanaan sebagai prinsip hidup yang menolak budaya materialisme dan kemewahan duniawi. Spiritualitas dalam puisi ditampilkan melalui hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pusat makna kehidupan dan kekuatan moral dalam menghadapi kesia-siaan dunia modern, yaitu kritik terhadap budaya gemerlap, gaya hidup hedonistik, dan orientasi hidup yang berpusat pada materi. Bentuk resistensi terhadap budaya konsumtif ditunjukkan melalui pengagungan nilai kesederhanaan dalam kehidupan maupun kematian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan spiritual masyarakat di tengah arus modernitas dan budaya konsumtif. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sastra berbasis nilai karakter, spiritualitas, dan kritik sosial dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.