Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana penerapan cybergogy dalam pembelajaran sastra berkontribusi terhadap pengembangan multiliterasi peserta didik serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi praktik literasi sosial yang dapat dipahami melalui perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data penelitian terdiri atas, artikel ilmiah bereputasi (2020–2025). Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui, identifikasi literatur, seleksi literatur, dan ekspansi literatur. Analisis data menggunakan analisis tematik hibrida. Hasil telaah menunjukkan bahwa cybergogy, dengan penekanan pada perspektif kognitif, perspektif sosial, dan perspektif emosional, untuk mendorong terbentuknya multiliterasi melalui pemanfaatan media multimodal seperti teks digital, video interpretatif, anotasi kolaboratif, dan digital storytelling. Integrasi ini memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan membaca, menafsirkan, dan memproduksi makna sastra secara lebih kreatif, reflektif, dan kolaboratif. Dari perspektif sosiologi sastra, temuan penelitian mengindikasikan bahwa ruang digital pembelajaran menciptakan medan sosial baru yang memfasilitasi pembentukan budaya digital, identitas literer, dan praktik literasi sosial. Transformasi ini memperlihatkan bahwa pembelajaran sastra di era digital tidak hanya berfungsi sebagai proses kognitif, tetapi juga sebagai praktik sosial yang dipengaruhi interaksi, teknologi, dan budaya.