Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Transformasi Praktik Literasi Sosial: Peran Cybergogy dalam Membangun Multiliterasi Peserta Didik melalui Pembelajaran Sastra Hasbi, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana penerapan cybergogy dalam pembelajaran sastra berkontribusi terhadap pengembangan multiliterasi peserta didik serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi praktik literasi sosial yang dapat dipahami melalui perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data penelitian terdiri atas, artikel ilmiah bereputasi (2020–2025). Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui, identifikasi literatur, seleksi literatur, dan ekspansi literatur. Analisis data menggunakan analisis tematik hibrida. Hasil telaah menunjukkan bahwa cybergogy, dengan penekanan pada perspektif kognitif, perspektif sosial, dan perspektif emosional, untuk mendorong terbentuknya multiliterasi melalui pemanfaatan media multimodal seperti teks digital, video interpretatif, anotasi kolaboratif, dan digital storytelling. Integrasi ini memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan membaca, menafsirkan, dan memproduksi makna sastra secara lebih kreatif, reflektif, dan kolaboratif. Dari perspektif sosiologi sastra, temuan penelitian mengindikasikan bahwa ruang digital pembelajaran menciptakan medan sosial baru yang memfasilitasi pembentukan budaya digital, identitas literer, dan praktik literasi sosial. Transformasi ini memperlihatkan bahwa pembelajaran sastra di era digital tidak hanya berfungsi sebagai proses kognitif, tetapi juga sebagai praktik sosial yang dipengaruhi interaksi, teknologi, dan budaya.
Memori Kolektif Pemuda Makassar dalam Doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa Hasbi, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa adalah doa seorang pemuda Makassar ketika bertamu ke rumah seorang gadis dengan maksud dan tujuan yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan perpaduan analisis sosiologi sastra dan teori memori kolektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks doangang Ammanaikang ri Ballakna Tau Loloa yang bersumber dari buku yang berjudul Puisi-Puisi Makassar karya Muhammad Sikki dan Nasruddin yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1995. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi teks doangang dan penelusuran literatur ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doangang ini memiliki lebih dari sekadar pedoman untuk perilaku sosial. Teks tersebut juga berperan sebagai pengingat budaya yang secara aktif memengaruhi cara pemuda memahami hubungan gender dan etika dalam bertamu, khususnya di masyarakat Makassar. Memori kolektif menunjukkan bahwa doangang itu merupakan pedoman hidup yang efektif dalam menyampaikan nilai budaya, tingkatan sosial, serta norma interaksi antara pemuda dan gadis melalui ungkapan yang mudah diingat.
Jejak Tradisi dalam Memori Kolektif Masyarakat Turatea dalam Buku Kumpulan Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara Nur Hasbi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea dalam buku kumpulan cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji, mengkarakterisasi, dan menemukan informasi tentang memori tradisi masyarakat Turatea. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan kemudian menggunakan strategi pencatatan. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan, Sumber data pada penelitian ini, yaitu buku kumpulan cerpen yang berjudul Gadis Pakarena karya Krisna Pabichara yang erjumlah 180 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea digambarkan melalui (1) tari tradisional yaitu Tari Pakarena, (2) senjata tradisional, yaitu Badik dan Kulau Bassi, (3) atraksi tradisional, yaitu Maggiri dan Abbatte, (4) gelar tradisional, yaitu Karaeng dan I Kabbala’, (5) tradisi pernikahan, yaitu Uang Panai.
Ekofeminisme Sebagai Etika Perilaku Tokoh Dalam Novel Sepasang Yang Melawan 1 Karya Jazuli Imam Nur Hasbi; Sahban Nur
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1646

Abstract

Ekofeminisme sebagai pendekatan sastra ekologis memandang bahwa perempuan dan alam memiliki hubungan esensial yang khas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian sastra ekokritik berbasis ekofeminisme. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai-nilai ekofeminisme yang terwujud dalam etika perilaku tokoh-tokoh dalam novel Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Sumber data pada penelitian ini, yaitu novel yang berjudul Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka/library research, Analisis data dilakukan secara interpretatif dan induktif. Keabsahan data dijaga dengan teknik triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel, khususnya Sekar, merepresentasikan prinsip-prinsip ekofeminisme melalui tindakan perawatan terhadap lingkungan, penolakan terhadap eksploitasi lingkungan, serta resistensi tanpa kekerasan terhadap sistem sosial yang menindas. Etika kepedulian, kesadaran ekologis, dan solidaritas perempuan menjadi kunci dalam membentuk narasi perjuangan kolektif yang ditawarkan novel ini. Penelitian ini menegaskan bahwa Sepasang yang Melawan 1 bukan hanya sekadar narasi fiksi, melainkan juga bentuk kritik sosial dan ekologi yang relevan dalam konteks krisis lingkungan dan ketimpangan gender di Indonesia. Dengan demikian, sastra terbukti mampu menjadi ruang reflektif dan transformatif dalam menyuarakan nilai-nilai keberlanjutan dan keadilan ekologis melalui perspektif ekofeminisme. Kata Kunci: ekofeminisme, etika perilaku, tokoh perempuan, sastra ekologis