Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DEKONSTRUKSI KONSEP MORALITAS DALAM CERPEN MENCICIPI SEDIKIT DOSA KARYA ERA ARI ASTANTO: DECONSTRUCTION OF THE CONCEPT OF MORALITY IN THE SHORT STORY TASTING A LITTLE BIT OF SIN BY ERA ARI ASTANTO Mardatillah, Rahmi; HASBI, NUR
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 6 (2025): AGUSTUS-SEPTEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i6.3962

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerpen Mencicipi Sedikit Dosa karya Era Ari Astanto menggunakan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida yang diperkaya teori psikologi sastra mutakhir. Fokus kajian diarahkan pada pembongkaran oposisi biner moralitas (baik–buruk, dosa–pahala), fragmentasi identitas tokoh, serta trauma psikologis akibat benturan norma religius yang kaku dengan pengalaman manusia yang cair. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pembacaan dekonstruktif, triangulasi teori sastra, psikologi, dan filsafat moral, serta analisis teks mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas dalam cerpen tidak tampil sebagai kebenaran absolut, melainkan konstruksi rapuh yang selalu dinegosiasikan. Tokoh Riung Samudra direpresentasikan sebagai subjek liminal, berada di ruang ambang antara kepatuhan dan pembangkangan. Sementara itu, kematian Jalad menghadirkan trauma yang menyingkap dampak destruktif norma moral rigid. Akhir cerita memperlihatkan moralitas bersifat siklikal, diwariskan lintas generasi melalui narasi yang tidak pernah final.
Manifestasi Ideologi Sosial dalam Cerita Pendek Majalah Horison Tahun 1988─1998 Hasbi, Nur; Siswanto, Wahyudi; Sulistyorini, Dwi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998─1988 melalui tindakan rasional instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa unit teks yang berwujud kalimat dan paragraf cerita dalam cerita pendek. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek majalah Horison tahun 1988─1998. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyusun panduan dokumentasi studi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Manifestasi ideologi sosial yang ditemukan dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1988-1998 terbagi menjadi empat, meliputi perwujudan ideologi sosial melalui (1) tindakan rasional instrumental dalam kehidupan bermasyarakat, kehidupan keluarga, dan kehidupan beragama. (2) tindakan rasional nilai yang ditunjukkan dalam bekerja, mengambil keputusan, dan pendidikan. (3) tindakan afektif yang ditunjukkan melalui hubungan seksual, rumah tangga, dan lingkungan masyarakat. (4) tindakan tradisional yang ditunjukkan terhadap anak, orang tua, dan masyarakat.
REPRESENTASI IDEOLOGI SOSIAL DALAM CERITA PENDEK MAJALAH HORISON TAHUN 1998 Hasbi, Nur; Siswanto, Wahyudi; Sulistyorini, Dwi
JURNAL KONFIKS Vol 10 No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.10596

Abstract

Representasi ideologi sosial dalam karya sastra adalah aspirasi pengarang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan selanjutnya dapat digunakan oleh pembaca untuk mengontrol gerak dan arah kegiatan dalam hidup bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan rasional instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa unit teks yang berwujud kalimat dan paragraf cerita dalam cerita pendek. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek majalah Horisontahun 1998. Pengumpulan data dilakukan dengan menyusun panduan dokumentasi studi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Representasi ideologi sosial yang ditemukan dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 terbagi menjadi empat yaitu (1) representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan rasional instrumental. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan rasional instrumental yang ditampilkan dalam (a) kehidupan bermasyarakat (b) kehidupan keluarga (c) kehidupan beragama. (2) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horisontahun 1998 melalui tindakan nilai rasional yang ditunjukkan dalam (a) bekerja (b) mengambil keputusan dan (c) pendidikan. (3) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan afektif yang ditunjukkan dalam (a) rumah tangga dan (b) lingkungan masyarakat. (4) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan tradisional yang ditunjukkan terhadap (a) anak (b) orang tua dan (c) masyarakat.
TIPOLOGI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Hasbi, Nur; Nurrahma, Nurrahma; Musawir, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 4, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this study is to discuss the socio-economic typology of coastal and urban communities using a sociological literary approach. This study aims to describe the socio-economic typology of coastal and urban communities in Pramoedya Ananta Toer's novel Gadis Pantai. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data in the form of novel excerpts obtained, recorded and selected based on the problems discussed, namely describing socio-economic typology. The results of the study found three socio-economic typologies in coastal communities, namely: (1) the socio-economic typology of the upper class, the community included in this group, namely Bendoro and his family; (2) the socio-economic typology of the middle class, the community included in this group, namely Gadis Pantai, Mardinah, and Pelayan Tua; (3) the socio-economic typology of the lower class, the community included in this group, namely the coastal community, Bapak, Emak, and Dul.
Pengembangan Soft Skills Siswa Melalui Pelatihan Drama Di SMP Islam Athirah Makassar Hajrah, Hajrah; Asri, Aswati; Fitriansal, Fitriansal; Hasbi, Nur; Neyarasmi, Fadilah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan soft skills siswa melalui pelatihan drama di SMP Islam Athirah Makassar. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran kreatif. Kegiatan berlangsung selama empat minggu dengan melibatkan 25 siswa kelas VIII melalui tahapan orientasi, pelatihan, kolaborasi pementasan, dan refleksi. Data dikumpulkan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan jurnal reflektif untuk menilai perubahan perilaku dan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kemampuan komunikasi verbal, kerja sama, dan empati siswa. Pelatihan drama menjadi media efektif untuk menumbuhkan ekspresi diri, mengatasi rasa takut, serta menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga merasakan peningkatan kreativitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis seni dapat menjadi strategi pedagogis inovatif dalam memperkuat keterampilan abad ke-21, terutama dalam membangun karakter, kreativitas, dan kesadaran sosial siswa di lingkungan sekolah.Kata kunci: soft skills, pelatihan drama, pendidikan karakter
INTERNALISASI NILAI SASTRA MELALUI PELATIHAN MENULIS DAN PEMBACAAN PUISI BAGI SISWA MTsS AL-BASIR KABUPATEN JENEPONTO Hasbi, Nur; Rahmi Mardatillah; Safitri, Nur Anita Syamsi; Fadilah Neyarasmi; Ade Yustina
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dan membacakan puisi pada siswa MTsS Al-Basir Kabupaten Jeneponto melalui pendekatan partisipatif (participatory approach). Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, sehingga siswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan digunakan metode learning by doing melalui pemaparan materi sastra, pelatihan menulis puisi dengan tema yang dekat dengan kehidupan siswa, serta pembacaan puisi dengan bimbingan teknik vokal, intonasi, dan ekspresi. Sebagai bentuk motivasi, diberikan hadiah sederhana bagi peserta yang menunjukkan kreativitas dan penghayatan terbaik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat dan kepercayaan diri siswa dalam berkarya sastra, serta tumbuhnya kesadaran apresiatif terhadap nilai-nilai sastra. Kegiatan ini juga menghasilkan rekomendasi tindak lanjut berupa pembentukan komunitas literasi sekolah untuk menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam mengembangkan potensi kreatif siswa dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap dunia sastra.
PENGUATAN LITERASI LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN AKSARA LONTARA PADA SISWA UPT SDN 4 TAROWANG KABUPATEN JENEPONTO Hasbi, Nur; Rahmi Mardatillah; Muhammad Musawir; Atikah Nurul Asdah; Sri Mulyani R
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul “Penguatan Literasi Lokal melalui Pembelajaran Aksara Lontara pada Siswa UPT SDN 4 Tarowang Kabupaten Jeneponto”. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat, pemahaman, dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengenal, membaca, dan menulis aksara Lontara sebagai bagian dari pelestarian budaya Bugis-Makassar. Literasi lokal dipandang sebagai sarana penting dalam membentuk karakter dan identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap pengenalan, latihan membaca dan menulis, serta evaluasi hasil belajar. Media pembelajaran seperti kartu huruf, poster, dan video edukatif digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami bentuk serta makna aksara Lontara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis aksara Lontara serta tumbuhnya rasa bangga terhadap budaya daerah. Evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta berhasil membaca dan menulis kata sederhana dalam aksara Lontara dengan benar. Pembelajaran berbasis literasi lokal ini terbukti efektif dalam memperkuat identitas dan karakter siswa sekaligus menjadi strategi pelestarian budaya daerah di tingkat pendidikan dasar.
KRETEK SEBAGAI SIMBOL BUDAYA MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA: Kretek Cigarettes as a Symbol of Javanese Culture In the Novel "Gadis Kretek" by Ratih Kumala Nuri, Sri Nuri Asih; Hasbi, Nur
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4334

Abstract

Kretek merupakan warisan budaya tak bendawi yang telah mengakar dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap simbol-simbol budaya yang direpresentasikan kretek dengan pendekatan semiotika Rolland Barthes dalam Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata dan kalimat, dalam bentuk dialog, monolog, dan narasi yang menceriminkan kretek sebagai simbol budaya masyarakat Jawa yang berhubungan dengan sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem religi dan sistem pengetahuan. Data diambil dengan menandai dan mentranskrip bagian-bagian yang mengandung empat unsur tersebut. Sumber data dalam penelitian ini, yakni novel dengan judul Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang diterbitkan pada tahun 2019 di Jakarta oleh penerbit PT Gramedia. Novel Gadis Kretek telah mengalami beberapa kali cetak ulang, dan yang digunakan oleh peneliti merupakan cetakan keempat dengan jumlah halaman 275 lembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kretek merupakan simbol kesejahterraan ekonomi masyarakat Jawa; (2) kretek merupakan simbol pengetahuan masyarakat Jawa; dan (3) kretek merupakan simbol tradisi masyarakat Jawa.
DOANGANG LABBAKRAK SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI CINTA DALAM TRADISI MAKASSAR Hasbi, Nur; Neyarasmi, Fadilah
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang doangang labbakrak tidak hanya menggambarkan peran sosial dan ungkapan cinta dalam kebudayaan Makassar, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah berbagai tantangan akibat globalisasi. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian ini adalah naskah doangang labbakrak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca teks secara teliti, lalu mengidentifikasi dan memberi kode pada bagian-bagian yang penting untuk penelitian, serta melakukan analisis yang komprehensif. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa doangang labbakrak memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai budaya, melalui doa, harapan, dan uet oan moral yang berkaitan dengan cinta, tanggung jawab, dan keharmonisan dalam keluarga. Dalam ritual ini, bedak tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai uet o pengakuan uet o dan spiritual bagi pasangan yang menikah. Selain itu, doangang labbakrak juga membantu dalam mempertahankan hubungan antar individu dan meneruskan nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi lainnya.
BAHASA SEBAGAI REPRESENTASI LOKALITAS: STUDI TERHADAP LIRIK LAGU TIMUR YANG MENDOMINASI PLATFORM DIGITAL Neyarasmi, Fadilah; Hasbi, Nur
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi lokalitas dalam lirik lagu-lagu Timur yang populer di platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis berpadu dengan stilistika dan teori representasi, studi ini menelaah enam lagu terpopuler dari kawasan Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Fokus analisis diarahkan pada elemen linguistik seperti campur kode, kosakata lokal, metafora budaya, dan gaya tutur khas Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam lagu-lagu tersebut berfungsi sebagai medium ekspresif dalam mengonstruksi identitas budaya dan menegosiasikan posisi sosial masyarakat Timur dalam ruang digital nasional. Penggunaan dialek lokal, diksi tubuh, serta humor dan narasi sosial menunjukkan upaya musisi untuk menampilkan identitas etnokultural secara otentik, hangat, dan penuh daya tarik. Musik menjadi arena representasional tempat bahasa daerah memperoleh legitimasi simbolik dan emosional, serta memperkuat hubungan kultural antara musisi dan publik. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik Timur digital telah melampaui batas geografis sebagai produk budaya lokal dan menjadi ruang artikulatif identitas yang inklusif di era digitalisasi.