Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FAKTOR PENGHAMBAT PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculos. kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium tuberculosis. Terdapat beberapa spesies Mycobacterium, antara lain: M. tuberculosis, M. africanum, M. bovis, M. leprae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja factor yang menjadi Penghambat Pengobatan pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rasdianah, Nur; Taupik, Muhammad; Djuarno, Endah Nurrohwintah; Hutuba, Ariani; Manno, Mohamad Reski; molote, kasibee molote
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Number 3, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i3.215

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by infection with the bacteria Mycobacterium tuberculos. The Mycobacterium group is Mycobacterium tuberculosis. There are several species of Mycobacterium, including: M. tuberculosis, M. africanum, M. bovis, M. leprae. The purpose of this study was to determine what factors inhibit the treatment of pulmonary tuberculosis patients at the Tapa District Health Center, Bone Bolango Regency. This research method is qualitative descriptive with Purposive Sampling sampling with inclusion criteria. Data analysis uses data reduction, data presentation, drawing conclusions/verification. The results of the study based on the experience of consuming medication, patients have several symptoms that can be inhibiting factors for treatment, namely two patients with itching, five patients with nausea, two patients with body aches and two patients with poor appetite. As for the obstacles and barriers when consuming medication, there are five patients out of 15 patients who have obstacles, namely P1 feels hot, P2 feels pain when coughing, P3 feels vomiting, P4 feels chest pain, red urine and often thirsty, and P5 feels no appetite. And the drugs prescribed for all respondents are in accordance with the health services at the Tapa Community Health Center, which are very good.
Overview of Antipsychotic Use in Schizophrenia Patients at the East City Health Center in 2024 Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi; Sumaga, Khairunnisa Alya; Madania, Madania; Manno, Mohamad Reski
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 5, No 2 (2025): August 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v5i2.1388

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder that affects individuals and greatly impacts their families and society, with symptoms like hallucinations, delusions, and emotional or thought disturbances that disrupt daily life and well-being. Treatment for schizophrenia usually involves a combination of antipsychotic drug therapy, psychotherapy, and social support. This study aims to determine the description of antipsychotic use, including the type of drug, rules of use, drug dosage, and duration of use in schizophrenia patients at the Kota Timur Health Center. This study used a descriptive observational research design with data collection using a retrospective method. The research data were obtained from secondary data in the form of medical record data from as many as 25 patients with mental illness. The data were processed with Excel and analyzed using SPSS version 26. The results showed that schizophrenia was predominantly suffered by male patients (56%), and more were in the age range of 34-46 years (as many as 48%). The most widely used antipsychotic drugs were a combination of typical and atypical, as many as 92%. The most frequently used type of drug is clozapine with a dose of 25 mg, and the rules of use are 2 x 1/2 as much as 46%. The longest duration of treatment is already in the maintenance phase, which is 96%. Additional drug trihexyphenidyl 2 mg (2 x 1) is used as much as 92%. The most widely used type of therapy is 3-combination therapy, namely Risperidone + THP + Clozapine, as much as 56%. This study was conducted at the East City Health Center, Gorontalo, which is one of the largest primary healthcare facilities in the region and manages a considerable number of schizophrenia patients with limited psychiatric resources. Therefore, the study setting provides important insights into the real-world use of antipsychotic medications in a community-based healthcare center.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN HULOTUA (Commelina Longifolia L) DENGAN METODE DPPH ( 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Makkulawu, Andi; Paneo, Mohamad Aprianto; Manno, Mohamad Reski; Ibrahim, Anwar
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.123

Abstract

Commelina Longifolia L merupakan tumbuhan yang berasal dari family yaitu Commeliaceae. Dimana tanaman ini memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Beberapa penelitian dengan family yang sama menunjukkan bahwa ekstrak Daun Hulotua mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam daun hulotua serta mengetahui potensi ekstrak dari Daun Hulotua sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia dengan uji tabung/uji warna dan analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen Kloroform : n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (2:2:1). Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan nilai antioksidan dari ekstrak metanol daun Hulotua (Commelina Longifolia L) memiliki nilai IC50 yaitu 41,73 µg/ml dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan pada Vitamin C memiliki nilai IC50 yaitu 65,59 µg/ml dan termasuk dalam kategori kuat.Berdasarkan Analisis data statistik Uji Independent t-test dimana (p-value<0,05) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok perlakuan (pvalue<0,05).
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terkait dengan Jenis Kemasan Pangan yang Aman Manno, Mohamad Reski; Paneo, Mohamad Aprianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 1 (2024): Vol 3. No. 1 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i1.24958

Abstract

Kemasan pada pangan merupakan salah satu fungsi yang membuat pangan menjadi aman untuk dikonsumsi. Ada banyak jenis kemasan yang digunakan pada pangan mulai dari jenis kertas, plastik sampai stryofoam. Banyaknya penggunaan berbagai jenis kemasan pada pangan sehingga perlu diberikan edukasi pada masyarakat mengingat pada masing-masing jenis kemasan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Edukasi mengenai kemasan produk makanan ini menjadi penting mengingat kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik konsumen saja tetapi pemilihan bahan dan bentuk kemasan mempengaruhi kandungan nutrisi dalam makanan tersebut. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan pada masyarakat Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai peran dan fungsi kemasan, keamanan kemasan pangan serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Dari hasil tanya jawab diketahui bahwa banyak dari masyarakat cimahi yang tidak mengetahui keamanan dari  kemasan serta kelebihan dan kelemahan dari masing-masing jenis kemasan yang sering digunakan pada pangan.
Formulasi Dan Evaluasi Sedian Gel Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Manno, Mohamad Reski; Sabrina, Putri Febbiyanti
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.145

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) telah dimanfaatkan bidang baik dalam bidang pangan, kosmetik, maupun pengobatan. Komponen-komponen utama dalam jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) yaitu Limonen, Asam dekanoat, Stearat, Asam linoleat, Flavonoid, dan Tanin. Sehingga perlu untuk dilakukan pengembangan ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) untuk memformulasi dalam sedian gel sabun cuci tangan. Penelitian bertujuan Untuk memformulasi Serta Mengevaluasi Sediaan gel. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi secara evaporasi. Formulasi ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) dengan memvariasikan kosentrasi ekstrak jeruk kalamansi F1 (10%), F2 (30%), F3 (40%). Semua formulasi di evaluasi fisik meliputi evaluasi organoleptik F1 dan F2 memiliki warna hijau kecoklatan dan F3 memiliki warna hijau kehitaman,bau  F1 F2 F3 memiliki bau khas zat aktif dan memiliki tekstur semi padat. Pada evaluasi pH F1 F2 F3 memiliki pH 5-6. Pada evaluasi viskositas pada F1 3807 cps, F2 3870 cps dan pada F3 memiliki nilai visko 3924 cps. Pada evaluasi daya sebar pada F1 dan F2 memiliki daya sebar 5 cm dan pada F3 memiliki viskositas 6,08 cm. Pada evaluasi Tinggi Busa pada F1 F2 F3 memiliki tinggi busa 2 cm. Pada daya hambat bakteri Hasil penelitian mendapatkan hasil yang menunjukan kosentrasi F3 40% dapat membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil evaluasi  dari ke 3 formula F3 memiliki hasil yang paling baik
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Swamedikasi Common Cold (Batuk, Pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo Puhi, Melly Agustin Is; Madania, Madania; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Manno, Mohamad Reski; Tuloli, Teti Sutriyati
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.87

Abstract

Pengetahuan merupakan domain penting terbentuknya tindakan seseorang terutama pada masyarakat yang berupaya mengobati dirinya sendiri terhadap penyakitnya atau sering disebut swamedikasi. Salah satu penyakit atau keluhan dalam swamedikasi adalah common cold. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi common cold (batuk, pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Terdapat 303 sampel dengan analisis data dalam bentuk presentase dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Padengo tentang swamedikasi Common Cold dengan kategori pengetahuan rendah (3%), kategori pengetahuan sedang (10%) dan kategori pengetahuan tinggi (87%). Perilaku swamedikasi masyarakat Desa Padengo tentang Common Cold dengan kategori perilaku negatif (4%) dan kategori perilaku positif (96%). Adanya hubungan antara usia, pendidikan terakhir dan pendapatan dengan pengetahuan, serta adanya hubungan antara pendidikan terakhir dan status pernikahan dengan perilaku. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan dengan pengetahuan, serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi Common Cold di Desa Padengo, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroalga Dari Pantai Kurenai Kota Gorontalo Pakaya, Mahdalena sy.; Papeo, Dizky Ramadani; Manno, Mohamad Reski; Ibrahim, Aliya Ibrahim
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.102

Abstract

Mikroalga merupakan suatu kelompok mikroorganisme hidup yang dapat berfotosintetik yang memiliki habitat di perairan baik perairan laut maupun air tawar, hidup berkoloni maupun bersel tunggal. Kelimpahan mikroalga dialam sangat besar bahkan keanekaragaman mikroalga sangat tinggi diperkirakan ada 200.000-800.000 spesies mikroalga dibumi, dan dari jumlah tersebut baru sekitar 35.000 spesies yang diidentifikasi. Pemanfaatan mikroalga dalam berbagai macam produk ekonomis dan bernilai tinggi telah dikembangkan secara ekstensif selama 50 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan karakterisasi mikroalga dari pantai kurenai. Metode yang digunakan untuk isolasi dengan cara pengenceran bertingkat dan karakterisasi dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 100x. hasil penelitian menunjukan pada perairan pantai Kurenai berhasil diisolasi 3 jenis mikroalga yaitu Chlorella vulgaris (MS Ib), Stigeoclonium subsecundum (MS IIb) dan Nodularia spumegina (MS IIIa). Karakteristik MS Ib berwarna hijau, bulat dan kecil, MS IIb berwarna hijau panjang dan bercabang, MS IIIa berwarna biru kehijauan, panjang dan tidak bercabang. Masing-masing isolat menunjukan karakteristik yang berbeda.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN HULOTUA (Commelina Longifolia L.) SECARA IN VITRO DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Suryadi, A. Muthi Andi; Pakaya, Mahdalena Sy.; Taupik, Muhammad; Uno, Wiwit Zuriati; Manno, Mohamad Reski; kopman, aldafarista
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.118

Abstract

All chemical substances classified as drugs must undergo evaluation for their toxicological qualities prior to widespread acceptance in traditional medicine by the community. The Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method is a preliminary test using shrimp larvae to observe the toxic effects of a compound in plant extracts. This study aimed to determine the toxicity of 70% ethanol extract of Hulotua (Commelia longifolia L.) leaves in vitro using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This study employed an experimental method through phytochemical screening using a color test and toxicity testing using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The results of phytochemical screening using the tube test method indicated that 70% ethanol extract was positive for alkaloids, flavonoids, tannins and terpenoids. In the meantime, an acute toxicity test of 70% ethanol extract of Hulotua ( Commelia longifolia L.) leaves was slightly toxic to Artemia salina larvae where the LC50 value >1000 µg/mL was 670.049 µg/mL.