Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning dan LKPD Interaktif Berbasis Permainan Lempar Dadu untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Materi Mengumpulkan Data di UPT SDN 060924 Medan Amplas Tanjung, Cici Febi Putri; Prawiyata, Yugi Diraga; Hsb, Ahmad Laut; Syahanum, Erika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif berbasis permainan lempar dadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Mengumpulkan Data di kelas V UPT SDN 060924 Medan Amplas. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi siswa dan pemahaman konsep dalam pembelajaran Matematika yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan strategi yang lebih inovatif dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL yang dikombinasikan dengan LKPD interaktif berbasis permainan lempar dadu mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, mendorong kerja sama kelompok, serta memperbaiki pemahaman siswa dalam mengumpulkan dan mengolah data. Peningkatan hasil belajar terlihat dari persentase ketuntasan siswa yang meningkat pada setiap siklus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran tersebut efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sekaligus menciptakan suasana kelas yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Students’ Speaking Skill Analysis Using Duolingo Application Rizky Delhiana Br Bukit; Yugi Diraga Prawiyata; Wariyati Wariyati; Yulia Arfanti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3001

Abstract

The objective of the research is to analyze how using the Duolingo app has affected the speaking abilities of seventh-grade students at SMPS Nur Hasanah Medan. The research used a qualitative descriptive approach which included five students as subject of the research. Information was gathered through observation and interviews. The result suggest that using Duolingo has helped improve students' speaking skills, especially their confidence and pronunciation. Most students expressed that they enjoyed learning with Duolingo because it provided a fun, non-threatening, and interactive learning environment. Students demonstrated noticeable improvements in fluency, vocabulary use, and motivation to speak English. However, some challenges remained, especially in terms of spontaneous speech and constructing complex sentences. In other words, Duolingo can be an effective supplementary tool in improving students’ English-speaking skills, though it should be accompanied by guided instruction to develop deeper communication competence.
The Effect of Using Podcast on Students’ Speaking Skill Nur Aminah Tanjung; Nurhafni Siregar; Teguh Satria Amin; Yugi Diraga Prawiyata
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3347

Abstract

This research purpose to find out whether there is an effect on using podcast as a technique on students’ speaking skill at eleven grade of senior high school of Dwi Tunggal in academic year 2024/2025. This research is quasi experimental research. It involvet 50 students’ of two groups, class X1 MIPA-XI 1 as experimental group and MIPA-XI 2 as control group. The experimental group taught by podcast project meanwhile control group taught by conventional method. The data were gained by using pre-test and post-test. The pre-test was given to both groups before the treatment meanwhile the post-test was given after the treatment for experimental group. The data of pre-test and post-test of both groups were analyzed by descriptive and inferential statistics. The data were counted by uisng SPSS for windows. After data were tested then found unnormal data, the researcher changed the test to be Wilcoxon test. The result of the research showed that there is an effect on the students’ speaking skill of the students who were taught by using podcast in project speaking. In Wilcoxon test, it can be seen that wilcoxon indexof experimentalgroup is 16,71 meanwhile control group is 0, after that Z-value of experimental group (3.721) is smaller than controlgroup (15.740). P-value (Sig. 2-Tailed) of experimental group is ,001. Ha accepted meanwhile Ho rejected, it is mean that there is an effect of using podcast on the students’ speaking skill. In conclusion, the research titled the effect of using podcast on students’ speaking skill has an effect for students’ speaking skill.
The Effect of Playing Card Technique to Improve Students™ Speaking Skill the Seventh Grade Students of SMP Swasta Prayatna Medan Albalqis, Nabila; Prawiyata, Yugi Diraga
REGISTER: Journal of English Language Teaching of FBS-Unimed Vol. 12 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/reg.v12i4.53246

Abstract

The object of this research is to discuss students' speaking skills using playing card techniques. This research was conducted at SMP Swasta Prayatna Medan. The research consists of two classes. In the sample, the researcher chose class VII-1 consisting of 20 students as the experimental group and class VII-2 consisting of 20 students as the control group. The total is 40 students. During this research, researchers have discovered the importance of which effect in an experimental class using the playing card technique. Students get good grades, but in the control class students get low grades. In this study, the results obtained were that the average of the experimental group was better than the average of the control group. Mx = 16 while My = 12 where t (impact) = 1.801. After the data was analyzed it turned out that the alternative hypothesis or Ha was accepted. From these data it can be concluded that there is an influence on the importance of students' speaking skills by using the playing card technique. In the teaching process, especially on students' speaking abilities.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SD NEGERI 064034 MEDAN Sari, Diah Artha; Prawiyata, Yugi Diraga; Nurmairina, Nurmairina; Simamora, Ester Agnes Jovanka
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 11 No 1 (2025): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v11i1.4939

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan peserta didik kelas V SD Negeri 064034 Medan dalam pembelajaran IPAS, khususnya materi sistem pernapasan. Kurangnya keterlibatan siswa berdampak pada pemahaman materi yang kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang melibatkan 25 siswa kelas V. Instrumen pengumpulan data berupa observasi keaktifan siswa yang diukur melalui lima indikator utama, yakni mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, diskusi kelompok, presentasi hasil diskusi, dan kerja sama tim. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus, dimana rata-rata skor keaktifan siswa meningkat dari 10,7 (42,8%) pada pra tindakan menjadi 15,4 (61,6%) pada siklus I, dan mencapai 20,7 (82,8%) pada siklus II. Peningkatan ini menandakan bahwa penerapan model PBL efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning direkomendasikan untuk digunakan sebagai strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Wordwall sebagai Media Pembelajaran Interaktif dalam Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Yugi Diraga Prawiyata; Irpan Apandi Batubara; Wariyati Wariyati; Diah Artha Sari; Ester Agnes Jovanka Simamora
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i2.2776

Abstract

Kosakata merupakan kunci utama dalam mempelajari bahasa baru. Penggunaan media Wordwall dalam aktivitas belajar yang interaktif terbukti memberi efek yang positif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa terutama dalam mempelajari kosa kata bahasa Inggris. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat Wordwall sebagai media pembelajaran digital yang interaktif dalam memperkaya pengalaman belajar bahasa Inggris agar lebih seru dan atraktif. Metode penelitian kualitatif deskriptif diterapkan untuk mengumpulkan informasi melalui pengamatan kelas dan wawancara dengan mahasiswa. Temuan dari studi mengindikasikan bahwa penggunaan Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, dan penguasaan materi. Mahasiswa Semeseter 3B Program Studi PGSD Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah menyatakan bahwa elemen interaktif yang terdapat pada Wordwall, seperti ujian, permainan kata, dan kegiatan interaktif, membuat pengalaman belajar lebih menarik dan membantu mereka dalam memahami tidak hanya kosakata, tetapi juga struktur kalimat, serta keahlian berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menunjukkan bahwa Wordwall adalah media yang berguna untuk mendukung proses belajar yang interaktif, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris, yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi.
Unpacking the Challenges: An Exploration of EFL Students’ Speaking Problems Wariyati Wariyati; Yenita Br Sembiring; Yugi Diraga Prawiyata; Rohazlyn Rosly; Heridayani Heridayani; Eisya Dalila
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 8 No. 2 (2025): Journey: Journal of English Language and Pedagogy (on going)
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v8i2.1623

Abstract

Fluency in English speaking is a vital competence for English Language Education students because it supports both academic success and future professional performance. However, many students continue to encounter difficulties in achieving oral fluency due to various internal and external factors. This study aimed to identify and analyze the factors influencing students’ challenges in speaking English fluently. The investigation focused on internal aspects such as anxiety and motivation, and external aspects including exposure to English and instructional methods. Employing a mixed-methods design, the research combined quantitative and qualitative data. A survey was administered to 56 English Language Education students to gather information about their experiences, challenges, and perceived barriers. The quantitative data were analyzed descriptively, while ten students were later interviewed to gain deeper insights into their perspectives. The results revealed that limited vocabulary, low confidence, speaking anxiety, and lack of English-speaking environments were the main obstacle affecting fluency. Most participants expressed a need for more supportive, practice-oriented learning conditions. These findings indicate that integrating interactive methods, authentic assessment, and non-threatening classroom environments can enhance students’ speaking proficiency.