Claim Missing Document
Check
Articles

Reframing Mandatory and Additional Mahr: A Maqasid Asy-Shari’ah and Socio-Legal Analysis of Indonesian Muslim Marriage Practices Muhammad Nabat Ardli; Reza Hilmy Luayyin
Journal of Islamic Civilization Vol 7 No 2 (2025): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v7i2.7954

Abstract

The mahr is an essential element of Islamic marriage, normatively established by the Qur’an and Hadith as a wife’s right and as a symbol of women’s dignity. However, in practice, Muslim communities, including those in Indonesia, often incorporate additional elements such as seserahan (gifts) and bawaan (additional mahr), which are more rooted in local custom and socio-cultural construction. This study aims to critically examine the legal and social positions of both the obligatory mahr and these additional forms through the perspectives of Maqāṣid al-Sharīʿah and the sociology of Islamic law. Using a qualitative approach based on interviews, participant observation, and documentation in Probolinggo society, this research employs contextual hermeneutics to interpret normative texts alongside lived practices. The findings show that seserahan and bawaan have undergone a functional shift: from voluntary cultural expressions into socially expected obligations that often serve as markers of status and symbolic capital. While mahr consistently reflects the maqāṣid principles of protection of honor (hifz al-ard), lineage (hifz an-nasl), and wealth (hifz al-mal), seserahan increasingly operates within a socio-economic logic that may contradict the principle of taysīr (ease), particularly when it creates structural financial pressure on the groom’s family. This study contributes by proposing a maqāṣid-based socio-legal framework that distinguishes between ʿurf as a source of social cohesion and ʿurf as a mechanism of latent coercion. It demonstrates that the transformation of cultural practices into quasi-obligatory norms represents a form of “normative expansion” beyond classical Islamic legal requirements. From a sociological perspective, these practices illustrate the dynamic negotiation between Islamic legal norms and local culture, where law is reproduced through symbols, social expectations, and power relations. The article concludes by advocating for a reinterpretation of marriage practices through premarital education and the promotion of a “dignified yet simple marriage” model that restores the ethical.
Implementasi Service Excellence dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi pada Rsia Muhammadiyah Kota Probolinggo) Lilis Rahmawati; Reza Hilmy Luayyin
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 3 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i3.1536

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi service excellence dalam perspektif Etika Bisnis Islam di RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo. Latar belakang penelitian menekankan pentingnya integrasi pelayanan prima dengan nilai-nilai syariah, tidak hanya pada aspek teknis medis, tetapi juga dalam dimensi etis dan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service excellence didasarkan pada lima nilai utama Etika Bisnis Islam: tauhid, adil, amanah, ihsan, dan maslahah. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam kesadaran pelayanan sebagai ibadah, kesetaraan layanan, kejujuran dan tanggung jawab petugas, empati dalam melayani, serta orientasi memberikan manfaat bagi masyarakat. Kesimpulannya, service excellence di RSIA Muhammadiyah mencerminkan profesionalisme yang selaras dengan nilai Islam, sehingga mampu menyeimbangkan kepuasan pasien, tanggung jawab sosial, dan keberkahan spiritual. Kata Kunci: Service Excellence, Etika Bisnis Islam, Nilai Syariah, RSIA Muhammadiyah, Pelayanan Kesehatan.
Peran Koperasi BMT Maslahah Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Simpan Pinjam Di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo Dony Kustiomono; Reza Hilmy Luayyin
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 1 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i1.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi BMT Maslahah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program simpan pinjam di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus koperasi, staf pembiayaan, serta anggota yang aktif mengikuti program simpan pinjam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Maslahah berperan penting sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui prinsip bagi hasil dan pembiayaan yang sesuai syariah. Program simpan pinjam yang dijalankan, seperti pembiayaan modal usaha (PMU), gadai emas syariah (GES), dan pembiayaan talangan haji (PTH), mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, pendidikan, serta keagamaan. Selain itu, BMT Maslahah turut memberikan edukasi keuangan syariah dan pendampingan usaha bagi anggotanya. Dengan demikian, keberadaan BMT Maslahah terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, baik dari aspek ekonomi maupun sosial keagamaan. Kata Kunci: BMT Maslahah, Koperasi Syariah, Simpan Pinjam, Kesejahteraan Masyarakat, Ekonomi Syariah