Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Keikutsertaan Pelatihan APAR dengan Pengetahuan Penggunaan APAR Tesa, Nila; Sangadji, Namira Wadjir
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.2065

Abstract

Hasil studi pendahuluan  di PT Sampoerna Land pada bulan September 2021 melalui pengisian kuisioner terhadap 20 (dua puluh) orang karyawan menunjukkan bahwa ada 55% responden yang memiliki pengetahuan yang kurang. Dari 20 pertanyaan pengetahuan tentang APAR, jawaban yang paling banyak salah adalah pertanyaan tentang pencegahan bahaya kebakaran yaitu sebanyak 70% responden, juga 60% responden yang tidak mengetahui bahwa APAR Jenis CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran type Kelas B: bahan cair dan gas dan type Kelas C: Panel Listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keikutsertaan pelatihan APAR dengan pengetahuan penggunaan APAR di PT Sampoerna Land tahun 2021 menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 44 responden (51,8%), 69 responden (81,2%) ikut serta dalam Pelatihan APAR, 9 responden (56,2%) belum pernah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan yang kurang dan 37 responden (53,6%) yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan keikutsetaan pelatihan APAR terhadap pengetahuan tentang APAR pada karyawan PT Sampoerna Land Tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,664 (p0,05), sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian kualitatif agar dapat mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan juga dilakukannya praktik APAR pada karyawan.
Masa Kerja dan Shift Kerja Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Maluku Utara Tahun 2022 Salsabila, Nurul Qalbi; Situngkir, Decy; Millah, Izzatu; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Sangadji, Namira Wadjir; Rusdy, Mirta Dwi Rahmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10433

Abstract

Background and objectives: According to a survey by the American Nurses Association (ANA), more than 34% of nurses assess their emotional health as not, or not at all, emotionally healthy. The results of a survey conducted by PPNI in 2018 stated that 50.9% of nurses in Indonesia experienced work stress. The causes of work stress are workload, such as targets, interpersonal relationships, with superiors or other co-workers. This study aims to analyze the factors associated with stress in the inpatient nurse at RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate North Maluku in 2022. Methods: This type of research uses a quantitative method with a cross sectional study design. The population in this study were 179 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. With a sample size of 81 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. Data analysis using the Chi Square Test. This research was conducted in September 2022 – February 2023. Research Results: The univariate results found that the highest prevalence was nurses who experienced high work stress (77.8%), high workload (54.3%), years of service at risk category ( 76.5%), shift work at risk category (74.1%), and age category at risk (51.9%). Conclusion: There is a relationship between work period and work shifts with work stress in nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku.Keywords: Work Stress; Nurse; Workload; Years of service; Shift work; Age. 
The Effectiveness of Stunting Prevention Promotion to Improve Mothers’ Knowledge Mustikawati, Intan Silviana; Putri, Suci Sri Endah Lestari Mulyanto; Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Muniroh, Muniroh; Nurmalasari, Mieke; Sangadji, Namira Wadjir
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i1.2263

Abstract

Childhood undernutrition include stunting remains a global public health problem that affects many middle-income countries. Nutrition education generally seeks to increase nutritional knowledge, thereby influencing attitude and practices towards good nutrition. This study aimed to analyze knowledge of stunting prevention before and after stunting prevention promotion in Purwakarta Village, Banten Indonesia. This study was quasi-experimental design with one group pre-posttest in 2023. The population in this study were mothers who had children under five years old in Purwakarta Village, Banten Indonesia. A total of 78 mothers who participated in stunting prevention promotion were selected as a respondent. Data was collected by questionnaire and analyzed using paired-t test. The mean score of stunting prevention knowledge was higher after intervention (Mean= 10,45; SD=0,83) than before intervention (Mean= 6,12; SD= 1,84) and it was statistically significant (p < 0,05). Appropriate nutrition promotion plays a role to inform and remind of stunting prevention behavior.
Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) di Desa Rabutdaiyo Tahun 2021 Sangadji, Namira Wadjir; Veronika, Erna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.254

Abstract

Abstrak Latar belakang: Pemberian MPASI yang benar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak, akan tetapi masih banyak orang tua yang belum memahami praktek pemberian MPASI yang benar. Hasil observasi menunjukan sebagian besar orang tua di Desa Rabutdaiyo belum mengetahui kapan waktu yang ideal untuk memberikan MPASI. Hampir sebagian besar orang tua di Desa Rabutdaiyo memberikan MPASI sebelum 6 bulan, bahkan ada yang kurang dari 3 bulan. Berdasarkan fakta di atas maka peneliti tertarik untuk memberikan penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pemahaman ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Metode: Eksperimen semu (quasi experiment) berdasarkan rancangan one group pre-posttest design digunakan dalam studi ini. Penelitian ini dilakukan secara langsung melalui intervensi penyuluhan tentang MPASI. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari pengetahuan ibu tentang MPASI, usia ibu, pendidikan ibu, paritas dan status pemberian MPASI. Besar sampel dalam studi ini menggunakan total sampling 20 ibu yang memiliki baduta Hasil: Analisis t-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan tentang MPASI sebelum dan sesudah intervensi Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan tentang MPASI di Desa Rabutdaiyo terbukti secara statistik dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI. Kata kunci: Penyuluhan MPASI, tumbuh kembang, pengetahuan ibu Abstract Background: Giving the correct complimentary food to children can help them grow and develop more quickly, but many parents are unaware of this practice. According to the findings, the majority of parents in Rabutdaiyo Village do not know when it is appropriate to administer MPASI. The majority of parents in Rabutdaiyo Village provided supplemental feeding prior to the age of six months, and some even before the age of three months. The researchers are interested in undertaking counseling to boost mothers' knowledge of complementary feeding (MPASI). based on the findings above Methods: A quasi-experiment with a one-group pre-posttest design was employed as the research approach. This research was conducted directly through counseling intervention about MPASI. Mother's awareness of complementary meals, mother's age, mother's education, parity, and status of complementary feeding were the variables in this study. A total of 20 mothers with children under the age of two were included in this study's sample size. Result: There was a significant difference in complementary food knowledge scores before and after the intervention, according to the t-test analysis. Conclusion: Counseling activities on MPASI in Rabutdaiyo Village were statistically proven to increase mothers' knowledge about MPASI. Key Words: MPASI counseling , growth and development, mother's knowledge
Memahami Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Vaksinasi Covid-19: Menggali Peranan Determinan Sosial di Ternate Sangadji, Namira Wadjir; Nurcandra, Fajaria; Putri, Annisa Ika; Veronika, Erna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.551

Abstract

Latar Belakang: Survei penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia belum menyebutkan secara spesifik prevalensinya di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Salah satu media lokal menulis bahwa pejabat daerah dan petugas kesehatan masih ragu dengan keamanan vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada masyarakat Kota Ternate pada tahun 2021Metode: Penelitian Cross-sectional dilakukan di Kota Ternate pada bulan April sampai Mei 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 178 orang yang dipilih menggunakan multistage cluster sampling. Sampelnya adalah warga yang tinggal di Kota Ternate dan berusia lebih dari 18 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah menolak peserta wawancara langsung. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner semi-terstruktur untuk mengumpulkan data demografi, pengetahuan, dan penerimaan vaksin. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik untuk menilai faktor yang paling berpengaruh terhadap penerimaan vaksin.Hasil: Lebih dari separuh responden menolak vaksin COVID-19 (59,40%), dengan alasan paling umum adalah tidak yakin akan efektivitasnya (42,60%) dan tidak yakin akan keamanannya (36,60%). Status perkawinan (PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), pendapatan (PR=4,45; 95% CI 1,86-10,58), riwayat infeksi COVID-19 (PR=0,20; 95% CI 0,08-0,45), dan pengetahuan (PR=8,97; 95% CI 3,77-21,27) berpengaruh terhadap penerimaan vaksin COVID-19 dengan p<0,05.Kesimpulan: Status perkawinan, pendapatan, riwayat terinfeksi COVID-19, dan pengetahuan ditemukan sebagai faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19. Disarankan adanya pendekatan untuk mengatasi penolakan vaksinasi, seperti memperkuat media layanan kesehatan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dan mengkampanyekan vaksin COVID-19 melalui media sosial, serta tatap muka.Kata Kunci: COVID-19, Determinan sosial, Penerimaan vaksin Background: The survey of COVID-19 vaccine acceptance in Indonesia has not specifically stated the prevalence in North Maluku, especially in Ternate City. One local media wrote that regional officials and health workers were still unsure of the vaccine's safety. This study aimed to determine related determinant factors of COVID-19 vaccine acceptance among people in Ternate in 2021.Methods: A Cross-sectional study was conducted in Ternate from April to May 2021, with 178 samples selected using multistage cluster sampling. The sample were residents who lived in Ternate and were more than 18 years old, while the exclusion criteria were refused to direct interview participants. Primary data were collected using questionnaires. A semi-structured questionnaire collected demographics, knowledge, and vaccine acceptance. Data were analyzed using logistic regression to assess the most influential factors on vaccine acceptance.Result: More than half of the respondents refused the COVID-19 vaccine (59.40%), with the most common reasons being unsure of its effectiveness (42.60%) and unsure of its safety (36.60%). Marital status ((PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), income (PR=4.45; 95% CI 1.86-10.58), history of COVID-19 infection (PR=0.20; 95% CI 0.08-0.45), and knowledge (PR=8.97; 95% CI 3.77-21.27) affected the acceptance of COVID-19 vaccine with p<0.05.Conclusion: Marital status, income, history of being infected with COVID-19, and knowledge were found as factors related to COVID-19 vaccine acceptance. It is recommended that there be an approach to overcome vaccination refusal, such as strengthening health service media to provide the information needed and campaigning the COVID-19 vaccine through social media. as well as face-to-face.Keywords: COVID-19, Social determinant, Vaccine acceptance
Program Edukasi Pencegahan DBD untuk Kader Kesehatan dengan Pendekatan PHBS dan PSN di Wilayah Puskesmas Jatipulo II Sangadji, Namira Wadjir; Rusdy, Mirta Dwi Rahma; Veronica, Erna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20721

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kasus DBD meningkat signifikan di wilayah kerja Puskesmas Jati Pulo II, dari 4 kasus (2023) menjadi 14 kasus (2024). Lingkungan padat penduduk dan kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di wilayah Puskesmas Jatipulo II tentang pencegahan DBD melalui edukasi PHBS serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Metode yang digunakan adalah penyuluhan, dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada 20 kader. Terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah dilakukan edukasi. Edukasi tentang DBD secara langsung dapat meningkatkan pemahaman kader dan diharapkan mampu menurunkan angka kasus DBD. Kata Kunci: DBD, PHBS, PSN, Kader Kesehatan  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Indonesia. The incidence of DHF has significantly increased in the working area of Puskesmas Jati Pulo II, from 4 cases (2023) to 14 cases (2024). Densely populated environments and a lack of Clean and Healthy Behavior (PHBS) are the main risk factors. This community service program aimed to increase knowledge of health cadres in the Puskesmas Jatipulo II area about DHF prevention through education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and Mosquito Nest Eradication (PSN). The method used was counseling with pre-test and post-test approaches involving 20 participants. There was a significant increase in knowledge post-intervention. Direct education on DHF effectively improved cadre understanding and is expected to reduce DHF incidence. Keywords: DHF, PHBS, PSN, Health Cadres
Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Vaksin HPV Sangadji, Namira Wadjir; Ayu, Ira Marti; Veronika, Erna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.888

Abstract

ABSTRACT Background of Study: Cervical cancer prevention will be more effective if accompanied by specific protective measures such as HPV immunization. A preliminary study conducted on May 28, 2022, on ten seventh grade students of Ma'Arif Sukaraja Junior High School found that 30% of parents refused the vaccine due to concerns related to its permissibility. The aim of this study was to identify factors associated with HPV vaccine acceptance by parents at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022. Methods: The research design used was analytic observational with a cross-sectional design. The population in this study consisted of all parents of Ma'Arif Sukaraja Junior High School students, totaling 58 people. The study used the total sampling method with all 58 individuals as samples. Data collection was done by distributing questionnaires to students, which were then taken home to be filled in by their parents. Results: About 46.66% of parents refused the HPV vaccine, with the most common reason for refusal being distrust of the vaccine (42.66%). The chi-square test showed a significant association between poor parental knowledge of HPV vaccine (PR: 3.04; p value: 0.01) and history of cancer infection (PR: 0.02; p value: 0.01). Logistic regression analysis showed that the factor that most influenced HPV vaccine acceptance at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022 was poor parental knowledge about the HPV vaccine (PR: 12.98; p value: 0.01). Conclusion: The most influential variable in HPV vaccine acceptance at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022 is poor parental knowledge about the HPV vaccine. Keywords: HPV, Vaccine Acceptance, Parents