Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Noise and Lighting on the Output of Work Production in Small and Medium-Sized Foundry Enterprises Nurmaningsih Nurmaningsih; Widodo Hariyono; Agung Kristanto; Muhammad Syamsu Hidayat; Muhammad Syapril
PROMOTOR Vol. 6 No. 6 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i6.465

Abstract

The main work environment factors which include temperature, lighting, noise, and air circulation are factors that affect the physical, mental, and psychological burden of employees. High physical, mental, and psychological burdens can affect the non-achievement of production output. This is found in Metal Casting SMEs TS Aluminum. The noise level at the TS Aluminum SMEs at the scraping workstation exceeded the normal threshold of 92.42 dB and the lighting at the scraping workstation was below the threshold of 49.8 Lux. This study was conducted to determine the effect of noise and lighting simultaneously or partially on production output at the processing workstation at SMEs TS Aluminum. This study used the multiple linear regression method, with 5 respondents. The equipment used for noise data collection is the Lutron SL-400 Sound Level Meter and lighting is measured using the Lux MeterLX101 A measuring instrument. Based on the results of statistical tests, show that simultaneous and partial noise and lighting variables have a significant positive effect on production output at the processing workstation at SMEs TS Aluminum (p-value < 0.05). Testing the value of multiple coefficients of determination obtained a percentage of 47% of the influence of noise and lighting on productivity variables, while the remaining percentage of 53% was influenced by other variables that were not studied. Suggestions for noise are that SMEs pay more attention to room capacity, pay attention to the layout of employees in filing, installation of room silencers, and workers required to use personal protective equipment (PPE). The lighting suggestion is that SMEs must add lights in every corner of the room so that the lighting is evenly distributed to all rooms.
Implementasi Clinical Pathway Terhadap Mutu, Biaya dan Varians Pelayanan: Suatu Studi Literatur Neni Ramayani; Rosyidah Rosyidah; Muhammad Syamsu Hidayat
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.533

Abstract

Pendahuluan: Clinical Pathway, sebuah pedoman terstruktur dan berbasis bukti, berfungsi sebagai kerangka kerja dasar untuk melaksanakan intervensi klinis di dalam fasilitas kesehatan. Yang terpenting, kepemilikan clinical pathway berada di tangan rumah sakit, menggarisbawahi peran integral mereka dalam memandu praktik medis. Tidak hanya sekedar dokumentasi clinical pathway saja, penerapannya yang efektif menjadi sangat penting dalam hal jaminan kualitas dan pengendalian biaya. Saat ini, penerapan clinical pathway di rumah sakit umum berkisar sekitar 30% dari kasus pasien. Clinical pathway (CP) merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam spektrum dokumen dan alat yang penting untuk mewujudkan Good Clinical Governance di rumah sakit. Selain itu, pentingnya CP juga mencakup kepatuhan terhadap Standar Akreditasi Rumah Sakit, sebuah kerangka kerja peraturan yang sangat penting dalam meningkatkan kendali mutu, pengendalian biaya, dan pengurangan varians dalam operasional rumah sakit. Tinjauan literatur ini berusaha untuk menjelaskan hubungan antara implementasi clinical pathway dan parameter utama seperti mutu, biaya, dan varians pelayanan. Metode: Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur yang ketat, artikel-artikel yang relevan dikurasi dengan cermat menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, yaitu Implementasi, Clinical Pathway, Mutu, Biaya, dan Varians Pelayanan. Pencarian dilakukan di database terkemuka seperti PUBMED dan Google Scholar. Proses seleksi melibatkan penerapan Alat Penilaian PRISMA dalam beberapa tahap untuk memastikan ketelitian metodologis dari artikel yang dipilih. Hasil: Dari kumpulan awal 664 artikel, proses penyaringan yang cermat menghasilkan 5 artikel terpilih. Artikel-artikel yang terpilih ini secara kolektif menunjukkan adanya hubungan yang substantif dan bermakna antara implementasi clinical pathway dengan dimensi kualitas layanan, biaya, dan varians. Kesimpulan: Bukti yang diperoleh dari literatur menggarisbawahi dampak afirmatif dari implementasi clinical pathway terhadap penyediaan layanan kesehatan. Secara khusus, implementasi tersebut menunjukkan kapasitas untuk meningkatkan kualitas layanan, mengurangi biaya, dan mengurangi varians, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan dan efisiensi biaya secara keseluruhan dalam pengaturan layanan kesehatan.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien JKN Subsidi dan Pasien JKN Non Subsidi Dimensi Reliability dan Responsiveness: Studi Kasus Pada Rumah Sakit Rajawali Citra Pratama, Yanasta Yudo; Hidayat, Muhammad Syamsu; Marwati, Tri Ani; Handayani, Lina; Adnan, Muhammad Luthfi
Indonesian Journal of Hospital Administration VOL 5, NO 2 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2022.5(2).53-62

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeriksaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang. Pengukuran tingkat kepuasan pasien dibutuhkan untuk mengetahui tingkat pelayanan yang diadakan suatu penyelenggara jasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan kepuasan pasien JKN kelas 3 PBI dan pasien JKN kelas 3 non PBI yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada salah satu rumah sakit di Bantul. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional melalui pendekatan Kuantitatif. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dari responden. Tingkat kepuasan pasien dianalisis menggunakan skor GAP. Hasil skor GAP menunjukkan bahwa pasien JKN PBI memiliki skor GAP terendah pada dimensi reliability yaitu -0,1733. Dari hasil analisis, pasien di salah satu rumah sakit di Bantul secara umum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Work Posture Analysis of Musculoskeletal Disorders (MSDs) Complaints in MSME Workers Balloon Bouquet Nurmaningsih, Nurmaningsih; Hariyono, Widodo; Hidayat, Muhammad Syamsu
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.532

Abstract

It is known that MSDs have become a health problem for workers in developing and developed countries over the past few years. Musculoskeletal disease is the second leading cause of disability in the world, with low back pain being the leading cause of disability. If referring to this explanation, the activities of MSME workers, balloon bouquets that can potentially cause musculoskeletal complaints, one of which is the activity of pumping balloons manually and stringing balloons with awkward postures and carrying out work with a sitting work posture which causes musculoskeletal problems, especially shoulder & waist problems because there is pressure on the spine. The type of research used by the author in this study is the qualitative method. Qualitative research researchers become the main instrument in collecting data that can be directly related to the instrument or object of research. Data collection method using Rapid Upper Limb Assessment (RULA) observation sheet and Nordic Body Map (NBM) checklist sheet as well as interview guidelines. Workers often experience complaints of aches or pains both while working, and after doing work on the right shoulder, left shoulder, back, upper arm, forearm, and waist. The posture of workers when making a bouquet of balloons either when pumping, forming, or assembling balloons on average has a high risk level for complaints of musculoskeletal disorders because workers carry out work with a sitting, bending, squatting, and half-sitting work attitude, there are repetitive movements.
Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kebugaran di Desa Canden : Sebuah Model Wardiyanta, Wardiyanta; Rahmayanti, Ifada; Pangastuti, Palupi Melati; Hidayat, Muhammad Syamsu; Adhilla, Fitroh
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/xf4ckm76

Abstract

Peran serta masyarakat dalam pengembangan desa wisata kebugaran sangat dibutuhkan pada saat ini. Penguatan komunitas untuk pengembangan berdasar tourism dipilih untuk model peran serta masyarakat ini. Kontribusi komunitas pelaku usaha (UMKM) dan pengguna desa wisata merupakan bagian dari metode untuk membantu masyarakat desa wisata tersebut dalam pendampingan, fasilitator agar masyarakat punya peran serta aktif. Yang diharapkan adalah pengetahuan tentang kemampuan dan karakter masyarakat tersebut dapat menjadi dasar dalam penentuan sifat dan tingkat pemberdayaan dan memastikan bagaimana model tersebut diterapkan sehingga masyarakat siap menerima dan melaksanakan pengembangan wisata tersebut sebagai bagian dari perbaikan ekonomi pelaku usaha dan masyarakat desa Canden. Sehingga metode menyesuaikan model yang digunakan. Metode yang digunakan adalah melakukan pemetaan potensi , diseminasi dan motivasi , pelatihan ketrampilan dan manajemen, pendampingan. Dengan menerapkan metode dan model yang tepat untuk peran serta masyarakat dalam pengembangan desa wisata kebugaran di Canden maka dihasilkan suatu penataan wilayah yang tidak merusak lingkungan. Dan desa tersebut makin menjadi primadona masa depan karena peningkatan kualitas produk dan branding. Dari semua itu kemampuan manajerial, pemasaran produk / jasa secara digital dan terutama motivasi makin dirasakan meningkat dan ini bisa menjadi momentum dalam peran serta masyarakat desa Canden.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik Menggunakan Ember Tumpuk di RT 4 dan 8 Dusun Karangjambe Banguntapan Hidayat, Muhammad Syamsu; Anggita, Dila; Solikhah, Dina Putri; Handayani, Tika Sri; Selegani, Ferdinan; Nuramelia, Yulianti; Ianto, Sadam Alfian Galang
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.3.2.41-45.2024

Abstract

Sampah rumah tangga adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik. Kegiatan ini dilaksanakan di RT 4 dan RT 8 Dusun Karangjambe, Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diketahui bahwa Dusun Karangjambe RT 4 dan RT 8 baru memiliki bank sampah TPS 3R, tetapi tim pengelola dan masyarakat belum terampil mengelola limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Metode yang digunakan dalam penyuluhan dan pelatihan ini yaitu tahap persiapan, penyusunan rencana, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dan pe latihan pembuatan ember tumpuk secara signifikan p < 0,05. Dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pengelolaan barang bekas yang dapat menampung air seperti ember dan galon menjadi barang yang lebih bermanfaat, yaitu dengan dijadikan sebagai komposter skala ember tumpuk.
PENGARUH MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN UNIT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW Bariya, Umi Khoirul; Rosyidah, Rosyidah; Hidayat, Muhammad Syamsu
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i4.1213

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien sangat penting untuk memastikan layanan rawat jalan di rumah sakit memberikan kualitas terbaik. Mutu pelayanan kesehatan merupakan tolok ukur keberhasilan dalam mengukur kesempurnaan pelayanan kesehatan. Rumah sakit menawarkan berbagai layanan, termasuk rawat jalan, di mana pasien dapat memperoleh diagnosis dan memulai rehabilitasi tanpa harus dirawat inap. Tujuan: Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh mutu pelayanan rumah sakit terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Metode: Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap artikel jurnal dalam 5 tahun terakhir, yaitu antara tahun 2018 sampai 2023. Sumber artikel berasal dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed, dengan kata kunci: kepuasan pasien, mutu pelayanan kesehatan, dan rawat jalan rumah sakit. Artikel kemudian disaring berdasarkan kriteria tertentu. Hasil: Telaah terhadap 8 jurnal menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kepuasan pasien, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Kesimpulan: hasil analisis jurnal dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien rawat jalan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan rumah sakit. Semakin baik mutu pelayanan, semakin baik pula respon pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Salah satu dampak positifnya adalah loyalitas pasien yang meningkat, sehingga mereka cenderung kembali untuk berobat ke rumah sakit.
DETERMINAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT : TINJAUAN SISTEMATIS rubaida, ida; Hidayat, Muhammad Syamsu; Trisnowati, Heni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43133

Abstract

Keselamatan pasien saat ini menjadi topik yang menarik perhatian dunia. Pembentukan budaya keselamatan pasien di rumah sakit ditentukan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu implementasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini berupa tinjauan sistematis menggunakan diagaram alir PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis). Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan pencarian di PubMed dan Google Scholar. Kata kunci pencarian PubMed adalah “patient safety” and “risk management” and “hospital”, dan kata kunci pencarian Google Scholar adalah “budaya keselamatan pasien” dan “rumah sakit”.  Kriteria kelayakan untuk  penelitian ini mencakup semua artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, penelitian dengan desain cross-sectional dan artikel harus dapat diakses secara keseluruhan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penentu implementasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit meliputi faktor personal yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, persepsi, jenis profesi, pengalaman kerja, faktor organisasional meliputi dukungan manajemen dan kepala unit, kerja sama tim, pembelajaran organisasi, frekuensi pelaporan insiden, perbaikan berkelanjutan, respon yang tidak menghukum, beban kerja serta lingkungan kerja. Kesimpulannya, faktor penentu budaya keselamatan pasien di rumah sakit adalah elemen personal, elemen organisasi dan elemen lingkungan kerja. Temuan dari penelitian ini dapat digunakan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan pelaksanaan budaya keselamatan pasien.
The Impact of Parental Smoking Behavior and Cigarette Expenditure on Toddler Well-Being and Family Mental Health: A Qualitative Study Post Kabar Besti Program: A Qualitative Study Trisnowati, Heni; Zahra, Aini; Hidayat, Muhammad Syamsu; Jatmika, Septian Emma Dwi
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.163-171

Abstract

Background. Cigarette consumption among parents has a multidimensional impact, ranging from family economic losses to declining toddler health, including an increased risk of stunting. The Kabar Besti (Smoke-Free and Stunting-Free Families) program was initiated as an innovation to control cigarette consumption and reduce stunting in children under five through a participatory approach at the community level. Objectives. This qualitative study aimed to explore changes in parental smoking patterns, cigarette expenditure shifting, and the impact on toddler health after the implementation of the Kabar Besti program in Sleman, Yogyakarta. Methods. A Rapid Assessment Procedure (RAP) design was used for this type of qualitative research. There were seven research subjects, with three key informants and four triangulation informants obtained through the purposive sampling technique. Data collection methods consisted of interviews and observations. Results. The Kabar Besti program contributes positively to changes in parental smoking behavior and shopping shifts that have an impact on improving the health of toddlers. Parents (fathers) of toddlers began to divert cigarette expenditures for nutritional needs and savings and reduce smoking habits in the house and near children. In addition, there was a decrease in the percentage of stunting among under-fives from 25% to 11.11% in two years of program implementation. These findings confirm that community-based interventions targeting parental smoking behavior are effective in improving the health of children under five and optimizing the allocation of family expenditure for children's nutritional needs
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit di Indonesia dengan Metode TAM: Literature Review Astia Putri, Dela; Sulistyawati Sulistyawati; Muhammad Syamsu Hidayat
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1385

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia mendorong rumah sakit untuk mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan. Namun, keberhasilan implementasi RME sangat bergantung pada penerimaan pengguna, khususnya tenaga kesehatan. Untuk itu, Perlu adanya sebuah pengukuran keberhasilan penerapan sistem yang ditinjau dari penerimaan penggunanya. Keberhasilan penerapan RME di Fasyankes akan mempengaruhi efektivitas pelayanan yang nantinya juga akan mempengaruhi mutu pelayanan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan dan penggunaan RME dengan metode Technology Acceptance Model di rumah sakit Indonesia melalui telaah sistematis dan mengacu pada panduan PRISMA 2020. Setelah screening yang dilakukan, dihasilkan 9 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025, dengan metode kuantitatif dan fokus pada penerapan RME pada rumah sakit di Indonesia. Hasil telaah menunjukkan bahwa variabel perceived usefulness merupakan faktor paling dominan dalam membentuk sikap dan niat penggunaan RME. Sementara itu, perceived ease of use berperan dalam tahap awal penerimaan dan berkorelasi kuat dengan variabel lainnya. Sikap positif terhadap sistem, niat perilaku yang kuat, serta dukungan manajemen terbukti berkontribusi terhadap penggunaan aktual RME. Pengaruh sosial dan dukungan manajemen juga berperan penting dalam meningkatkan adopsi sistem, sementara karakteristik individu tidak terbukti signifikan. Evaluasi berbasis TAM tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga menjadi dasar strategis dalam pengembangan kebijakan digitalisasi rumah sakit agar lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna dan kondisi di Indonesia.