Claim Missing Document
Check
Articles

MASTURBASI DAN GUILTY FEELING PADA REMAJA Niman, Susanti; Budi Arianto, Albertus; Shinta Parulian, Tina; Saputra, Aloysius Hendra
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1338

Abstract

The development of reproductive organs and hormones triggers changes in sexual behavior in adolescents. Masturbation is a sexual behavior that often occurs in adolescents. Masturbation has a negative stigma because it is taboo to do. Feelings of guilt can be experienced by teenagers who masturbate. This study aims to determine the correlation of masturbation with feelings of guilt in adolescents. The research method is a cross-sectional correlation. The research sample used convenience sampling and collected as many as 385 respondents. The instruments used are masturbation behavior and feelings of guilt. Data analysis was performed using the Kendall-Tau correlation test. The study's results showed that 72.2% of respondents were male and 27.8% female. The average age of the respondents was 17.06 years, the moderate guilty feeling was 9.50, and the average masturbation behavior was 54.99. There is a negative correlation between masturbation behavior and guilty feelings (p-value 0.001; r = -0.124). In conclusion, there is a correlation between masturbation behavior and guilty feeling. The more masturbation behavior that is done, the less sense of guilt will be increasingly not felt. Sexual behavior involves not only biological aspects but psychological, social and moral aspects. Teenagers need to get health education about healthy sexual behavior.
Stres Kerja Perawat dan Distres psikologis : Cross sectional study Niman, Susanti; Yulianti, Dina; Susilowati, Yuanita Ani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan profesi yang mengalami stres psikologis tinggi di tempat kerja.Stres psikologis dapat memicu ketidakseimbangan homeostasis tubuh. Penelitian bertujuan menganalisa korelasi stress kerja dengan distres psikologis perawat. Metode penelitian kuantitatif corelational, sampel menggunakan convenience sampling. Instrumen menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan General Health Quastionaire (GHQ 12) versi bahasa Indonesia. Analisa data menggunakan Kendall’s Tau. Hasil 46,7 % perawat mengalami stres kerja dan 37,7% perawat mengalami distres psikologis. Hasil terdapat korelasi positif antara stres kerja dan distres psikologis perawat (Pvalue 0.000; Coeficient Corrrelation (r) = 0,274). Kesimpulan adanya korelasi stres kerja dengan distres psikologis perawat menunjukkan pentingnya menyiapkan tenaga perawat sesuai kebutuhan untuk menurunkan stres kerja, memberikan pelatihan bagi perawat guna meningkatkan keterampilan, dapat melakukan koping yang efektif dan menjaga pola hidup sehat untuk mencegah distres psikologis.
Inventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional Susanti Niman; Yovita Mercya; Tina Shinta Parulian; Lanang Eko Sampurno; Florentina Dian Maharina; Yovita Tri Katarina; Friska Sinaga; Yura Witsqa Firmansyah; Decky Gunawan; July Ivone; Wenny Wati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22026

Abstract

AbstrakPemeriksaan kesehatan dalam upaya preventif merupakan hal utama untuk dilakukan pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada mitra (SMA Santa Maria 2 dan Kecamatan Kiaracondong) adalah belum adanya praktik kolaborasi interprofesional dalam menginventerisasi penyakit pada warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional. Metode pemberdayaan dilakukan menggunakan demonstrasi. Pelayanan kesehatan diikuti 86 warga masyarakat di wilayah sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung pada Sabtu, 2 September 2023. Praktik kolaborasi interprofesional dilakukan oleh profesi dengan latar belakang keilmuan keperawatan, farmasi, rekam medis dan kedokteran. Hasil kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat didapatkan data demografik (rata-rata usia 49 tahun dan masyarakat berjenis kelamin perempuan 57%), tanda vital dan riwayat kesehatan, diagnosa medis dan obat (pre-hipertensi 38.4%; gula darah tidak normal 4,5%; asam urat 10%; dan kolestrol 45%). Praktik kolaborasi interprofesional berjalan dengan baik dapat terlihat dari perilaku kolaboratif berdasarkan hasil self reported tim. Penyakit terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan adalah hipertensi. Praktik kolaborasi interprofesional dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: asam urat; hipertensi; kolestrol; praktik kolaborasi interprofesional AbstractThe practice of interprofessional collaboration through the cooperation of health professionals can have a positive impact on health services. Effective interprofessional collaboration practices will provide safe and high-quality health care to patients. This community service activity aims to provide health services to the community through free health checks and medication based on interprofessional collaboration practices. The empowerment method was carried out using demonstrations. Health services were attended by 86 community members in the area around Santa Maria 2 Bandung High School on Saturday, September 2, 2023. Interprofessional collaboration practices are carried out by professionals with scientific backgrounds in nursing, pharmacy, medical records, and medicine. The results of health service activities in the community obtained demographic data (average age of 49 years and 57% female), vital signs and medical history, medical diagnoses, and drugs (pre-hypertension 38.4%; abnormal blood sugar 4.5%; uric acid 10%; and cholesterol 45%). The practice of interprofessional collaboration goes well can be seen from collaborative behavior based on the results of the self-reported team. The most common disease based on the results of the health examination is hypertension. Interprofessional collaboration practices can be carried out through community service activities such as community health services. Keywords: cholesterol; hypertension; the practice of interprofessional; urin acid
Co-Authors Aan Somana Achir Yani S. Hamid Adek Setiyani Arianto, Albertus Budi Basmanelly Basmanelly Budi Anna Keliat Clara Tania Dahlia Magdalena Sibarani Dahlia Sibarani Debora Yuliana Frare Decky Gunawan Dikha Ayu Kurnia Dina Yulianti, Dina Dwi Cahya Rahmadiyah Effriza, Nabilla Jillanieta Erwina, Ira Febri Christian Feti Syaptiah FX Widiantoro Gipta Galih Widodo Habsyah Saparidah Agustina Hanna Tania Hardjanti, CB, Sr. Therese Maura Hendrikus Novanolo Laia Henri Suntoro Ice Yulia W Ice Yulia W Imelda Imelda INDARNA, ASEP AEP Indriarini, Maria Yunita Ira Ocktavia Siagian Ira Octavia Siagian Jesica Pasaribu July Ivone Karlita Tri Agustin Karolina Jun Kasilda Tiveni Elisabeht Kirana Eka Puteri Kirana, Sukma Ayu Candra Komarudin Komarudin Kris Wiranti Kusuma, Suraji Wijaya Lahargo Kembaren Lanang Eko Sampurno Laode Saltar Laura Nikita Surbakti Linda Sari Barus Listianingsih, Lidwina Triastuti Lukisa Wijayanti Mad Zaini Maharina, Florentina Dian Maria Elvita Monika Melvin Omnia Monika Saptiningsih Muchamad Ali Sodikin Mumulati, Safitri Burhan Mustikasari Mustikasari Mustikasari, Mustikasari Nyi Rd Mega Aroviani Parera, Maria Emilia P. Parulian, Tina Shinta Pius Almindu Leki Berek Priyanto Priyanto Rahmatia Retno Yuli Hastuti Retty Octi Syafrini Ria Andriani Rinda Novita Ristha Purnama Kario Rita Rahayu Rizky Hidayat Rosalia Roswendi, Achmad Setya Rothhaar, Timothy Rotua Sari Purdani Rudiana Suhendang Ruswendi, Achmad Setya Sani Hendarsyah Saputra, Aloysius Hendra Sari, Niken Yuniar Setyarini, Elizabeth Ari Shinta Parulian, Tina Siagian, Ira Octavia Sihombing, Ferdinan Silvana, Angelina Resti Sinaga, Friska Solihin, Anwar Sri Nyumirah Sri Wahyuni Sukaesti, Diah Susilowati, Yuanita Ani Tina Shinta Parulian Tina Shinta Parulian Siahaan Utari Christya Wardhani Vetty Priscilla Wenny Wati Widiantoro, Fransiskus Xaverius Wisnusakti, Khrisna Wisnusakti, Khrisna Wita Oktaviana Yosef Syukurman Ziliwu Yosi Maria Wijaya Yovita Mercya Yovita Tri Katarina Yuanita Panma Yura Witsqa Firmansyah Ziliwu, Yosef Syukurman