Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PEMAHAMAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ATURAN MUMPO BENGKULU TENGAH Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita; Henni Febriawati; Riska Yanuarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masih rendahnya pengguna alat/cara Keluarga Berencana (KB) yaitu Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dibandingkan pengguna alat/cara KB lainnya. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2019 jumlah peserta KB aktif 36.644 akseptor. Pengguna suntik 51,3%, pil 9,8%, implant 15,8%, AKDR 10,6%, kontap 2,1% dan kondom 0,4%. AKDR bertujuan menunda kehamilan dalam jangka panjang, menjarangkan kelahiran, mensukseskan program pemerintah dan BKKBN yaitu melahirkan generasi yang berencana sehingga terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan maju. Kabupaten Bengkulu Tengah di Wilayah Kerja Puskesmas Aturan Mumpo menunjukkan pengguna AKDR paling rendah yaitu 2 orang dan tidak ada pengguna kondom. Wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo dipilih karena pengguna AKDR dan kondom tidak satu orangpun menggunakannya sehingga dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Keadaan ini dapat dijadikan sasaran dalam penggunaan AKDR kurangnya edukasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas.Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang alat/cara AKDR/IUD, tata cara, kelebihan dan kekurangan dari AKDR/IUD. Kelompok sasaran adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan dilakukan dari rumah ke rumah dengan menemui langsung sasaran dengan metode video dan leaflet. Metode ini di anggap lebih efektif karena peserta dapat memahami penjelasaan tim melalui media audio visual dan leaflet, yang berisi penjelasan tentang AKDR/IUD, kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian adanya peningkatan pemahaman wanita usia subur terkaitpenggunaan AKDR/IUD sendiri melalui metode video dan leaflet. Kesimpulan wanita usia subur memiliki pemahaman terkait kelebihan dan kekurangan AKDR/IUD.Kata Kunci : AKDR, Audiovisual, Edukasi, WUS
EDUKASI MENYUSUI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU Bintang Agustina Pratiwi; Riska Yanuarti; Oktarianita Oktarianita; Wulan Angraini; Loli Kambera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh pada kekhawatiran ibu terhadap kesehatan anaknya. Terutama pada ibu dalam menyusui. Ibu khawatir jika ibu atau ada keluarga mengalami gejala batuk pilek atau kondisi lainnya yang mengarah kepada gejala Covid-19. Edukasi kepada ibu sangat diperlukan untuk mengatasi kekhawatiran ibu tentang kondisi ini, sehingga ibu memiliki pemahaman yang baik tentang menyusui di masa pandemi. Kegiatan ini berlangsung 26 April sampai 26 tahun 2021 Mei di wilayah kerja puskesmas lingkar timur. Sehubungan masih dalam kondisi pandemic Covid-19, kegiatan edukasi diberikan menggunakan media leaflet dengan mendatangi satu per satu rumah ibu menyusui. Sebelum memberikan edukasi pelaksana mengukur terlebih dahulu pemahaman ibu kemudian memberikan edukasi dan selanjutnya mengukur Kembali pemahaman itu. Kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan, ibu yang semulanya belum memahami cara menyusui dimasa pandemi sekarang sudah mulai paham. Hal ini terlihat dari peningkatan skor ibu sebelum dan setelah edukasi. Ibu dan keluarga tidak khawatir lagi menyusui anaknya. Edukasi tentang menyusui di masa pandemic sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga. Keyword : Menyusui, Masa Pandemi
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT DI RT 20 KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU ARINA AMALIA MAGHFIROH; NOPIA WATI; HASAN HUSIN; RISKA YANUARTI; HENNI FEBRIAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8756

Abstract

Pendahuluan: Pendahuluan: Bengkulu menempati peringkat tertinggi dalam jumlah timbunan sampah tahunan, mencapai 38.417,16 ton. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota Bengkulu meluncurkan program "Merdeka Sampah Bisa 2022". Dalam upaya pengelolaan sampah, metode yang diterapkan meliputi pembuangan langsung, pembakaran, dan penguburan, namun pendekatan ini belum berhasil sepenuhnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya disiplin dan kebiasaan buruk masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data fenomena yang terjadi di RT 20 Kelurahan Sawah Lebar melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini mengungkapkan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah oleh masyarakat. Untuk mengurangi dan menangani sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu dan Kelurahan Sawah Lebar Baru menerapkan Peraturan Daerah No. 02 tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Bengkulu. Namun, masyarakat di RT 20 belum menerapkan peraturan ini dengan baik. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul hanya berlangsung selama kurang dari dua bulan. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengelolaan sampah oleh masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup perlu menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah kepada masyarakat.
Analisis Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Dewi Kurnia Ningsih; Riska Yanuarti; Eva Oktavidianti; Afriyanto Afriyanto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.39-47

Abstract

Implementasi kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan strategi pemerintah untuk menstandarkan mutu pelayanan rawat inap dan memperkuat prinsip ekuitas bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada tingkat rumah sakit, kebijakan ini menuntut penyesuaian kebijakan internal, pembiayaan, sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan KRIS di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu berdasarkan lima aspek internal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap enam informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala subbagian keuangan, kepala ruang rawat inap, koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kepala subbagian pelayanan medis, pejabat pembuat komitmen, dan staf teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah menindaklanjuti kebijakan KRIS melalui penyesuaian standar operasional prosedur, alokasi anggaran, penataan ruang rawat inap maksimal empat tempat tidur, penguatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan SATUSEHAT. Kendala utama masih ditemukan pada fasilitas kamar mandi yang belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi KRIS telah berjalan cukup baik, tetapi keberlanjutan pemenuhan standar memerlukan perbaikan infrastruktur, penguatan monitoring, dan evaluasi berkala.Kata Kunci: implementasi kebijakan, jaminan kesehatan nasional, kelas rawat inap standar rumah sakit, mutu layanan
Co-Authors Achmad Allfaress , Reffky Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Suhadi Agus Ramon Agus Ramon, Agus Agustinawati, Zulaikha Amrullah, Hilma Andri, Juli Aprilia, Miranti ardianti, jeni ARINA AMALIA MAGHFIROH Betri Anita Betri Anita Betrianita Betrianita Bintang Agustina Pratiwi Cahyo Prihantoro Delvita Efrianti Desri Suryani Dewani Anggita Putri Dewi Kurnia Ningsih Dinda Rezalia Egi Alifia putri Elfiana Elfiana Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 Erni Riany ESSY TUWI SUSANTI Eva Oktavidianti EVA OKTAVIDIATI, EVA Fandini, Mutia Ade Fatmawati, Tresna Fauzia Farah Az Zahra Feni Ramandani Fitri Wulandari Harjuita, Tiara Rifki HASAN HUSIN Heldi Saputra Heni Helvia Henni Febriawati Henni Febriawati HENNI FEBRIAWATI Henni Febriawati Henni Febriawati, Henni Hilma Amrullah Husin, Hasan Ida Samidah Kambera, Loli Lina, Liza Fitri Loli Kambera Loli Kambera Lusi Okavianti M. Amin M. Amin M. Amin M. Amin M. Ismail Shaleh Mandraguna, Yosa Meilanda, Vella Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Muhammad Amin Muhammad Arif Tobing Mutia Ade Fandini NOPIA WATI Okavianti, Lusi Oktarianita, Oktarianita P, Bintang Agustina Padila Padila Padila Padila Padila, Padila Pebi Fermana Pradani, Ahmad Bagas PRAMITA, CHANDRA WIDIATNI Pratama, Yesa Putri Puteri, Febyona Jolest Putri Wulan Dari Raju Sungsang Amir Rizal, Achmad Faisal Sabrina Sella Samidah, Ida Sandos Yedilau Sari, Dedeh Puspita Sarkawi Sefdiyanto, Riki Selvia Novitasari Shaleh, M. Ismail Sinta, Fera Siti Nurazisah Sri Dwi Nengsih Tiara Monica Tiara Rifki Harjuita Tresna Fatmawati Wati, Nopia Wati, Zulaikha Agustina Wiritanaya, Sella Wulan Angraini Wulan Angraini Yandrizal Yandrizal Yanti, Lussyefrida Yulia Afriza Yuni Kartika Zulaikha Agustinawati Zulaikha Agustinawati