Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Bleaching Earth dan Waktu Pemanasan terhadap Kualitas Warna pada Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Bagas Pratama; Muhrinsyah Fatimura; Agus Wahyudi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1529

Abstract

Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) memerlukan proses pemurnian untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dengan kualitas warna yang memenuhi standar industri. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah bleaching, yang dipengaruhi oleh konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kualitas warna RBDPO serta menentukan kondisi operasi yang optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 4 × 3, yaitu variasi konsentrasi bleaching earth sebesar 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0% serta waktu pemanasan selama 20, 25, dan 30 menit. Parameter yang diamati adalah nilai warna Red (R) dan Yellow (Y) menggunakan Lovibond Tintometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan mampu menurunkan nilai warna R dan Y, sehingga proses pemucatan berlangsung lebih efektif. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi bleaching earth 2,0% dengan waktu pemanasan 30 menit yang menghasilkan nilai warna 1,5 Red dan 15 Yellow. Sebanyak 11 dari 12 kombinasi perlakuan memenuhi standar PORAM, sedangkan seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 18:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan yang tepat mampu meningkatkan kualitas warna RBDPO serta dapat dijadikan acuan dalam optimasi proses pemucatan pada industri pemurnian minyak sawit.
Pengaruh Waktu Reaksi Terhadap Efisiensi Penghilangan Logam Berat Pb, Cd, dan Ni Pada Proses Elektrokoagulasi nurmetania; Muhammad Bakrie; muhrinsyah fatimura
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 15 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v15i2.44902

Abstract

Pencemaran air merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama yang disebabkan oleh aktivitas industri, terutama akibat keberadaan logam berat yang bersifat toksik, persisten, dan sulit terdegradasi. Logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan nikel (Ni) termasuk pencemar prioritas karena berpotensi terakumulasi dalam lingkungan perairan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu reaksi terhadap kinerja proses elektrokoagulasi dalam menurunkan konsentrasi logam berat pada air limbah artifisial sistem single komponen. Proses elektrokoagulasi dilakukan secara batch menggunakan elektroda aluminium dengan variasi waktu reaksi 15, 30, 45, 60, dan 75 menit pada kondisi operasi tetap. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi akhir logam berat, efisiensi penghilangan, perubahan pH, dan konsumsi energi listrik. Konsentrasi logam berat dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu reaksi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penghilangan logam berat hingga mencapai kondisi optimum pada waktu reaksi 60 menit. Efisiensi penghilangan pada sistem single komponen mencapai lebih dari 90% untuk Pb serta mendekati 100% untuk Cd dan Ni. Hasil ini menunjukkan bahwa elektrokoagulasi berpotensi sebagai teknologi pengolahan air limbah yang efektif dan aplikatif.
Pengaruh Current Density Terhadap Penurunan Logam Berat Pb, Cd dan Ni Pada Proses Elektrokoagulasi Fernando Romadhoni; Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 11 No. 3 (2026): JULY | INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v11i3.15426

Abstract

Water pollution from wastewater containing heavy metals, such as lead (Pb), cadmium (Cd), and nickel (Ni), is a serious environmental concern because these contaminants are toxic, non-biodegradable, and capable of accumulating in the food chain. Electrocoagulation is a promising treatment method that uses the electrochemical dissolution of electrodes to generate coagulants in situ. Current density is a critical operating parameter because it influences coagulant generation, gas-bubble formation, and contaminant removal efficiency. This study investigated the effect of current density on the removal efficiencies of Pb, Cd, and Ni from synthetic wastewater using aluminium electrodes in a batch reactor. Current densities of 13, 26, and 40 mA/cm² were tested at an initial pH of 9 and a treatment time of 60 minutes. The initial concentration of each metal was 20 mg/L. The results demonstrated that current density significantly affected heavy-metal removal. Among the tested conditions, 13 mA/cm² provided the best performance, achieving an average removal efficiency above 97%. Under single-metal conditions, the removal efficiencies of Pb, Cd, and Ni were 93.20%, 99.85%, and 99.39%, respectively. Under simultaneous-metal conditions, the corresponding efficiencies were 94.71%, 99.65%, and 98.81%. These findings confirm the effectiveness of aluminium-electrode electrocoagulation for treating heavy-metal-contaminated wastewater.