Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

POTRET AWAL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK DI SMP AL-MADINAH LISTIANI, FITRI; HERNAWATI, DIANA; MUSTOFA, ROMY FAISAL; BADRIAH, LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4429

Abstract

Analytical thinking skills and problem-solving skills are important competencies that learners need to have in facing challenges in the 21st century. Analytical thinking skills enable learners to analyze information systematically and solve problems in a logical way. Similarly, problem-solving skills support learners in finding solutions to problems faced. This study aims to determine the initial portrait of analytical thinking skills and problem solving skills of students at Al-Madinah Junior High School in Tasikmalaya Regency. The method used in this research is descriptive with 99 respondents of class VIII students selected by purposive sampling. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale and analyzed using percentages. The results showed that the students' analytical thinking skills were in the insufficient criteria with an average percentage of 59.60%, while problem solving skills were also in the insufficient criteria with an average percentage of 59.94%. These findings indicate the need for further efforts to improve learners' analytical thinking and problem solving skills, such as the application of varied learning models that are in accordance with the needs of the 21st century. This research is expected to contribute to the development of more effective learning strategies to improve learners' analytical thinking and problem solving skills. ABSTRAKKeterampilan berpikir analitis dan keterampilan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi tantangan di abad 21. Keterampilan berpikir analitis memungkinkan peserta didik untuk menganalisis informasi dengan sistematis dan memecahkan masalah dengan cara yang logis. Begitu pula, keterampilan pemecahan masalah mendukung peserta didik dalam menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret awal keterampilan berpikir analitis dan keterampilan pemecahan masalah peserta didik di SMP Al-Madinah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan responden penelitian sebanyak 99 peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir analitis peserta didik berada pada kriteria kurang dengan rata-rata persentase 59,60%, sementara keterampilan pemecahan masalah juga berada pada kriteria kurang dengan rata-rata persentase 59,94%. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah peserta didik, seperti penerapan model pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan abad 21. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah peserta didik.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBUTUHAN MODUL PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI AYAT AL-QUR’AN PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Iliyani, Shopiya; Aripin, Aripin; Mustofa, Romy Faisal; Hernawati, Diana; Badriah, Liah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4509

Abstract

The science learning at MTs N 2 Ciamis still uses separate teaching materials, where religious education focuses on religious topics, while science is limited to scientific material without integrating Islamic values. The lack of learning resources that combine both aspects causes difficulties for teachers in designing lessons that link religious and scientific aspects. This study aims to analyze students' perceptions of the need for an IPA module integrated with Quranic verses on environmental pollution. This research uses a descriptive quantitative method with 20 students from class VIII-F Science at MTs Negeri 2 Ciamis in the 2024/2025 academic year, selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire consisting of 10 statements across 3 indicators. The results of the study show that all indicators were rated positively: 1) students' views on environmental pollution material reached 81%, categorized as good; 2) students' views on the connection between science material and Quranic verses were also good, at 80%; and 3) students' views on the need for an IPA learning module reached 85%, categorized as good. The conclusion of this study is that students need a learning module integrated with Quranic verses because this integrated learning approach is considered to make the learning process more relevant, effective, and meaningful. Integrating Quranic verses into science learning can create a deeper and more effective learning experience, especially on the topic of environmental pollution. This approach helps students understand concepts holistically, encompassing both scientific and spiritual aspects. ABSTRAKPembelajaran IPA di MTs N 2 Ciamis masih menggunakan bahan ajar terpisah, dimana mata pelajaran agama fokus pada topik keagamaan, sedangkan IPA terbatas pada materi sains tanpa integrasi nilai-nilai Islam. Keterbatasan sumber belajar yang menggabungkan keduanya menyebabkan kesulitan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menghubungkan aspek keagamaan dan ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa terhadap kebutuhan modul IPA terintegrasi ayat Al-Qur'an pada pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 20 siswa kelas VIII-F Sains di MTs Negeri 2 Ciamis tahun ajaran 2024/2025, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengisian angket yang berisi 10 pernyataan dalam 3 indikator. Hasil penelitian menunjukkan baik pada semua indikator, yaitu: 1) pandangan siswa terhadap materi pencemaran lingkungan sebesar 81% sehingga berkategori baik, 2) pandangan siswa terhadap keterkaitan materi IPA dengan ayat-ayat Al-Qur’an juga baik yaitu sebesar 80%, dan 3) pandangan siswa terhadap kebutuhan modul pembelajaran IPA sebesar 85% berkategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa membutuhkan modul pembelajaran yang terintegrasi ayat-ayat Al-Qur’an, karena pembelajaran yang terintegrasi ini dinilai mampu membuat proses belajar lebih relevan, efektif, dan bermakna. Pengintegrasian ayat-ayat Al-Qur’an dalam pembelajaran IPA dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan efektif, khususnya pada materi pencemaran lingkungan. Pendekatan ini memudahkan siswa untuk memahami konsep secara holistik, yang meliputi aspek ilmiah dan spiritual.