Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA WAFA, ASRI SOFIA; ABDURRAHMAT, ASEP SURYANA; NANA, NANA; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH, LIAH
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4522

Abstract

Creative thinking skills are one of the essential 21st-century skills that need to be developed in physics learning. This study aims to describe the profile of students' creative thinking skills in grade X at SMA YAB Sukaratu Tasikmalaya school year 2024/2025 during physics learning. The research method used is descriptive quantitative, with an essay test instrument based on four indicators of creative thinking skills: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The study involved 23 students out of a total population of 46. The results show that the average creative thinking skills of students are in the moderate category, with an average score of 42.81%. The fluency indicator achieved the highest score of 55%, while the elaboration indicator obtained the lowest score of 24.37%. The low level of students' creative thinking skills is influenced by teacher-centered learning approaches, limited integration of contextual phenomena, and insufficient opportunities for students to experiment and develop ideas in depth. This study recommends implementing a technology-based Project-Based Learning model to enhance students' creative thinking skills. This model enables students to identify real-world problems, design innovative solutions, and develop creative ideas in contexts relevant to everyday life. This effort is expected to encourage students to think more critically, flexibly, and originally in physics learning. ABSTRAKKeterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu tuntutan keterampilan abad 21 yang penting dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMA YAB Sukaratu Tasikmalaya tahun ajaran 2024/2025 pada pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes uraian berdasarkan empat indikator keterampilan berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Penelitian ini melibatkan 23 peserta didik dari total populasi 46 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 42,81%. Indikator fluency memiliki skor tertinggi sebesar 55%, sedangkan indikator elaboration memperoleh skor terendah sebesar 24,37%. Rendahnya keterampilan berpikir kreatif peserta didik disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, kurangnya integrasi fenomena kontekstual, serta terbatasnya ruang bagi peserta didik untuk bereksperimen dan mengembangkan ide secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model Project-Based Learning berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Model ini memungkinkan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah nyata, merancang solusi inovatif, serta mengembangkan ide kreatif dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk berpikir lebih kritis, fleksibel, dan orisinal dalam pembelajaran fisika.
PROFIL PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS DALAM PEWARNAAN ECOPRINT UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DEWI, YULIA ROSMALA; WAHIDIN, WAHIDIN; BADRIAH, LIAH; HERNAWATI, DIANA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4535

Abstract

Environmental awareness is a crucial competency that needs to be developed in the modern era, particularly in ethnoscience-based learning. This research aims to describe the environmental awareness profile of Biology Education students at Siliwangi University, Tasikmalaya, through the application of ecoprint coloring techniques. The research method used is descriptive quantitative with an instrument in the form of a Likert scale questionnaire designed based on five indicators of environmental awareness, namely trust in natural materials, interest in environmentally friendly techniques, understanding of environmental impacts, the view of ecoprint as a solution, and commitment to environmental sustainability. This study involved 50 students from a total population of 74 students. The research results show that the average environmental awareness of students is in the fairly good category with an average score of 57.4%. The indicator of trust in natural materials has the highest score, while commitment to environmental sustainability gets the lowest score. The low environmental awareness of students is influenced by less contextual learning approaches, a lack of community-based activities, and limited exploration in developing practical solutions. Therefore, this study recommends the application of project-based learning models supported by digital technology, such as virtual simulations, interactive e-learning platforms, and environment-based digital media. The integration of technology in ethnoscience learning is expected to increase student involvement in exploring environmentally friendly innovations and strengthen their awareness and commitment to environmental sustainability. ABSTRAKSikap peduli lingkungan merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan di era modern, khususnya dalam pembelajaran berbasis etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil sikap peduli lingkungan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi Tasikmalaya melalui penerapan teknik pewarnaan ecoprint. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa angket skala Likert yang dirancang berdasarkan lima indikator sikap peduli lingkungan, yaitu kepercayaan terhadap bahan alami, ketertarikan pada teknik ramah lingkungan, pemahaman dampak lingkungan, pandangan ecoprint sebagai solusi, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini melibatkan 50 mahasiswa dari total populasi 74 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap peduli lingkungan mahasiswa berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 57,4%. Indikator kepercayaan terhadap bahan alami memiliki skor tertinggi, sedangkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan memperoleh skor terendah. Rendahnya sikap peduli lingkungan mahasiswa dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual, minimnya kegiatan berbasis komunitas, serta keterbatasan eksplorasi dalam mengembangkan solusi praktis. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang didukung oleh teknologi digital, seperti simulasi virtual, platform e-learning interaktif, dan media digital berbasis lingkungan. Integrasi teknologi dalam pembelajaran etnosains ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam eksplorasi inovasi ramah lingkungan serta memperkuat kesadaran dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pengaruh Game Based Learning dalam Pembelajaran Biologi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik: (The Influence of Game-Based Learning on Biology Learning on Critical Thinking Skills of Students) Reychan, Isnandita Putri; Badriah, Liah; Triyanto, Samuel Agus
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.35613

Abstract

Critical thinking skills are essential for students, particularly in biology learning, as the material requires more in-depth thinking. The purpose of this research is to investigate the impact of game-based learning on the critical thinking skills of class XI students at SMA Negeri 1 Tasikmalaya. The research method used is a quasi-experiment with a non-equivalent control group design. The population in this study includes all class XI students learning biology. The sample was taken using purposive sampling, resulting in class XI-4 as the control group and XI-10 as the experimental group, with a total of 82 students. The instrument used in this study is a critical thinking skills test question that has been validated by experts in both construct and empirical aspects and analyzed using the Anates application with a validity value greater than 0.5 and a reliability value of 0.76, which falls within the range of 0.60 < r < 0.80, indicating that this instrument has a high level of reliability. The data analysis technique used is the ANCOVA hypothesis test with a critical thinking skills significance value of 0.07, meaning that the significance value is less than 0.05, and with a confidence level of 95%, it can be concluded that game-based learning simultaneously affects critical thinking skills of class XI students at SMA Negeri 1 Tasikmalaya in the 2023/2024 academic year. Abstrak. Keterampilan berpikir kritis penting dimiliki oleh peserta didik terutama dalam pembelajaran biologi karena materi yang dipelajari memerlukan pemikiran yang lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh game based learning dalam pembelajaran biologi terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitian the non-equivalet control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI yang mempelajari mata pelajaran biologi. Sampel yang diambil dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan hasil kelas XI-4 sebagai kelas kontrol dan XI-10 sebagai kelas eksperimen sehingga jumlah sampel adalah sebanyak 82 orang peserta didik. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa soal tes uraian keterampilan berpikir kritis yang sudah divalidasi secara konstruk oleh ahli instrumen dan empiris oleh ahli pembelajaran sistem koordinasi serta telah dianalisis menggunakan bantuan aplikasi Anates dengan nilai validitas > 0,5 dan nilai reliabilitas sebesar 0,76 yang berada pada rentang 0,60 < r < 0,80 sehingga dapat dikategorikan instrumen ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis ANCOVA dengan nilai signifikansi keterampilan berpikir kritis sebesar 0,07 artinya nilai signifikansi < 0,05 sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa secara simultan game based learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tasikmalaya tahun ajaran 2023/2024.
Potret Awal Kecerdasan Spiritual dan Literasi Lingkungan Peserta Didik Kelas IX di SMP Negeri 1 Bojongasih: (Early Portrait of Spiritual Intelligence and Environmental Literacy (Case Study at SMPN 1 Bojongasih)) Rismawati, Noneng; Suprapto, Purwati K; Sumantri, Agus; Hernawati, Diana; Badriah, Liah
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.39886

Abstract

This research aims to determine the spiritual intelligence and environmental literacy of SMP Negeri 1 Bojongasih class IX students. Respondents in this study consisted of 76 class IX students. The research method used is descriptive quantitative. The instrument used to measure spiritual intelligence is a Likert scale from 1-4 questionnaire, and to measure environmental literacy using a multiple choice test. The spiritual intelligence indicator refers to research by Fatima (2022), which consists of 9 indicators, while the ecological literacy indicator relates to research by Liang et al. (2018), which consists of three main elements, namely: cognitive (knowledge and skills), affective, and behavioural (behaviour). The multiple choice test only measures the mental aspects of students' environmental literacy. The collected data will be analysed manually using descriptive statistics to determine students' test results by dividing the score obtained by the respondent by the maximum score multiplied by 100. The research results show that the students' spiritual intelligence is reasonable, with scores ranging from 68,20-82,68, which indicates a pretty good foundation for spiritual intelligence, although they still need further guidance. Meanwhile, the environmental literacy test results on the cognitive obtained the highest average value of 44.44  with sufficient criteria. These findings indicate differences in understanding of environmental literacy among students, which need to be improved through more effective learning strategies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan spiritual dan literasi lingkungan peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1 Bojongasih.  Selain itu penelitian ini sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional  yakni  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),  membantu peserta didik untuk memahami nilai-nilai spiritual (jujur, peduli, tanggung jawab) dalam konteks kehidupan nyata, khususnya isu-isu lingkungan, serta tujuan Pendidikan Global untuk menciptakan generasi yang sadar dan berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi  dalam pendidikan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum yang relevan dengan pendidikan berbasis lingkungan dan spiritualitas. Responden pada penelitian ini terdiri dari 76 peserta didik kelas IX. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecerdasan spiritual berupa kuisioner skala likert dari 1-4 dan untuk mengukur literasi lingkungan menggunakan tes pilihan ganda. Indikator kecerdasan spiritual merujuk pada penelitian Fathimah (2022) yang terdiri dari 9 indikator, sedangkan indikator literasi lingkungan merujuk pada penelitian Liang, dkk, (2018) yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu: kognitif (pengetahuan dan keterampilan), afektif, dan perilaku (behavior). Tes pilihan ganda hanya untuk mengukur aspek kognitif literasi lingkungan peserta didik. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif secara manual untuk mengetahui nilai hasil tes peserta didik dengan cara membagi skor yang diperoleh responden dengan skor maksimal dikali 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual peserta didik berada pada tingkat baik, dengan nilai  berkisar antara 68,20 hingga 82,68. Sementara itu, hasil tes literasi lingkungan pada aspek kognitif  diperoleh  nilai rata-rata terbanyak sebesar 44,44 dengan kriteria cukup. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan  pemahaman literasi lingkungan di antara peserta didik yang perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang lebih efektif. 
Profil Pengetahuan dan Keterampilan Kewirausahaan Siswa SMA Negeri 1 Singaparna dalam Pembelajaran IPA Hidayatuloh, Anang; Wahidin, Wahidin; Badriah, Liah; Hernawati, Diana
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v10i1.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan siswa SMA Negeri 1 Singaparna pada pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas X dan pengambilan sampel secara random sampling terdiri dari 34 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala likert 1 sampai 4 untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan pada semua indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pengetahuan kewirausahaan yang cukup baik, terutama dalam pemahaman peran dan tanggung jawab yang memperoleh skor tertinggi 88,6. Namun, terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, seperti pengetahuan lingkungan usaha 58,8 dan keterampilan teknik usaha 51,5. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa sudah memiliki dasar yang baik dalam kewirausahaan dalam pembelajaran IPA, tetapi perlu adanya pengembangan lebih lanjut dalam indikator-indikator yang masih kurang agar siswa lebih baik mempersiapkan diri menghadapi tantangan di abad 21. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penelitian pembelajaran IPA yang lebih kontekstual dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang mampu mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam kurikulum IPA
Profil Pengembangan Modul Ajar IPA Terintegrasi Etnosains sebagai Upaya Penguatan Konsep Ilmiah: Systematic Literature Review Supriatna, Asep Yudi; Hernawati, Diana; Badriah, Liah; Ruganda, Ernita
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v13i1.84652

Abstract

Pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPA berpotensi memperkuat konsep ilmiah sekaligus menanamkan nilai budaya lokal. Penelitian ini menganalisis profil pengembangan modul ajar IPA terintegrasi Etnosains, melalui metode Systematic Literature Review (SLR), berbantu model analisis PRISMA, dengan fokus pada artikel terindeks SINTA 2, terbitan 2020 hingga 2024. Dari 2.280 artikel pada basis data Google Scholar, teridentifikasi melalui kata kunci, setelah melewati tahapan seleksi topik, 1.540 artikel diantaranya tereliminasi. Selanjutnya, peninjauan abstrak menyisihkan 690 arikel, dan analisis kelayakan, berfokus pada isi artikel menyeleksi 50 artikel, yang akhirnya menghasilkan 8 artikel relevan untuk kajian mendalam. Temuan menunjukkan bahwa modul bertema Batik Kerinci, tanaman obat Bugis, dan topeng Singo Barong efektif meningkatkan literasi sains serta apresiasi budaya. Namun, pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal Sunda masih minim. Oleh karena itu, pengembangan modul ajar IPA berbasis budaya Sunda direkomendasikan sebagai upaya memperkaya strategi pembelajaran kontekstual, yang mendukung pelestarian budaya dan transfer nilai-nilai ilmiah warisan leluhur.
PROFIL LITERASI BIODIVERSITAS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI Hastuti, Aris; Suprapto, Purwati Kuswarini; Badriah, Liah; Hernawati, Diana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4885

Abstract

Biodiversity, as a vital component of ecosystem sustainability, is under significant pressure due to pollution, rapid urbanization, and climate change. This global issue also impacts local awareness, including among students at SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. This study aims to analyze the biodiversity literacy profile of seventh-grade students at the school. A descriptive quantitative method was used, with a multiple-choice test consisting of 20 items measuring 10 indicators of biodiversity literacy, including conservation and species importance, biodiversity benefits, biodiversity protection, sustainable biodiversity, biodiversity ethics, conservation awareness, environmental behavior, environmental concern, environmental knowledge, and biodiversity knowledge. The research was conducted in October 2024 with a sample of 36 students. The results showed that the average biodiversity literacy score of students was in the "moderate" category at 59.72, with the moderate category range between 51 and 70. More specifically, the highest scoring indicator was biodiversity knowledge at 67.89, while the lowest was sustainable biodiversity at 51.67. The moderate category indicates that understanding across several indicators is limited, which may be attributed to a lack of field-based learning and limited learning resources. This study recommends integrating biodiversity into the science curriculum and implementing environment-based learning to enhance biodiversity literacy. Such efforts are expected to equip students with greater environmental knowledge and awareness, support biodiversity conservation, and foster a generation that cares about ecosystem sustainability. ABSTRAKBiodiversitas, sebagai komponen penting keberlanjutan ekosistem, menghadapi tekanan berat akibat pencemaran, urbanisasi yang cepat, dan perubahan iklim. Isu global ini juga berdampak pada kesadaran lokal, termasuk di kalangan peserta didik SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi biodiversitas peserta didik kelas VII di SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang mengukur 10 indikator literasi biodiversitas, seperti konservasi dan pentingnya spesies, kegunaan biodiversitas, perlindungan biodiversitas, biodiversitas berkelanjutan, etika biodiversitas, konservasi dan pentingnya biodiversitas, behavior, sikap peduli lingkungan, pengetahuan lingkungan, pengetahuan biodiversitas. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 dengan sampel sebanyak 36 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi biodiversitas peserta didik berada pada kategori cukup sebesar 59,72, dengan rentang nilai kategori cukup berada pada skor 51–70. Secara lebih rinci, indikator dengan skor tertinggi adalah pengetahuan biodiversitas sebesar 67,89, sedangkan indikator dengan skor terendah adalah biodiversitas berkelanjutan sebesar 51,67. Kategori cukup membuktikan bahwa pemahaman pada beberapa indikator dihubungkan dengan minimnya pembelajaran berbasis lapangan dan kurangnya sumber belajar. Hasil penelitian merekomendasikan pengintegrasian biodiversitas dalam kurikulum IPA serta penerapan pembelajaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan literasi biodiversitas. Langkah ini diharapkan dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran lingkungan yang lebih baik, mendukung upaya pelestarian biodiversitas, dan menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem.
Profil Literasi Digital Siswa SMP Pada Materi Perubahan Lingkungan Yanti, Aulia Fuji; Hernawati, Diana; Agustian, Dita; Badriah, Liah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan literasi digital yang memadai sangat penting bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Literasi digital merupakan keterampilan yang perlu dianalisis sebelum pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil literasi digital siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 66 siswa SMP swasta di Kota Tasikmalaya yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket dengan 20 pertanyaan tertutup menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek literasi digital seperti berpikir kritis dan evaluasi berada pada level lanjut dengan persentase 84,09%, serta kemampuan menemukan dan memilih informasi dengan persentase 75,37%. Di sisi lain, aspek literasi digital seperti keterampilan fungsional (67,80%), kreativitas (65,90%), kolaborasi (65,15%), komunikasi efektif (70,83%), pemahaman budaya dan sosial (71,96%), dan keamanan elektronik (72,53%) berada pada level menengah. Beberapa aspek ini perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan keterampilan literasi digital siswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan data empiris yang dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teknologi digital yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik dan pengambil kebijakan untuk mengembangkan program pengajaran yang dapat meningkatkan berbagai aspek literasi digital siswa, khususnya pada level menengah, sehingga mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
ANALISIS PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MTSN 2 KOTA TASIKMALAYA Sriwenda, Winda; Surahman, Endang; Badriah, Liah; Hernawati, Diana
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kritis peserta didik di MTsN 2 Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa soal tes keterampilan berpikir kritis. Responden penelitian yang digunakan sebanyak 95 orang responden. Instrumen berpikir kritis terdiri dari 5 indikator yaitu (1) clarification, (2) basic support, (3) inference (4) advanced clarification, dan (5) strategies and tactics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik berada pada kriteria kurang dengan dengan rata-rata persentase 57,1%. Indikator basic support memiliki nilai tertinggi sebesar 61,3% dengan kriteria baik, indikator advanced clarification memiliki nilai terendah sebesar 52,8% dengan kriteria cukup. Hasil ini mengindikasikan keterampilan berpikir kritis peserta didik di MTsN 2 Kota Tasikmalaya termasuk kategori kurang. Peserta didik belum sepenuhnya terlibat dalam aktivitas analisis, sintesis, dan penerapan pengetahuan secara nyata. Pembelajaran masih kurang mengarahkan peserta didik untuk berpikir kritis secara mendalam melalui analisis dan sintesis. Disarankan untuk menggunakan model pembelajaran yang lebih efektif, seperti pembelajaran yang mengarah pada basis masalah dan proyek.
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM MATA PELAJARAN PROJEK IPAS DI SMKN BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA MARWAN, ASEP; WAHIDIN, WAHIDIN; MUSTOFA, ROMY FAISAL; BADRIAH, LIAH; HERNAWATI, DIANA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4403

Abstract

This study aims to describe the profile of vocational high school (SMK) students' science process skills (SPS) in the Project-Based Natural and Social Sciences (IPAS) subject. The research employs a mixed-method approach using questionnaires and interviews as instruments. Quantitative data were collected from 60 tenth-grade students at SMKN Bantarkalong using a Likert-scale-based questionnaire, analyzed with the Rasch Model to assess reliability and validity. Qualitative data were obtained through in-depth interviews with three purposively selected students. SPS encompasses basic skills, such as observation, measurement, and classification, as well as integrated skills, such as variable control and hypothesis formulation. The findings indicate that students' SPS fall within the moderate category across all indicators, with the highest average percentage in experimental design (51.46%) and the lowest in prediction (42.50%). Further analysis revealed that a lack of hands-on laboratory experience contributes to the low mastery of SPS. Interviews also indicated that students face difficulties in understanding variables and relating them in experimental contexts. This study highlights the importance of implementing more practical and integrated project-based learning to enhance students' SPS. Key recommendations include strengthening laboratory practice at earlier education levels and innovating instructional approaches based on engineering design, STEM integration, or a combination of both to improve students' SPS. These findings are expected to serve as preliminary information for enhancing the quality of IPAS project-based learning in vocational schools and supporting the development of relevant and effective curricula to produce adaptive graduates for the modern technological era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil keterampilan proses sains (KPS) siswa SMK pada mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan instrumen kuesioner dan wawancara. Data kuantitatif dikumpulkan dari 60 siswa kelas X SMKN Bantarkalong dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang dianalisis melalui Model Rasch untuk mengukur reliabilitas dan validitas. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga siswa yang dipilih secara purposive sampling. KPS terdiri atas keterampilan dasar, seperti observasi, pengukuran, dan klasifikasi, serta keterampilan terpadu, seperti pengendalian variabel dan perumusan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang di semua indikator, dengan persentase rata-rata tertinggi pada desain eksperimen (51,46%) dan terendah pada prediksi (42,50%). Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa minimnya pengalaman praktik di laboratorium menjadi salah satu penyebab rendahnya penguasaan KPS. Wawancara juga mengindikasikan bahwa siswa menghadapi kesulitan dalam memahami konsep variabel dan menghubungkannya dalam konteks eksperimen. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pembelajaran berbasis projek yang lebih praktis dan terintegrasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek KPS. Rekomendasi utama meliputi penguatan praktik laboratorium di jenjang pendidikan sebelumnya serta inovasi pendekatan pembelajaran berbasis desain rekayasa, integrasi STEM, atau kombinasi keduanya untuk meningkatkan KPS siswa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran projek IPAS di SMK serta mendukung pengembangan kurikulum yang relevan, efektif, dan mampu mencetak lulusan adaptif di era teknologi modern.