Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI KIPAS NYAMBAI BEBAI MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 1 WAYSINDI inna rahmadona; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.735 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the process and to know the result of the learning of kipas nyambai bebai dance using cooperative learning model with STAD type. The research used descriptive qualitative research with 20 female students as the data source. The technique use in collecting data were observation, interview, documentation, practical test and non-test. the learning with STAD type learning model was done by the teacher with the steps as follow: learning, group studying, quiz, and group appreciating. The learning result of kipas nyambai bebai dance used cooperative model STAD type on the practical test assessment, the students got 78 as the score which was categorized as good, and on nontest assessment the student got 89 as the score which was categorized as very good.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan mengetahui hasil pembelajaran tari kipas nyambai bebai menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data sebanyak 20 siswi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan nontes. Pembelajaran dengan model pembelajaran tipe STAD sudah dilaksanakan oleh guru dengan tahapan : pengajaran, belajar kelompok, kuis dan penghargaan kelompok. Hasil pembelajaran tari kipas nyambai bebai menggunakan model kooperatif tipe STAD pada penilaian tes praktik siswi mendapatkan nilai 78 dengan kategori baik dan pada penilaian nontes siswi mendapatkan nilai 89 dengan kategori baik sekali.Kata kunci : model kooperatif tipe STAD, pembelajaran, tari kipas nyambai bebai.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN TALKING STICK DI SMPN 5 LAMPUNG TENGAH Agel Bayu Pinangkis; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.431 KB)

Abstract

The  research  was  aimed  to describe  Using  Talking  Stick  Model  of type Cooperative in Bedana Dance Learning at SMP N 5 Central Lampung Academic Year  2013/2014.  The  researcher  used  descriptive  qualitative research  design.  In this research, the researcher used observation, interviews, and documentation as technique to collect the data. The theory used in this research is model of Talking Stick Model of type Cooperative Learning. The researcher get source of data from Headmaster, Cultural Arts teacher, and 22 students who take The Bedana dance learning  using Talking  Stick  model  of  type  Cooperative  at  SMP  N  5  Central Lampung. The type of Talking Stick method was also used this activities makes students learn better. It is shown from the results of observations which had been done, Mostly of students had been able to demonstrate Bedana dance well.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  Penggunaan  Model Kooperatif tipe Talking Stick dalam Pembelajaran Tari Bedana di SMP Negeri 5 Lampung Tengah Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif  kualitatif.  Teknik  yang digunakan  untuk  mengumpulkan  data  dalam penelitian  ini  yaitu, observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Teori  yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Seni Budaya, 22  siswa yang mengikuti pembelajaran tari Bedana dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP  Negeri  5  Lampung  Tengah.  Digunakannya metode  tipe  Talking  Stick  ini membuat aktivitas belajar siswa menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukan dari hasil pengamatan  yang  telah dilakukan,  rata-rata  siswa  telah  mampu  memeragakan gerak tari Bedana dengan baik. Kata kunci: pembelajaran, tari bedana, talking stick  
PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN DEMONTRASI PADA PEMBELAJARAN TARI BEDANA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 MARGATIGA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Febrilyan Sakuntala Devi; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.738 KB)

Abstract

AbstractThis research aimed to describe the implementation of lecturing and demonstration method and the its result on Bedana dance teaching learning at the VIII.1 class of SMPN 1 Margatiga, East Lampung.The research method used in this research was qualitative descriptive by using lecturing and demonstration method. The data in this research was taken from the art and culture teacher in that school and from the VIII.1 class which consisted of total 36 students, in which there were 14 male students and 22 female students, The collecting data techniques used in this research were observation, documentation, and interview. The research instruments of this research were practical test, students‟ activities observation, and teacher‟s activities observation.The use of lecturing and demonstration method in teaching Bedana dance is related each other. Lecturing and demonstration have their own part. Lecturing method in teaching Bedana dance was used by the teacher in explaining history material, function, developing and explaining 9 gesture kinds of Bedana dance, meanwhile demonstration method to be used for demonstrating 9 gesture kinds of Bedana dance that istahtim, khesek gantung, khesek injing, jimpang, humbak molo, ayun, gantung, belitut dan gelek. In conducting lecturing and demonstration method in teaching Bedana dance have more and lack. The more of lecturing and demonstration method was the learning is easier and interesting. Meanwhile, the lack of lecturing and demonstration method was the students‟ understanding of material just limit on what was given by the teacher because the students just accept the material that given by the teacher.The teaching result of Bedana dance at the Viii.1 Class Of SMPN 1 Margatiga consider from the ability of dance on all of the aspects include in category enough.The aspectof gesture technique include in category enough. The aspect of exact account are include in category enough. The aspect of remembering the the gesture include in category good.Key word: lecturing and demonstration method, result, education and Bedana dance
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MARAWIS PUTRI DI SMP NEGERI 22 BANDAR LAMPUNG Dewi Lestari; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 4 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.557 KB)

Abstract

Problem of this research is how learning of Bedana Marawis Female dance in Junior High School State 22 Bandar Lampung. This research aim to describe how learning of Bedana Marawis Female dance in Junior High School State 22 Bandar Lampung. This research uses descriptive research method qualitative. Source of data in this research is 28 people participant of student following extracurricular activity of dance. Technique collecting data at this research in the form of observation, interview, documentation, and test. Result of research indicate that learning of Bedana Marawis Female dance can be told to succeed, result learn student included in good criterion with average value 75.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari Bedana Marawis Putri di SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Bedana Marawis Putri di SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 28 orang peserta putri yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari Bedana Marawis Putri dapat dikatakan berhasil, hasil belajar siswa tergolong dalam kriteria baik dengan nilai rata-rata 75.Kata kunci: ekstrakurikuler, pembelajaran, tari Bedana Marawis
PEMBELAJARAN TARI KIPAS NYAMBAI BEBAI MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 1 WAYSINDI inna rahmadona; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.786 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the process and to know the result of the learning of kipas nyambai bebai dance using cooperative learning model with STAD type. The research used descriptive qualitative research with 20 female students as the data source. The technique use in collecting data were observation, interview, documentation, practical test and non-test. the learning with STAD type learning model was done by the teacher with the steps as follow: learning, group studying, quiz, and group appreciating. The result showed that the students got 78 as the score which was categorized as good, and on nontest assessment the student got 89 as the score which was categorized as very good. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan mengetahui hasil pembelajaran tari kipas nyambai bebai menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data sebanyak 20 siswi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan nontes. Pembelajaran dengan model pembelajaran tipe STAD sudah dilaksanakan oleh guru dengan tahapan : pengajaran, belajar kelompok, kuis dan penghargaan kelompok. Hasil pembelajaran tari kipas nyambai bebai menggunakan model kooperatif tipe STAD pada penilaian tes praktik siswi mendapatkan nilai 78 dengan kategori baik dan pada penilaian nontes siswi mendapatkan nilai 89 dengan kategori baik sekali. Kata kunci : model kooperatif tipe STAD, pembelajaran, tari kipas nyambai bebai.
KEMAMPUAN MENARI BEDANA SISWI KELAS XI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Nia Daniati; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1927.186 KB)

Abstract

 This research aimed to describe the ability Bedana dance of students class XI in extracurricular activities SMA state 13 Bandar Lampung. Based on the results, it can be concluded that the level of ability Bedana dance of students at SMA state 13 Bandar Lampung included in the category enough, the average value of 73 with a spanned value 60%-74%. The students were able Bedana dance appropriate indicator wiraga, wirama and wirasa. But there are 3-4 errors in the Bedana dance indicators wiraga, wirama and wirasa. Average ability dancing of Bedana indicators is indicator wiraga the included in the category enough, the average value of 74 with a spanned value 60% -74%. On indicator wirama included in the category enough, the average value of 74 with a spanned value 60% -74%. And indicator wirasa included in the category enough, the averagevalue of 69 with a spanned value 60% -74%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menari Bedana siswi kelas XI dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan menari Bedana siswi di SMA Negeri 13 Bandar Lampung termasuk dalam kategori cukup, nilai rata-rata 73 dengan rentang nilai 60%-74%. Siswi mampu menari Bedana sesuai indikator wiraga, wirama dan wirasa. Namun terdapat 3-4 kesalahan dalam menari Bedana baik pada indikator wiraga, wirama dan wirasa. Rata-rata kemampuan menari Bedana per indikator yaitu pada indikator wiraga termasuk dalam kategori cukup, nilai rata-rata 74 dengan rentang nilai 60%-74%. Pada indikator wirama termasuk dalam kategori cukup, nilai rata-rata 74 dengan rentang nilai 60%-74%. Dan indikator wirasa termasuk dalam kategori cukup, nilai rata-rata 69 dengan rentang nilai 60%-74%.Kata kunci : ekstrakulikuler, kemampuan, tari bedana
PENGGUNAAN METODE BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN GERAK TARI KANGGURU DI TK ABA LAMPUNG SELATAN Vita Fauzia Ulfa; Fitri Daryanti; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.397 KB)

Abstract

The research was aimed to describe the using of playing method in the learning process motion of Kangguru dance in TK ABA South Lampung. This research used a qualitative descriptive method. Technique used to collect the data in this research are observation, documentation, interviews and non-test. The used of playing method were very helpful to giving spirit of delight learning. The results showed that learning kangguru dance of aspects fine motor movement and gross motor skills using playing method was good, because students were able to demonstrate motion kangguru dance that locomotor gross motor movements that teacher had tought.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan metode bermain dalam pembelajaran proses gerak tari kangguru di TK ABA Lampung Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan nontes. Penggunaan metode bermain sangat membantu memberikan semangat dalam pemebelajaran yang menyenangkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran gerak tari kangguru menggunakan metode bermain baik, karena siswa mampu memeragakan gerak tari kangguru dari motorik kasar yaitu lokomotor dan nonlokomotor serta motorik halus sesuai yang diajarkan guru.Kata kunci : gerak tari kangguru, metode bermain, pembelajaran
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN DI SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG Sumarmi Sumarmi; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.112 KB)

Abstract

This research uses descriptive qualitative method. The theory that used in this research is the theory of learning and modeling theory. Modeling method is a process of learning by demonstrating something that can be emulated and imitated by every student. Data sources in this research were 12 students and teachers. Observation sheet, interview, and documentation are used as data collecting instrument. This research instrument using observation sheet, documentation sheet, test and nontest sheet. Learning using modeling method begins with the teacher demonstrating a variety of Halibambang dance and students pay attention, when analyzing the range of motion, students were divided into 3 groups and one group was appointed to be a model, then students practice the range of motion and the teacher appointing one or two students to be a model. The results of the practice test shows the students' ability to dancing Halibambang  dance classified into good criteria with an average value of 75.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pembelajaran dan metode pemodelan. Metode pemodelan adalah proses pembelajaran dengan memeragakan sesuatu yang dapat dicontoh dan ditiru oleh setiap siswa. Sumber data dalam penelitian adalah 12 siswa dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, panduan dokumentasi, tes dan nontes. Pembelajaran menggunakan metode pemodelan diawali dengan guru memeragakan ragam gerak tari Halibambang dan siswa memerhatikan, saat menganalisis ragam gerak siswa dibagi dalam 3 kelompok dan salah satu kelompok ditunjuk menjadi model, siswa kemudian berlatih ragam gerak dan guru menunjuk salah satu atau 2 siswa untuk menjadi model. Hasil tes praktik, dapat diketahui kemampuan siswa dalam menarikan tari Halibambang tergolong dalam kriteria baik dengan rata rata nilai 75.  Kata kunci : pembelajaran, pemodelan, tari halibambang
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN MODEL DIRECTIVE LEARNING DI SD N 2 Resa Dwi Cahyani; hasyimkan hasyimkan; fitri daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.474 KB)

Abstract

In this research, the background of problem was how to be able learning muli siger dance using directive learning model especially at class VI of SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung academic year 2014/2015. The research purpose was to describe the process and the learning result of muli siger dance by using directive learning model at SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung. The theories which were used in this research were learning, dance, muli siger dance, and directive learning model. The data was collected by observation, interview, documentation, practice test, and non-test by using descriptive qualitative research design. The learning result of muli siger dance was very good criteria with score of 88 and the students activity was very good criteria with score of 84.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari muli siger menggunakan model directive learning di kelas VI C SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari muli siger menggunakan model directive learning di kelas VI C SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran, seni tari, tari muli siger dan model directive learning. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan nontest dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil pembelajaran tari muli siger memperoleh kriteria baik sekali dengan nilai 88, dan aktivitas siswi memperoleh kriteria baik sekali dengan nilai 84. Kata kunci: model directive learning, pembelajaran, tari muli siger.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMPN 7 BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI Setiadi Raharjo; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.486 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the process and learning outcomes using Bedana dance demonstration. This research uses descriptive qualitative method. Source of the data obtained in this study is the cultural art teacher and students VIII.A classes totaling 27 students. Data collection techniques used were participant observation, interview, documentation and practices test. The application of three different methods of demonstration, demonstrate the motion at every meeting conducted repeatedly. Assessment is provided through two aspects, namely rote range of motion and precision motion with music. In addition, the assessment is also about student learning activities for each meeting. The result of Bedana dance by using demonstrated method show that the average score from all aspect, they get average score that is 77.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari Bedana dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa-siswi kelas VIII.A yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Penerapan metode demonstrasi, memeragakan tiga ragam gerak pada setiap pertemuan yang dilakukan secara berulang-ulang. Penilaian diberikan melalui dua aspek yaitu hafalan ragam gerak dan ketepatan gerak dengan musik, selain itu juga penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran tari Bedana dengan menggunakan metode demonstrasi menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari Bedana mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 77.  Kata kunci: pembelajaran, penilaian, tari bedana.