Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE LATIHAN DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMP AL-KAUTSAR BANDAR LAMPUNG Mariyana Mariyana; Fitri Daryanti; Imam Rejana
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.534 KB)

Abstract

Formulation the problem this study is an exercise in learning how the method is appliedBedana dance for junior high school students. This study aims to identify and describe the method of teaching dance training at Bedana. This study uses field research with descriptive research. Sources of data in this study were students of class VIII D with the number 42 . Based on the observation sheet implementation of learning, it can be seen indicators of the first meeting mastery criteria are 1) teachers present material very well fit the observation instrument and lesson plans with a score of 5 (very good) with a total score of 86, 2) teachers convey the material well fit the observation instrument and lesson plans with a score of 4 (good) with a total score of 24, 5) teachers convey the material is not very good with a score of 1 (very good) with a total score of 1.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah metode latihan dalam pembelajaran tari Bedana yang diterapkan untuk siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan metode latihan pada pembelajaran tari Bedana . Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D dengan jumlah 42 (empat puluh dua) orang. Berdasarkan lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran, dapat diketahui kriteria penguasaan indikator pertemuan pertama adalah 1) guru menyampaikan materi dengan sangat baik sesuai pada instrumen pengamatan dan RPP dengan skor 5 (sangat baik) dengan skor total 86, 2) guru menyampaikan materi dengan baik sesuai pada instrumen pengamatan dan RPP dengan skor 4 (baik) dengan skor total 24, 5) guru menyampaikan materi dengan sangat tidak baik dengan skor 1 (sangat tidak baik) dengan skor total 1.Kata kunci : metode latihan, pembelajaran, tari Bedana.
PEMBELAJARAN TARI KREASI LAMPUNG MELALUI KOREOGRAFI DI SMAN 5 BANDAR LAMPUNG Nabilla Kurnia Adzan; Wini Tarmini; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.323 KB)

Abstract

This research aims to describe the process to learning results of Lampung creation dance using a choreography approach. This research uses descriptive qualitative approach. This research instrument uses student and teacher activities sheets, and practice tests. Research result shows that in the learning process all of students has understand the concept of dance creation learning using choreography approach through the audio visual phase, exploration, and improvisation, this also can be seen in the process of choreography approaches that include some aspects, that is exploration phase has an average value of 75 with a good criteria and improvisation phase has an average value of 85 with an excellent criteria. Students learning result show a good creativity because with choreography, students looks easier to create a new creation dance. It can be seen by students practice test, has anaverage value 67,83 with a good criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses hingga hasil pembelajaran tari kreasi Lampung melalui koreografi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrument penelitian menggunakan panduan aktivitas siswa, aktivitas guru dan tes praktik. Hasil penelitian menunjukan pada proses pembelajaran siswa telah memahami konsep pembelajaran tari kreasi melalui koreografi berdasarkan tahapan audio visual, eksplorasiasi dan improvisasi hal ini dapat dilihat juga dengan penilaian aktivitas siswa pada proses pembelajarandengan rata-rata nilai siswa 80 mendapatkan kriteria baik sekali. Hasil belajar siswa menunjukan tingkat kreativitas yang baik dikarenakan dengan koreografi siswa lebih mudah menciptakan gerak tari kreasi hal ini dibuktikan dengan nilai tes praktik siswa mendapatkan rata-rata nilai 67,83 dengan kriteria baik.Kata kunci  : koreografi, pembelajaran, tari kreasi.
PEMBELAJARAN TARI PIRING DUA BELAS MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS X Fredi Tenang; Muhammad Fuad; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.419 KB)

Abstract

This research aimed to describe the process and the product of learning piring dua belas dance using demonstration method. The design used in this research was qualitative descriptive. The data sources were the teacher and the students. The data collecting technique in this research were observation, interview, and documentation. The steps used in the demonstration method were preparation, opening, implementation, closing. The research result indicates that there were 21 students who are able to dance well since these students only made 1-3 wrong movements. It is because the students were lack of confident. On the other hand, there were 15 students are not able to dance well since these students made more than 3 mistakes. It is because the students did not pay attention to the teacher during learning process in the class. So, the students could not memorize the movement which makes the students were not confident when they practice.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari piring dua belas menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang digunakan dalam metode demonstrasi meliputi persiapan, pembukaan, pelaksanaan, dan langkah mengakhiri. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa 21 siswa dinyatakan sudah mampu menari dengan baik kerena siswa tersebut melakukan kesalahan 1-3 gerakan. Hal tersebut karena siswa kurang percaya diri. Disamping itu, 15 siswa dinyatakan tidak mampu menari dengan baik karena siswa tersebut melakukan kesalahan lebih dari 3 kali. Hal tersebut karena siswa tidak memperhatikan guru selama proses pembelajaran sehingga siswa tidak dapat menghafal gerakan yang menyebabkan rasa tidak percaya diri ketika tes praktik.Kata kunci : metode demonstrasi, pembelajaran, tari piring dua belas.
PENERAPAN NILAI AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMA YP UNILA BANDARLAMPUNG Andini Kusuma Negara; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.914 KB)

Abstract

The purpose in this study was how the application of the affective value in learning art of dance in X.MIA 3 class YP Unila Senior High School Bandar Lampung 2014/2015 school year. The theory used was learning,drill method, affective, bedana dance. This type of research was a qualitative descriptive. Sources of data in this study were cooperation value, responsible, tolerance, discipline, teacher, 34 students, 9 shapes of bedana dance and X.MIA 3 class. Data collection techniques source used were observation, interviews, documentation, and non test. Application of affective values seen in the activity of students in the implementation of learning bedana dance. Overall value of affective student in X.MIA 3 class YP Unila Bandar Lampung, catagorized good, because of student have been applied affective value of behavioral description, according to the good assesment criteria.Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilai afektif dalam pembelajaran tari bedana di kelas X.MIA 3 SMA YP Unila Bandarlampung. Teori yang digunakan yaitu pembelajaran, metode drill, ranah afektif, dan tari bedana. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah nilai kerjasama, tanggung jawab, toleransi, disiplin, guru, 34 peserta didik, 9 ragam gerak tari bedana, kelas X.MIA 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan non tes. Penerapan nilai afektif terlihat pada aktivitas peserta didik pada pelaksanaan pembelajaran tari bedana. Secara keseluruhan nilai afektif peserta didik di kelas X.MIA 3 SMA YP Unila Bandarlampung dikatagorikan baik, dikarenakan peserta didik telah menerapkan deskriptor perilaku nilai afektif, sesuai dengan kriteria penilaian baik.Kata kunci : nilai afektif, metode drill, tari bedana.
PEMBELAJARAN GERAK TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE IMITASI DI TK FRANSISKUS 01 BANDAR LAMPUNG Geby Finka Rani; Fitri Daryanti; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.323 KB)

Abstract

The research was aimed to describe the using imitation method in the learning motion bedana dance at TK Fransiskus 01 Bandar Lampung. This research used a qulitative method and the teacher and students were the sources of data. Technique used to collect the data in this research are observation, interviews, documentation and non-test. The imitation method used a way ngede, and anture imitation. The results showed the students were able to demonstrate gross motor and fine motor skills that teacher had tought.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses metode imitasi dalam pembelajaran gerak tari bedana di TK Fransiskus 01 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan nontes. Metode imitasi yang digunakan adalah dengan cara ngede, dan pengimitaasian alam. Hasil penelitian menunjukan siswa sudah mampu memeragakan gerak motorik kasar dan halus sesuai dengan gerak yangdiajarkan oleh guru.Kata kunci : gerak, metode imitasi, pembelajaran, tari bedana,
PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 METRO Andri Ardianto; Munaris Munaris; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.05 KB)

Abstract

The problem in this research was the planning, implementation and evaluation of bedana dance learning outcomes in SMA Muhammadiyah 2 Metro. The theory used was the theory of learning. This type of research was qualitative descriptive. Source of the data obtained in this study were dance teachers, 30 students and a variety of bedana dance movement. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and testing practices. Bedana dance lesson lasted for eight sessions, learning bedana dance intra curricular includes the planning, implementation, and evaluation of assessment. Teachers used a method which was the demonstration method. Demonstration method is method that demonstrates a variety of bedana dance and ask students to follow along. Bedana dance learning outcomes in intra curricular using individual assessment aspects, namely wiraga, wirama and wirasa gained an average value of 82.4 included into the very well criteria.Permasalahan dalam penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2 Metro. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari, 30 siswa dan ragam gerak tari bedana. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran tari bedana berlangsung selama delapan kali pertemuan, pembelajaran pada intrakurikuler tari bedana meliputi pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penilaian. Guru menggunakan satu metode yaitu metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah metode yang memperagakan ragam gerak tari bedana dan meminta siswa mengikuti bersama-sama. Hasil pembelajaran tari bedana dalam kegiatan intrakurikuler menggunakan aspek penilaian individu yaitu wiraga, wirama dan wirasa diperoleh rata-rata nilai 82,4 tergolong dalam kreteria baik sekali.Kata kunci: Pembelajaran, intrakurikuler, tari bedana.
PENERAPAN SAVI DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMP NEGERI 10 BANDAR LAMPUNG Miftha Ilhamsyah Putra; Fitri Daryanti; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.59 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe  the applying of SAVI model in Bedana dance learning in Extracurricular activity of SMP Negeri 10 Bandar Lampung Learn Periode 2013/2014. The subjects of this research are 12 girl students who follow artistic dancing extracurricular. Based on the  data analysis, can be discovered that the applying of SAVI model obtained good criteria with score 72. Teacher obtained excellent criteria with score 94 which is obtained from assessment affiliation from art and culture teacher  and  from  the  questionnaire  result  which  is  given  to  the students. And for student activity, it obtained very good criteria with score 84Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model SAVI dalam pembelajaran tari Bedana pada  kegiatan  Ekstrakurikuler di SMP  Negeri  10  Bandar  Lampung  Tahun Pelajaran  2013/2014. Subyek dalam  penelitian  ini  adalah  siswi  yang  mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler seni tari berjumlah 12 orang. Berdasarkan analisis data dapat  diketahui  bahwa  penerapan  model  SAVI  memeroleh  kriteria baik  dengan nilai 72. Penilaian aktivitas guru memeroleh kriteria baik sekali dengan nilai 94 yang  diperoleh  dari  penggabungan  penilaian  dari  guru  seni  budaya  dan  hasil angket  yang  diberikan  kepada  siswa,  sedangkan  aktivitas  siswa  memeroleh kriteria baik sekali dengan nilai 84.  Kata kunci: Penerapan, SAVI, Tari Bedana. 
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN TARI PIRING DUA BELAS DI SMA NEGERI 1 KALIREJO LAMPUNG TENGAH Devi Nurmalasari; Fitri Daryanti; Muhammad Fuad; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.957 KB)

Abstract

AbstractThe objektives of this reseach are to describe the use of the use of stad type of cooperatif model on learning and to describe the result of studen in achievement tari piring dua belas at class XII IPA 2 in SMA Negeri 1 Kalirejo.The research method was descriptive qualitative. The theory which is use were learning and STAD type of cooperative model. The sources of this research were the teacher of arts and culture and the students of class XII IPA 2 which consists of 35 student. The data collecting techiques which is use was observation, dokumentation in form of photo and field note, interview which was done with the teacher of arts and culture and student, practice test and obsevation, student activity, and the observasion of teacher activity.In conducted STAD type of cooperative model on learning tari piring dua belas.. Teacher divide the student into several groups, by using lottery and be define the leader of each group. During th steps and the axact gesture teacher learning process, each group looks antusis in demonstrating tari piring dua belas, but in the implementation still having the weakness that is students still depend the leader of their group.The result of students learning in demonstrating tari piring dua belas at SMA Negeri 1 Kalirejo, include on the category good. It is consider from the students dance ability on each aspects in remembering the gesture steps, include on the category good. The use of property (plate) include on the category very good. The exact gesture with the music include on the category good.Key word : model cooperatif, result, education, tari piring dua belas
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 BAKAUHENI Maria Regina Maharani; Muhammad Fuad; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.179 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the process and learning outcome of halibambang dance on Extracurricular activity at SMPN 2 Bakauheni. This type of research is qualitative descriptive. Source of data in this study were teachers, 10 students, and halibambang dance. Data collection technique that were used are observation, interview, documentation, and testing practice. Application of the method demonstration and students activity were done well by teacher and students in accordance with the stages contained. Results of assessment test based on practice memorizing aspects of motion gets an average value of 92. While accuracy aspect of Motion with Music gets an average value of 60. So the overall average score gets 76 with good criteria because students are able to demonstrate halibambang dance using music properly. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari halibambang pada kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Bakauheni. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, 10 siswi, dan tari halibambang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Penerapan metode demonstrasi dan aktifitas siswa terlaksana dengan baik oleh guru dan siswa sesuai dengan tahap-tahap yang terkandung. Hasil penilaian tes praktik berdasarkan aspek Hafalan ragam Gerak mendapat rata-rata nila 92, sedangkan aspek Ketepatan Gerak dengan Musik mendapat rata-rata nilai 60. Jadi rata-rata nilai secara keseluruhan mendapat 76 dengan kriteria baik karena siswa mampu memeragakan tari halibambang menggunakan musik dengan baik dan benar.. Kata kunci : ekstrakurikuler, metode demonstrasi, dan tari halibambang,
PEMBELAJARAN GERAK DASAR TARI LAMPUNG MENGGUNAKAN MODEL GERLACH DAN ELY DI SMA Ferlita Rora Sumeta; Agung Kurniawan; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.717 KB)

Abstract

The purpose of the research was to describe the process and the outcomes of learning using Gerlach and Ely model. The researcher used descriptive qualitative research design .Population and the samples of the research were the teacher and 27 students grade XI MIPA 1 of SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Techniques that were used to collect the data were observation, interview, practice test, and non-practice test. The researcher applied Gerlach and Ely model on the learning of basic motion of Lampung dance from the first meeting to the end of the research. Evaluation was based on two aspect; wiraga (gesture) and wirasa. Beside that, the researcher gave the evaluation of teaching learning process on every meeting. The result of this research by using Gerlach and Ely model showed that the assesment of all aspects from Lampung dance motion got fairly-good predicate with an average value of 65.1.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran dengan menggunakan model Gerlach dan Ely. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh adalah guru tari SMA Negeri 9 Bandar Lampung dan 27 siswa XI MIPA 1. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data : observasi, wawancara, dokumentasi, tespraktik dan non-tes. Model Gerlach dan Ely diterapkan pada pembelajaran gerak dasar tari Lampung dari pertemuan pertama hingga akhir. Penilaian diberikan melalui dua aspek yaitu wiraga dan wirasa. Selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran gerak dasar tari Lampung dengan menggunakan model Gerlach dan Ely menunjukan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian gerak dasar tari Lampung mendapat criteria cukup dengan rata-rata nilai 65,1.Kata kunci : model Gerlach dan Ely, pembelajaran, tari Lampung