Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TPS DALAM PEMBELAJARAN TARI DI SMA N 12 BANDAR LAMPUNG Eka Putrika Mutia; Fitri Daryanti; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.413 KB)

Abstract

This research aims to describe how to implementation of Cooperatif Learning. Model TPS and the learning outcome of Bedana dance lessons learned in extracurricular activities in SMAN 12 Bandar Lampung. this research used a qualitative descriptive method. Technique that used to collect the data are observation, interview, field notes, documentation, tes of dance and non test. Based on qualitative analisis of the observasion sheets from the achievement of cooperative learning using TPS type can be seen 1)think, students is categorized as very good (85). 2) pair, students is categorized as very good (80). 3) share, students is kategorized as very good (100). For the observation individual practice tests sheets 1 and  2, can be seen the average value that gets by all of students is categorized as very good (82). But from the students activities can be seen the average value as  a good  criteria (85). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimanakah penerapan model kooperatif tipe TPS dan bagaimanakah hasil pembelajaran tari Bedana pada kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 12 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, tes praktik dan non tes. Hasil  pengamatan pencapaian proses pembelajaran  menggunakan model kooperatif tipe TPS dapat diketahui bahwa 1) Think, siswa tergolong kriteria baik sekali (85). 2) Pair, siswa tergolong kriteria baik sekali (80). 3) Share, siswa  tergolong kriteria baik sekali (100). Untuk hasil lembar pengamatan tes praktik individu 1 dan 2, dapat diketahui rata-rata nilai yang didapat seluruh siswa tergolong dalam kriteria baik sekali (82). Sedangkan ditinjau dari aktivitas siswa didapat kriteria baik sekali (85).     Kata kunci: pembelajaran, tari Bedana, TPS.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMAN 1 SEPUTIH MATARAM Evi Kristianingsih; Fitri Daryanti; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.278 KB)

Abstract

This research aimed to describe the process and to know the result of bedana dance learning process by using cooperative learning model type STAD. This research used descriptive qualitative research with the sources of the data were teacher and students. Technique used to collect the data in this research were observation, interview, and documentation. The learning process showed some disagreement with the choosen learning model, that was formating the group. The learning result showed that there are 6 students who cannot dance good in the bedana dance, not only be seen from remembering the movement but also the compatibility between the dance and the music.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan mengetahui hasil pembelajaran tari bedana menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data guru dan siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pembelajaran dengan model pembelajaran tipe STAD sudah dilaksanakan oleh guru dengan tahapan : pembentukan kelompok, penyajian materi, kegiatan kelompok, pelaksanaan ujian, evaluasi ujian dan kesimpulan. Hasil pembelajaran menunjukan adanya 6 siswa yang tidak mampu menarikan tari bedana dengan baik dari segi hafalan gerak dan kesesuaian tari dengan iringan musik.Kata kunci : pembelajaran, tari bedana, model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
PEMBELAJARAN GERAK TARI SIGEH PENGUTEN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 2 Rizki Faradila; Fitri Daryanti; Muhammad Fuad
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.331 KB)

Abstract

The problem of this reaserch is how learning to dance of sigeh penguten in extracurricular activities SD Negeri 2 Labuhan Ratu 1. This study aims to describe how learning and learning outcomes dance of sigeh penguten. Methods used in this study is a field study and literature. Whereas the approach taken in this reaserch is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. Results of this study indicate that during the process of learning sigeh penguten dance teachers using methods of modeling, demonstration, and practice. Students learning to learning sigeh penguten dance in extracurricular activities are included in the category of pretty. While the average value obtained at the time of assesment sigeh penguten was 73.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran gerak tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SD Negei 2 Labuhan Ratu 1. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran dan hasil pembelajaran gerak tari sigeh penguten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dan kepustakaan. Pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran tari sigeh penguten guru menggunakan metode pemodelan, demonstrasi, dan latihan. Hasil belajar siswa terhadap pembelajaran gerak tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler termasuk dalam kategori “cukup” dengan nilai rata- rata yang diperoleh pada saat penilaian menari sigeh penguten adalah 73.Kata kunci: ekstrakurikuler, pembelajaran, tari sigeh penguten
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 BAKAUHENI Maria Regina Maharani; Muhammad Fuad; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.502 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the process and learning outcome of halibambang dance on Extracurricular activity at SMPN 2 Bakauheni. This type of research was qualitative descriptive. Source of data in this study were teachers, 10 students, and halibambang dance. Data collection technique that were used are observation, interview, documentation, and testing practice. The application of the demonstration method and students activity were done well by teacher and students in accordance with the stages contained. The results of assessment practice test based on memorizing aspects of motion got an average value of 92. While accuracy aspect of Motion with Music got an average value of 60. So the overall average score got 76 with good criteria because students were able to demonstrate halibambang dance using music properly. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari halibambang pada kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Bakauheni. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, 10 siswi, dan tari halibambang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Penerapan metode demonstrasi dan aktifitas siswa terlaksana dengan baik oleh guru dan siswa sesuai dengan tahap-tahap yang terkandung. Hasil penilaian tes praktik berdasarkan aspek Hafalan ragam Gerak mendapat rata-rata nila 92, sedangkan aspek Ketepatan Gerak dengan Musik mendapat rata-rata nilai 60. Jadi rata-rata nilai secara keseluruhan mendapat 76 dengan kriteria baik karena siswa mampu memeragakan tari halibambang menggunakan musik dengan baik dan benar. Kata kunci : ekstrakurikuler, metode demonstrasi, dan tari halibambang,
PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMP WIRATAMA KOTAGAJAH Tanjung Asmara; Agung Kurniawan; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.149 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the process  and  the result of Bedana  dance learning in extracurricular activity at JHS Wiratama Kotagajah by using Cooperative learning  method, GI type. This study used  descriptive  qualitative  research. The sources of data taken in this research were dance trainer and students who join in extracurricular activity. The data collecting technique were participant observation, interview, documentation, and practical test. The steps in using Group investigation method were arranging the students into group, planning the assignment that would be learnt, conducting  investigation, preparing the  final  report, presenting the final report, and evaluating. The evaluation was given based on four aspects such as wiraga, wirama, wirasa, and memorizing the kind of movement. Besides, the students’  learning  activity in every meeting was also evaluated. The results of Bedana dance learning through  cooperative learning method, investigation group type showed that some  students from all evaluation aspects of Bedana dance got enough criteria with the average score was 70.77. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari Bedana pada kegiatan ekstrakurikuler  di  SMP  Wiratama  Kotagajah menggunakan metode cooperative learning tipe GI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelatih tari dan siswi yang mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data  yang digunakan  adalah observasi  partisipan, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Langkah-langkah penggunaan metode group investigasi, mengatur siswa ke dalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi.Penilaian diberikan  melalui  empat  aspek  yaitu  wiraga, wirama,  wirasa  dan  hafalan  ragam gerak, selain itu juga penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran tari Bedana dengan menggunakan metode cooperative learning tipe group investigasi menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari Bedana mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 70,77.  Kata kunci: pembelajaran, penilaian, tari bedana.
MANAJEMEN PERTUNJUKAN DALAM PAGELARAN TARI KREASI SISWA KELAS XII DI SMAN 1 KOTAGAJAH Dian Astrini; Fitri Daryanti; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.713 KB)

Abstract

The problem of this research was to manage the performance the show of dance creation for the third grade students in SMAN 1 Kotagajah, Central Lampung. The purpose of research is to describe the performance management in the show of dance creation for the third grade students in SMAN1 Kotagajah. The research method was descriptive qualitative. The research teory were the performance management and the dance show. The data resource were the dance teacher, the third grade students, the committee of organization show, and the audience. The data of collecting technique were the observation of participant, interview, inquiry, and study documentatation. The result showed that the management which has been used to manage the show of dance creation for third grade students in SMAN 1 Kotagajah using the management fuctions, such as planning, organizing, actuating, controlling.Permasalahan dalam penelitian ini ialah manajemen pertunjukan dalam pagelaran tari kreasi siswa kelas XII di SMAN 1 Kotagajah Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pertunjukan dalam pagelaran tari kreasi di SMAN1 Kotagajah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu manajemen pertunjukan dan pagelaran tari. Sumber data penelitian ini adalah guru seni tari, siswa kelas XII, panitia  pagelaran dan penonton. Teknik pengumpulan data  menggunakan observasi berpartisipasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang dipergunakan untuk mengelola pagelaran tari kreasi kelas XII di SMA Negeri 1 Kotagajah menerapkan aspek-aspek manajemen, seperti perencanaan pertunjukan, Mengorganisasi pertunjukan, pelaksanaan pertunjukan, dan pengawasan pertunjukan.Kata kunci : manajemen pertunjukan, pagelaran, tari kreasi
THE USE OF AUDIO VISUAL MEDIA ON LEARNING SIGEH PENGUTEN DANCE AT IV B CLASS OF SD NEGERI 1 BANDAR AGUNG NOVITA WATI; fitri daryanti; muhammad fuad; susi wedhyaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.094 KB)

Abstract

The objective of this research is to describe the use of audio visual median and students’ achievement on the learning of sigeh penguten dance at IV B class of SD Negeri 1 Bandar Agung.The research method which is used was descriptive qualitative through the theory that is used was the learning, media of learning and audio visual media. The source of the data in this research were the teacher of arts and culture and the students at IV B class who are following the learning of sigeh penguten dance which consist of 15 students. The data collecting techniques which are used were observation, documentary in form of field note, photo and video, interviewing the arts and culture teacher and students, research instrument in form of test and practice and monitoring students’ activities and monitoring teacher’s activities.The result of this research shows that the implementation of the learning of sigeh pengunten dance through learning media begin with teacher prepare the laptop, LCD, and sound system. Then, teacher shows the video of sigeh penguten dance which consists of three views that is, the video of basic movement technique, the video of basic movement series, and the video view of the complete dance with the music, make up, and costume. After that the teacher shows the video of movements technique first, after the students are able to remember the movement series of the teacher, teacher shows the video views of the complete dance with music, make up, and costume to make the students are able to remember the movement in accordance with the music along the dance. The views of video sigeh penguten dance have done repeatedly until the students really remember it. In learning, the students were more head for the video of sigeh peguten dance therefore the students’ dance movements only limited on the remembering the steps of movement series and were not following the true technique.Consequently, the result the students learning achievement in sigeh penguten dance at SD Negeri 1 Bandar Agung in the category of less good. Seeing from the ability of students’ dance in each aspects of movements technique belonging to less good that is on the technique of the students’ head movement, students are able to modeling the head movement with the exact technique’ appropriate with the video of sigeh penguten dance but the level of false 3-4 times, on the technique of students’ hand movement exactly appropriate with the video of sigeh penguten dance but with the level of false 5-6 times. The memorization of the movement steps included on the category good that is the students are able to modeling the series of movement dance from the first of movement series until2the end but in level of false 1-2 times. The accuracy movement with the music included in category less good that is the students are modeling movement dance 5-6 times late or before the music and were not appropriate with the tempo, rhythm and the calculation in each movement steps.
PENERAPAN VISUAL-AUDITORY- KINESTETIK DALAM TARI MELINTING PADA EKSTRAKURIKULER SMPN 1 SEKAMPUNG UDIK Bambang Sutejo; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.454 KB)

Abstract

The problem in this research was how the process and outcomes of melinting dance using VAK (visual-auditory-kinesthetic) in extracurricular activities Junior High School seven grade 1 Sekampung Udik. The theory used was VAK learning theory (visual-auditory-kinesthetic) on melinting dance. This type of research was a qualitative descriptive. Sources of data in this study were teacher, 12 students, and shapes of melinting dance. Data collection techniques source used were observation, interviews, and documentation. Procedures were using approach VAK (visual-auditory-kinesthetic), first give the materials. second, teachers demonstrate motion. third, gives the opportunity to the students to practice. fourth, evaluation. The evaluation was given based on four aspects such as wiraga, wirama, wirasa, and memorizing the kind of movement. Learning outcomes melinting dance can be seen that the average student getting sufficient criteria with an average value of 69.58Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tarimelintingmenggunakan VAK (visual-auditori-kinestetik) pada kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Sekampung Udik. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran VAK (visual-auditori-kinestetik) pada tarimelinting. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, 12 siswa, dan ragam gerak tari melinting. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur penggunaan pendekatan VAK (visual-auditori-kinestetik), pertama menyampaikan materi. kedua, guru mendemonstrasikan gerak. ketiga memberi kesempatan kepada siswi berlatih. Keempat, evaluasi. Penilaian diberikan melalui empat aspek yaituwiraga, wirama, wirasadan hafalan ragam gerak. Hasil pembelajaran tarimelintingdapat diketahui bahwa rata-rata siswi mendapatkan kriteria cukup dengan rata-rata nilai 69,58.Kata kunci: pembelajaran, pendekatan VAK, tari melinting.
Students' Perception on the Use of Kahoot as a Learning Media Ana Rusmardiana; Dian Wardiana Sjuchro; Dewi Yanti; Fitri Daryanti; Akbar Iskandar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.279 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.2139

Abstract

This study analyzes students' perceptions of Kahoot as a learning evaluation medium. This type of research is descriptive quantitative. The sample in this study was 68 grade 8 junior high school students. Data was collected through a questionnaire with the help of Google Form. Then the data is interpreted and analyzed to see the usefulness of Kahoot! in learning. The results showed that as many as 71.6% of students agreed that Kahoot increased student motivation in the good category; 91.7% of students agree that Kahoot improves learning effectiveness in the very good category; and 81.2% of students agree that Kahoot improves students' knowledge in the good category. Thus students' perceptions of learning motivation, learning effectiveness, and student knowledge can be increased with Kahoot. Therefore, it is recommended that teachers use Kahoot as an alternative media to help teachers evaluate learning
Implementasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari di SMP Negeri 11 Bandar Lampung N F Nadiya; Fitri Daryanti; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 4 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan teori belajar kognitif dan konsep pembelajaran daring. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembimbing ekstrakurikuler tari dan siswa kelas VIII yang berjumlah 10 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui tiga tahapan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler tari berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan proses kegiatan ekstrakurikuler tari yang dilakukan secara daring, dapat diketahui implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler tari tidak terlaksana secara maksimal karena keterbatasan media dan materi, serta kendala yang dialami oleh guru dan siswa, seperti sinyal yang kurang stabil pada pertemuan daring melalui aplikasi zoom menyebabkan praktik tari yang dilakukan menjadi tidak terlaksana secara maksimal. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya antusias siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari secara daring.Kata kunci: Implementasi, Pembelajaran Daring, Ekstrakurikuler Tari.