Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari di SMP Negeri 11 Bandar Lampung Fitri Daryanti; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan teori belajar kognitif dan konsep pembelajaran daring. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembimbing ekstrakurikuler tari dan siswa kelas VIII yang berjumlah 10 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui tiga tahapan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler tari berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan proses kegiatan ekstrakurikuler tari yang dilakukan secara daring, dapat diketahui implementasi pembelajaran daring pada kegiatan ekstrakurikuler tari tidak terlaksana secara maksimal karena keterbatasan media dan materi, serta kendala yang dialami oleh guru dan siswa, seperti sinyal yang kurang stabil pada pertemuan daring melalui aplikasi zoom menyebabkan praktik tari yang dilakukan menjadi tidak terlaksana secara maksimal. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya antusias siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari secara daring.  Kata Kunci : Pembelajaran Daring, Ekstrakurikuler Tari.
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai Lora Gustia Ningsih; Fitri Daryanti; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran seni budaya dikarenakan wabah covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran seni budaya di SMP negeri 1 Labuhan Maringgai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan 31 siswa kelas VIII 5 dan 24 siswa kelas VIII 7 SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data verifikasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran seni budaya dilaksanakan dengan aturan protokol kesehatan dan pembelajaran  berlangsung dengan metode blended learning, pada pembelajaran online guru menggunakan aplikasi Google classroom. Kata kunci: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Seni Budaya, Blended Learning
Dobrakan Seni Pertunjukan Virtual di Era Digital Ade Liesna Carin Aliya; Dona Rika Novalia; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni petunjukan di masa pandemi sangat berdampak sekali khususnya bagi dunia kesenian. Perubahan tersebut membuat para seniman tidak bisa mengadakan sebuah pertunjukan yang biasa nya melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. Hanya saja teknologi digitalisasi saat ini sudah sangat menguntungkan bagi sebuah pertunjukan virtual. Dimana sebuah pertunjukan virtual ini bertujuan untuk menguntungkan masyarakat tradisional khusus nya di daerah-daerah pedesaan saat ini, sehingga membantu masyarakat pedesaan akan jauh lebih luas mengetahui segala informasi dan kebudayaan yang ada khusus nya dalam bidang kesenian. Dalam kondisi saat ini seni pertunjukan virtual menjadi salah satu alternative agar tetap mengadakan sebuah seni pertunjukan secara virtual dengan menggunakan teknologi canggih yang dapat membantu berjalannya sebuah pertunjukan, sehingga revolusi pertunjukan di era digital harus dibarengi dengan pemahaman masyarakat sebagai pelaku sekaligus penikmat karya seni.Kata Kunci : Digital, Pertunjukan, Seni, Virtual
PELATIHAN KETERAMPILAN KONSELING TRAUMATIS BAGI PENDAMPING KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PRINGSEWU Ratna Widiastuti; Fitri Daryanti; Devi Sutrisno Putri; Yohana Oktariana
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.761 KB)

Abstract

Pemberitaan media massa menunjukkan banyak terjadi kasus kekerasan seksual di Pringsewu. Pelaku kekerasan seksual seringkali adalah tetangga dekat, guru di sekolah guru mengaji, guru sekolah, kakek, ayah kandung/tiri, dan pacar. Korban yang mengalami kekerasan seksual pasti akan mengalami trauma. Korban akan terganggu baik secara fisik, psikologis, dan kesehatan secara umum; dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Diantara gangguan yang dialami adalah disosiatif, depresi, hingga upaya bunuh diri. Melihat masih adanya masalah atau kendala yang dihadapi korban kekerasan seksual tersebut, maka seorang korban haruslah mendapatkan pendamping yang dapat menjaga, membantu, dan sekaligus menjadi sahabat berbagi rasa korban kekerasan seksual. Pendamping korban kekerasan seksual karenanya harus mempunyai pengetahuan yang memadai dalam mendampingi korban, sejak pelaporan kasus di kepolisian, mendapatkan visum, serta mendukung korban jika mengalami gangguan berupa trauma, PTSD, depresi, hingga keinginan atau tindakan bunuh diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ketrampilan konseling traumatis bagi pendamping korban kekerasan seksual di pringsewu ini diikuti oleh 40 relawan sosial dibidang kesehatan dan organisasi kemasyarakatan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya  peningkatan dalam hal pengetahuan mengenai adanya fakta tindak kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat sebesar 45,37%, respon umum pada masyarakat terhadap korban kekerasan seksual sebesar 12,62%, karakteristik psikologi korban kekerasan seksual sebesar 38,79%, cara mengurangi risiko menjadi korban pelecehan/kekerasan seksual 49,58, dan  pendampingan konseling traumatis yang dilakukan untuk membantu korban kekerasan seksual sebesar 74,41%.Kata Kunci : pendamping korban kekerasan, kekerasan seksual, konseling traumaDoi: https://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v1i1.19-25
ANALISIS MATA KULIAH PRAKTIK SAAT PEMBELAJARAN DARING Fitri Daryanti; Nabila Kurnia Adzan; Goesthy Ayu M.D.L
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p17-32

Abstract

Di masa pandemi covid 19, seluruh lembaga pendidikan menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembelajaran daring pada mata kuliah praktik dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Sumber data dalam penelitian berupa dokumen perkuliahan praktik, metode dan strategi pembelajaran praktik, media dan produk pembelajaran, sarana-prasarana pembelajaran daring, hasil pengamatan serta wawancara terhadap para responden, yaitu mahasiswa program studi pendidikan tari FKIP Unila, dosen pengampu mata kuliah (evaluator internal), dan rekan sejawat (evaluator eksternal). Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa pembelajaran melalui sistem daring sulit diterapkan pada mata kuliah praktik, terutama pada praktik tari. Pelaksanaan pembelajaran menujukan hasil yang kurang maksimal, dilihat dari aspek konteks-input-proses-produk. Hasil evaluasi kontek menunjukan bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran pengampu mata kuliah (peer grup) meskipun telah berkoordinasi untuk menentukan materi dan metode yang tepat melalui LMS. Namun, tidak sepenuhnya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi input menunjukkan permasalahan pada sarana dan prasarana yang didukung oleh jaringan internet serta gawai yang digunakan belum sepenuhnya support dengan sistem yang digunakan. Evaluasi proses menunjukan bahwa video yang digunakan tidak jelas dan memiliki keterbatasan pada sudut pandang yang lain, dosen dan mahasiswa belum semuanya menguasai sistem yang digunakan dengan baik. Evaluasi produk menunjukan bahwa rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa berkategori cukup dan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring secara sinkronous dan asinkronous tidak dapat diterapkan di semua jenis mata kuliah praktik, diperlukan perkuliahan dengan sistem blended.
Digitalisasi Tari Tradisi: Strategi Untuk menghadapi Tantangan Abad 21 Fitri Daryanti; Muhammad Jazuli; Totok Sumaryanto; Hartono Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi mempengaruhi minat siswa dalam mempelajaritari tradisi, artikel ini bertujuan untuk mengetahui digitalisasi tari tradisi dapat menumbuhkan minat dankecintaan siswa terhadap seni tari sebagai upaya pelestarian tari tradisi. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan catatanharian penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa digitalisasi tradisi dilakukan dengan memanfaatkanandroid melalui teknologi augmented reality dan virtual reality. Digitalisasi dilakukan sebagai bentukpelestarian tari tradisi di era revolusi industry 4.0, menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan,menumbuhkan minat, mengenalkan literasi digital, pengenalan terhadap budaya lain, serta menumbuhkankreativitas siswa.
IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED LEARNING ON CULTURAL ARTS SUBJECTS IN SENIOR HIGH SCHOOL: IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Daryanti, Fitri; Wendhaningsih, Susi; Gustia ningsih, Lora
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v7n1.p97-106

Abstract

The purpose of this research is to identify the implementation of differentiated learning in cultural arts subjects at SMAN 2 Kalianda. This research is a qualitative research, data collection was conducted through observation, interview, and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman interactive data analysis, starting from the reduction, display, and conclusion stages. Based on data analysis, the results show that differentiated learning is carried out by teachers using several steps, the first step is the teacher mapping the learning needs of students by analyzing three aspects of students' learning readiness, learning styles, and digging up information about students' interests. The second step is to design a learning strategy using the peer tutor method. Step three teachers carry out learning in accordance with the differentiated learning implementation plan that has been made, using the content differentiation approach, process differentiation and product differentiation. Step four teachers evaluate and reflect on learning to determine the achievement of learning objectives. The implementation of differentiated learning is very important and appropriate to be applied in SMAN 2 Kalianda which is located in the coastal area with different economic backgrounds, characteristics, socio-cultural conditions. The impact of the implementation of differentiated learning in this school shows that, students who have indigenous cultural background become motivated to learn the material, this can be seen from the implementation of content, process, and product differentiation. The results vary according to the learners' characters, learners are happy to get attention from the teacher, and learners' learning needs are well facilitated.
Tari Khakot: Seni pertunjukan tradisi masyarakat Lampung sebagai wadah pembentukan nilai karakter Peserta didik Daryanti, Fitri; Saputra, Beni
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 23, No 1 (2022): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.55 KB) | DOI: 10.23960/aksara/v23i1.pp57-67

Abstract

Seni pertunjukan yang dimiliki masyarakat Lampung sangat beragam dan memiliki nilai filososi bagi masyarakatnya. Tari khakot merupakan salah satu seni pertunjukan tari yang berasal dari masyarakat Lampung yang selalu dihadirkan saat upacara adat. Perkembangan dan pertumbuhan seni pertunjukan tersebut selalu difungsikan oleh masyarakatnya karena memiliki nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap tentang nilai-nilai yang terkadung dalam seni pertunjukan tari tersebut. Fenomena ini sangat menarik untuk dikaji dari perspektif nilai budaya masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diperoleh hasil, bahwa tari khakot merupakan seni pertunjukan arak-arakan sebagai salah satu bagian rangkaian iring-iringan dari rombongan pengantin. Tari khakot memiliki nilai pendidikan untuk membentuk karakter bagi masyarakat Lampung terkhusus bagi generasi muda. Nilai karakter tangguh, tanggungjawab, dan bijaksana dapat dilihat dari ragam gerak, properti, dan musik pengiringnya. 
Pelatihan Penguatan Literasi dan Numerasi pada Guru-Guru di SMP Tunas Bangsa Kabupaten Lampung Tengah Fitri daryanti; Dwitya Juwita; Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari; Nabila Kurnia Adzan
Nuwo Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening Literacy and Numeracy is very important to do, to achieve learning goals. Efforts to improve literacy and numeracy are carried out starting with the teacher. The use of media based on the surrounding environment, strategic learning, making teaching materials and materials needs to be improved. The purpose of this service activity is to increase the literacy and numeracy of teachers in the 3T area as one of the school targets in the Teaching Campus program. This activity uses the method of discussion and question and answer, the results of this activity show that the new teacher understands the material and implements the teaching material using literacy and numeracy. The steps taken by the service team are starting with compiling materials, strategies, media that can be used to improve Literacy and Numeracy through appropriate environment-based learning resources for student Literacy and Numeracy activities; using the right strategy to build student literacy and student numeracy. This was only understood by the teacher when he received training. It is important to conduct outreach and training to strengthen literacy and numeracy for teachers in schools in the 3T areas.
Form of Urban Dance in Bandar Buyut Village Gunung Sugih District Central Lampung Regency Agus, Zulfa; Daryanti, Fitri; Mariana Devi Lestari, Goesthy Ayu
Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/thnj2205

Abstract

This study aims to describe the form of the Bandaran dance in Bandar Buyut Village. The Urban Dance is a tribute dance for  the Bandar Pak dancers as well as the opening dance  of the cangget night  event and is presented at the begawi cakak pepadun event during the night of cangget. This study uses a qualitative descriptive approach and data collection techniques carried out through observation, interviews and documentation. The results of the research are in the form of data analysis using textual study theory by Sumandiyo Hadi. The form seen in the Kebandaran dance consists of the following elements: danced by four men with the status  of traditional dancers, has a variety of movements with a rectangular and circular floor pattern, accompanied by a tuyun rain type of percussion  using the musical instruments talo lunik, talo balak, raragan talo lunik, bendei and  gung. The clothes used are kawai logs, pieces, punduk and head makeup using tijjang skullcaps and nupai cloth. The settings used are  in the form of a rarang cage, cloud telapah, tajalan and four umbrellas in white, yellow, red and black. The structure of this dance is divided into three parts, namely the beginning, the middle and the end. The duration of this dance is determined by  the bengali committee and  the  place where the Bandaran dance is carried out in the perverted nuwo or the yard  of the prospective perverted house  called the perverted nijjangken.