Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus lanatus) di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Erma Dwi Amelia; Joko Sutrisno; Dewi Hastuti; Sri Wahyuningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.511

Abstract

Semangka merupakan komoditi tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif oleh petani semangka di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Penentuan sampel daerah menggunakan metode purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan kajian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya Rp 2.703.203/MT dengan rata-rata penerimaan Rp 5.320.000/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.616.172/MT. Sedangkan rata-rata total biaya Rp.13.516.015/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 26.600.000/Ha dan rata-rata pendapatan Rp 13.083.985/Ha. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, dan pestisida. Uji F menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dengan nilai signifikan 0,001, pupuk NPK dengan nilai signifikan 0,001, dan pestisida dengan nilai signifikan 0,077. Sedangkan untuk variabel yang berpengaruh secara tidak nyata yaitu benih dengan nilai signifikan 0,215, dan pupuk urea dengan nilai signifikan 0,268. Berdasarkan analisis data koefisien determinasi (R2) adalah 0,918 artinya 91,8% naik turunnya pendapatan usahatani semangka dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang ada di penelitian ini dan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
URBAN FARMING PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK CAIR ORGANIK DI KOTA SURAKARTA Indah Nurhidayati; Joko Sutrisno; Agustono Agustono; Refa’ul Khairiyakh; Amalia Nadifta Ulfa; Rhina Uchyani F
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v6i2.933

Abstract

Kecamatan Jebres merupakan salah satu kecamatan padat penduduk di Kota Surakarta. Hal ini menyebabkan tidak adanya lahan pertanian yang tersedia di wilayah tersebut. Solusi terhadap permasalahan ini adalah dengan menginisiasi kampung hijau yang bekerjasama dengan PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. Kegiatan ini berbasis urban farming yang memiliki tujuan akhir peningkatan ekonomi dan ekologi di wilayah Jebres. Urban farming dilakukan melalui penyuluhan pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dengan teknik ember tumpuk. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah penyuluhan partisipatif. Kegiatan pegabdian dilaksanakan di Gedung Serbaguna Gendingan Jebres yang diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi POC. POC siap dipanen setelah dua bulan sejak sampah pertama kali diproses dengan metode ember tumpuk. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020, dimana pada Oktober 2020 mitra telah dapat memanen POC. POC digunakan dengan komposisi tiga sendok POC untuk satu liter air. POC ini dapat diproduksi lebih lanjut dan berguna untuk meningkatkan perekonomian mitra. Selain itu, POC juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman yang berdampak pada membaiknya lingkungan mitra.  Abstract. Jebres is one of the densely populated districts in Surakarta. This causes no land for agriculture in the area. The solution is to initiate a green village in collaboration with PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. This activity is based on urban farming which has purposive to improving the economy and ecology in the Jebres. Urban farming is implemented through the agricultural extension on processing agricultural waste and household waste into liquid organic fertilizer (POC) using the stacked bucket technique. The method uses a participatory extension. The activities are held at the Gendingan Jebres Building began with an explanation of waste management. Then this activity continued with the practice of processing agricultural waste and household waste into POC. POCs are ready to be harvested after two months since the waste was first processed using the stacked bucket technique. This activity is held from August to October 2020, and in October 2020 participants can harvest POC. POC is used with a composition of three POC spoons for one liter of water. This POC can be produced further and is useful for improving the participant's economy. In addition, POC can also be used as plant fertilizer which has an impact on improving the participant's environment.
Poverty Analysis of Cassava Farmers in Wonogiri Regency, Indonesia Arbianti Arbianti; Endang Siti Rahayu; Joko Sutrisno
Sosiohumaniora Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i2.40314

Abstract

Poverty is a central issue in development programs in Indonesia. Most people still depend on agriculture for their livelihoods with relatively low productivity and business income, so poverty are common in rural areas. Most of the Wonogiri residents work in agriculture, where one of the superior products is cassava, the largest producer in Central Java. Poverty reduction in agriculture is a critical factor in reducing poverty in Indonesia. This study examined the poverty status and determinants affecting the poverty status of cassava farmers in Wonogiri Regency, Indonesia. Purposive sampling techniques were used in 120 cassava farmers in Wonogiri Regency. Primary data were obtained with the aid of well-structured questionnaires and interviews. The data were analyzed using Foster-Greer Thorbecke (FGT) index and logistic regression (logit). The result of Foster Greer-Thorbecke's (FGT) analysis showed that headcount index (P0) was 0,3417, poverty gap index (P1) was 0,2092, poverty severity index (P2) was 0,1280. The logistic regression (logit) showed that determinants of the poverty status of cassava farmers were education, land area, household size, and farming experience. There needs to be an increase in education, land area, farming experience, and reduce the number of family dependents with family planning government programs.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Dimsum Uma Yum Cha di Kota Surakarta Nataya Nirmala Putri; Joko Sutrisno; Mei Tri Sundari
Agricultural Socio-Economic Empowerment and Agribusiness Journal Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrisema.v2i1.73867

Abstract

The increase in public interest in consuming ready-made foods such as street food culinary and the number of street vendors in the food or beverage sector is quite high in Surakarta City making more diversity of consumer tastes in choosing snacks, one of the street foods is Uma Yum Cha dim sum. It is necessary to know about consumer preferences so that business owners are able to meet consumer expectations to provide satisfaction to consumers. This study aims to determine consumer preferences and what attributes are considered by consumers in purchasing Uma Yum Cha dim sum in Surakarta City.  Sampling using purposive sampling method with 100 respondents. The analysis methods used are chi-square analysis and fishbein multiattribute analysis. The results showed that the categories of each attribute of Uma Yum Cha dim sum that became consumer preferences included dim sum with a slightly spicy savory taste, a quantity of 4 pcs, a soft texture, medium dim sum size, and promotion through internet media and the most considered attribute by consumers in purchasing Uma Yum Cha dim sum consecutively are taste, texture, quantity, size, and promotion
Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen dalam Mengonsumsi Produk Minuman Kopi di Coffee Shop Studi Kasus Sekutu Kopi Putri, Vimala Dewi Sakya; Sutrisno, Joko; Widadie, Fanny
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i2.23918

Abstract

Abstract : This study aims to determine costumer satisfaction and loyalty in consuming coffee beverage products in the coffee shop case study at Sekutu Kopi Solo. The basic research method is descriptive. The research located at Sekutu Kopi Solo. Sampling using purposive sampling method. The number of research samples is 102 respondents. The data used are primary data and secondary data. Data collection was carried out using questionnaires and interviews. The data analysis method used are descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM) analysis. Data processing in this study used the SmartPLS version 3 software. The results showed that Sekutu Kopi costumers based on gender were dominated by male costumers, based on age dominated by the age range of 20-24 years, based on domicile dominated by respondents from Surakarta and surrounding areas , based on education level dominated by respondents with the last education level of high school, based on work dominated by students, and based on income dominated by income of more than IDR3,500,000.00. Research shows service, price, and taste variables have a positive and significant effect on costumer satisfaction. The costumer satisfaction variable has a positive and significant effect on costumer loyalty. Service, price, and taste variables have a positive and significant impact on costumer loyalty. Service, price, and taste variables have a positive and significant effect on costumer loyalty partially mediated by customer satisfaction.Keywords: satisfaction, loyalty, coffee shop Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan dan loyalitas konsumen dalam mengonsumsi produk minuman kopi di coffee shop studi kasus di Sekutu Kopi Solo. Metode dasar penelitian yaitu deskriptif. Lokasi penelitian yaitu Sekutu Kopi Solo. Pengambilan sampel meggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 102 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi perangkat lunak SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Sekutu Kopi berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh konsumen laki-laki, berdasarkan usia didominasi oleh rentang usia 20-24 tahun, berdasarkan domisili didominasi oleh responden asal Surakarta dan sekitarnya, berdasarkan tingkat pendidikan didominasi oleh responden dengan tingkat pendidikan terakhir SMA, berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pelajar/mahasiswa, dan berdasarkan pendapatan didominasi oleh pendapatan lebih dari Rp3.500.000,00. Penelitian menunjukkan variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen dimediasi dengan kepuasan konsumen secara parsial.Kata Kunci : kepuasan, loyalitas, kedai kopi
Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di UMKM Keripik Singkong Kabupaten Bojonegoro Nisa Puritan; Joko Sutrisno; Umi Barokah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i3.7906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja di UMKM keripik singkong Kabupaten Bojonegoro. Sektor pertanian, salah satunya budidaya singkong, memiliki peranan penting dalam perekonomian lokal Kabupaten Bojonegoro karena menghasilkan 102.120 ton singkong tahun 2017. Pengolahan singkong menjadi keripik singkong dianggap strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperpanjang masa simpan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Baureno dan Kecamatan Ngasem dengan menggunakan purposive sampling untuk memilih beberapa UMKM Keripik Singkong dalam produksi keripik singkong. Untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja di UMKM keripik singkong di Kabupaten Bojonegoro, dalam penelitian ini menggunakan analisis perhitungan hari orang kerja HOK yang dibutuhkan dalam setiap tahapan proses produksi keripik singkong. Penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM keripik singkong memerlukan total 339,44 jam kerja atau 48,49 HOK per bulan, dengan mayoritas penyerapan tenaga kerja berasal dari luar keluarga, yaitu 193,38 jam atau 27,63 HOK. Tenaga kerja perempuan memegang peranan dominan, mencapai 279,04 jam atau 39,86 HOK. Tahapan produksi yang paling membutuhkan tenaga kerja adalah proses penjemuran dan pengemasan. UMKM keripik singkong melakukan produksi rata-rata 13 kali per bulan, dengan durasi setiap produksi sekitar 3 hari. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa UMKM keripik singkong berpotensi mengurangi tingkat pengangguran dan berkontribusi pada peningkatan lapangan pekerjaan. Saran dari penelitian ini adalah agar pemerintah daerah memberikan pelatihan keterampilan bagi pekerja, termasuk teknik produksi efisien dan manajemen bisnis bagi pemilik UMKM, meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui upah yang adil dan kondisi kerja layak, serta memfasilitasi akses modal dengan kredit bunga rendah atau subsidi. Selain itu, pengembangan infrastruktur lokal dan promosi produk UMKM di pameran diharapkan dapat memperluas akses pasar. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.