Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Increasing the Agribusiness Competence of Pepper Farmers in the Border Area of West Kalimantan Komariyati Komariyati; Endang Siti Rahayu; Mulyanto Mulyanto; Joko Sutrisno
Journal of the Community Development in Asia (JCDA) Vol 5, No 2 (2022): Journal of the Community Development in Asia (JCDA)
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.484 KB) | DOI: 10.32535/jcda.v5i2.1497

Abstract

ABSTRACTThis study aims to formulate an extension model for pepper farmers to improve agribusiness competence. The research method uses quantitative. The population is farmers in 14 (fourteen) sub-districts of the West Kalimantan Border Region. The sampling technique used was multistage cluster sampling. The number of samples was 160 pepper farmers. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The data processing and analysis technique used Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study conclude that: First, to improve the competence of farmers, extension workers must pay attention to the level of formal education of farmers, the learning process, access to capital sources, and access to agribusiness facilities. Second, to improve the learning process, variables that need to be considered are farmer participation in community institutions and access to information sources. Third, to increase participation in community institutions, the variables that need to be considered are the level of formal education and motivation. Fourth, to increase motivation, the factor that needs to be considered is farming experience. Fifth, to increase access to agribusiness facilities, the variable to be considered is access to capital sources.Keywords: Competence, Learning, Education, Experience, Motivation, Participation, Access.
Influence of Participation, Information and Learning Process on Agribusiness Competence of Pepper Farmers Komariyati Komariyati; Endang Siti Rahayu; Mulyanto Mulyanto; Joko Sutrisno
Journal of International Conference Proceedings (JICP) Vol 5, No 2 (2022): BEFIC Conference Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v5i2.1692

Abstract

This study aims to analyze the effect of participation in community institutions, access to information sources and the learning process on the agribusiness competence of pepper farmers . The research method uses quantitative. The population is farmers in 14 (fourteen) sub-districts of the West Kalimantan Border Region. The sampling technique used was multistage cluster sampling . The number of samples was 160 pepper farmers. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The data processing and analysis technique used Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study concluded that: (1) participation in community institutions had a significant effect on the pepper farmer 's learning process; ( 2) access to information sources has a significant effect on the farmer's learning process ; (3) the farmer's learning process has a significant effect on the agribusiness competence of pepper farmers; (3) the farmer learning process becomes a mediating variable for the influence of participation in community institutions and access to information sources on the agribusiness competence of pepper farmers on the border of West Kalimantan, Indonesia.Keywords: Participation, Information, Learning Process, Agribusiness Competence
Aspek Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah: Perkembangan Luas panen Padi, Produktivitas Lahan, Subsidi Input, Harga Beras, Jumlah Penduduk, Produksi dan Konsumsi Beras Herning Prabayanti; Joko Sutrisno; Ernoiz Antriyandarti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.480

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Beras sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia merupakan bagian dari tradisi yang juga berperan sebagai simbol dan perekat sosial. Ketahanan pangan dapat dikatakan sebagai situasi ketika semua orang pada setiap saat memiliki akses fisik, sosial dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi agar kebutuhan preferensi pangan terpenuhi sehingga dapat hidup aktif dan sehat. Tujuan kedua dalam Sustainable Development Goals (SDGs) berupa zero hunger pada tahun 2030. Indonesia mendukung tercapainya tujuan SDGs tersebut dengan membuat prioritas atas tujuan dan target pada SDGs. Oleh karena itu, Indonesia juga harus mewujudkan ketahanan pangan terutama pada subsistem produksi beras sebagai makanan pokok utama. Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi produsen beras tertinggi harus menjaga konstribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional demi terwujudnya tujuan SDGs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan luas panen padi, produktivitas lahan, subsidi input, harga beras, jumlah penduduk, produksi dan konsumsi beras di Provinsi Jawa Tengah. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Adapun data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data panel dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan luas panen padi yang dihitung dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), produktivitas lahan, subsidi input yang berupa pupuk dan benih, harga beras berfluktuasi. Jumlah penduduk mengalami peningkatan dari tahun 2019 s.d. 2021. Konsumsi lebih kecil dari produksi beras sehingga Jawa Tengah masih mengalami surplus. Namun, Jawa Tengah tetap harus menjaga produksi beras agar dapat meningkatkan kontribusi untuk ketahanan pangan Indonesia.
Analisis Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Nurul Arifah Fauzi; Darsono Darsono; Joko Sutrisno
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.495

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah. Peran sektor pertanian menjadi unggulan dalam menyusun strategi pembangunan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sub sektor pertanian yang termasuk dalam sektor unggulan (basis) dan mengetahui pergeseran sub sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Barat dan Produk Domestik Bruto Indonesia atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha dari tahun 2016 hingga 2020. Data diolah menggunakan alat analisis location quentient (LQ) dan analisis shift share (SSA). Hasil penelitian dari analisis location quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 2 sektor basis di Provinsi Jawa Barat yaitu subsector tanaman pangan dengan nilai LQ sebesar 1,11 dan subsektor tanaman hortikultura dengan nilai LQ sebesar 1,02. Hasil analisis shift share (SSA) menunjukkan bahwa subsektor tanaman hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor perkebunan, subsektor perternakan dan subsektor perikanan memiliki pertumbuhan proporsional dengan kategori cepat.
Penerapan Harga Pokok Produksi pada Usaha Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Menggunakan Metode Full Costing di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Ayu Zulfa Sobichah; Joko Sutrisno; Istanto Istanto; Lutfi Aris Sasongko
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.502

Abstract

Kerupuk rambak kulit kerbau merupakan salah satu produk usaha industri rumahan yang berbahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau dengan perhitungan yang dilakukan produsen dan perhitungan dengan metode full costing di UMKM kerupuk rambak Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara dengan responden. Penentuan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 10 responden (produsen UMKM kerupuk rambak kulit kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menggunakan metode full costing pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau didapatkan hasil sebesar Rp158.682/kg. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh produsen kerupuk rambak kulit kerbau menggunakan metode variable costing. Perhitungan yang digunakan belum memperhitungkan biaya overhead secara menyeluruh. HPP yang didapat dari perhitungan produsen menggunakan variable costing sebesar Rp150.176. Sehingga terdapat adanya selisih antara perhitungan HPP produsen dengan HPP metode full costing. Selisih yang didapat sebesar Rp8.505. Jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu kali produksi sebesar 28 kg. Dalam satu kali produksi membutuhkan waktu 7 hari.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus lanatus) di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Erma Dwi Amelia; Joko Sutrisno; Dewi Hastuti; Sri Wahyuningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.511

Abstract

Semangka merupakan komoditi tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif oleh petani semangka di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Penentuan sampel daerah menggunakan metode purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan kajian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya Rp 2.703.203/MT dengan rata-rata penerimaan Rp 5.320.000/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.616.172/MT. Sedangkan rata-rata total biaya Rp.13.516.015/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 26.600.000/Ha dan rata-rata pendapatan Rp 13.083.985/Ha. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, dan pestisida. Uji F menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dengan nilai signifikan 0,001, pupuk NPK dengan nilai signifikan 0,001, dan pestisida dengan nilai signifikan 0,077. Sedangkan untuk variabel yang berpengaruh secara tidak nyata yaitu benih dengan nilai signifikan 0,215, dan pupuk urea dengan nilai signifikan 0,268. Berdasarkan analisis data koefisien determinasi (R2) adalah 0,918 artinya 91,8% naik turunnya pendapatan usahatani semangka dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang ada di penelitian ini dan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
URBAN FARMING PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK CAIR ORGANIK DI KOTA SURAKARTA Indah Nurhidayati; Joko Sutrisno; Agustono Agustono; Refa’ul Khairiyakh; Amalia Nadifta Ulfa; Rhina Uchyani F
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v6i2.933

Abstract

Kecamatan Jebres merupakan salah satu kecamatan padat penduduk di Kota Surakarta. Hal ini menyebabkan tidak adanya lahan pertanian yang tersedia di wilayah tersebut. Solusi terhadap permasalahan ini adalah dengan menginisiasi kampung hijau yang bekerjasama dengan PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. Kegiatan ini berbasis urban farming yang memiliki tujuan akhir peningkatan ekonomi dan ekologi di wilayah Jebres. Urban farming dilakukan melalui penyuluhan pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dengan teknik ember tumpuk. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah penyuluhan partisipatif. Kegiatan pegabdian dilaksanakan di Gedung Serbaguna Gendingan Jebres yang diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi POC. POC siap dipanen setelah dua bulan sejak sampah pertama kali diproses dengan metode ember tumpuk. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020, dimana pada Oktober 2020 mitra telah dapat memanen POC. POC digunakan dengan komposisi tiga sendok POC untuk satu liter air. POC ini dapat diproduksi lebih lanjut dan berguna untuk meningkatkan perekonomian mitra. Selain itu, POC juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman yang berdampak pada membaiknya lingkungan mitra.  Abstract. Jebres is one of the densely populated districts in Surakarta. This causes no land for agriculture in the area. The solution is to initiate a green village in collaboration with PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. This activity is based on urban farming which has purposive to improving the economy and ecology in the Jebres. Urban farming is implemented through the agricultural extension on processing agricultural waste and household waste into liquid organic fertilizer (POC) using the stacked bucket technique. The method uses a participatory extension. The activities are held at the Gendingan Jebres Building began with an explanation of waste management. Then this activity continued with the practice of processing agricultural waste and household waste into POC. POCs are ready to be harvested after two months since the waste was first processed using the stacked bucket technique. This activity is held from August to October 2020, and in October 2020 participants can harvest POC. POC is used with a composition of three POC spoons for one liter of water. This POC can be produced further and is useful for improving the participant's economy. In addition, POC can also be used as plant fertilizer which has an impact on improving the participant's environment.
Analisis Distibusi Pupuk di Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara Nabilla Gita Ratrifa; Joko Sutrisno; Setyowati -
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3329

Abstract

Kecamatan Pagedongan merupakan kecamatan yang memiliki lahan pertanian luas di Kabupaten Banjarnegara, sehingga kebutuhan pupuk baik pupuk bersubsidi dan non subsidi menjadi penting. Terjadi penurunan produksi dan produktivitas beberapa komoditas yang ada di Kecamatan Pagedongan pada tahun 2021. Kenaikan harga pupuk non subsidi yang terjadi sejak 2021 hingga kini dikhawatirkan akan semakin menurunkan produksi dan produktivitas pertanian kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses distribusi penyaluran pupuk bersubsidi maupun pupuk non subsidi, khususnya bagi pupuk produksi PT. Petrokimia Gresik dan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Distribusi yang baik dan efisien akan memberikan manfaat yang adil tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi pedagang perantara yang terlibat disepanjang saluran. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran dalam proses distribusi pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Satu saluran merupakan saluran dalam distribusi pupuk bersubsidi dan dua lainnya merupakan saluran distribusi pupuk non subsidi. Kegiatan distribusi pupuk non subsidi yang ada sudah dikategorikan efisien. Hal ini ditunjukkan dengan perhitungan persentase efisiensi pemasaran yang memenuhi kriteria kurang dari 5% bagi keseluruhan jenis pupuk non subsidi (Urea, ZA, SP 26, NPK Phonska Plus, NPK 16-16-16 Nitrat dan NPK 15-15-15). Saluran paling efisien bagi pemasaran pupuk non subsidi adalah saluran III dengan margin rendah dan persentase efisiensi pemasaran yang lebih kecil dari saluran II.
Poverty Analysis of Cassava Farmers in Wonogiri Regency, Indonesia Arbianti Arbianti; Endang Siti Rahayu; Joko Sutrisno
Sosiohumaniora Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i2.40314

Abstract

Poverty is a central issue in development programs in Indonesia. Most people still depend on agriculture for their livelihoods with relatively low productivity and business income, so poverty are common in rural areas. Most of the Wonogiri residents work in agriculture, where one of the superior products is cassava, the largest producer in Central Java. Poverty reduction in agriculture is a critical factor in reducing poverty in Indonesia. This study examined the poverty status and determinants affecting the poverty status of cassava farmers in Wonogiri Regency, Indonesia. Purposive sampling techniques were used in 120 cassava farmers in Wonogiri Regency. Primary data were obtained with the aid of well-structured questionnaires and interviews. The data were analyzed using Foster-Greer Thorbecke (FGT) index and logistic regression (logit). The result of Foster Greer-Thorbecke's (FGT) analysis showed that headcount index (P0) was 0,3417, poverty gap index (P1) was 0,2092, poverty severity index (P2) was 0,1280. The logistic regression (logit) showed that determinants of the poverty status of cassava farmers were education, land area, household size, and farming experience. There needs to be an increase in education, land area, farming experience, and reduce the number of family dependents with family planning government programs.
Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen dalam Mengonsumsi Produk Minuman Kopi di Coffee Shop Studi Kasus Sekutu Kopi Putri, Vimala Dewi Sakya; Sutrisno, Joko; Widadie, Fanny
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i2.23918

Abstract

Abstract : This study aims to determine costumer satisfaction and loyalty in consuming coffee beverage products in the coffee shop case study at Sekutu Kopi Solo. The basic research method is descriptive. The research located at Sekutu Kopi Solo. Sampling using purposive sampling method. The number of research samples is 102 respondents. The data used are primary data and secondary data. Data collection was carried out using questionnaires and interviews. The data analysis method used are descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM) analysis. Data processing in this study used the SmartPLS version 3 software. The results showed that Sekutu Kopi costumers based on gender were dominated by male costumers, based on age dominated by the age range of 20-24 years, based on domicile dominated by respondents from Surakarta and surrounding areas , based on education level dominated by respondents with the last education level of high school, based on work dominated by students, and based on income dominated by income of more than IDR3,500,000.00. Research shows service, price, and taste variables have a positive and significant effect on costumer satisfaction. The costumer satisfaction variable has a positive and significant effect on costumer loyalty. Service, price, and taste variables have a positive and significant impact on costumer loyalty. Service, price, and taste variables have a positive and significant effect on costumer loyalty partially mediated by customer satisfaction.Keywords: satisfaction, loyalty, coffee shop Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan dan loyalitas konsumen dalam mengonsumsi produk minuman kopi di coffee shop studi kasus di Sekutu Kopi Solo. Metode dasar penelitian yaitu deskriptif. Lokasi penelitian yaitu Sekutu Kopi Solo. Pengambilan sampel meggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 102 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi perangkat lunak SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Sekutu Kopi berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh konsumen laki-laki, berdasarkan usia didominasi oleh rentang usia 20-24 tahun, berdasarkan domisili didominasi oleh responden asal Surakarta dan sekitarnya, berdasarkan tingkat pendidikan didominasi oleh responden dengan tingkat pendidikan terakhir SMA, berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pelajar/mahasiswa, dan berdasarkan pendapatan didominasi oleh pendapatan lebih dari Rp3.500.000,00. Penelitian menunjukkan variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Variabel pelayanan, harga, dan cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen dimediasi dengan kepuasan konsumen secara parsial.Kata Kunci : kepuasan, loyalitas, kedai kopi