Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI KESEHATAN MASYARAKAT Rusman, Kharisma Nurul Fazrianti; Laferani, Yuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48950

Abstract

Siklus menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang terjadi secara berkala pada perempuan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk hormonal, biologis, dan psikologis. Salah satu faktor psikologis yang berpengaruh adalah kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan hormon yang mengatur fungsi reproduksi, seperti estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormon ini berpotensi menyebabkan gangguan pada keteraturan siklus menstruasi, termasuk memendeknya, memanjangnya, atau bahkan terhentinya siklus haid. Mahasiswi sebagai bagian dari kelompok usia produktif sangat rentan mengalami stres dan kecemasan akibat tekanan akademik, sosial, dan emosional, yang dapat memengaruhi kondisi hormonal dan siklus menstruasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 99 responden dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi tertentu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur tingkat kecemasan dan pola siklus menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan responden adalah 6,30. Sebanyak 35,4% mahasiswi mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Tingkat kecemasan lebih tinggi ditemukan pada kelompok dengan siklus tidak teratur, dan uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,045). Kesimpulannya, terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan keteraturan siklus menstruasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan usia muda.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan untuk Percepatan Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam Pencegahan Balita Underwieght di Kota Tasikmalaya Gustaman, Rian Arie; Setiyono, Andik; Nugrahaeni, Meita Tyas; Yutanti, Wulan Tri; Fazrianti Rusman, Kharisma Nurul; Andrias, Mohammad Ali; Destiati, Dita Ali; Ferbianti, Alika Arifiyani; Safitri, Devina Tiara
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 4, No 2 (2026): Jatibara Vol.4 No.2 Februari 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v4i2.2419

Abstract

The 2022 SSGI results showed the prevalence of underweight toddlers in Indonesia was 17.1%, with West Java at 14.2%, and Tasikmalaya City at 13%. Data from the 2023 Health Office recorded 15,804 underweight toddlers (8.43%), with the highest number of cases occurring in the Karanganyar and Cibeureum Community Health Centers. This situation emphasizes the importance of increasing the capacity of integrated health post (Posyandu) cadres in the use of anthropometric tools to ensure more accurate nutritional data. The goal is to improve cadres' knowledge and skills in monitoring toddler growth and support the acceleration of Primary Service Integration (ILP). The activity method was carried out through socialization, training, and practical simulations using standard anthropometric tools (digital scales, infantometers, stadiometers, digital sphygmomanometers, and LILA tapes) with the assistance of a team of lecturers. The activities at the Harapan Bunda and Mekarsari Posyandus were attended by Posyandu cadres, representatives from the sub-district, neighborhood associations (RT), and community associations (RW). Participants showed high enthusiasm, were able to try using the tools independently, and were more confident in recording measurement results on the Child Health Card (KMS). This program is expected to produce more accurate nutritional data to support early detection and prevention of underweight.
Peran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Kota Sehat: Intervensi Personal Hygiene dan Pencegahan Penyakit Kulit pada Santri Muharry, Andy; Laferani, Yuni; Rusman, Kharisma Nurul Fazrianti; Yutanti, Wulan Tri; Noorikhsan, Faisal Fadilla; Sjamsuddin, Irfan Nafis
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21331

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik personal hygiene santri sebagai upaya pencegahan penyakit kulit, khususnya skabies, di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hikmah dan Madrasah Aliyah Al-Hikmah, Kota Tasikmalaya. Lingkungan pesantren yang padat dan penggunaan fasilitas secara komunal menjadi faktor risiko utama terhadap munculnya masalah kesehatan kulit. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025 dengan pendekatan Participatory Learning and Action, melibatkan 47 santri dalam rangkaian kegiatan edukatif yang mencakup pre-test, penyampaian materi, post-test, simulasi penggunaan alat kesehatan, serta pembentukan kader kesehatan remaja. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan santri setelah intervensi, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 11,60 dan post-test sebesar 12,47 (p = 0,002). Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai prinsip kebersihan diri dan pencegahan skabies. Selain itu, pembentukan kader kesehatan remaja dan advokasi kepada pengelola pesantren turut memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung agenda kota sehat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Intervensi personal hygiene yang terstruktur dan partisipatif dapat menjadi model pengabdian yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup remaja di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
SITANGGAP: Edukasi Batasi Garam dan Penyedap Cegah Hipertensi di Kelurahan Tamanjaya Setiyono, Andik; Maulidi Tanjung , Muhamad Fajar; Rusman, Kharisma Nurul Fazrianti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1745

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Pada tahun 2023 jumlah penderita hipertensi diperkirakan mencapai 215.661 kasus dan menempati urutan ke 2 dari sepuluh penyakit terbanyak di kota Tasikmalaya.  Salah satunya Kelurahan Tamanjaya yang merupakan wilayah dengan tingkat kesadaran gizi masyarakat yang masih rendah dan prevalensi faktor risiko hipertensi yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengendalikan hipertensi melalui pendekatan edukatif SITANGGAP (Batasi Takaran Garam dan Bumbu Penyedap). Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif berbasis kelompok dengan melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama dengan jumlah peserta 36 orang. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media leaflet, poster, dan demonstrasi makanan rendah garam. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan hasil sebesar 0,001 < 0,05, artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan pre-test dengan nilai post-test peserta setelah intervensi edukasi, serta adanya komitmen perubahan perilaku konsumsi garam yang lebih sehat. Program SITANGGAP ini juga mendapat dukungan positif dari kader dan aparat kelurahan untuk dijadikan program kegiatan rutin kelurahan kaitannya dengan praktik membatasi takaran garam dan bumbu penyedap. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas yang sederhana, kontekstual, dan melibatkan peran kader lokal efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan hipertensi.